PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Aku pasti bertahan


__ADS_3

"Yang perlu aku takutkan adalah keamanan dua anak-anakku, kalian harus selalu memantau mereka berdua. mungkin nyawaku tidak terlalu berharga namun nyawa Mereka berdua adalah kekuatan paling kokoh di kerajaan ini." ucap Meilin.


"Yang mulia benar, kami akan selalu menjaga Yang mulia dan dua penerus kerajaan ini." jawab para menteri. setelah mengatakan hal itu menteri Zul dan menteri Chang ke tempat mereka, salah satu pengawal bayangan milik Meilin sudah berada di sana.


"Hormat saya Yang mulia!!" seru Zero yang tak lain adalah adik dari Goblin.


"Berdiri Zero." jawab Meilin.


"Yang mulia, Nyonya Wan-yi benar-benar sudah menghasut para menteri sayap kiri untuk melengserkan Anda. kelihatannya mereka juga sudah melakukan beberapa trik agar yang mulia mengalami kecelakaan." jawab Zero.


"Lalu apakah aku harus menyerah atau aku harus bertahan, Zero?" tanya Meilin.


"Tentu saja Anda harus bertahan Yang mulia, Anda adalah wanita kuat wanita tangguh, Saya yakin anda tidak akan menyerah dengan kelicikan wanita itu." jawab Zero.


"Tentu saja Zero, Aku tidak akan menyerah dengan wanita licik itu. semua kebusukannya akan aku bongkar Aku tidak akan membiarkan dia melakukan sesuatu yang akan membuatku kehilangan orang-orang yang aku cintai." jawab Meilin. dua dayang kepercayaan Meilin dan pengawal bayangan kepercayaannya membuat rencana yang akan menghasilkan sesuatu agar Wan-yi segera kehilangan segalanya. bertahan atau menyerah itulah jalan yang harus di lalui oleh Meilin.


Tak berselang lama orang yang dibicarakan oleh Meilin dan yang lain sudah menampakkan batang hidungnya di kediaman Meilin.


"Hormat hamba Yang mulia!!" seru Wan-yi yang sudah berada di tempat itu.


"Bibi juga senang melihatmu." ucap Meilin.


"Tentu saja permaisuri, Aku juga senang melihat permaisuri juga baik-baik saja." jawab Wan-yi. sesaat kemudian dua dayang yang sedang mengasuh dua anak Meilin langsung diminta untuk membawa masuk.


"Kenapa mereka disuruh masuk, Meilin. bibi kan juga mau menggendong mereka." ucap Wan-yi.


"Mereka harus tidur bibi, karena dari tadi mereka bermain-main terus kasihan kan mereka terus berlarian, jadi aku meminta dayang Jui dan dayang Sun untuk membawa anak-anak beristirahat." jawab Meilin.


"Kau benar sekali Meilin, lebih baik anak-anak kita bawa masuk karena mereka akan sakit." jawab Wan-yi. padahal di dalam hatinya Wanita itu benar-benar sangat marah ketika dia sudah membuat rencana untuk mencelakai dua anak itu namun Meilin malah menjauhkannya dari dirinya.


"Oh ya bibi, tumben sekali bibi kemari?" tanya Meilin kepada Wan-yi.


"Memangnya bibi, tidak boleh ke tempatmu, Meilin." jawab Wan-yi.


"Tentu saja boleh, bibi. hanya saja tumben sekali bibi kemari saat tak ada yang mulia di sini." ucap Meilin yang membuat Wan-yi sedikit tersindir.


"Memangnya aku harus kemari kalau ada yang mulia Kaisar saja?" tanya Wan-yi yang seolah dia tidak melakukan kesalahan apapun.


"Jujur saja seperti itu kan yang bibi lakukan selama ini, karena bibi selalu ke sini Jika ada Yang mulia Kaisar. mencari perhatian kepada Yang mulia agar bibi selalu bisa mendekatinya." Meilin yang terlihat tidak bisa menahan gejolak yang ada di hatinya.

__ADS_1


DEG .


Seketika jantung Wan-yi tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh Meilin, karena Wanita itu mengatakan sesuatu yang benar-benar membuat Wan-yi tersentak.


"Sebenarnya aku ke sini karena aku merindukanmu, Meilin." ucap Wan-yi.


Bibi ke sini karena merindukanku atau rindu dengan Yang mulia Kaisar?" tanya Meilin kembali.


Jari Wan-yi nampak mengerat, wanita itu ingin marah namun dia tahan. hanya senyum palsu yang ditunjukkan kepada Wan-yi, wanita itu harus bersabar agar rencananya bisa berjalan dengan baik.


"Tentu saja jika Yang mulia Kaisar menginginkan bibi, bisa saja Yang mulia melakukannya." ucap Meilin.


"Ooo...,begitu ya." jawab Meilin yang terlihat tersenyum saat menatap wajah Wan-yi.


Sebuah senyum yang mengembang di tunjukkan oleh Meilin.


Setelah berbicara dengan Meilin wangi benar-benar sangat kesal. "Apakah wanita itu sudah tahu seluruh rencanaku." guman wangi dalam hati.


melin menatap kepergian wangi Wanita itu sudah memutuskan akan melakukan sesuatu untuk melawan adik dari permaisuri kerajaan yoghur apalagi permaisuri Huang Mama juga mengatakan akan memihak Meilin sepenuhnya jika adiknya itu berusaha untuk menghancurkannya.


Dua hari kemudian Kaisar Yuan sudah kembali dari peperangan, pria itu memasuki gerbang kerajaan dengan perasaan yang begitu bahagia. dia akan bertemu dengan istri dan anak-anaknya.


"Suamiku!" seru Meilin yang sudah menunggu sang suami di pintu gerbang kerajaan. wajahnya begitu bahagia saat melihat suaminya sudah kembali dari medan perang.


Kaisar Yuan langsung turun dari kudanya, pria itu berjalan mendekati sang istri dan memeluknya.


"Apakah kau baik-baik saja, isteriku?" tanya sang Kaisar.


Tentu saja Yang mulia, hamba baik-baik saja Apakah Yang mulia baik-baik saja?" tanya Meilin yang membuat Kaisar Yuan menganggukkan kepalanya.


"Ini semua berkat doamu, istriku dan berkat semua rencana yang kau buat." jawab Kaisar Yuan.


Para isteri petinggi kerajaan langsung menyambut kedatangan suami mereka, hanya kebahagiaan yang mereka tampakkan. seperti seorang wanita yang juga menampakan kebahagiaan saat Kaisar Yuan sudah kembali dari medan perang. Wan-yi benar-benar sangat bahagia saat melihat sang Kaisar sudah kembali dari peperangan, Wan-yi hendak mendekati Kaisar Yuan namun saat menatap Wan-yi sang kaisar kemudian berlalu pergi meninggalkannya. tak ada sapaan atau satu kata yang keluar dari mulut sang Kaisar.


"Yang mulia." Panggil Wan-yi kepada kaisar Yuan.


Sang kaisar tidak menoleh sama sekali, pria itu memeluk sang istri dengan raut wajah yang begitu bahagia. para isteri pejabat kerajaan benar-benar sangat bersyukur karena suami mereka sudah kembali.


** Kediaman sang kaisar **

__ADS_1


Malam yang semakin larut, kaisar Yuan merebahkan tubuhnya di salah satu pondok.


"Apakah Yang mulia baik-baik saja?" tanya Meilin kembali.


"Aku baik-baik saja istriku, aku sangat bersyukur karena kerajaan ini juga baik-baik saja saat berada di bawah kepemimpinan mu." jawab Kaisar Yuan yang membuat Meilin tersenyum.


"Aku harus berusaha untuk menenangkan para menteri, Yang mulia. mereka benar-benar selalu mendukungku mendukung anak-anak kita." jawab Meilin.


"Bagaimana dengan anak-anak kita, Apakah mereka merindukanku?" tanya Kaisar Yuan l.


"Tentu saja Yang mulia, mereka sangat merindukan ayah mereka. mereka terkadang selalu menangis bahkan selalu memanggil nama ayah mereka." jawab Meilin.


"Aku sangat yakin dengan istriku, aku yakin kalau wanita yang aku cintai akan menjaga anak-anakku dan kerajaanku." jawab Kaisar Yuan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife

__ADS_1


__ADS_2