
Kabar mengenai permaisuri kerajaan Guang diserang oleh beberapa penjahat membuat para menteri sayap kiri saling menuduh satu sama lain, mereka kira mereka akan melakukan sesuatu agar Putri mereka bisa menjadi istri sang kaisar yang selanjutnya.
Di ruangan sederhana namun tidak terjamah oleh para orang-orang kerajaan itu terlihat 5 orang sudah berkumpul, di sana Kaisar Yuan li, Meilin, Paman menteri, Fasui dan Goblin. kelima orang itu sedang tersenyum dengan semua rencana yang sudah dibuat oleh Meilin.
"Kau baik-baik saja Yang mulia?" tanya Goblin kepada Meilin.
"Kau Tenang saja Goblin, aku baik-baik saja." Jawab Meilin.
"Kau mengarahkan anak panah itu begitu dekat dengan Yang mulia, bisa-bisa kau membunuhnya, tahu!" bentak Fasui kepada Goblin.
"Bagaimana lagi, itu adalah perintah yang mulia permaisuri." jawab Goblin.
"Lalu apa yang akan kita lakukan lagi yang mulia?" tanya Paman menteri kepada Meilin.
"Tenang saja Paman, pasti untuk saat ini para menteri sayap kiri saling menuduh satu sama lain, mereka akan mengira kalau salah satu dari mereka sudah merencanakan untuk membunuhku agar bisa menjadi pengganti ku." jawab Meilin.
"Kau benar-benar sangat licik Yang mulia." ucap Paman menteri yang tidak akan pernah mengira kalau Meilin akan mempunyai rencana yang begitu mengerikan.
"Rencana mereka lebih mengerikan Paman, mereka berencana untuk menjadikan Putri mereka sebagai istri dari Yang mulia. itu artinya mereka berencana untuk membunuhku Jadi sebelum itu terjadi aku harus membuat rencana balasan untuk para pria tua itu." jawab Meilin sambil tersenyum.
"Tapi rencana ini sangat berbahaya istriku, Bagaimana jika tiba-tiba kau terluka." ucap kaisar yang menatap istrinya dengan tatapan mata yang begitu khawatir.
"Jika orang lain yang melakukannya maka kau harus khawatir, suamiku. tapi jika yang melakukan hal itu adalah orang kepercayaanmu Maka jangan khawatir apalagi saat itu pasti bersamanya, Jika dia benar-benar ingin membunuhku pasti Fasui sudah menikamnya." jawab Meilin.
Ada Goblin di sisi kaisar, Fasui di sisi Meilin. Paman menteri yang melihat hal itu sangat yakin kalau rencana yang dibuat oleh Meilin adalah rencana yang sangat matang.
"Kita akan lihat apa yang terjadi setelah rumor ini menyebar ke seluruh kerajaan." ucap Paman menteri yang membuat mereka semuanya mengangguk.
** Keesokan hari **
"Ada apa Lilan?" tanya Meilin.
"Ada tamu, Yang mulia." jawab Lilan.
"Siapa?" tanya Meilin.
"Katanya dia adalah seorang putri dari kerajaan Sang." Lilan yang tidak berani meneruskan kata-katanya.
"Siapa?" tanya Meilin lagi.
"Dia adalah putri kerajaan Sang." ucap Lilan.
"Lalu?" tanya Meilin.
"Yang aku dengar kalau wanita itu dulu adalah calon istri dari yang mulia Kaisar." jawab Lilan yang membuat Meilin langsung menetap sahabatnya itu.
__ADS_1
Brakkk..
"Ulangi kembali perkataanmu tadi!" Meilin yang berteriak dengan sangat keras. karena dia mendapatkan kabar yang begitu mengejutkan.
"Ada seorang putri yang ingin bertemu dengan Yang mulia, sudah saya katakan kalau yang mulia Kaisar sedang tidak ada di luar kerajaan namun wanita itu tetap memaksa." jawab Lilan dan dayang Choi sambil ambil langkah mundur. karena dua wanita itu takut barang-barang yang ada di meja Meilin akan melayang ke udara hingga sampai ke wajah mereka.
Brakkk..
"Dimana wanita itu?" tanya Meilin.
"Wanita itu sedang berada di luar kediaman ini." jawab Lilan.
Tampa menunggu lama akhirnya Meilin keluar dari kamarnya, nampak wanita itu berjalan sangat Anggun sembari menuju tempat seorang wanita yang mengaku kalau dirinya adalah calon isteri dari suaminya. Meilin semakin tertarik dengan kerajaan, Karena Wanita itu sering sekali mendapatkan kabar-kabar yang terkadang sangat aneh.
"Apakah kalian tidak tahu kalau aku adalah kekasih dari yang mulia Kaisar!" seru seorang wanita yang mengaku kalau dirinya adalah kekasih dari kaisar Yuan.
Meilin yang mendengar hal itu nampak wanita itu tersenyum, sedangkan Lilan dan dayang Choi yang melihat adegan itu sedikit takut dengan senyum yang ditunjukkan oleh wanita yang ada di depannya.
"Kenapa permaisuri malah tersenyum, Apakah dia tidak marah saat mendengar ada seorang wanita yang mengaku sebagai kekasih dari suaminya?" ucap Lilan dalam hati sambil menatap Isabella dari samping.
"Jadi wanita itu yang mengaku jadi kekasih suamiku?" tanya Meilin kepada Lilan dan dayang Choi. kedua wanita itu menganggukkan kepalanya sembari menatap nyalang pada wanita yang mengaku sebagai kekasih kaisar mereka.
Meilin berjalan sembari tersenyum kepada para dayang, sedangkan wanita yang mengaku sebagai kekasih sang kaisar. wanita itu tetap bersikukuh walaupun akan diusir oleh para penjaga.
"Apa yang kau cari disini, putri?" tanya Meilin dengan suara yang begitu lembut.
"Siapa kau, Memangnya kau mau apa?" tanya wanita itu kepada Meilin. Meilin menampakan senyumnya, sesaat kemudian dia bertanya kepada kembali kepada wanita itu.
"Anda sedang mencari Siapa, Nyonya?" tanya Meilin kepada wanita itu. terlihat wanita itu marah saat dirinya disebut Nyonya oleh Meilin.
"Apa maksudmu, Nyonya. panggil aku putri Dayou!" seru wanita itu.
"Baiklah Putri, Siapa namamu dan kau mau apa ke sini?" tanya Meilin kembali.
"Siapa kau?" tanya putri Dayou kepada Meilin.
"Namaku adalah Meilin, selir Yang mulia." jawab Meilin.
Lilan dan dayang Choi nampak tersentak saat mendengar jawaban dari Permaisuri mereka.
"Aku ke sini karena aku mencari kekasihku." jawab wanita itu.
"Baiklah, putri. Siapa namamu?" tanya Meilin kembali.
"Namaku adalah putri Dayou kekasih dari Yang mulia." jawab Dayou.
__ADS_1
Ingin sekali Meilin mencakar wanita yang yang mengaku sebagai kekasih suaminya itu.
"Baiklah, saya akan mengantar anda untuk menuju tempat tersebut." ucap Meilin.
Para pelayan yang ada di sana terkejut karena wanita yang sangat terkenal keras dan tomboi itu tiba-tiba bersifat lembut. para pelayan yang ada di sana sudah mulai berfikir kalau istri dari bosnya itu akan mengerjai wanita itu.
"Baiklah Lilan, tolong kau antarkan putri Dayou kekediaman tami yang ada di ruangan pojok tersebut karena yang mulia berada di sana." ucap Meilin dengan nada suara yang lembut. Hal itu membuat Lilan sangat terkejut karena di sana adalah tempat yang sangat menakutkan bagi para dayang dan pelayan.
"Apakah kau mendengar ku, Lilan? sekarang kau tunjukan Putri Dayou keruangan tersebut dan perlakukan kekasih dari Yang mulia ini dengan sangat baik." ucap Meilin sambil tersenyum kepada putri Dayou.
Sedangkan Lilan nampak pria itu menelan ludahnya karena dia sangat tahu bagaimana watak dari istri sang Kaisar itu.
"Mari putri saya antarkan." akhirnya Lilan mengantarkan seorang wanita yang bernama Putri Dayou ke sebuah ruangan yang sudah disebutkan oleh Meilin. wanita itu tersenyum, sedangkan Meilin sendiri wanita itu tersenyum sambil melipat kedua tangannya di dada.
"Bukankah itu gudang kosong, Permaisuri?" tanya dayang Choi..
"Kau sudah tahu, mengapa bertanya?" jawab Meilin yang kemudian menatap parah penjaga.
"Kembali ke tempat kalian." perintah Meilin yang kemudian meninggalkan ruangan tersebut.
Sedangkan para pelayan nampak tersenyum kepada Permaisuri yang sedang mengerjai seorang wanita yang mengaku menjadi kekasih dari sang kaisar.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
__ADS_1
- my little wife