PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Aku tidak mau di hina


__ADS_3

Tak ada suara yang keluar dari mulut para menteri sayap kiri.


"Kenapa anda sekalian tidak bisa menjawab pertanyaan saya, menteri. seperti inikah rasa terima kasih kalian kepada sang Kaisar?" tanya Meilin yang membuat para menteri sayap kiri terdiam.


"Jika kalian ingin menjadikan Putri kalian sebagai selir dari suamiku bawa mereka ke sini, aku tunggu para putri kalian di area pelatihan di barak para prajurit." ucap Meilin yang begitu santai namun kata-katanya itu begitu mengenai hati para menteri sayap kiri. mereka semua berbondong-bondong ingin mengajukan petisi agar Kaisar Yuan li segera mengambil selir untuk dijadikan istri baru agar bisa melahirkan keturunan.


Memang sang kaisar ingin marah karena sang istri memberikan kebebasan dan menyetujui para menteri sayap kiri untuk mengambil isteri kembali.


"Sayang apakah kau yakin?" bisik sang Kaisar.


"Tentu saja Yang mulia saya akan menangani masalah ini saya tidak ingin dihina oleh para orang-orang yang tidak punya otak ini." jawab Meilin.


Tanpa mengatakan apapun lagi Kaisar Yuan menyetujui apapun yang diminta oleh sang isteri, para menteri sayap kiri begitu yakin kalau mereka akan menjadi keluarga kerajaan Bahkan mereka sudah mempersiapkan para putri mereka.


"Baiklah Yang mulia, Bisakah yang mulia menutup rapat ini kita harus segera kembali ke tempat kita." ucap Meilin yang kemudian berpamitan terlebih dahulu kepada para menteri.


Senyum ditunjukkan oleh meilin kepada Paman menteri Hal itu membuat Paman menteri nampak tersenyum, para menteri sayap kanan benar-benar keheranan mereka sebenarnya tidak menyetujui keinginan para menteri sayap kiri.


"Menteri Guan, Kenapa permaisuri mengatakan hal itu, Bagaimana jika salah satu dari menteri sayap kiri menjadikan putrinya itu selir yang mulia?" tanya para menteri sayap kanan.


"Tenanglah Jangan anggap permaisuri kalian itu wanita lemah, kalian akan lihat apa yang akan terjadi besok karena kita tidak akan tahu apa yang diberikan oleh permaisuri." jawab Paman menteri yang membuat para menteri sayap kanan menganggukkan kepalanya.


Para menteri sayap kanan begitu mempercayai apa yang dikatakan oleh Paman menteri, mereka yakin dan mereka pasti mendukung Kaisar Yuan setelah mendengar semua yang dikatakan oleh permaisuri mereka.


Langkah kaki Meilin berjalan mengitari bangunan khusus para selir yang masih kosong.


"Yang mulia." Panggil Meilin kepada sang suami.


"Ada apa Sayang." jawab sang Kaisar.


"Berapa banyak Kaisar terdahulu mempunyai selir?" tanya Meilin yang membuat Kaisar Yuan li sedikit terdiam.


"Setahuku Ayah hanya mempunyai dua istri, ibuku kemudian seorang wanita namun dia meninggal setelah melahirkan putrinya." jawab Kaisar Yuan li.


"Apakah Yang mulia menginginkan seorang isteri lagi?" tanya Meilin yang tidak mampu menatap sang suami.

__ADS_1


Kaisar Yuan li berjalan dia mendekati sang istri kemudian memutar tubuhnya. "Aku sudah bilang kan hanya ada satu wanita yang boleh menjadi istriku, Apakah kau tidak percaya tanya sang kaisar yang membuat Meilin tersenyum.


"Kau percaya padaku kan, jika kau hanya ingin aku menjadi istrimu maka biarkan Aku melakukan tugasku." ucap Meilin yang membuat sang Kaisar tersenyum. pria itu memeluk istrinya sedangkan di tempat yang tidak jauh dari tempat mereka para menteri dan beberapa menteri sayap kanan nampak menatap kemesraan sepasang suami istri itu.


"Lepaskan aku Yang mulia, Lihatlah ada para menteri di sini." ucap Meilin yang membuat sang Kaisar menatap para bawahannya.


"Ada apa kalian ke sini?" tanya kaisar Yuan li.


"Yang mulia bisakah Kami berbicara kepada yang mulia dan yang mulia permaisuri?" tanya para menteri kepada kaisar dan Meilin.


"Tentu saja Paman, silahkan." jawab Meilin yang kemudian berjalan ke sebuah tempat Bersama sang Kaisar.


Meilin meminta para prajurit untuk memantau dari luar sedangkan sang Kaisar memerintahkan Goblin untuk memantau dari posisi di atas kerajaan.


"Ada apa Paman?" tanya Meilin.


"Yang mulia, Kenapa Yang mulia melakukan hal itu, kenapa yang mulia membiarkan para menteri itu melakukan sesuai keinginan mereka?" tanya salah satu menteri terdiam. wanita itu menatap para menteri yang ada di depannya apa yang kalian takutkan.


"Apakah kalian takut aku akan disingkirkan karena aku hanyalah seorang wanita dari kasta rakyat jelata?" tanya Meilin yang membuat para menteri terdiam.


Waktu akan mulai berjalan, para menteri dari sayap kiri sudah mempersiapkan seluruh putrinya mereka mengira kalau mereka hanya akan melakukan sesuatu di barak para pasukan kerajaan. mereka tidak akan pernah berpikir kalau Meilin akan menantang para putri mereka untuk bertarung. lalu apa yang akan terjadi kepada putri mereka kita lihat besok saja.


Semilir angin malam itu membuat sang Kaisar mulai mendekati sang istri, tangannya mulai bergerilya menyentuh wajah sang istri kemudian turun perlahan-lahan.


"Aku tidak akan melepaskanmu seumur hidupku." ucap sang Kaisar.


"Akulah yang harus mengatakan hal itu yang mulia." jawab Meilin.


Gairah Cinta Sudah mulai menyebar, sang kaisar sudah mulai merasakan gairah asmara yang begitu luar biasa. wajahnya mulai mendekati sang istri, memberikan ciuman dan sentuhan-sentuhan nakal yang menggoreskan hasratnya. nafas yang mulai terengah, debaran jantung yang mulai berpacu begitu kencang, aroma cinta harumnya asmara dan gejolak yang sudah mulai membara. sang Kaisar mulai menggendong sang istri membawanya keranjang Cinta mereka memberikan sentuhan pelukan dan ciuman yang begitu menggoda.


Suara nafas yang mulai memburu kehangatan cinta yang mulai disematkan oleh sang Kaisar, jari jemari lentik Meilin mulai memberikan balasan sentuhan.


"Ahhh...," suara nafas dari melin ketika sang suami memberikannya kenikmatan. tubuh mereka sudah mulai memberikan gairah cinta, mereka saling beradu dan saling memberikan kenikmatan. ******* demi ******* kenikmatan demi kenikmatan sudah mulai dirasa oleh sepasang suami istri itu. gairah Malam cinta mereka sudah mulai dirasakan, nafas yang begitu memburu ******* yang begitu panjang sudah didapatkan oleh sepasang suami istri itu.


Pergulatan cinta mereka akhirnya sudah selesai, perjuangan untuk meraih kenikmatan itu pun juga sudah selesai. sang Kaisar terus memeluk Meilin.

__ADS_1


"Yang mulia, Bisakah kau melepaskan ku. Aku ingin segera membersihkan diriku." ucap Meilin.


"Nanti saja Sayang." jawab sang Kaisar.


"Apakah kau mau melakukan sesuatu lagi." canda Meilin yang membuat Kaisar Yuan li menatap sang isteri.


"Kau mau berapa kali lagi." jawab sang kaisar sambil tersenyum yang membuat Meilin memukul pundak suaminya.


"Ayo cepat, kita harus segera mandi karena aku ingin tidur secepatnya." jawab Meilin yang membuat sang Kaisar menganggukkan kepalanya. setelah ritual mandi Mereka terlihat sang Kaisar dan Meilin tidur kembali.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife

__ADS_1


__ADS_2