PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Penyerangan


__ADS_3

"Baiklah kalau begitu istriku kita akan menyelidiki mengenai masalah ini, aku akan meminta Fasui dan Goblin untuk mencari tahu mengenai penggelapan dana yang dilakukan oleh beberapa menteri." ucap sang kaisar yang membuat Meilin mengacungkan kedua jempolnya.


"Oh ya Yang mulia, ngomong-ngomong mengenai wanita tidak tahu diri yang terus-menerus mengaku menjadi calon istrimu itu memangnya Bagaimana sih ceritanya?" tanya Meilin yang membuat sang Kaisar langsung terdiam.


"Memangnya ada apa istriku, aku tidak pernah berhubungan dengan wanita itu. itu hanyalah masalah otoritas kerajaan saja." jawab sang Kaisar.


"Aku tidak marah, tapi maukah kamu menceritakan mengenai masalah itu sebenarnya. aku begitu penasaran mengenai putri kerajaan Sang, Entah mengapa wanita itu begitu bersikuku untuk mengakuimu menjadi seorang suami. memangnya sebelum perjanjian itu dan setelah itu apakah kau tidak memutuskan hubungan dengan kerajaan itu, maksudku memutuskan hubungan lamaran itu?" tanya Meilin kepada sang Kaisar.


Terlihat Kaisar Yuan terdiam sembari memijit kepalanya, semua wanita hanya menginginkan tahta saja, saat seorang pria berdiri dengan begitu tinggi seluruh wanita akan mengejarnya ketika seorang pria sudah terpuruk para wanita akan meninggalkannya kecuali seorang wanita yang benar-benar mencintai pria itu dengan setulus hati." jawab sang Kaisar.


"Jadi?" tanya Meilin yang makin penasaran dengan cerita Sang suami.


"Pernikahan kerajaan hanya itulah yang bisa aku katakan, berusaha untuk mencari titik temu untuk menjadi menjalin persahabatan atau menjalin pondasi yang kuat. pernikahan antar kerajaan itulah yang bisa dilakukan." jawab sang Kaisar.


"Lalu?" tanya Meilin kembali.


"Perjanjian pernikahan itu seketika kandas saat aku mengalami sakit, tentu saja siapa yang akan mau menjadi istri seorang pria lumpuh. tentu saja kerajaan Sang langsung memutuskan hubungan kami hubungan antar kerajaan." jawab sang kaisar yang menceritakan mengenai permasalahan itu


dengan sedikit kata-kata yang terdengar tidak menyenangkan.


"Lalu apakah kau ada perasaan dengan Putri Dayou?" tanya Meilin.


Kaisar Yuan menggelengkan kepalanya.


"Kebanyakan dari para Kaisar hanyalah bidak untuk mencari kejayaan, pernikahan antar kerajaan hanyalah tameng untuk membuat pondasi kerajaan semakin kokoh. Entah berapa persen ada cinta di antara kami tapi pertama kali aku bertemu dengan wanita itu sampai sekarang aku tidak memiliki perasaan apapun. ketika aku sakit pun wanita itu tidak pernah sekalipun menjenguk melihatku atau mengirim surat lalu Mengapa sekarang aku harus menatapnya atau melihatnya." jawab sang Kaisar dengan nada yang benar-benar begitu kecewa.


"Kalau begitu wanita itu adalah wanita yang tidak tahu diri, Bahkan dia adalah seorang wanita yang kurang pekerjaan." ucap Meilin sambil tersenyum.


"Pernah sekali aku menyukai seorang wanita seorang wanita dari Cinta pertamaku, ketika itu usiaku masih beberapa puluh tahun sekitar 10 sampai 11 tahun." jawab sang Kaisar.


"Lalu di mana wanita itu?" tanya Meilin kepada sang suami.


"Para dewa sudah mengambilnya, semenjak kecil dia mengalami sakit tanpa bisa disembuhkan." jawab sang Kaisar.


Tidak ada kata perkataan yang keluar dari mulut Meilin, dia tidak mungkin mencari tahu mengenai apapun.


Di tempat lain terlihat Seorang pria sudah mengerahkan pasukannya untuk bersiap-siap di sekitar perbatasan kerajaan Guang, salah seorang pria dari masa lalu sang Kaisar. seorang pria yang merasakan sakit hati karena adiknya tidak diterima oleh sang Kaisar hingga membuat putri dari kerajaan itu bunuh diri.


"Kalian harus ingat kalian Serang tempat ini tanpa tersisa." perintah seorang pria yang bernama Dojo.


"Baiklah jenderal, kami akan melakukan seperti yang jenderal inginkan." jawab para prajurit.


Seketika para prajurit dari kerajaan Dong menyerang perbatasan kerajaan Guang. para prajurit kerajaan Guang benar-benar sangat terkejut karena mereka tiba-tiba diserang oleh kerajaan Dong.


"Serang!" seru para prajurit kerajaan Dong.


"Segera Kalian pergi ke kerajaan, beritahu yang mulia kalau perbatasan kerajaan kita di Serang." pinta salah satu pimpinan pasukan.

__ADS_1


Suara peperangan akhirnya terdengar, para prajurit kerajaan Dong menyerang perbatasan kerajaan Guang.


TRANGGG...


TRANGGG...


TRANGGG...


suara pedang yang sudah bersahutan membuat begitu banyak prajurit sudah terluka.


"Bunuh mereka tanpa ampun!!" seru jenderal Dojo.


"Baik jenderal." jawa para prajurit.


Tatapan mata yang penuh kebencian, suara yang penuh amarah ketika dia memerintahkan para prajuritnya untuk menyerang para pasukan kerajaan Gowa.


"Aku tidak akan pernah melepaskanmu, akan kubuat kerajaanmu ini rata dengan tanah." ucap jenderal Dojo ketika dirinya mulai membantai para prajurit kerajaan Guang.


Suara teriakan bahkan di perbatasan kerajaan itu ada sedikit penduduk yang menempati daerah itu, Hal itu membuat para penduduk perbatasan harus mengalami luka yang lumayan parah. suara keheningan yang ada di kerajaan seketika menjadi riuh.


"Ada apa?!" seru Paman menteri saat melihat salah satu prajurit yang menjaga perbatasan sudah berada di kerajaan.


"Menteri ada sesuatu!" ucap seorang prajurit.


"Ada apa, kenapa lari terburu-buru seperti itu?" tanya Paman menteri.


"Apa maksudmu?" tanya Paman menteri yang begitu terkejut.


"Para prajurit kerajaan Dong menyerang perbatasan kerajaan kita, para penduduk yang ada di sekitar perbatasan banyak yang terluka prajurit." jawab prajurit.


Seketika Paman menteri memerintahkan untuk menabuh genderang agar seluruh prajurit berkumpul.


DUMMM..


DUMMM...


suara genderang yang di tabuh oleh pasukan khusus, Hal itu membuat sang kaisar yang ada di ruangannya Bersama sang istri. seketika sang kaisar sangat terkejut.


"Suara apa itu Yang mulia?" tanya Meilin kepada sang suami.


"Itu adalah suara genderang kerajaan, itu tanda bahaya yang sedang melanda suatu tempat." jawab sang Kaisar.


Seketika sang Kaisar mengambil jubahnya, dia berlari keluar untuk mencari tahu apa yang terjadi di kerajaannya. Meilin yang melihat hal itu tentu saja wanita itu juga mengikuti sang suami, dia berlari untuk mengetahui apa yang terjadi saat berada di lapangan kerajaan.


Terlihat dua prajurit penjaga gerbang kerajaan timur sudah berada di kerajaan.


"Ada apa Paman?!" seru sang Kaisar kepada Paman menteri.

__ADS_1


"Kerajaan kita diserang oleh kerajaan Dong." jawab Paman menteri.


"Maksud Paman apa?" tanya sang Kaisar.


Perbatasan kerajaan timur diserang oleh kerajaan Dong.


"Para prajurit yang ada di sana mengalami luka." jawab Paman menteri.


"Kalau begitu persiapkan seluruh pasukan, kita akan melihat di perbatasan kerajaan timur!" seru sang Kaisar.


Meilin menarik tangan sang suami. "Aku ikut yang mulia." ucap Meilin.


"Tidak istriku, kau di kerajaan saja aku akan melihat apa yang terjadi." jawab sang Kaisar.


"Segera perintahkan para jenderal untuk membawa para pasukan ke perbatasan timur." pinta pasukan kepada salah satu prajurit.


Tidak pernah terpikir sekalipun kalau kerajaan Dong akan menyerang kerajaan Guang. Hal itu membuat Kaisar Yuan li benar-benar sangat marah.


"Tidak." jawab sang Kaisar.


"Aku bisa menjaga diriku, percayalah padaku." pinta Meilin.


Akhirnya mau tidak mau sang Kaisar mengajak sang istri untuk pergi ke perbatasan timur kerajaan Guang.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


- my little wife


__ADS_2