PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Main air


__ADS_3

"Jangan lari!" seru kaisar.


"Aku ingin cepat sampai." jawab Meilin.


"Sungainya ada di belakang tempatku, jadi jangan lari." seru kaisar yang membuat Meilin langsung terhenti.


Terlihat di depan mata Meilin sebuah sungai yang begitu jernih, memang tidak terlalu besar. namun seketika Meilin langsung menarik sang kaisar.


BYURR...


basah kuyup, itulah yang sekarang terjadi. terlihat sang Kaisar dan Meilin sudah tercebur di sungai yang tidak terlalu dalam itu, Meilin nampak menatap sang kasar. wanita itu langsung menyiram sang Kaisar dengan air.


BYURR...


BYURR..


"Apa yang kau lakukan?!" seru Kaisar yang terlihat sedikit marah kenapa Meilin.


"Yang mulia marah?" jawab Meilin yang kemudian terus-menerus menyiram sang Kaisar.


Akhirnya kedua orang itu saling menyerang satu sama lain, Paman menteri yang melihat hal itu nampak dia sedikit lega. mungkinkah Meilin sudah membuka hati untuk sang kasar atau sang Kaisar sudah siap untuk mengatakan siapa sebenarnya Meilin kepada seluruh orang yang ada di kerajaannya.


"Hem..," Meilin yang tersenyum menatap sang kaisar. Hal itu membuat jantung Kaisar nampak berdebar begitu kencang, seketika sang Kaisar mengambil air dan menyiramkan kepada Meilin, suara perdebatan dan tawa dari dua orang terdengar begitu menyenangkan. Paman menteri nampak duduk di batu yang ada di samping sungai sembari menatap sepasang suami istri yang sedang bermain air.


"Yang mulia, jangan menyerangku dengan banyak air. nanti aku masuk angin!!" seru Meilin.


"Lalu, kau kira aku tidak akan masuk angin." jawab kaisar.


"Yang muliakan biasa main hujan saat berperang itu tidak masalah, kalau aku...," jawab Meilin yang kemudian menatap Kaisar.


"Kalau kalian mau bermain air lakukan, paman mau ke kamar dulu!!" seru Paman menteri yang membuat Meilin dan Kaisar nampak menatap pria tua itu. kecanggungan langsung terlihat ketika paman menteri mengatakan hal itu. setelah Paman menteri pergi sang Kaisar melirik Meilin dengan tatapan mata yang seolah ingin memarahinya.


"Yang mulia Jangan marah ya." ucap Meilin yang hendak pergi meninggalkan sang Kaisar.


"Kau mau kabur ya!" seru Kaisar.


Melly menoleh, dia tidak sengaja terpeleset di salah satu batu yang ingin dia pijak. seketika wanita itu terhubung dan...


BYURR...


Meilin terjatuh menimpa sang Kaisar yang ingin menariknya, posisi yang benar-benar akan membuat orang salah paham. Meilin berada di atas tubuh Sang Kaisar, menatap pria yang terlihat begitu tampan di bawah sinar senja dari surya.


DEG..


DEG..

__ADS_1


jantung sang Kaisar dan Meilin berdebar begitu kencang, dua orang itu nampak mengalihkan pandangan mereka.


Seketika Meilin langsung berdiri dan akan pergi dari sang Kaisar, seketika pria itu langsung menarik Meilin dan memberikan cuman di bibir sang istri. ciuman yang begitu mesra, begitu hangat. ciuman yang begitu ingin menunjukkan rasa cintanya.


Seketika Meilin langsung mendorong tubuh Kaisar, dia berdiri dan pergi meninggalkan pria itu.


"Kau mau kemana!" seru Kaisar.


Tak Ada jawaban dari Meilin, jantungnya berdebar begitu kencang. mungkin saja kalau bisa melihat cermin mukanya akan merah padam seperti kebakaran. kaisar nampak tersenyum, dia menyentuh bibirnya yang telah mencium bibir sang istri. jantungnya berdebar begitu kencang dengan raut wajah yang tersenyum begitu menawan.


"Kau Istriku, hanya milikku." ucap kaisar yang melihat Meilin sudah pergi meninggalkannya.


Seketika pria itu juga kembali ke kamarnya dengan kondisi basah kuyup. kaisar terus menyentuh bibirnya, membayangkan wajah sang istri yang tadi dia cium.


"Pasti sekarang ini wajahnya sudah bertemu merah Karena tadi aku cium." ucap kaisar yang terus tersenyum. kalau bisa dikatakan sang kasar seperti seorang ABG yang benar-benar merasakan jatuh cinta, cinta setengah mati kepada istri Yang telah dinikahi tapi belum diakui.


Malam itu sang kasar nampak keluar dari kamarnya menuju ruang makan yang sudah ada paman menteri. tatapan matanya menatap ke ruangan itu namun tidak ada Meilin di sana.


"Dayang Jui, Di mana Meilin?" tanya Kaisar kepada dayang Jui.


"Kelihatannya Nona Meilin masuk angin Yang mulia." jawab dayang Jui. seketika sang kaisar yang hendak duduk itu langsung berdiri, Dia berjalan terburu-buru ke arah kamar Meilin.


"Yang mulia mau ke mana!!" seru paman menteri. Tak Ada jawaban dari dari Kaisar, pria itu langsung berjalan dengan cepat menuju kamar sang istri. yang ada di pikiran sang Kaisar adalah apa yang terjadi dengan istriku, seketika langkah kaki yang cepat itu sudah sampai di kamar Meilin. langkah kakinya terhenti sang Kaisar menata debaran jantungnya, berusaha bersikap normal, mengatur nafasnya yang terlihat bersalipan dengan debaran jantungnya.


"Apa yang terjadi?" tanya Kaisar.


"Nona Meilin kelihatannya masuk angin, yang mulia." jawab seorang pelayan.


Kaisar menatap Meilin, wanita itu memakai selimut yang lumayan tebal.


"Kenapa kau sampai bisa masuk angin?" tanya Kaisar.


Meilin tidak menjawab, akhirnya Kaisar mengulurkan tangannya dan menyentuh dahi Meilin. ternyata dahinya panas, sang Kaisar meminta salah satu pelayan untuk mencari tabib.


"Ada apa denganmu, kenapa dahi mu panas sekali?" tanya Kaisar.


Meilin hanya melirik sang Kaisar, dia tidak mengeluarkan suara.


"Ini gara-gara yang mulia." ucap Meilin yang kemudian menutup matanya kembali.


"Kenapa aku, yang mengajak main air kan kamu. kok menyalahkan aku." ucap kaisar yang kemudian menarik salah satu tangan Meilin.


Sang Kaisar mengusap tangan Meilin dan meniup meniup tangan itu.


"Yang mulia, aku ini sedang kedinginan. Apa yang kau lakukan, malah yang mulia mengosok-gosok tanganku." gerutu Meilin.

__ADS_1


"Supaya tubuhmu jadi hangat." jawab Kaisar.


Saat mendengar jawaban dari sang Kaisar seketika Meilin merasakan sesuatu yang begitu dalam, sebuah perasaan yang selama ini dia tunggu dari sang Kaisar.


"Kenapa sih kau pakai sakit segala." ucap Kaisar.


"Orang sakit kok dimarahi, Yang mulia. kira aku ini ingin sakit." jawab Meilin.


Tatapan mata sendu dari sang kaisar bisa dilihat oleh Meilin, tatapan mata yang penuh kekhawatiran, penuh dengan pertanyaan yang begitu banyak.


"Yang mulia, lebih baik yang mulia beristirahatlah dahulu. nanti Yang mulia malah masuk angin seperti Ku." ucap Meilin.


"kalau aku baik-baik saja, malah yang aku khawatirkan itu kamu yang sakit." jawab kaisar yang mengatakan hal itu tanpa dia sadari.


Meilin ingin sekali tersenyum menatap pria yang ada di depannya itu. "Apa yang mulia mengkhawatirkan ku?" tanya Meilin.


Seketika sang Kaisar mendongakkan kepalanya menatap Meilin dengan tatapan yang begitu penuh arti.


"Memangnya kenapa aku harus mengkhawatirkan mu?" tanya Kaisar.


"Ya mungkin saja Yang mulia mengkhawatirkan ku." jawab Meilin sambil tersenyum hanya satu kata yang perlu diucapkan oleh sang Kaisar aku mengkhawatirkan mu istriku hanya itu mungkin kata-kata itu yang akan membuat Meilin juga bisa mengungkapkan perasaannya kepada sang suami.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


__ADS_2