PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Memasuki hutan terlarang


__ADS_3

** Kediaman kaisar **


"Yang mulia sudah kembali?" tanya Meilin saat melihat sang suami sudah kembali ke kediaman mereka.


"Kelihatannya istriku sedang marah ya." ucap Kaisar Yuan yang membuat Meilin memalingkan wajahnya


"Kelihatannya suamiku sudah mulai melupakanku, Lihatlah dia lebih fokus kepada anak-anaknya dan membiarkan aku sendirian dan merana seperti ini." jawab Meilin yang membuat Kaisar Yuan langsung memberikan pelukan hangat kepada sang istri.


"Aku tidak akan pernah membuat istriku marah kepadaku, aku takut kalau kemarahannya membuatnya meninggalkanku." ucap kaisar Yuan yang kemudian memeluk sang isteri.


"Ternyata Yang mulia Kaisar sekarang ini pandai sekali menggoda Ya, lihat saja Bahkan kata-katanya seperti para pangeran muda yang selalu mencari mangsa." jawab Meilin yang masih memalingkan wajahnya.


"Cintaku hanya untuk wanita yang sudah aku nikahi ini, aku tidak akan membiarkannya lepas dariku dan aku tidak akan membiarkannya melupakanku." ucap Kaisar Yuan yang kemudian memeluk sang istri dengan begitu erat. hanya satu kata yang bisa diucapkan oleh kaisar Yuan, pria itu tidak akan membiarkan sang istri terus menerus marah kepadanya karena hal itu Kaisar Yuan akan selalu melakukan apapun agar istrinya tidak marah.


Waktu terus berjalan dengan semua keindahan yang sudah membuat Meilin dan sang Kaisar, mereka selalu merasakan kebahagiaan.


"Besok pangeran akan pergi ke hutan terlarang itu, apakah kau tidak ingin menemuinya?" tanya Kaisar Yuan yang membuat Meilin menatap wajah suaminya.


"Perjalanan kehidupan kita akan di mulai, anak-anak kita akan berjalan pada takdir mereka masing-masing." ucap Meilin.


"Sebagai orang tua kita hanya bisa melihat apa yang akan di lakukan oleh anak-anak kita.


putra mahkota Shin-lung sudah berusia 16 tahun, Mei-hua juga berusia 16 tahun, pangeran Kyo-si sudah berusia 14 tahun, pangeran Ryu-ji dan pangeran Jun-yi berusia 12 tahun." ucap sang kaisar.


Keesokan hari akhirnya Pangeran Shin-lung pergi ke perbatasan hutan terlarang yang dihuni oleh para perampok, penjahat dan orang-orang keji dan tidak pernah mereka lihat. Sebenarnya waktu itu Meilin hendak pergi ke tempat itu Namun karena dia sedang hamil dia mengurungkan niatnya ke tempat itu, dia tidak ingin terjadi sesuatu terhadap kandungannya. langkah kaki kuda Shin lung memasuki hutan tersebut.


"Kau harus berhati-hati Putraku, kau harus ingat kau tidak boleh melanggar peraturan mereka dan peraturan kita. mereka mempunyai peraturan yang tidak mau dilanggar begitu pula dengan kerajaan kita." pinta Meilin kepada putranya.


"Ibunda tidak perlu khawatir, aku bukanlah seorang pria bodoh yang akan merusak segalanya." jawab putra mahkota Shin-lung.


Ayah percayakan rencana persahabatan ini kepadamu Ayah yakin kau bisa melakukannya ucap Kaisar Yuan yang kemudian melepaskan Putra salah satu putranya untuk memasuki hutan terlarang tersebut langkah kaki kuda putra mahkota asinlung memasuki tempat itu tatapan matanya menatap area sekitar tempat dia berpijak begitu tenang begitu satu tanpa ada suara yang bergemuruh. aku yakin kalau mereka berada di tempat ini dan mereka sedang melakukan sesuatu yang menakutkan ucap putra mahkota silung saat dia sudah berada di tempat itu tatapan matanya terus menatap sebuah tempat yang begitu menakutkan. Tak ada suara sama sekali di hutan terlarang tersebut langkah kaki kuda Sang putra mahkota nampak terhenti ketika dia mendengar suara dari kejauhan sesaat kemudian...,


WUSSS.....


SLEPP...


sebuah anak panah langsung menancap di salah satu pohon yang ada di hutan terlarang itu.

__ADS_1


"Siapa Kau, berani sekali kau memasuki hutan ini!!" teriak seorang wanita yang sudah berada di atas pohon tidak jauh dari tempat putra mahkota. seorang wanita muda yang berada di atas pohon tersebut.


"Siapa Kau!" teriak Shin-lung.


"Apa yang kau inginkan di sini?!" teriak si wanita.


"Berani sekali kau memasuki hutan terlarang ini!" teriak si wanita.


"Aku kemari karena aku mendapatkan undangan dari pemimpin hutan ini." jawab putra mahkota.


"Kau bohong, tidak ada yang boleh memasuki tempat ini. Jadi tidak mungkin ada yang mengundangmu." jawab si wanita.


Kedua bola mata putra mahkota menatap wanita yang sedang berdiri di atas pohon tersebut, begitu cantik dengan balutan pakaian pria.


"Silakan Nona bertanya kepada pemimpin hutan terlarang ini, saya kemari sebagai utusan dari kerajaan Guang!" seru Shin-lung yang kemudian memasuki tempat itu. tak ada perkataan atau pembicaraan namun yang jelas si wanita yang berada di atas pohon benar-benar tidak akan membiarkan Shin-lung memasuki hutan itu.


"Segera keluar dari sini!!" perintah si wanita.


"Hentikan Lin-sui!" seru pemimpin hutang terlarang.


WUSSS...


tak berselang lama muncullah seorang pria berpenampilan begitu gagah seperti seorang jenderal di medan perang.


"Tuan." Panggil Lin-sui kepada pemimpin hutan terlarang.


"Apakah kau putra mahkota Shin-lung?" tanya Rong-doi.


"Benar tuan, Saya adalah Shin-lung. putra mahkota dari kerajaan Guang." jawab Lin-sui.


"Tolong kau persilahkan putra mahkota masuk ke tempat kita." perintah Rong-doi.


"Baik Tuan." jawab Lin-sui yang kemudian mengajak putra mahkota Shin-lung masuk ke dalam sebuah kawasan area dalam hutan terlarang. tatapan mata putra mahkota Shin-lung menatap tempat itu, sebuah tempat yang begitu luar biasa. tempat itu bagaikan istana yang begitu luar biasa.


"Kenapa kau diam saja, cepat kau segera masuk!" teriak Lin-sui kepada Shin-lung.


"Apakah kalian ini benar-benar manusia?" tanya Shin-lung.

__ADS_1


"Kamu kira kami ini setan." jawab Lin-sui yang sedikit kesal dengan pertanyaan Shin-lung.


"Tempat kalian benar-benar sangat indah, Bahkan aku tidak pernah melihat keindahan seperti ini di kerajaan lain." putra mahkota Shin-lung benar-benar sangat takjub dengan pemandangan yang ada di tempat itu, bahkan saking luar biasa nya tatapan mata putra mahkota benar-benar tidak teralihkan sama sekali.


"Hari itu akan menjadi awal pertemuan dari kehidupan para Putra dan putri Kaisar Yuan dan Meilin. pertemuan pangeran Shin-lung dengan Lin-sui berjalan dengan begitu baik. Beberapa hari kemudian putra mahkota kembali ke kerajaannya dengan membawa seorang wanita, dan seorang pria berpenampilan gagah. Meilin yang begitu khawatir akhirnya lega saat melihat putranya kembali dengan kondisi yang sangat baik.Tatapan mata Meilin menatap seorang pria dan seorang wanita yang kembali bersama putranya.


"Hormat hamba Yang mulia!" seru orang baik kepada kaisar Yuan dan Meilin.


"Apakah kau adalah pemimpin dari hutan terlarang?" tanya Kaisar Yuan kepada Rong-doi. pria itu tidak menjawab hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Saya pernah dengar mengenai pemimpin tempat ini yang sangat luar biasa." ucap Kaisar Yuan yang Hanya diangguli, oleh Rong-doi.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife

__ADS_1


__ADS_2