PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
pangeran Arlan dan kerajaan Yogdo


__ADS_3

"Jangan pernah berharap kau akan mendapatkan Meilin!" seru kaisar


"Kaupun Jangan berharap untuk mendapatkannya, Karena Kau sering sekali menyakitinya." ucap pangeran Arlan. nampak perdebatan mereka berlangsung lumayan lama. sang Kaisar tidak akan pernah melepaskan Meilin, sedangkan Pangeran Arlan terlihat pria itu sudah merencanakan untuk membawa melin ke kerajaannya.


Pangeran Arlan telah meninggalkan kediaman sang kaisar, pria itu berjalan santai sambil tersenyum begitu puas. hatinya sangat bahagia karena dia telah mengambil Meilin tanpa kaisar ketahui, di depan mata sang kaisar pangeran Arlan telah menjalankan rencananya. biarkan saja pria itu menderita karena semua sikap-sikapnya yang selalu membuat orang lain menderita.


Entah berapa lama perjalanan yang telah dilakukan oleh Meilin bersama beberapa pengawal pribadi Pangeran Arlan.


"Aku mau dibawa ke mana?" tanya Meilin kepada para pengawal Pangeran Arlan.


"Nanti Nona akan tahu." jawab para pengawal.


"Tapi aku akan dibawa ke mana?" tanya Meilin lagi.


"Pangeran memerintahkan kami untuk membawa anda ke suatu tempat." jawab pengawal Pangeran Arlan.


"Aku tahu, aku mau dibawa ke suatu tempat. tapi ke mana? aku kan juga mau tahu." jawab Meilin dengan nada yang sedikit mengancam. seolah dia akan kabur kalau mereka tidak mengatakan dia mau dibawa ke mana.


"Sebenarnya pangeran sudah memberi perintah, untuk membawa Nona ke kerajaan Yogdo, kerajaan tempat Pangeran Arlan." jawab pengawal.


"Kerajaan Yogdo, kerajaan Apa itu?" tanya Meilin yang sedikit kebingungan dengan kerajaan itu. memang Meilin hanyalah rakyat jelata, dia tidak akan tahu kerajaan-kerajaan besar yang ada di sekitar kerajaan Guang atau di manapun.


Setelah beberapa waktu lamanya, sekitar seharian penuh Meilin sudah sampai di perbatasan kerajaan Yogdo, Sebuah kerajaan yang memiliki pertahanan yang sangat luar biasa.


"Ini kerajaan Siapa?" tanya Meilin kepada para pengawal.


"Inilah kerajaan Yogdo, kerajaan tempat Pangeran Arlan." jawab para pengawal.


Tatapan mata Meilin menatap sebuah gerbang yang begitu besar, terlihat dari jauh gerbang itu begitu megah. Meilin yakin kalau di dalam kerajaan itu berdiri sebuah pemerintahan yang sangat luar biasa.


"Ayo nona, kita akan memasuki gerbang kerajaan." ucap pengawal.


Meilin menganggukkan kepalanya, wanita itu menatap dari dalam kereta kuda sembari mengeluarkan kepalanya.


"Kau jangan mengeluarkan kepalamu seperti itu, Meilin!!" seru Pangeran Arlan yang sudah berada di samping kereta kuda Meilin. Pangeran Arlan menunggangi kuda bagaikan para dewa yang turun dari khayangan.


beberapa saat kemudian Seorang gadis berdiri depan gerbang kerajaan Yogdo yang sangat mewah, tatapan matanya kebingungan karena para pengawal pangeran Arlan membawa Meilin ke tempat yang tidak dia kenal.


Setelah berada di dalam gerbang kerajaan, para pengawal diminta oleh pangeran Arlan Untuk mengantarkan Meilin ke suatu tempat.


"Kau masuklah Dulu Bersama para pengawalku, aku harus ke tempat ayahandaku terlebih dahulu." ucap Pangeran Arlan yang kemudian meninggalkan melin bersama para pengawalnya.


"Memangnya ini tempat Siapa?" tanya Meilin kepada para pengawal pangeran Arlan.

__ADS_1


"Ini adalah tempat yang dimiliki oleh pangeran Arlan." jawab para pengawal pangeran Arlan.


Meilin sangat terkejut, dia tidak mengira kalau pangeran Arlan adalah putra dari pemimpin kerajaan yang sangat besar.


"Silakan masuk, kami diperintahkan untuk membawa anda ke kamar yang telah disediakan oleh pangeran Arlan." ucap salah satu pengawal.


"Memangnya aku akan tinggal di mana?" tanya Meilin.


"Karena mulai sekarang anda akan tinggal di salah satu kamar yang ada di samping kediaman pangeran Arlan." jawab Salah satu pengawal kembali.


Meilin mengikuti salah satu pengawal yang mengantar Meilin ke suatu kamar yang ada di samping kediaman pangeran Arlan.


Sebuah kamar yang sangat luas, kamar yang sangat mewah dengan dekorasi yang begitu menakjubkan. salah satu yang orang yang bekerja di kerajaan nampak memberikan sebuah senyum yang begitu berseri kepada Meilin.


"Ini buat apa?" tanya Meilin kepada salah satu pelayan.


"Itu untuk Nona Meilin, karena perintah Pangeran Nona harus segera membersihkan diri agar tidak terlalu capek setelah perjalanan jauh." jawab si pelayan.


"Mari saya perlihatkan, Nona." ucap salah satu pengawal pangeran Arlan.


Meilin melihat bagaimana cara mereka memperlakukan dirinya, bisa dibilang memang Meilin adalah seorang wanita sederhana Yang tidak pernah tidur di kamar mewah. apalagi untuk tidur di tempat asing, makan pun dia harus merasakan makanan yang sederhana pula.


Meilin memasuki kamarnya, terlihat di kamar itu dekorasi kamarnya sangat luar biasa indah. dengan gemerlap yang begitu menyilaukan.


"Kami akan pergi sebentar nona," ucap salah satu pengawal. kemudian mereka telah pergi keluar dari kamar Meilin, mereka berjaga di luar, tatapan mata Meilin terus menatap kamar yang diberikan oleh pangeran Arlan kepadanya.


"Sangat menakjubkan." ucap Meilin saat melihat ranjang yang begitu besar dengan tatanan yang sangat mempesona.


"Kamar seperti ini bisa dibuat tidur 10 orang." ucap Meilin saat melihat ranjang yang begitu besar.


Tak berselang lama nampak seorang pria telah menatap Meilin yang sangat terpukau dengar kamar yang dia berikan.


"Apakah kamu menyukainya?" tanya pangeran Arlan kepada Meilin.


Meilin menoleh, menatap seorang pria yang tiba-tiba datang ke kamarnya.


"Kamarnya sangat bagus, pangeran." jawab Meilin.


"Lalu, apakah kamu menyukainya?" tanya pangeran Arlan lagi.


Meilin menganggukkan kepalanya. sesaat kemudian dia menatap wajah pangeran Arlan.


"Oh ya, kapan kita akan kembali ke kerajaan Guang?" tanya Meilin kepada pangeran Arlan.

__ADS_1


"Mungkin untuk jangka waktu yang lama kita tidak akan kembali ke sana. karena aku akan bekerjasama dengan beberapa kerajaan untuk membangun persahabatan yang perdagangan yang ada di kerajaan ini." ucap pangeran Arlan kepada Meilin.


"Lalu, aku bagaimana?" tanya Meilin.


"Tentu saja kau akan disini bersamaku." jawab pangeran Arlan. nampak sang pangeran tersenyum dengan jawaban yang diutarakan oleh Meilin dengan hanya manggut-manggut.


"Oh ya, ayo kita keluar sebentar." ucap pangeran Arlan kepada Meilin.


"Untuk apa?" tanya Meilin.


"Apakah kau tidak akan memakai pakaian?" tanya pangeran Arlan.


Seketika Meilin menatap dirinya sendiri, karena benar apa yang dikatakan oleh pangeran Arlan kalau saat dia pergi bersama sang pangeran dia hanya memakai satu pakaian yang melekat di tubuhnya. tentu saja jika dia tidak memiliki pakaian lagi bisa-bisa seumur hidup di hanya memakai satu pakaian.


"Pangeran Benar, aku tidak mempunyai pakaian sama sekali." ucap Meilin.


"Karena hal itu aku akan mengajakmu ke suatu tempat." jawab Pangeran Arlan.


"Mau ke mana?" tanya Meilin yang begitu penasaran.


"Segera kita ke penjahit kerajaan, Karena tidak mungkin kau memakai pakaian para pelayan bukan." ucap pangeran Arlan sambil tersenyum kepada Meilin.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia

__ADS_1


- Permaisuri kesayangan kaisar


__ADS_2