PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Ruang rahasia


__ADS_3

"Kalian harus memeriksa di setiap sisi tempat ini." pinta Kaisar Yuan


"Baik Tuan." jawab Fasui dan Goblin.


setiap dinding mereka Rabah setiap barang mereka perhatikan dengan seksama, tak luput juga lantai yang mereka pijak diraba dengan begitu teliti. sekitar 15 menit kemudian masih belum ada sesuatu yang mereka dapatkan.


"Kenapa tidak ada sesuatu yang mencurigakan." ucap Meilin. Tatapan matanya tertuju pada sesuatu yang menempel di dinding ruangan itu. di sebuah ruangan yang tidak terpakai Kenapa ada guci besar.


langkah kaki Meilin mulai mendekati sebuah barang yang dari tadi dia pandang, kedua tangannya tiba-tiba terulur mengangkat guci besar itu namun nyatanya malah guci itu tidak bisa diangkat.


"Yang mulia, Apakah ada sesuatu yang membuat guci ini terasa berat?" tanya Meilin. seketika Kaisar Yuan menoleh menatap istrinya .


"Ada apa Istriku?" tanya sang Kaisar.


"Kenapa guci ini tidak bisa dipindahkan." jawab Meilin.


Akhirnya sang Kaisar melakukan apa yang dikatakan oleh istrinya itu, tiba-tiba saja Kaisar Yuan menatap Fasui dan Goblin.


"Apa mungkin ini adalah jalan menuju tempat itu?" tanya Kaisar Yuan.


Kaisar Yuan, Goblin dan Fasui memutar dengan beberapa arah hingga membuat sebuah Pintu rahasia yang ada di lantai terbuka.


"Lihatlah ternyata benar ada pintu rahasia di tempat ini." ucap Kaisar Yuan yang kemudian memasuki sebuah ruangan bawah tanah yang ada di tempat itu.


"Kalian harus berhati-hati kemungkinan di tempat ini ada jebakan." ucap kaisar Yuan. sl


"Saya akan berjaga-jaga di tempat ini, Tuan. jika ada sesuatu saya yang akan menghabisi mereka." ucap Goblin.


"Kau harus selalu waspada Goblin." pinta Kaisar Yuan.


"Baik Tuan." jawab Goblin.


Akhirnya Kaisar Yuan, Meilin dan Fasui memasuki sebuah ruangan rahasia tersebut, langkah kaki mereka sedikit tertatih karena ruangan itu sedikit gelap.


"Kau harus berhati-hati istriku." pinta Kaisar.


"Kau tenang saja, Suamiku. aku baik-baik saja." jawab Meilin. di setiap perjalanan mereka harus meraba Tempat yang mereka pijak, tak berselang lama tiba-tiba ada penerangan di tempat itu sebuah kamar yang di penuhi oleh jeruji besi.


"Yang mulia Kenapa ada ruangan seperti ini?" tanya Meilin.


"Aku tidak tahu Isteriku." jawab Kaisar Yuan.


Langkah kaki mereka semakin mendekati tempat itu, terlihat di sana ada seorang wanita yang sedang duduk termenung. Fasui yang melihat wanita itu tentu saja dua sangat terkejut.


"Permaisuri." ucap Fasui saat melihat seorang wanita yang tidak lain adalah permaisuri kerajaan itu.


"Siapa dia?" tanya Meilin.

__ADS_1


"Dia adalah permaisuri terdahulu, permaisuri Huang Mama." jawab Goblin.


"Apakah kau yakin?" tanya Kaisar Yuan.


"Tentu saja Yang mulia, Saya yakin." jawab Fasui kembali.


Langkah kaki mereka mendekati tempat itu, sedangkan permaisuri Huang Mama nampak terkejut dan ingin berteriak. Meilin langsung memberikan isyarat untuk menutup mulutnya.


"Ada seorang dayang yang meminta bantuan kepada kami." ucap Meilin yang membuat Huang Mama langsung terdiam.


"Apakah kalian orang-orang dari kerajaan itu?" tanya Huang mama.


Meilin menatap wanita yang berumur sekitar 45 sampai 50 tahun itu.


"Yang mulia permaisuri." Panggil Fasui.


"Siapa kau?" tanya permaisuri Huang Mama.


"Saya adalah rakyat anda." jawab Fasui.


Setetes air mata tiba-tiba meluncur dari kedua bola mata permaisuri Huang mama. "Apakah kalian datang kemari karena ingin melepaskan ku?" tanya permaisuri.


Fasui menganggukkan kepalanya, pria itu memegang tangan permaisuri kerajaannya.


"Kami akan menyelamatkan Yang mulia permaisuri, anda jangan lakukan gerakan apapun." pinta Fasui.


"Pria itu benar-benar pria laknat." ucap Meilin.


Tatapan mata permaisuri Huang Mama menatap wanita muda yang bersama pria yang tidak lain adalah Kaisar kerajaan Guang.


"Sebaiknya kita harus pergi dari sini, Fasui tolong kau bawa wanita itu aku akan memantau tempat ini." ucap Kaisar Yuan.


Akhirnya hari itu permaisuri Huang Mama di bawah pergi oleh kaisar Yuan dan yang lain, Sebuah kerajaan yang terlihat begitu lengang namun pertahanan mereka bisa dibilang pertahanan yang tidak bagus sama sekali.


Dengan begitu mudahnya Kaisar Yuan dan yang lain membawa permaisuri Huang mama pergi.


"Apakah kita akan langsung kembali ke kerajaan?" tanya Meilin.


"Tidak istriku, kita akan menyembunyikan permaisuri kerajaan ini di tempat ini, dia akan menyamar menjadi seseorang agar tidak ada yang mengenali." jawab Kaisar Yuan.


Keesokan hari terdengar Pangeran Arlan benar-benar sangat murka saat dia mendapat kabar Kalau istrinya sudah tidak ada di penjara tersebut.


"Bodoh, bodoh, bagaimana bisa wanita itu kabur dari tempat ini!!" seru Kaisar Yuan.


"Kami tidak tahu Pangeran, Saat kami melihat tempat itu para penjaga tempat itu sudah tidak bernyawa dan tempat itu sudah kosong." jawab seorang prajurit.


"Kalian bodoh, bagaimana bisa kalian sebodoh ini!!" seru Pangeran Arlan yang begitu murka.

__ADS_1


"Apakah ada seseorang yang mungkin membantu wanita itu, Tuan?" tanya Seorang prajurit.


"Memangnya siapa yang bisa memasuki kerajaan ini, cobalah kalian berpikir dan pejabatnya mana yang mau berusaha untuk membantu wanita itu? karena mereka semuanya tidak ada yang berani!" seru Pangeran Arlan.


Wan-yi yang bersama dengan pangeran Arlan nampak wanita itu tersenyum begitu bahagia, kakaknya sudah keluar dari neraka ciptaan pria yang ada di depannya itu.


"Memangnya siapa wanita itu, yang mulia. kenapa kau sangat kebingungan?" tanya Wan-yi yang berpura-pura.


"Kau tidak usah tahu dan tidak perlu tahu, cukup kau memuaskan aku tanpa bertanya lebih dari ini." jawab Pangeran Arlan yang membuat Wan-yi tersenyum. wanita itu nampak memainkan tubuh pangeran Arlan. dia harus membuat sang pangeran mempercayainya agar dia bisa membebaskan kakaknya.


"Pergilah dari sini." perintah Pangeran Arlan yang sudah mengusir salah satu prajuritnya. Pangeran Kenapa kau marah-marah, Apakah tidak lebih baik kita bersenang-senang." rayu Wan-yi.


"Tentu saja, ayo kita bersenang-senang Aku akan memberikanmu peperangan hingga membuatmu mengerang begitu keras." jawab Pangeran Arlan.


Dalam hati Wan-yi benar-benar sangat bersyukur kepada para dewa, karena kakaknya sudah keluar dari jurang maut ciptaan dari pangeran Arlan sedangkan di tempat lain nampak Meilin sudah mendandani wanita itu dengan dandanan yang benar-benar sangat menakutkan.


"Maafkan aku permaisuri, Anda harus seperti ini jika tidak akan banyak orang mengenalimu." ucap Meilin.


"Tidak apa-apa permaisuri, Bolehkah kau memanggilku ibu, karena aku tidak mempunyai anak." ucap permaisuri Huang Mama.


"Boleh, kalau begitu kau akan menjadi ibuku di sini, kita akan memantau pergerakan pria brengsek itu jika kita sudah punya cukup informasi kita akan membunuhnya." ucap Meilin yang membuat permaisuri Huang Mama menganggukkan kepalanya.


Waktu sudah dimulai, strategi juga sudah didapatkan, Kaisar Yuan memerintahkan salah satu anak buahnya untuk kembali ke kerajaan dan memerintahkan Paman menteri membawa ribuan pasukan untuk menyerang kerajaan Yogdo.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


- my little wife


__ADS_2