
Meilin yang mendengar perkataan Pangeran Arlan nampak Dia hanya bisa terdiam, terdiam seribu bahasa dengan semua yang diucapkan oleh pria itu. dia benar-benar tidak akan pernah mengira kalau Pangeran Arlan ternyata selama ini hanyalah seorang pria yang begitu pandai berbohong. Tak ada kata yang keluar dari mulut Meilin.
Fasui yang mendengar perkataan itu nampak pria itu juga ikut terdiam, Fasui menatap Meilin menatap gadis yang ada di depannya itu. seketika fasui menarik tangan Meilin membawa Gadis itu pergi dari tempat Pangeran Arlan.
"Kita harus segera pergi dari sini, kalau sampai Pangeran tahu kita berada di sini bisa-bisa dia akan murka." ucap Fasui.
"Memangnya ada apa?" tanya Meilin.
"Nanti saja akan ku ceritakan." ucap Fasui yang kemudian membawa Meilin ke sebuah tempat sebelum para pengawal yang menjaga kediaman sang pangeran datang.
Deg..
jantung Meilin berdebar begitu kencang, dia benar-benar tidak akan mengira kalau Pangeran Arlan adalah pria brengsek seperti yang dikatakan oleh Fasui.
"Kau sudah dengar apa yang pantas kau dengar, tapi dengarkan aku Meilin kalau bisa Kau pergilah dari tempat ini." ucap Fasui.
"Memangnya ada apa Fasui?" tanya Meilin.
"Kau tidak akan aman berada di tempat ini." jawab Fasui.
"Ada apa?" tanya Meilin kembali.
"Kalau aku punya tempat aman maka akan kubawa kau ke tempat itu, kau sudah masuk lingkaran Pangeran Arlan saat ini kau tidak akan bisa keluar dari lingkaran itu kecuali ada seseorang yang membawamu." ucap Fasui yang terlihat takut jika terjadi sesuatu kepada Meilin.
Terlihat Meilin terus memegang dadanya, jantungnya berdebat begitu kencang karena selama ini dia percaya kepada Pangeran Arlan, nyatanya ternyata pria itu hanya mempermainkannya.
"Aku tidak akan pernah mengira kalau Pangeran Arlan seperti itu." ucap Meilin.
"Karena kau belum mengenal siapa pria itu yang sebenarnya, kalau kau sudah mengenal pria itu yang sebenarnya maka kau akan tahu siapa Pangeran Arlan yang sebenarnya." ucap Fasui yang kemudian membawa Meilin ke istana para dayang yang biasa dia gunakan untuk merancang pakaian-pakaiannya.
Meilin yang sedang ketakutan namun Pangeran Arlan dan Pangeran Bionzi nampak tertawa terbahak-bahak, mereka berdua seolah menertawakan Meilin yang selama ini ditipu oleh pangeran Arlan.
"Jadi Gadis itu adalah istri yang tidak diakui oleh kaisar Yuan Li?" tannya Pangeran Bionzi.
__ADS_1
"Iya, aku akan menggunakan wanita itu untuk menjadi senjataku, aku akan membuat wanita itu percaya sepenuhnya padaku dengan begitu aku akan membuat Kaisar Yuan li jatuh di perangkap yang sudah aku buat." jawab Pangeran Arlan.
"Aku benar-benar tidak pernah mengira kalau kau tetap saja seperti pria brengsek yang selalu aku kenal." ucap Pangeran Bionzi yang terlihat tertawa menatap Pangeran Arlan.
"Dari dulu sampai sekarang kau adalah pria yang sangat munafik." ucap Pangeran Bionzi kembali.
"Aku adalah pimpinan dari kerajaan ini, aku tidak akan membiarkan kerajaanku tunduk di bawah kepemimpinan kerajaan lain, aku tidak akan membiarkan kerajaanku lemah dibawa perintah kerajaan Guang." jawab Pangeran Arlan.
"Apakah kau pernah menyentuh Gadis itu?" tanya Pangeran Bionzi kepada Pangeran Arlan.
"Tidak, aku tidak pernah menyentuh Gadis itu lagi pula Gadis itu adalah gadis yang sangat berbeda dengan para gadis yang ada di luar sana, dia begitu luguh dia begitu sederhana bahkan kadis itu mampu membuatku merasakan sesuatu yang lain dari para gadis yang selalu bersamaku selama ini." jawab Pangeran Arlan.
"Hahaha..., Benarkah kau saja belum menyentuh Gadis itu, bagaimana kau bisa merasakan kalau dia sangat berbeda dengan gadis lain." sindir Pangeran Bionzi.
"Sempat aku mempunyai pikiran kalau aku ingin menjadikan Gadis itu istriku karena dia bukanlah gadis yang selalu menginginkan tahta saja, dia adalah gadis yang berjiwa begitu sederhana tanpa memikirkan kekayaan." jawab Pangeran Arlan.
"Lalu apakah kau benar-benar ingin mengambil Gadis itu dari Kaisar Yuan?" tanya Pangeran Bionzi kepada Pangeran Arlan.
"Entahlah tapi untuk saat ini akan kubuat gadis itu tetap berada di kerajaan ini, dengan begitu aku akan memanfaatkan Gadis itu untuk semua yang perlu aku lakukan." jawab Pangeran Arlan.
"Seandainya yang mulia Kaisar berada di sini mungkin aku akan bisa keluar dari sini." ucap Meilin.
"Siapa, Kaisar Yuan li?" tanya Fasui.
Meilin menganggukkan kepalanya Gadis itu tiba-tiba merasa takut dengan semua kejadian yang menimpanya hari ini.
"Kau benar sekali, Jika yang mulia Kaisar Yuan li berada di sini mungkin dia bisa menolongmu dan menolongku untuk keluar dari sini, lagi pula aku tidak mempunyai siapapun di dunia ini mereka yang berada di kediamanku adalah orang lain. Jika aku bisa bebas dari tempat ini mungkin saja nyawaku juga akan bisa lepas." jawab Fasui.
"Apakah Kau mempunyai masa lalu dengan pangeran?" tanya Meilin.
Fasui menganggukkan kepalanya, dia mulai menceritakan mengenai masa lalunya.
"Apa kau gila, jadi istrimu ditiduri Pangeran Arlan Setelah kalian menikah?!" tanya Meilin yang langsung menutup mulutnya rapat-rapat.
__ADS_1
"Jangan keras-keras, jika sampai ini terdengar keluar dari ruangan ini nyawamu dan nyawaku akan lepas dari raga kita." jawab Fasui.
"Apakah kau yakin?" tanya Meilin yang begitu terkejut sekaligus tidak percaya aku begitu dendam kepada pria itu.
"Aku berusaha untuk mencari 1000 cara agar bisa membalas dendam kepada Pangeran Arlan, Siapa yang sudi melayani dia ketika di depan mataku dia mengambil istriku setelah janji pernikahan kami. Dia memasuki kamarku tertawa terbahak-bahak kemudian menyuruh para pengawal untuk menarik paksa diriku keluar dari kamar, aku tidak mampu melakukan sesuatu karena itu aku tidak bisa mempertahankan pernikahan itu. aku kira semuanya akan baik-baik saja ketika pagi sudah menjelang aku memasuki kamarku, kulihat istriku sudah bersama dengan pangeran Arlan. pria itu meniduri istriku berulang kali, hatiku hancur karena istriku tidak melawan Dia terlihat pasrah karena dia takut nyawanya akan dibantai oleh sang pangeran." jawab Fasui sembari menundukkan kepalanya.
"Aku tidak pernah mengira kalau Pangeran Arlan adalah pria seperti itu, Aku kira dia adalah pria sempurna pria baik dan seorang pria yang akan mampu memberikan keadilan bagi siapa saja." ucap Meilin.
"Keadilan apanya, sempat aku menemui sang pangeran untuk meminta keadilan namun apa yang terjadi, Seluruh keluargaku sudah dibunuh istriku juga dibunuh di depan mataku sebelum dia melakukan hal itu dia menodai istriku kembali di depan mataku. aku tidak mampu menolong wanita yang kucintai, di depan mataku pula dia membunuh istriku, aku tidak sanggup aku tidak bisa melihat hal itu setelah itu pria brengsek itu membuangku ke pengasingan, membuatku seperti orang gila yang sudah tidak bisa mengingat segalanya." jawab Fasui.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
__ADS_1
- my little wife