
** Beberapa hari kemudian **
Kabar mengenai semua yang terjadi di kerajaan guang telah sampai di telinga Pangeran Arlan pria itu sangat terkejut saat mailing melawan para putri.
Nampak di suatu tempat seorang pria berdiri sambil mengisap sebuah benda, pria itu menatap nyalang di luar ruangannya.
"Apa yang harus kita lakukan Yang mulia?" tanya salah satu pengawal pangeran Arlan.
"Aku harus melakukan hal itu, aku akan melakukan sesuai dengan rencana kita. kalian harus menjalankan semua dengan sangat teliti Aku tidak ingin rencana kita hancur berantakan." jawab Pangeran Arlan.
"Tapi bagaimana jika Yang mulia Kaisar Yuan li mengetahui rencana kita?" tanya si pengawal.
"Berarti kamu bodoh tidak bisa menjalankan tugas yang aku berikan, enak sekali pria itu mendapatkan wanita yang sudah aku didik aku tidak akan membiarkannya akan kubuat wanita itu merasakan akibat yang harus dia dapatkan." jawab Pangeran Arlan.
Sebuah tatapan mata yang begitu menakutkan, entah siapa sebenarnya Pangeran Arlan namun pria itu benar-benar sangat menakutkan. ada sebuah rahasia yang begitu tersembunyi Sebuah rahasia yang terus disembunyikan oleh pangeran Arlan dari seluruh orang.
"Maafkan Aku Meilin, aku harus melakukan ini. karena kalau aku tidak melakukan hal ini kau akan lepas dariku untuk selamanya." ucap pangeran Arlan yang ternyata ingin menjebak Meilin dan melakukan sesuatu kepada wanita itu.
Tak lama kemudian nampak seorang wanita masuk menemui pangeran Arlan, terlihat wanita itu sedang tersenyum melihat pangeran Arlan berdiri di ruangannya.
"Apa yang sedang kau lakukan pangeran?" tanya seorang wanita bernama Liu ni kepada pangeran Arlan.
"Mengapa kau menemuiku lagi, aku sudah bilang kan untuk tidak menemui ku." ucap pangeran Arlan sambil menatap Liu ni. terlihat pria itu menatap nyalang wajah Liu ni.
"Kau ini kurang ajar sekali, setelah kau bersenang-senang denganku dan setelah kau sudah bosan denganku kau mau cari wanita lain." ucap Liu ni kepada pangeran Arlan.
"Kau sudah tahu kalau aku adalah seorang pria seperti itu, lalu Mengapa kau masih ingin bersamaku." jawab Pangeran Arlan.
"Karena aku ingin bersenang-senang dengan mu dan aku juga menginginkan kemewahan yang kau miliki." jawab Liu ni.
Terlihat pangeran Arlan menghela nafasnya. "Aku sudah memberikan apa yang kau mau Jadi sekarang kau tidak usah mengejarku lagi, karena aku jatuh hati kepada wanita lain." ucap pangeran Arlan kepada Liu ni.
"Aku tidak peduli kalau kau menjadikanku sebagai wanita simpanan, namun aku tidak ingin kau mencampakkanku begitu saja. sama seperti kau mencampakkan saudaraku saat kau telah bosan dengannya dan kau berhubungan dengan Ku." ucap Liu ni sambil menatap wajah pangeran Arlan. terlihat wanita itu mengambil suatu alat menghisapnya rokok.
__ADS_1
"Kau yang membuatku seperti itu kan, kau menggodaku hingga aku terjerumus kepada jebakan yang kau siapkan." jawab pangeran Arlan yang kemudian menatap wajah Liu ni.
"Berikan aku ketenangan dan aku tidak akan pernah meminta apapun walaupun kau bersama wanita lain." ucap Liu ni yang kemudian mencoba merayu sang pangeran namun pangeran Arlan tidak tergoda dengan Liu ni.
Yang ada dipikiran pangeran Arlan adalah bagaimana caranya membuat Meilin bertekuk lutut padanya dan membuat wanita itu tidak bisa lari darinya. sang pangeran terlihat mencoba mendapatkan Meilin, kembali walaupun dia tahu kalau Meilin sekarang sudah menjadi permaisuri kerajaan Guang. namun pria itu seperti seorang pria yang sudah tergila-gila kepada barang baru yang sudah dia temukan.
"Apakah kau tahu kalau saudara kembarmu itu mencoba melukai wanita Ku." ucap pangeran Arlan kepada Liu ni hingga membuat Liu ni tersenyum kepada pangeran Arlan.
"Apakah kau belum tahu bagaimana sifat saudara kembarku itu, tentu saja dia tidak akan membiarkanmu dekat dengan wanita lain." jawab Liu ni.
"Jangan pernah kau mencoba untuk melakukan kesalahan seperti yang dilakukan oleh saudara kembarmu itu, kalau tidak.. akan ku buat hidupmu menderita sama seperti dirinya." ucap pangeran Arlan sambil mencekik leher Liu ni. pria itu tidak akan membiarkan siapapun berusaha untuk melakukan sesuatu kepadanya atau berusaha untuk menantangnya.
"Uhuk..Uhuk.."
Liu ni terbatuk dan sedikit kehilangan nafas saat salah satu tangan pangeran Arlan telah berada di lehernya
"Kau tahu apa yang harus kau lakukan?" tanya Pangeran Arlan yang membuat Liu ni menganggukkan kepalanya.
"Aku tidak akan berani melakukan apapun, aku bersedia menjadi wanita gelapmu asalkan kau tetap bersamaku." ucap Liu ni yang mencoba melepaskan cengkraman tangan pangeran Arlan.
"Segeralah kau pergi dari sini, karena aku tidak ingin melihat wajahmu. kalau kau berani menampakan wajahmu disaat aku tidak menginginkan mu, jangan salahkan aku kalau kau akan terbujur kaku!" seru Pangeran Arlan yang kemudian meninggalkan Liu ni.
"Ternyata aku tidak ada ubahnya dengan wanita ****** yang ada di jalanan, kau menginginkanku lalu kau mencampakkanku." ucap Liu ni di sela-sela air matanya yang telah berlinang.
"Itu salahmu sendiri karena kau jatuh cinta kepadaku, Aku tidak pernah memerintahkanmu untuk mencintaiku namun Kau menghianati saudaramu dengan melakukan perbuatan hina itu denganku." jawab Pangeran Arlan.
Sedangkan di tempat lain, terlihat kaisar Yuan memikirkan bagaimana cara mengetahui siapa sebenarnya Pangeran Arlan.
"Ada apa Yang mulia?" tanya Paman menteri yang melihat sang kaisar sangat memikirkan sesuatu.
"Pria brengsek itu kemarin mencoba mengirim salah satu pasukan bayangan untuk memata-matai Meilin." jawab kaisar.
"Memangnya ada apa?" tanya Paman menteri yang kebingungan.
__ADS_1
"Aku sudah mencoba untuk mencari tahu mengenai Pangeran Arlan, beberapa informasi yang aku dapatkan benar-benar sangat mengejutkan, Paman." jawab kaisar Yuan.
"Maksudmu?" tanya Paman menteri kembali.
"Menurut informasi yang diberikan oleh Fasui kerajaan itu melakukan perdagangan opium dan obat-obatan terlarang. Bahkan mereka juga menyelundupkan para wanita untuk dijadikan pemuas nafsu di kerajaan lain." jawab Kaisar Yuan.
"Maksudmu perbudakan?" tanya Paman menteri.
"Benar sekali paman, pria itu terlihat dari luar sangat santun tapi di dalamnya dia adalah pria brengsek yang tidak bisa dikatakan lagi." ucap kaisar yang membuat Paman menteri juga tidak akan pernah mengira.
"Aku memang pernah mendapatkan informasi mengenai Pangeran Arlan, aku tidak pernah mempermasalahkan hal itu karena kita tidak ada urusan dengan kerajaan Yogdo." jawab Paman menteri.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
__ADS_1
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife