
Setelah tidur beberapa jam lamanya Meilin harus segera melihat kondisi tahanan kerajaan Sang dan para menteri yang melakukan korupsi .
"Apa yang harus kita lakukan Yang mulia?" tanya dayang Choi kepada Meilin.
"Dayang di sini saja, aku akan bersama salah satu prajurit dan Goblin untuk melihat para tahanan." jawab Meilin.
"Kami ikut saja, Kami tidak akan membiarkan Yang mulia dalam masalah." jawab dayang Choi.
"Baiklah kalau begitu, lagi pula Goblin juga bersamaku." jawab Meilin.
Langkah kaki Meilin berjalan keluar dari kediamannya, para prajurit dan pengawal yang masih tersisa terlihat menatap permaisuri kerajaan itu.
"Hormat kami Yang mulia!" seru para prajurit.
Meilin menganggukkan kepalanya, wanita itu tersenyum kepada para rakyat dan prajurit dan meminta mereka untuk selalu bersiaga.
"Jangan sampai informasi mengenai Yang mulia Kaisar keluar dari kerajaan didengar oleh siapapun." pinta Meilin.
"Baiklah Yang mulia." jawab para prajurit.
"Apa tidak sebaiknya Yang mulia tetap berada di kediaman?" tanya Goblin.
"Tidak Goblin, aku akan melihat para tawanan itu." jawab Meilin.
Setelah keluar dari kediamannya seketika Meilin berjalan menuju penjara kerajaan, jarak dari kediamannya ke kerajaan penjara kerajaan lumayan jauh.
** tahanan kerajaan **
Tatapan mata Meilin menatap para pejabat kerajaan Guang yang sudah memakai pakaian tahanan, Aura kebangsawanan dan tingkah sombong mereka seketika sudah sirna.
"Apa yang Yang mulia lakukan di tempat ini?" tanya salah satu menteri.
"Aku kemarin karena aku mendapatkan tugas dari Yang mulia Kaisar." jawab Meilin.
"Apakah Yang mulia ingin melihat kondisi kami yang mengenaskan ini?" tanya salah satu pejabat.
"Kalian seperti ini karena kelakuan kalian sendiri, lalu Apakah kalian mau menyalahkanku dan yang melihat Kaisar?" tanya Meilin yang membuat para menteri terdiam tanpa bisa menjawab perkataan permaisuri kerajaan mereka.
"Sebenarnya apa yang ingin Yang mulia lakukan di sini?" tanya para menteri.
"Aku harus melihat bagaimana kondisi dari orang-orang yang sudah menghianati kerajaannya sendiri." jawab Meilin.
Walaupun wanita itu berusia muda namun dia memiliki ketegasan yang lumayan luar biasa.
__ADS_1
"Yang hamba dengar kalau Yang mulia Kaisar pergi menyerang kerajaan Sang?" tanya menteri Tenmong.
"Dari mana menteri mendengar kabar itu?" tanya menteri Tenmong. senyum sang menteri terlihat begitu mengejek, pria itu menatap Meilin dengan tatapan mata yang seolah mengatakan dia tidak akan baik-baik saja saat berada di kerajaan
"Dengarkan aku menteri, aku tahu apa yang ada di pikiranmu kau berharap saat Yang mulia tidak ada di kerajaan para menteri yang tidak menyukaiku akan menyerangku, bukan?" tanya Meilin yang membuat menteri Tenmong terdiam. pria tua itu tidak akan pernah mengira kalau gadis muda yang dibawa oleh sang Kaisar memiliki pemikiran yang lumayan luar biasa.
"Aku tidak pernah mengira gadis dari kasta rendahan sepertimu memiliki pemikiran yang lumayan luar biasa." ucap menteri Tenmong.
"Pintar atau tidak itu tidak dilihat dari kastanya, menteri. tapi pandai atau tidak itu bisa dilihat dari cara didikan dan seberapa besar keinginan kita untuk maju menjalani hidup ini." jawab Meilin.
"Jangan pernah kau berusaha untuk mengganggu putriku, jika sampai kau melakukan hal itu...," ucap menteri Tenmong yang belum selesai namun Meilin langsung mengarahkan pedang keleher menteri Tenmong.
"Kau mau apa, apakah kau ingin menyuruh para anak buahmu yang ada di luar sana itu menyerangku? dengarkan aku baik-baik menteri Aku tidak akan membiarkan kau melakukan sesuatu atau berusaha untuk melukaiku. Aku tidak akan tinggal diam saja aku pasti akan melawan semua rencana licik mu itu!" seru Meilin dengan senyum yang merekah.
Sang menteri begitu geram saat melihat Meilin tersenyum mengejek dirinya, tiba-tiba saja pria itu memikirkan putrinya.
"Apa yang akan kau lakukan kepada putriku yang mulia?!" seru menteri Tenmong.
"Entahlah." jawab Meilin yang kemudian pergi dari penjara kerajaan Itu. saat keluar dari penjara para menteri dia memasuki penjara Putri Dayou, wanita itu menatap putri kerajaan Sang yang kondisinya sangat mengenaskan.
"Mau apa kau kemari!" seru Putri Dayou.
"Tentu saja aku harus melihat wanita yang terus berusaha untuk mengganggu suamiku." jawab Meilin.
"Aku tidak akan pernah melepaskan Kaisar Yuan li untukmu." jawab Putri Dayou.
"Untuk apa kau terus-menerus berusaha untuk mendapatkan pria yang tidak harus kau inginkan, Putri?" tanya Meilin
"Akulah yang seharusnya menikah dengan yang mulia Kaisar!" seru Putri Dayou.
"Jika itu memang benar Lalu kenapa kau meninggalkannya ketika dia sakit, Mengapa ayahmu membatalkan pernikahan kerajaan itu?" tanya Meilin yang membuat Putri Dayou terdiam.
"Jika kau tidak bisa menjawabnya biar aku yang menjawabnya, karena kerajaan kalian tidak ingin mempunyai seorang menantu yang lumpuh, tidak bisa melakukan apapun dan tidak bisa menghasilkan apapun." ucap Meilin yang membuat Putri Dayou terdiam.
Tatapan mata putri Dayou menatap Meilin, wanita itu begitu marah juga begitu kesal dengan semua aturan ini. ucapan yang keluar dari mulut permaisuri kerajaan Guang.
"Yang mulia Kaisar tidak akan mampu menyerang kerajaanku!" seru putri Dayou.
"Benarkah, kita akan lihat apakah kata-katamu itu benar atau tidak. jika kata-katamu itu benar pasti Yang mulia akan kembali dengan kekalahan, jika kata-katamu salah maka yang mulia Kaisar akan membawa kepala ayahmu ke kerajaan ini." jawab Meilin yang membuat Putri Dayou langsung terkejut dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh Meilin.
"Jangan berani-berani berusaha untuk melukai keluargaku!" seru Putri Dayou.
"Apakah waktu kau ke sini Ayah dan ibumu mengatakan dengan segala cara kau harus mendapatkan Kaisar Yuan li?" tanya Meilin yang membuat Putri Dayou sedikit terkejut. karena kata-kata yang diucapkan oleh Meilin itu benar adanya. putri Dayou mendapatkan tugas dari ayahnya untuk menggoda Kaisar Yuan li. Apapun yang terjadi putrinya harus mendapatkan seluruh perhatian dan kekuasaan di kerajaan itu.
__ADS_1
"Kau, dasar wanita tidak tahu diri!" seru Putri Dayou.
Meilin sudah tidak bisa lagi menahan amarahnya wanita itu nampak meminta salah satu prajurit untuk membuka pintu penjara.
"Apa yang ingin kau lakukan!" seru Putri Dayou.
"Aku tidak ingin melakukan apapun, Aku hanya ingin mendekatimu." jawab Meilin.
Suara demi suara mulai terdengar di telinga utusan kerajaan Sang, pria tua itu nampak mulai membuka matanya, hukuman demi hukuman yang dia terima membuat pria tua itu tidak mampu duduk.
"Apa yang kau lakukan kepada putri Dayou!" seru utusan kerajaan Sang.
"Rupanya kau sudah bangun Tuan utusan." jawab Meilin.
"Apa yang ingin kau lakukan pada putri kerajaan kami!" seru utusan kerajaan Sang.
"Tentu saja aku akan melakukan sesuatu sesuai dengan kelakuannya." jawab Meilin.
"Kalau kau dan dia sama-sama wanita Kenapa kau tidak mempunyai hati sama sekali!" seru utusan kerajaan Sang.
"Jika benar dia wanita sepertiku dia tidak akan melakukan sesuatu yang tidak mempunyai pikiran sama sekali. Dia adalah seorang wanita yang tidak mempunyai jati diri." jawab Meilin.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
__ADS_1
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife