PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Chapter 11


__ADS_3

    Mei Sha sedikit mengintip ke arah jendela dan melihat Sie menyembunyikannya dibawah tempat tidurnya.


    Putri Sie berbaring disamping Yuan yang tidak terlihat memakai apapun dan hanya tertutup selimut berbeda dengan Sie yang telah memakai gaun tidurnya.


    Sie mengusap wajah Yuan.


"Kamu tampan tapi sayang kamu sangat bodoh hingga bisa dimanfaatkan olehku."ucap Sie sangat pelan.Putri Sie tertidur dengan memeluk Yuan.


   Hal itu membuat Mei Sha merasa sakit sekaligus kasihan pada Yuan.Ia sakit melihat Yuan tertidur di ranjang wanita lain dan ia merasa kasihan melihat Yuan dimanfaatkan oleh wanita yang dicintainya.Ingin rasanya Mei Sha menangis dengan keras.Mata Mei Sha sudah berkaca kaca.


"Cukup Mei Sha kamu tidak boleh menangis karena lelaki itu apalagi merasakan sakit karena kebohongannya."ucap Mei Sha pada diri sendiri.


   Sekarang yang harus ia lakukan adalah menyelinap ke dalam.


"Akan lebih aman jika lewat jendela."


   Mei Sha membuka jendela dengan pelan.Baguslah ternyata jendela itu tidak terkunci.


   Mei Sha masuk dengan perlahan agar mereka tidak mendengarnya.


  Mei Sha berjalan mengendap endap ke arah tempat tidur.Ia berjongkok dan meraih kotak itu.Meskipun sulit akhirnya Mei Sha dapat mengambilnya tanpa membuat mereka terbangun.Ia segera mengambil seluruh bukti itu dan menaruhnya disaku yang berada didalam jubah miliknya.Saku itu ia buat dengan tangannya sendiri.


  Ia mengembalikan kotak itu ke tempat semula dan segera pergi keluar melalui jendela yang sama.


   Mei Sha kembali ke kerajaan.


...


     Mei Sha memasuki kerajaan.Ia segera menyembunyikan bukti itu dalam satu kotak bersama bukti lainnya.


"Aku akan cek saat Yuan pergi."Mei Sha duduk ditepi ranjangnya.


"Sekarang rencana untuk mencampakkan Yuan.Bagaimana aku harus melakukannya.Apakah dengan surat seperti di drama atau harus dengan akting.Intinya adalah harus membuat dia merasa bersalah padaku dan hal itu harus sesuai dengan perasaanku yang sebenarnya saat tahu dia mengkhianatinya."


   Mei Sha sudah menguap namun ia belum menemukan satu idepun yang cocok.


   Mei Sha beranjak berbaring ke tempat tidurnya.


"Tau lah pusing mending tidur dulu siapa tau ada pencerahan cara mencampakkan seorang kaisar."


 


   Lama kelamaan Mei Sha tertidur.


...


    Pagi yang cerah menyambut Mei Sha.


   Mei Sha segera bersiap siap.


    Xiang Fei mengatakan bahwa hari ini ia harus mengantar kepergian Yuan ke Desa Phu.Kepergian Yuan memang sangat mendadak.Rencananya Yuan akan disana selama beberapa minggu karena Kerajaan Luci terus menerus mengirim pasukan untuk menyerang pasukannya membuatnya harus turun tangan.


   Mei Sha harus tetap berakting seolah tidak tahu Yuan berselingkuh.


 


...

__ADS_1


"Jaga kerajaan Phoenix Lie'r."Yuan mengecup keningnya lembut.


"Ya.Kamu tak perlu khawatir aku akan menjaganya dengan baik.Cepat kembali ada hal yang ingin ku bicarakan denganmu."


"Hal apa?"tanya Yuan penasaran.


"Rahasia."


"Baiklah.Aku pergi."Yuan pergi dengan rombongannya.


   Mei Sha terus merutuki dirinya karena hatinya masih berdebar saat Yuan memperlakukannya dengan lembut.


  Mei Sha kembali ke kamarnya.Diikuti Xiang Fei.


"Xiang Fei tutup pintunya."perintah Mei Sha yang langsung dilaksanakan oleh Xiang Fei.


   Mei Sha mengambil mangkuk berisi camilannya.Ia duduk diteras dengan mangkuk camilan didepannya.Mei Sha juga mengambil bukti yang sudah dibawanya.


   Mei Sha memakan camilannya sambil membaca surat surat itu yang akan digunakannya sebagai bukti.


"Yang Mulia bukankah lebih baik anda duduk diatas?"


"Dilantai lebih nyaman.Kamu duduklah disampingku."Doang Fei mengikuti Mei Sha duduk dilantai.


"Xiang Fei apakah Raven kakak tiri Putri Sie?"


"Ya Yang Mulia."


"Aku sudah menemukan bukti sekarang kita hanya perlu beberapa prajurit.Xiang Fei menurutmu apakah aku harus menghubungi ayahanda agar memberikan ku pasukan?"


"Jika begitu kita harus menyewa preman."ucap Mei Sha dengan tersenyum menyeringai.


...


Menurut surat itu Raven disekap oleh Sie disebuah gua dekat gunung.


Mei Sha menatap ke preman yang ia sewa.


"Kalian hanya perlu menyelamatkan Raven yang disekap disebuah gua dekat pegunungan."


"Apa imbalan nya?"tanya salah satu preman."


"1 kantong emas untuk setiap orang."


"Baiklah.Anda tenang saja kami pasti akan menyelamatkannya."


"Bawa 100 orang bersama kalian dan ingat jangan sampai Ravem terluka sedikitpun bawa dia ke tempat yang telah ku siapkan."


"Anda tenang saja kami pasti akan menyelamatkannya."


"Dan jangan biarkan orang yang menyandera Raven melaporkan nya kepada Sie.Jangan sampai kalian meninggalkan jejak apalagi sampai tertangkap oleh mereka.Dan sampaikan pada Raven jika dia ingin balas dendam pada Putri Sie dia hanya perlu cukup diam disana."


"Saya mengerti."


"Bagus.Pergilah."preman itu segera pergi.


"Sekarang kita hanya perlu menunggu panen."

__ADS_1


...


Sementara itu...


Tidak disangka Kerajaan Luci menyerang Desa Phu.Beruntung kali ini Yuan membawa banyak prajurit yang sangat bisa diandalkan.


Yuan terus menyerang prajurit Kerajaan Luci dengan gerakan cepat.


Hingga tibalah ia berhadapan dengan Wan ,sang Raja Kerajaan Luci.


"Sangat licik menyerang saat seperti ini maka jangan salahkan aku jika pedangku membunuh mu."


"Kalau begitu aku ingin mencobanya."


Mereka saling menyerang.Wan berhasil melukai lengan kanannya.Namun itu tidak membuat pertahanan Yuan melemah.


Yuan menebaskan pedangnya dengan cepat dan kuat.Ia membuat gerakan seolah mengincar lehernya yang membuat Wan mencoba menangkis pedangnya.Sebuah gerakan yang salah karena Yuan dengan cepat merubah arahnya menjadi menusuk perutnya.Membuat Wan tidak memiliki kesempatan untuk menangkis serangannya.Sang Raja terbaring ditanah peperangan terus berlanjut hingga tidak ada satupun prajurit Kerajaan Luci yang selamat.


Yuan memandang dengan dingin para mayat yang berserakan itu.


"Bereskan mereka."Yuan berbalik pergi.


...


Mei Sha masih bingung dengan cara mencampakkannya.


"Membuat Yuan merasa bersalah sekaligus itu menggambarkan perasaan yang aku rasakan."


"Mungkinkah dengan menusuk didriku dengan pedang.Tidak itu sangat mengerikan."


"Dengan racun?Aku tidak mau terlalu sakit."


"Lalu harus dengan cara bagaimana?"Mei Sha terus berbicara sendiri dengan mulutnya yang masih mengunyah anggur


"Jika seperti di drama korea terlalu biasa.Ini harus dramatis."


"Hmmm..."


...


Sementara itu para preman ity berhasil membawa Raven ke sebuah tempat yang telah ditentukan.


"Apa yang kalian inginkan?"


"Kami tidak menginginkan apapun lebih baik kamu tenang disini.Tenang saja kami tidak akan melukaimu karena Bos menyuruh kami menjagamu."


"Siapa Bos kalian."


"Aku tidak bisa memberitahunya tapi dia berkata jika kau ingin membalas dendam pada Putri Sie kamu cukup diam disini."


Raven terdiam.Ya dirinya ingin membalas dendam padanya karena telah menculiknya saat ia tidur karena meminum teh buatannya yang mengandung obat tidur lalu menyekapnya selama berbulan bulan.Ia bahkan dipaksa untuk makan disaat ia tidak ingin makan dengan perlakuan yang tidak manusiawi.


"Baiklah kali ini aku akan menuruti kalian dan bilang kepadanya aku sangat ingin bertemu dengannya untuk membahas pembalasan kepada Putri Sie."


...


vote like dan komennya jangan lupa ya

__ADS_1


__ADS_2