PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Pangeran Arlan


__ADS_3

** Beberapa Minggu kemudian **


Sudah hampir beberapa minggu ini Meilin sudah tidak ada di kerajaan Pangeran Arlan benar-benar sangat kebingungan salah satu anak buahnya yang berada di kerajaan.


"Sudah hampir 20 hari ini, kenapa belum ada kabar mengenai Meilin?" ucap pangeran Arlan yang berdiri menatap bangunan kerajaan.


"Pangeran." Panggil salah satu anak buah Pangeran Arlan.


"Apakah kau sudah mendapatkan keberadaan Meilin?" tanya Pangeran Arlan.


"Sudah Tuan, kelihatannya Nona Meilin di bawah pergi oleh sang Kaisar ke suatu tempat." jawab anak buah Pangeran Arlan.


"Apa maksudmu, Bagaimana mungkin Meilin dibawa oleh yang mulia Kaisar, karena sepengetahuanku Yang mulia Kaisar tidak ada di kerajaan sebelum Meilin menghilang." jawab pangeran Arlan.


"Saya sudah mendapatkan informasi mengenai keberadaan Nona Meilin, Pangeran." jawab anak buah Pangeran Arlan.


"Di mana dia?" tanya Pangeran Arlan kepada anak buahnya.


Di salah satu kediaman Yang mulia kaisar yang ada di sebuah pegunungan yang ada di kerajaan ini." jawab anak buah pangeran Arlan.


Seketika Pangeran Arlan menghembuskan nafasnya, memang dia yakin kalau sang Kaisar membawa pergi Meilin. tapi tidak ada bukti mengenai hal itu.


"Kau harus membantuku untuk pergi ke tempat itu, aku harus mengambil Meilin." ucap Pangeran Arlan yang terlihat begitu yakin.


"Kita harus berhati-hati, Pangeran. mungkin yang mulia Kaisar tidak membawa banyak pengawal, tapi aku yakin kalau yang mulia Kaisar berhati-hati pada setiap orang yang ingin mendekati kediamannya." jawab pengawal pangeran Arlan.


Setelah mengetahui Di mana keberadaan Meilin terlihat Pangeran Arlan sangat bersemangat untuk membawa Meilin pergi membawa wanita pujaannya itu ke tempat yang jauh dari sang Kaisar, memulai hubungan bersama Meilin dan membuat rencana indah.


** Keesokan hari. **


Terlihat Meilin sedang menatap tempat di sekitaran kediaman kaisar. gadis itu terus bergumam tidak karuan karena kelakuan kaisar yang sangat menjengkelkan. Tak lama kemudian Akhirnya Meilin pergi ke dapur untuk membuat makanan paginya sendiri.


Sedangkan Kaisar terlihat terus menatap Meilin yang sudah dua hari ini tidak mau berbicara dengannya. bahkan tatapan mata Meilin seperti ingin mengajaknya berperang, ingin sekali kaisar menghampiri Meilin namun karena sifat yang egois membuat pria itu membatalkan keinginannya, dari jauh nampak tatapan mata kaisar tidak lepas dari Meilin.


Beberapa saat kemudian akhirnya Meilin telah selesai dengan ritual memasaknya, gadis itu membawa sepiring penuh nasi dan sayur yang bercampur dengan udang dan daging ayam yang terlihat sangat menggiurkan.


"Kau sedang makan apa, Meilin?" tanya Paman menteri yang baru keluar dari kamarnya.


"Sedang makan nasi dan sayur, Paman." jawab Meilin.


"Apakah tidak ada sisanya, kelihatannya masakanmu itu sangat lezat." ucap Paman menteri kepada Meilin.

__ADS_1


"Apakah Paman mau?" tanya Meilin kepada Paman menteri.


Seketika Paman menteri menganggukkan kepalanya, kemudian pria tua itu membalik piring dan memberikannya kepada Meilin. ternyata masih ada setengah porsi di dapur.


Sedangkan sang kaisar.., pria itu hanya menelan ludahnya, karena tidak mungkin baginya untuk mengatakan kalau dirinya menginginkan juga. toh Meilin juga tidak ingin menawarkan pada pria angkuh itu. ritual makan ketiga orang itu nampak sangat sunyi, Tak ada kata yang keluar dari masing-masing yang duduk di meja makan.


Kaisar terus menatap Meilin yang mengacuhkannya, Bahkan hanya untuk melihat. melirik pun Gadis itu tidak Sudi, ingin sekali kaisar bertanya dan meminta maaf kepada Meilin. Namun karena gengsinya yang terlalu tinggi hingga mencapai langit, hal itu tidak dilakukan oleh kaisar.


"Apakah Paman mau meminum sesuatu, karena aku mau mengambil air." ucap Meilin kepada Paman menteri.


"Tolong ambilkan aku air juga." Jawab Paman menteri. nampak Meilin ke dapur dan mengambil 2 gelas air untuknya dan Paman menteri.


"Dasar gadis tidak tahu diri, ini kan rumahku. mengapa dia tidak mengambil kan aku juga." ucap kaisar dalam hati saat melihat Meilin mengambilkan Paman menteri minuman.


"Kau tahu Meilin, makananmu sangat lezat. masakanmu semua sangat lezat." ucap Paman menteri kepada Meilin.


"Terima kasih, Paman." jawab Meilin.


Tak lama kemudian nampak beberapa pengawal kaisar memasuki kediaman kaisar, karena ada seorang tamu tidak diundang berada di dalam kawasan kediaman kaisar.


"Yang mulia!" seru para penjaga kediaman kaisar.


"Ada..," belum selesai para penjaga kediaman kaisar melaporkan sesuatu, tiba-tiba seorang pria yang sangat dikenal kaisar sudah memasuki rumahnya dan berada di depan matanya.


"Tidak usah kau melapor kepada Tuanmu, karena aku sudah masuk!" seru seorang pria yang membuat Meilin nampak menatap asal suara itu. Sedangkan sang kaisar pria itu langsung memutar badan dan menatap pria yang berani memasukinya.


"Pangeran Arlan.'' ucap Meilin yang sangat terkejut dan menatap pria itu.


Sedangkan kaisar saat mendengar ucapan dari Meilin. seketika pria itu langsung berdiri dan menatap pangeran Arlan.


"Apa yang kau lakukan di sini!" seru sang kaisar kepada pangeran Arlan.


"Tentu saja aku menjemput Meilin." jawab pangeran Arlan. tatapan mata kaisar langsung melotot dengan sempurna, karena dia tidak menyangka kalau pangeran Arlan akan menemukan tempat keberadaannya.


pangeran Arlan langsung berjalan menghampiri Meilin.


"Sudah 20 hari lebih ini aku terus mencarimu, bagaimana keadaanmu?" tanya pangeran Arlan kepada Meilin.


Seketika Meilin menganggukkan kepalanya, hal itu membuat pangeran Arlan tersenyum kepada Meilin yang sedang berada di depannya.


Entah apa yang terjadi, setiap kali berada di dekat Meilin, hati pangeran Arlan sangat berdebar tidak menentu. hatinya selalu risau saat pria itu tidak bisa menemukan keberadaan Meilin.

__ADS_1


"Saya baik-baik saja, Pangeran." jawab Meilin.


Pangeran Arlan tersenyum saat mendengar panggilan Meilin, kemudian pria itu mengulurkan tangannya dan menyentuh pipi Meilin.


"Aku senang kalau kau baik-baik saja, Hari ini aku ke sini ingin menjemputmu." ucap pangeran Arlan. tentu saja wajah Meilin langsung bahagia, saat mendengar kata-kata pangeran Arlan.


"Benarkah?" tanya Meilin.


"Tentu saja aku jauh-jauh dari kerajaan ku akan menjemputmu." jawab pangeran Arlan.


Seketika kaisar marah saat melihat pangeran Arlan yang mengelus pipi Meilin. terlihat kaisar seperti seorang pria yang kebakaran jenggot, Bagaimana tidak, di depan matanya dia melihat istri kontraknya sedang bermesraan dengan seorang pria.


Kaisar langsung menarik pangeran Arlan saat dia menyentuh pipi Meilin, pria itu tidak terima ada orang lain yang menyentuh istri kontraknya.


"Jangan berani-berani kau menyentuhnya!" seru kaisar. pangeran Arlan menatap wajah kaisar Yuan. pria itu tersenyum sembari menepis tangan kaisar yang berada di lengannya.


"Yang mulia jangan pernah mengatakan hal itu padaku, karena sebentar lagi Meilin akan lepas darimu, aku akan membuat gadis ini pergi darimu, lepas dan bebas seperti burung yang keluar dari sangkarnya." ucap Pangeran Arlan yang membuat Kaisar tidak bisa membendung amarahnya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


__ADS_2