PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Permaisuri Huang mama masih hidup


__ADS_3

"Kau mau mengajakku ke mana?" tanya dayang Wan kepada salah satu pengawal.


"Sudah jangan banyak bicara, kamu harus segera ikut aku untuk melakukan tugas dari pangeran." jawab pengawal.


"Memangnya kau mau mengajakku ke mana?" tanya dayang Wan kembali.


"Sudah kau tidak usah banyak bertanya, cukup kau ikut denganku dan Jaga mulutmu jangan sampai kau mengatakan apapun saat keluar dari tempat itu!" bentak pengawal.


Seketika dayang Wan pergi bersama pengawal ke suatu tempat, dia menutup Mata dayang Wan, pengawal membawa wanita itu ke suatu tempat mencari keberadaan seorang wanita.


"Ingat jika kau sudah dari tempat ini kau tidak boleh mengatakan apapun, karena dayang yang merawat wanita ini sedang keluar maka sekarang kau harus menggantikan wanita itu untuk merawat orang yang ada di tempat ini!!" seru pengawal yang kemudian membuka penutup mata amdayang Wan.


Tatapan mata dayang Wan menatap tempat yang sekarang dia pijak, ada sebuah ruangan yang dipasang jeruji besi, ada seorang wanita yang ada di dalamnya.


"Ini tempat Siapa?" tanya dayang Wan.


"Kau tidak usah banyak bertanya, cepat kau urus wanita itu setelah itu kau harus segera keluar dari sini!!" seru pengawal.


Langkah kaki dayang Wan mendekati seorang wanita yang sedang tertidur. "Nyonya nyonya." panggil dayang Wan. tidak ada sahutan dari wanita itu sesaat kemudian seorang pengawal membuka gembok yang mengunci jeruji besi itu.


"Segera kau masuk dan rawat wanita itu, kelihatannya wanita itu sedang sakit!" seru pengawal.


Dayang Wan menganggukkan kepalanya, wanita itu memasuki sebuah ruangan yang ada sel penjaranya.


"Nyonya." Panggil dayang Wan.


Tidak ada sahutan dari wanita yang sedang tertidur itu.


"Dia hidup atau mati?" tanya dayang Wan kepada pengawal.


"Kalau dia mati itu lebih baik tapi dia masih hidup, mungkin dia sedang tertidur." jawab pengawal.


Sesaat kemudian salah satu tangan dayang Wan nampak menarik tubuh wanita yang masih tertidur itu, dia menatap wajah seorang wanita, sesaat kemudian tatapan mata dayang Wan langsung terkejut, seorang wanita yang sedang tidak sadarkan diri itu adalah istri dari kakaknya saudari iparnya.


"Ya dewa!!" seru dayang Wan.


"Ada apa?" tanya prajurit.


"Tidak apa-apa, wanita ini hanya pingsan. bisa tidak kau tinggalkan kami aku akan merawatnya." ucap dayang Wan yang menyuruh salah satu pengawal untuk pergi.


Tatapan mata dayang Wan nampak menatap Huang mama yang sedang tidak sadarkan diri.

__ADS_1


"Aku yakin kalau kau adalah kakak iparku." ucap dayang Wan.


Salah satu tangan dayang Wan memegang tangan Huang mama, wanita itu sedang pingsan dengan beberapa luka pukulan.


"Kau benar-benar sangat terluka kakak.":ucap dayang Wan.


Sedikit demi sedikit kesadaran buang Mama mulai membaik, wanita itu menarik tubuhnya dan duduk di ranjang yang begitu kasar itu. Huang mama menatap wanita yang ada di depannya itu, betapa terkejutnya Huang Mama saat melihat adik iparnya sudah berada di depan matanya.


"Wan-yi." ucap Huang mama.


Seketika dayang Wan menutup mulut Huang mama, "Jangan berteriak kakak." ucap dayang Wan.


"Jangan berteriak Kak, nanti ada pengawal yang datang." ucap wan-yi.


Huang Mama menganggukkan kepalanya, wanita itu menatap adik iparnya yang sudah berada di depan matanya.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Huang mama.


Sesaat kemudian terlihat Wan-yi duduk di samping kakaknya itu.


"Setelah kematian Kakak beberapa tahun yang lalu aku benar-benar menyadari semua kesalahanku.


"Aku memang salah, Aku memang berdosa. karena hal itu aku memutuskan untuk mencari kebenaran mengenai kematian Kakak dan dirimu, beberapa tahun setelah kematian kakak kau menikah dengan seorang pria, setelah pernikahan 2 tahun tiba-tiba kau meninggal dunia, kondisimu sehat-sehat saja menurut informasi yang aku dapatkan karena hal itu aku kemari untuk mencari tahu mengenai kondisimu." jawab wan-yi.


"Apa maksud kakak?" tanya Wan-yi.


"Aku mulai berpikir setelah dipenjara aku menyambungkan seluruh kejadian-kejadian yang ada di kerajaan ini, aku mulai berpikir mengenai kematian suamiku mengenai para pejabat yang mulai melakukan pemberontakan. aku yakin kalau semua ini adalah rencana pria licik itu." jawab Huang mama.


Seketika Wan-yi memeluk saudara iparnya itu.


"Aku di sini untukmu, untuk membantumu." ucap wan-yi.


"Bagaimana kau bisa masuk ke sini, Bukankah kau berada di pengasingan?" tanya Huang Mama.


"Aku menyamar menjadi seorang penari istana, aku melayani pria itu aku tidak peduli jika aku harus mempertaruhkan segalanya aku harus mencari kebenaran mengenai dirimu dan kakakku." jawab Wan-yi.


Pelukan yang begitu erat, tangisan tertahan agar tidak didengar oleh para pengawal yang berjaga di luar ruangan bawah tanah.


"Aku sudah menyuruh salah satu dayang kepercayaanku untuk meminta bantuan ke sebuah tempat." ucap Huang mama.


"Iya kak, aku sudah mendapatkan kabar mengenai hal itu karena itu aku mencari keberadaannya." jawab Wan-yi.

__ADS_1


Setelah perbincangan itu akhirnya Wan-yi mengobati luka kakak iparnya, dua wanita itu benar-benar seperti dua wanita yang sudah kehilangan arah, tidak tahu apakah mereka akan hidup atau bagaimana.


Di kerajaan Guang terlihat Kaisar Yuan li, Meilin, Paman menteri, Fasui dan beberapa orang kepercayaan Kaisar Yuan li mencari informasi mengenai apa yang dikatakan oleh Dayang kepercayaan permaisuri Huang Mama sudah kembali ke kerajaan.


"Kita harus mencari informasi mengenai Pangeran Arlan." ucap paman menteri.


"Tentu Paman." jawab kaisar.


"Aku tidak pernah mengira kalau pria itu adalah seorang pria brengsek yang sudah melakukan sesuatu yang begitu hina jika itu benar benar terjadi maka kemungkinan besar pemberontakan yang ada di tempat itu akan kita jadikan pegangan kuat yang mulia ucap Fasui.


Orang-orang yang ada di tempat itu nampak terdiam, kebaikannya ditunjukkan oleh pangeran Arlan selama ini hanyalah kamuflase semata. pria itu bersikap begitu baik Namun nyatanya pria itu adalah pria berhati iblis yang benar-benar sangat menakutkan.


"Lebih baik kita mencari jalan yang terbaik untuk mendapatkan kebenaran mengenai permaisuri kerajaan itu, jika benar-benar kenyataan itu sudah kita dapatkan kita akan langsung menyerang Pangeran Arlan." ucap Kaisar Yuan.


"Lalu, Bagaimana jika kaisar kerajaan Langxi menyerang kerajaan ini?" tanya Paman menteri.


"Tidak mungkin kaisar kerajaan Langxi menyerang kerajaan Ini, paman. mungkin ada dendam diantara kami tapi untuk membantu Pangeran Arlan kemungkinan besar mereka tidak akan mau melakukannya karena yang aku tahu Pangeran Arlan dan kerajaan itu sudah putus hubungan Bahkan mereka tidak saling mengakui." jawab Kaisar Yuan li.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


- my little wife


__ADS_2