PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Kelahiran sang pewaris


__ADS_3

"Yang mulia, Bolehkah aku mengatakan sesuatu?" tanya Fasui.


"Memang ada apa, Fasui?" tanya Kaisar Yuan kepada Fasui.


"Kelihatannya wanita itu mempunyai keinginan kepada Yang mulia." ucap Fasui.


"Aku tidak tahu dan aku tidak mau tahu, karena aku bukanlah tipe seorang pria yang sudah meludah kemudian menjilat ludahnya kembali." jawab Kaisar Yuan.


"Apakah Yang mulia akan diam saja jika sampai permaisuri murka Apa yang akan terjadi, apalagi Yang mulia Permaisuri sekarang sedang mengandung." ucap Goblin.


"Aku tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk melukai istri dan anakku, jika sampai dia melakukannya anggap saja hukuman mati adalah jawabannya." jawab Kaisar Yuan.


Goblin dan Fasui sangat tahu benar Bagaimana sifat dari Kaisar mereka. karena hal itu mereka tidak terlalu takut jika sang Kaisar akan terjerat pesona wanita lain.


"Kalian jangan terlalu mengkhawatirkan diriku, kalian lakukan saja pekerjaan kalian, tugas kalian begitu penting jadi jangan sampai kalian lalai dengan tugas kalian." ucap kaisar Yuan yang diangguki oleh Fasui dan Goblin.


Wan-yi benar-benar begitu kesal dengan kedatangan dua pria yang langsung membuat Kaisar Yuan meninggalkannya, wanita itu terlihat memasuki kamarnya.


** Beberapa hari kemudian **


Kabar menggembirakan sudah terdengar di kerajaan Guang,


OEKK..


OEKK.


permaisuri Meilin sudah melahirkan sepasang anak kembar, satu diberi nama putra mahkota Shin lung dan kedua diberi nama Mei Hua sama seperti nama sang ibu. sepasang anak kembar itu membuat sang kaisar benar-benar begitu bahagia, dia dianugerahi dua orang anak sekaligus.


Di kerajaan Guang sang kaisar mengadakan pesta penyambutan putra mahkota dan Putri mahkota secara besar-besaran, para rakyat benar-benar begitu bahagia saat mereka sudah mendengar mengenai anak dari Kaisar Yuan. berbeda dengan seorang wanita yang begitu kesal karena rencananya untuk mencelakai Meilin dan anak-anaknya tidak terlaksana.


"Bagaimana mungkin wanita itu memiliki sejuta keberuntungan, harusnya racun yang aku berikan padanya itu sudah membuatnya tewas." Wan-yi benar-benar tidak pernah mengira kalau mereka rencananya gagal.


** Aula kerajaan **


"Selamat Yang mulia!!" seru para pejabat kerajaan.


"Terima kasih karena kalian sudah mau menjadi bagian dari kerajaan ini." jawab Kaisar Yuan.


"Tentu saja Yang mulia, kami akan selalu mengabdi kepada yang mulia Kaisar." jawab para pejabat.

__ADS_1


Suasana yang begitu meriah dan begitu bahagia terlihat jelas pada Kaisar Yuan dan sang istri, terlihat di kerajaan itu Huang Mama Kaisar Guan atau Paman menteri beserta selir Choi.


"Lihatlah suamiku, kita sudah menjadi seorang kakek." ucap Huang mama kepada sang suami.


"Tentu saja istriku, kita berdua sudah menjadi kakek dan nenek-nenek." jawab Paman menteri.


Dua penerus kerajaan Guang benar-benar menjadi pembicaraan di beberapa kerajaan.


"Kau tahu istriku, Bagaimana kalau kita sering-sering ke kerajaan ini kita akan lihat bagaimana mereka semakin dewasa." ucap Paman menteri kepada dua istrinya.


"Kakak, Bagaimana kalau kita menggendong satu-satu cucu kita ini. biar kita tidak seperti orang-orang tanpa kasih sayang." canda Huang mama.


"Baiklah kalau begitu adik." jawab selir Choi.


Huang mama dan selir Choi menggendong 2 anak Meilin dan Kaisar Yuan, kebahagiaan benar-benar sudah terlihat pada orang-orang yang ada di tempat itu. para pejabat sayap kiri yang tersisa mereka terus merencanakan untuk membuat Kaisar Yuan memiliki seorang selir karena hal itu mereka akan bekerja sama dengan Wan-yi untuk melengserkan permaisuri Meilin bagaimanapun caranya.


Tatapan mata Huang mama menatap adik iparnya yang masih tetap berada di kerajaan Guang.


"Apakah wanita itu masih tetap mengganggu suamimu, putriku?" tanya Huang Mama.


Meilin tersenyum, wanita itu memegang tangan Huang mama. "Ibu Jangan khawatir aku adalah wanita yang sangat tangguh, Aku tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk mendekati keluargaku." jawab Meilin.


"Kau tahu putriku, semenjak ada kakak Choi di kerajaan ibu, ibu jadi benar-benar sangat bahagia. Ibu benar-benar merasa hidup ada keluarga yang mencintai ibu, ada keluarga yang menyayangi Ibu." ucap Huang mama. wanita itu memberikan sentuhan kepada istri suaminya itu.


"Tenang saja adik, pasti sebentar lagi Putri kita ini akan mempunyai anak-anak yang banyak. Setelah dia mempunyai anak banyak kita minta dua anaknya untuk kita asu." canda selir Choi yang membuat Meilin tersenyum.


"Sekarang kau bisa tersenyum begitu bahagia, Lihatlah sebentar lagi aku akan merebut suamimu. ucap Wan-yi yang terlihat begitu tidak suka dengan kebahagiaan yang dimiliki oleh Meilin. ingin sekali wanita itu menghancurkan Meilin membunuhnya atau bagaimanapun caranya, langkah kaki Wan-yi nampak mendekati para pejabat kerajaan Guang. wanita itu selalu merencanakan sesuatu yang busuk, sesuatu Yang licik agar dirinya mendapat perhatian dari orang-orang yang ada di kerajaan itu.


Nampak Wan-yi terus memperlihatkan senyumnya, dia benar-benar ingin mendapatkan perhatian dari seluruh pejabat kerajaan Guang, wanita itu harus mendapatkan banyak sekutu agar bisa melengserkan Meilin dan bisa bersama sang Kaisar.


Kaisar Yuan yang sudah mengetahui rencana licik dari wangi, nampak dia hanya diam saja dia tidak akan melakukan apapun karena dia harus mendapatkan beberapa bukti untuk memberi wanita itu pelajaran. yang terpenting bagi Kaisar Yuan adalah wanita itu tidak berusaha untuk menyakiti istri dan anak-anaknya.


Beberapa hari setelah pesta perayaan yang ada di kerajaan terlihat Wan-yi terus merayu para pejabat kerajaan agar mereka membenci Meilin, membenci permaisuri kerajaan Guang.


"Aku akan memberikanmu segalanya asal kau mau membantuku untuk mendapatkan tempat di hati yang mulia Kaisar." ucap Wan-yi.


"Tentu saja aku akan membantumu asalkan kau terus memberikan aku kesenangan." jawab seorang menteri dari sayap kiri. bagi para menteri sayap kiri Wan-yi akan menjadi alat untuk melengserkan Kaisar Yuan, dengan begitu pemerintahan akan runtuh dan para pejabat sayap kiri bisa berdiri di atas singgasana kerajaan.


OEKK..

__ADS_1


OEKK...


suara tangisan terdengar di ruangan sang kaisar.


"Dayang Jui, dayang Sun tolong kalian bawa sebentar anak-anakku ya." pinta Meilin.


"Baik permaisuri." jawab dayang Jui dan dayang Sun.


Menjadi orang kepercayaan Meilin membuat dua wanita yang berusia hampir setengah abad itu merasa bangga, Meilin selalu menghargai siapapun yang berada di sampingnya, dia tidak pernah memperlakukan orang-orang yang ada di sekitarnya sebagai budak atau kasta rendah. tak berselang lama sebuah informasi didapatkan oleh Meilin dari salah satu pengawal bayangan yang dia miliki.


"Ada apa yang mulia?" tanya dayang Sun dan dayang Jui.


"Kelihatannya wanita itu mulai mendekati para pejabat sayap kiri." jawab Meilin.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife

__ADS_1


__ADS_2