PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Kaisarku


__ADS_3

"Yang mulia, apakah Yang mulia baik-baik saja?" tanya Meilin kepada sang suami.


"Aku baik-baik saja istriku." jawab Kaisar Yuan.


"Aku benar-benar begitu bahagia saat melihat yang mulia kembali dengan selamat, hatiku begitu gusar saat melepas Yang mulia pergi ke medan perang, hatiku terus berdebar ketakutan begitu luar biasa terus menyelimuti ku." ucap Meilin.


Kaisar Yuan li terlihat tersenyum, pria itu menatap istrinya yang sedang menatap dirinya. "Kau harus yakin istriku, aku adalah pria yang tidak akan mampu berpaling darimu Kau adalah wanita yang paling istimewa yang diberikan para dewa untukku. Aku tidak akan membiarkanmu menangis karena kehilanganku." jawab Kaisar Yuan.


Meilin memeluk sang suami dengan begitu berat air matanya terus mengalir, air mata kebahagiaan itu terasa tidak bisa terhenti.


"Istriku, Kenapa kau ke sini? tanya Kaisar.


"Aku tidak mampu menolak para rakyat yang begitu menderita Yang mulia, Aku tidak akan mampu melihat mereka menderita sendirian." jawab Meilin.


Kaisar Yuan hatinya begitu tersentak dengan kata-kata yang diucapkan oleh istrinya itu, kata-katanya seolah memberikan dia pencerahan walaupun usianya masih muda tapi Meilin adalah gadis muda dengan semua kebaikan yang dia miliki.


"Terima kasih isteriku, terima kasih karena kau telah menggantikan aku menolong rakyatku." ucap kaisar Yuan.


"Kita adalah suami isteri, dukamu adalah duka ku juga." jawab Meilin.


** Dua hari kemudian **


"Perlahan-lahan kondisi para penduduk perbatasan timur sudah mulai membaik, kaisar Yuan dan Meilin harus kembali ke kerajaan.


"Yang mulia, Terima kasih karena Yang mulia mau membantu kami." ucap salah satu penduduk yang terkena wabah penyakit.


"Tentu saja kami akan membantu kalian karena kalian adalah bagian dari kerajaan." jawab Meilin.


Hari ini para penduduk desa itu mulai mengantar Meilin dan Kaisar Yuan li juga bersama rombongannya kembali ke kerajaan mereka. beberapa tabib dan pejabat di perintahkan untuk mengawasi para penduduk desa bahkan para prajurit pun juga berada di sana.


"Semoga Yang mulia Kaisar dan yang mulia permaisuri diberikan umur panjang oleh para dewa!!" seru para penduduk.


Meilin tersenyum, wanita itu menatap sang suami dan juga rombongannya.


"Terima kasih karena kalian sudah mempercayaiku." ucap para penduduk.


"Semoga Yang mulia permaisuri dan yang mulia Kaisar dikaruniai anak-anak yang berbakti." seru para penduduk.


Akhirnya hari itu rombongan Kaisar Yuan li kembali ke kerajaan, desas-desus mengenai permaisuri yang membantu para penduduk yang terkena wabah itu sudah mulai menyebar di seluruh kerajaan. mereka begitu bangga kepada permaisuri mereka, mereka tidak akan pernah mengira kalau istri dari Kaisar mereka adalah seorang wanita yang berjiwa sangat mulia.


Para penduduk yang ada di sekitar kerajaan nampak sudah menyambut Meilin dan Kaisar Yuan li. menyambut permaisuri mereka dengan rasa haru yang begitu luar biasa, ketika sore sudah menjelang akhirnya rombongan sang Kaisar sudah berada di desa yang akan memasuki kerajaan.

__ADS_1


"Hidup Yang mulia Kaisar, hidup Yang mulia permaisuri!!" seru para penduduk.


Para menteri dan rombongannya juga Kaisar mereka begitu terharu, mereka benar-benar begitu bangga dengan permaisuri mereka. wanita itu tidak memandang sebelah mata pada penduduk desa atau rakyat jelata.


"Permaisuri permaisuri!" seru para penduduk desa.


Meilin yang ada di kereta kudanya wanita itu menatap para penduduk yang menyapanya, terlihat Meilin melambaikan tangannya wanita itu menyapa para penduduk desa.


Kaisar Yuan li akhirnya memasuki gerbang istana, para pejabat yang ada di tempat itu juga menyambut kedatangan sang Kaisar dan permaisuri mereka.


"Hormat kami Yang mulia kaisar, yang mulia permaisuri!!" seru para pejabat kerajaan. pria itu menggandeng tangan sang istri dengan begitu erat.


"Hamba sangat khawatir dengan kondisi yang mulia Kaisar dan Yang mulia permaisuri." ucap salah satu pejabat.


Tak Ada jawaban yang dikeluarkan oleh Meilin, wanita itu hanya menampakkan senyumnya saja.


Langkah kaki Meilin berjalan menuju kediaman mereka, para dayang yang ada di kerajaan menyambut Meilin yang sudah memasuki kediamannya.


"Hormat kami Yang mulia kaisar, yang mulia permaisuri!" seru para dayang.


Meilin nampak tersenyum menatap para dayang wanita itu, Meilin melangkah kemudian menatap Lilan yang ada di sana.


"Apakah semuanya baik-baik saja?" tanya Meilin.


Meilin tersenyum sudah 5 hari ini dia keluar dari kerajaan, "Tentu saja aku baik-baik saja, Lihatlah tidak ada satu kekurangan sama sekali." jawab Meilin.


"Ayo istriku kita masuk dahulu, kita bersihkan tubuh kita." pinta sang kaisar yang membuat Meilin menganggukkan kepalanya, akhirnya sepasang suami istri itu memasuki kediaman mereka. begitu berat cobaan yang dialami oleh penduduk desa itu, nampak Meilin menatap sang suami.


"Apakah Yang mulia lelah?" tanya Meilin.


Kaisar Yuan li tersenyum, pria itu menatap istrinya yang terlihat begitu cantik. "Rasa capekku serasa hilang semua ketika melihatmu, istriku." jawab Kaisar Yuan li.


Malam sudah berganti menjadi pagi, hari ini Kaisar Yuan akan melakukan persidangan kepada putri kerajaan sang dan juga para menteri yang ada di sana. beberapa prajurit sudah membawa Putri Dayou dan pejabat kerajaan Sang.


"Hormat kami Yang mulia!" seru para pejabat kerajaan Guang.


Tatapan mata putri Dayou dan pejabat kerajaan Sang nampak menatap kaisar Yuan li yang datang bersama dengan istrinya. terlihat sepasang suami istri itu sudah bersiap-siap dengan semua rencana Yang Sudah mereka buat.


"Ampuni kami Yang mulia!" seru para pejabat kerajaan Sang.


"Diam, tidak pantas kalian meminta ampun kepada Yang mulia Kaisar!!" seru pejabat kerajaan Guang.

__ADS_1


Sikap angkuh dan picik yang dimiliki oleh Putri Dayou nampak belum hilang juga, wanita itu menatap Meilin dengan tatapan mata yang seolah ingin menyakitinya.


"Aku tidak akan membiarkan diriku dihukum di tempat ini." ucap Putri Dayou.


Seketika para menteri kerajaan Sang langsung terkejut dengan kata-kata yang diucapkan oleh putri Dayou.


"Tidak sepantasnya kau mengatakan hal itu Putri!" seru para menteri kerajaan Guang.


"Aku tidak melakukan kesalahan dan aku tidak akan meminta pengampunan!!" seru Putri Dayou.


Meilin hanya tersenyum, wanita itu nampak menatap Putri Dayau yang benar-benar bersikap begitu sombong.


"Putri Dayau, kau telah melakukan kesalahan di kerajaan kami, lalu kau tidak mau dihukum dan tidak mau mengakui kesalahanmu?" tanya Meilin.


"Tentu saja aku tidak pernah melakukan kesalahan sama sekali!" seru Putri Dayou.


Kaisar Yuan li yang menahan emosinya itu seketika dia berdiri. "Hukum pancung wanita ini di alun-alun kerajaan bersama utusan kerajaan, Sedangkan para menteri dari kerajaan Sang penjarakan mereka!" seru sang kaisar yang kemudian meninggalkan Aula kerajaan.


"Yang mulia Kaisar tidak boleh melakukan hal itu, ini tidak adil!!" seru Putri Dayou.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia

__ADS_1


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife


__ADS_2