PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Kaisar penguntit


__ADS_3

Orang-orang yang ada di rumah makan nampak bersorak saat melihat 3 pria yang sekaligus preman itu tersungkur karena serangan yang diberikan oleh Meilin. pukulan dan tendangan itu terlihat membuat para pria itu tidak mampu untuk berdiri kembali.


Meilin merasa ada seseorang yang hendak melakukan sesuatu padanya, dia merasa ada seseorang yang dari tadi terus memantau dirinya, hanya satu kata yang terlintas di benak Meilin. dia ingin tahu siapa orang yang dari tadi memperhatikannya.


Apakah dia suruhan Pangeran Arlan atau siapa. satu tendangan langsung mengarah pada seseorang yang sedang bersembunyi. saat tendangan itu telah memutar Meilin langsung menghentikan serangan itu saat melihat wajah pria yang ada di depannya.


"Kau." ucap Meilin saat melihat wajah Kaisar.


TAP...


Seketika sang Kaisar langsung menangkis dan memegang salah satu tangan istrinya itu, Hal itu membuat Meilin menatap sang Kaisar yang sedang bersembunyi di tempat itu dengan penyamaran yang tidak akan diketahui oleh siapapun. namun Entah mengapa Meilin masih dapat mengenali sang Kaisar hingga membuat sang kasar sendiri sedikit kebingungan. kebingungan karena Meilin bisa mengenali dirinya yang sudah menyamar dengan sempurna. Pangeran Arlan saja tidak akan bisa mengenali Kaisar Yuan li saat menyamar seperti sekarang ini.


"Hai!!" seru Kaisar kepada Meilin. nampak Meilin hanya memutar bola matanya dengan malas karena salah satu pria yang telah membuatnya marah berada di depannya dan satu lagi berada di dalam kerajaannya.


"Kau mau apa lagi ke sini, Yang mulia?!!" seru Meilin. Wanita itu benar-benar sangat terkejut saat melihat Kaisar Yuan li berada di kerajaan Yogdo.


"Aku ke sini atau ke manapun itu terserah padaku kan." ucap Kaisar Yuan li.


"Pasti Yang mulia sedang menguntit ku kan." sindir Meilin.


"Kenapa aku harus menguntit mu?" tanya sang Kaisar sambil tersenyum. padahal di dalam hatinya pria itu menganggukkan kepala saat Meilin mengatakan dirinya sedang menguntit sang istri.


"Ini jalan umum, Nona. masa aku tidak boleh ke sini." jawab Kaisar.


"Masih ada banyak tempat selain di tempat ini. apalagi yang aku tahu kalau ini bukan kerajaan milik yang mulia, lalu Mengapa yang mulia berada di sini. kerajaan yang muliakan di kerajaan Guang, ini kan kerajaan Yogdo. kerajaan milik Pangeran Arlan." jawab Meilin sembari menatap sang Kaisar. terlihat Meilin menyeka keringatnya karena berkelahi dengan ketiga pria yang sudah tersungkur di tanah.


"Semakin lama kau semakin liar saja." ucap kaisar yang kemudian duduk di kursi yang ada di dekatnya.


"Memangnya kenapa kalau aku liar, Apakah itu akan membuat yang mulia kecewa atau membuat Yang mulia bagaimana." ucap Meilin yang membuat Kaisar tersenyum.


"Semakin liar kau semakin seksi." sebuah perkataan yang tidak mungkin keluar dari mulut kaisar Yuan li. tentu saja Hal itu membuat Meilin langsung melongo kaget bahkan mulut Meilin menganga karena sangat terkejut dengan kata-kata yang keluar dari mulut kaisar.


"Kelihatannya bukan aku saja yang liar, namun kau seperti pria gila yang kelihatan ingatannya. kalau yang mau lihat tidak gila atau kelihatan kehilangan ingatan ngapain juga yang mulia berada di kerajaan Pangeran Arlan?" tanya Meilin sambil menunjuk wajah Kaisar.


"Gila-gila gini aku masih suamimu tahu!" seru kaisar sambil memegang pipinya yang hampir ditendang oleh Meilin.

__ADS_1


"Lagian ngapain sih yang mulia ada disini, membuat suasana hatiku bertambah gelap saja!" seru Meilin yang kemudian ikut duduk dan memesan makanan untuknya.


"Jangan pesan satu, aku juga pesankan!" pinta kaisar yang kemudian memijit pipinya yang hampir ditendang oleh Meilin.


"Ditendang gitu aja wajahmu sudah seperti seorang pria yang pulang dari medan perang." sindir Meilin sambil memicingkan bibirnya dan membuat ekspresi yang sangat luar biasa.


"Lagian Kenapa sih kamu itu sukanya berkelahi, sebagai seorang wanita yang cantik.. seharusnya kau itu berdiam diri, merias wajah dan jalan-jalan saja. apalagi kalau kau berdiam diri bersamaku, pasti aku akan memanjakan mu dengan semua kekayaan ku." rayu kaisar kepada Meilin.


"Hallahh.. rayuanmu itu nggak mungkin mempan sama aku." jawab Meilin yang membuat kaisar tersenyum.


"Kalau rayuanku ini membuatmu bahagia, pasti kau tidak akan melarikan diri dari tempatku." ucap kaisar yang membuat Meilin tersenyum.


Sebenarnya di dalam hati Meilin Dia sedikit merasakan sesuatu yang begitu berbeda di hatinya ketika bertemu kembali dengan sang Kaisar. sudah 1 bulan ini dia tidak melihat sang Kaisar sama sekali, namun hari ini dia melihat pria itu terus mengikutinya di kerajaan Yogdo.


"Yang mulia, Kenapa Yang mulia menyamar menjadi pengawal?" tanya Meilin.


"Entahlah." jawab kaisar.


"Yang mulia, aku bertanya apa yang membuatmu melakukan hal ini?" tanya Meilin kembali. hal itu membuat Kaisar nampak tersenyum.


"Gila, gila, gini. Yang mulia pintar juga membuat candaan seperti itu." ucap Meilin Sambil tertawa karena perkataan suami kontraknya. mungkin lebih tepatnya pernikahan kontrak itu telah dibatalkan oleh pangeran Arlan. namun pernikahan yang tertera di catatan kerajaan secara diam-diam masih ih belum diselesaikan oleh pangeran Arlan, karena pria itu belum mendapatkan bukti untuk melepaskan ikatan Meilin dengan sang kaisar.


Sesaat kemudian Seorang wanita cantik nampak berjalan Anggun dan mendatangi kaisar Yuan li,


"Sayang..,Apa yang kau lakukan disini." manja seorang wanita yang terlihat mengenal kaisar Yuan.


"Apa yang kau lakukan di tempat ini!" seru kaisar.


Terlihat Meilin hanya melirik karena tidak mungkin baginya untuk memasuki area terlarang orang lain. terlihat kaisar terus mengusir seorang wanita yang terus bersikap manja padanya, bahkan wanita itu hendak duduk di pangkuannya Kaisar, sedangkan kaisar langsung berdiri dan Hal itu membuat si wanita langsung tersungkur di tanah dengan posisi yang sangat menggelikan.


"Ha-ha-ha...," Meilin yang tertawa lepas saat melihat seorang wanita terjungkal di tanah dengan posisi seperti komedian.


"Kenapa kau tertawa!" seru seorang wanita yang bernama Putri Yanyan.


"Terserah aku dong, Ini kan mulut ku, mau tertawa.., mau teriak mau apapun itu mulutku." jawab Meilin yang kemudian meminum segelas teh yang sudah dia pesan dari tadi.

__ADS_1


Seketika kaisar yang sedang menyamar itu langsung berpindah, dia duduk di samping Meilin sembari menempel seperti cicak yang menempel di dinding.


"Kau mau apa ke sini!!" seru Meilin.


"Terserah aku dong, ini kan kursi rumah makan!" jawab kaisar yang membuat Meilin menghela nafasnya.


"Minggir, aku mau kembali!" seru Meilin yang menyingkirkan tubuh kaisar Yuan. terlihat wanita itu tidak membayar karena dia menunjukkan kaisar untuk membayar minuman yang telah dihabiskan.


"Pria ini yang akan membayar." ucap Meilin yang kemudian kembali ke dalam keranjang.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife

__ADS_1


__ADS_2