PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Desa yang terkucilkan


__ADS_3

Tatapan mata Meilin terus menatap desa kecil itu, bau yang benar-benar mengganggu penciumannya hingga membuat Meilin merasakan sedikit pusing.


"Ada apa yang mulia?" tanya dayang Choi.


"Tidak apa-apa dayang, mungkin karena bau yang menyengat Ini." jawab Meilin.


"Apakah Yang mulia ingin hamba carikan minyak herbal?" tanya dayang Choi.


"Terima kasih dayang, tolong kau ambilkan ya." pinta Meilin.


Tak berselang lama terlihat Goblin sudah kembali dengan beberapa prajurit.


"Ada apa Goblin?" tanya Meilin.


"Kondisi di dalam sana benar-benar sangat memprihatinkan Yang mulia." jawab Goblin.


"Baiklah kalau begitu, pakai pakaian yang sudah dipersiapkan oleh para tabib." pinta Meilin.


"Baik Yang mulia." jawab Goblin.


Terlihat Meilin menghembuskan nafasnya.


"Fasui, tolong kau ajak tabib jang bersama tabib yang lain untuk memeriksa para penduduk yang ada di sini." pinta Meilin.


"Baik Yang mulia." jawab Fasui yang kemudian mengajak para tabib.


Meilin dan dayang Choi mempersilahkan para penduduk yang ada di tempat itu, sekitar 5 penduduk yang memberikan informasi kepada kerajaan mereka harus segera di obati. Meilin menatap tempat yang begitu mengenaskan itu, nafasnya terasa begitu mencekat saat dia melihat pemandangan yang begitu mengenaskan.


"Menteri, Bisakah kau meminta para prajurit untuk membawa bahan makanan itu kemari?" tanya Meilin.


"Baik Yang mulia." jawab beberapa menteri.


Seketika para koki kerajaan diminta oleh Meilin untuk membuatkan sesuatu.


"Mungkin kita akan ada di sini sekitar tiga hari." ucap Meilin.


"Untuk apa Yang mulia?" tanya salah satu menteri.


"Apakah kau ingin melarikan diri dari peperangan ini, menteri. Lihatlah para penduduk kondisinya seperti ini apakah kau ingin kembali dan bersenang-senang dengan kekayaanmu sementara para penduduk yang memberikanmu kekayaan kondisinya seperti ini?" tanya Meilin yang membuat salah satu menteri menunjukkan kepalanya.


"Apa yang harus kita lakukan Yang mulia?" tanya salah satu menteri kepada Meilin.


"Bisakah kau kembali ke kerajaan dan membawa obat-obatan, kelihatannya bahan makanan dan obat-obatan itu kurang, kita hanya membawa sedikit karena kita tidak tahu kondisi tempat ini." ucap Meilin.


"Baiklah Yang mulia, saya dan beberapa prajurit akan mengambil makanan." ucap salah satu menteri.

__ADS_1


"Tidak menteri, kau kembalilah sendiri bersama satu prajurit nanti Saat kau kembali ke sini bawa beberapa prajurit untuk membantu kita." pinta Meilin.


"Baik Yang mulia." jawab menteri.


seketika informasi mengenai kondisi salah satu desa yang ada di perbatasan timur sudah terdengar di kerajaan Guang, para penduduk yang ada di kerajaan Guang benar-benar tidak akan pernah mengira kalau permaisuri kerajaan mereka bersedia ke tempat yang sangat menakutkan itu.


"Bagaimana jika terjadi sesuatu kepada yang mulia permaisuri." ucap salah satu dayang.


"Kalian Dengar ya, aku berdoa kepada para dewa agar wanita itu mati di sana." ucap salah seorang putri menteri.


"Kenapa kau mengatakan hal itu?" tanya beberapa Putri yang lain.


"Tentu saja jika wanita itu mati di sana maka aku bisa menjadi permaisuri yang selanjutnya." jawab Putri yang lain.


Di tempat lain juga sudah terdengar mengenai kabar kaisar Yuan li yang menyerang kerajaan Sang, pangeran Arlan benar-benar tidak akan pernah mengira kalau Kaisar Yuan li akan menyerang kerajaan Sang.


"Ada apa Pangeran?" tanya jenderal kerajaan Yogdo.


"Aku harus segera memberi informasi kepada kaisar kerajaan Langxi." ucap Pangeran Arlan.


"Untuk apa Yang mulia?" tanya jenderal kerajaan Yogdo.


"Kaisar kerajaan Langxi atau jenderal kerajaan Langxi adalah orang yang sudah mengalahkan Kaisar Yuan li, jika mereka mengetahui kaisar kerajaan Guang menyerang kerajaan sekutunya Mungkin dia akan menyerang balik kerajaan Guang." jawab Pangeran Arlan.


"Tentu saja, aku tidak akan membiarkan pria itu hidup bebas aku sudah mengatur seluruh rencanaku ketika pria itu kembali ke kerajaannya. aku bisa menjamin dia akan kehilangan istrinya Dia akan kehilangan wanita yang benar-benar dia puja." jawab Pangeran Arlan.


Rencana licik sudah dipikirkan oleh pangeran Arlan, pria itu harus melakukan sesuatu sesuai dengan keinginannya. kebusukannya memang benar-benar luar biasa hingga membuat dirinya mendapatkan julukan Kaisar tanpa wajah.


Seorang wanita yang berada di penjara kerajaan bawah tanah terlihat menangisi nasibnya, menangisi kehidupannya yang benar-benar begitu kejam, dijanjikan kebahagiaan oleh pria yang dulu dia cintai membuat dirinya sekarang terpenjara di ruang bawah tanah agar Pangeran Arlan bisa menguasai kerajaan Yogdo.


Seorang wanita yang tidak lain adalah istri pertama dari pangeran Arlan, seorang wanita yang sengaja dipenjarakan oleh pria itu agar seluruh kekuasaan dari kerajaan itu bisa dia kuasai. sikapnya yang benar-benar bertolak belaka itu bisa dibilang adalah ciri khasnya, pria yang begitu pandai berbohong seorang pria yang begitu pandai menyembunyikan jati dirinya. tangisan terus terdengar dari ruang bawah tanah, air matanya setiap hari harus mengalir ketika salah satu dayang kepercayaannya selalu memberikan informasi kepadanya mengenai kelakuan tidak bermoral dari pangeran Arlan.


"Yang mulia anda tidak boleh menyerah seperti ini." ucap dayang kepercayaan Huang mama, istri dari pangeran Arlan pemilik kerajaan Yogdo.


"Aku tidak bisa lagi melakukan apapun, pria itu benar-benar pria iblis dia memenjarakanku di sini selama bertahun-tahun, memberikan kabar berita bohong mengenai kematianku." ucap Huang mama.


"Yang mulia harus kuat, suatu saat pasti ada kesempatan untuk Yang mulia membalas dendam." jawab dayang kepercayaan Huang mama.


"Apa yang bisa aku lakukan, aku hanyalah tawanan di tempat ini. setiap hari dia menyiksaku setiap hari dia menertawakan kondisiku." ucap Huang mama.


"Yang mulia permaisuri adalah pemilik kerajaan ini, jika Yang mulia menyerah apakah Yang mulia ingin kerajaan ini jatuh ke tangan Pangeran Arlan. pasti kerajaan ini dari hari ke hari akan hancur." ucap dayang.


"Apa yang bisa aku lakukan bahkan orang-orang kepercayaanku sudah menghianatiku." jawab Huang mama.


"Yang mulia apakah Yang mulia bisa mempercayaiku?" tanya dayang kepada junjungannya.

__ADS_1


"Ada apa?" tanya Huang mama.


"Hamba ingin meminta bantuan kepada seseorang, yang aku dengar salah satu orang yang sudah dilukai oleh pangeran Arlan sudah terbebas dari kerajaan ini." jawab dayang.


"Maksudmu?" tanya Huang mama.


Akhirnya dayang menceritakan mengenai seorang pria yang istrinya sudah dihancurkan oleh pangeran Arlan di malam pernikahan mereka.


"Kau ingin menemui pria itu?" tanya Huang Mama.


"Benar Yang mulia, Siapa tahu kita bisa mencari balap bantuan untuk menyelamatkan Anda." jawab dayang.


"Bagaimana jika mereka tidak mau membantu kita?" tanya Huang mama.


"Anda tidak boleh pesimis Anda harus yakin kalau kita akan bisa menyelamatkan kerajaan ini." jawab Dayang.


"Tentu saja saya sangat yakin, anda harus berdoa kepada dewa agar saya mampu pergi ke kerajaan itu." ucap dayang.


"Baiklah kalau begitu, kau harus berhati-hati." minta Huang mama yang kemudian meminta dayangnya segera pergi.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife

__ADS_1


__ADS_2