
"Lakukan sesuai perintah ku!" seru sang kaisar.
** Aula kerajaan **
"Hormat hamba Yang mulia!" seru para pejabat kerajaan.
"Hormat kami Yang mulia!" seru para penjabat kerajaan Sang.
"Silahkan." jawab Meilin.
Tatapan mata para pejabat kerajaan Sang tertuju pada seorang gadis muda yang begitu lembut bahkan tatapan mata itu menunjukkan sebuah kharisma yang begitu luar biasa.
"Maafkan hamba yang mulia, Bolehkah hamba menanyakan mengenai sesuatu?" tanya salah satu pejabat kerajaan kepada Meilin.
"Iya ada apa, silahkan." jawab putri kerajaan.
"Kami sudah berada di sini, putri kerajaan kami sudah sampai di sini terlebih dahulu. Apakah Putri Dayou sudah beristirahat di sini?" tanya salah satu pejabat kerajaan Sang kepada permaisuri kerajaan itu.
"Silahkan." ucap Meilin.
Sebuah senyum ditunjukkan Meilin. sesaat kemudian dua pengawal mengantarkan putri kerajaan sang ke Aula kerajaan.
"Dasar kau ini kurang ajar!!" seru Putri Dayou kepada Meilin.
Para pejabat kerajaan menatap seorang wanita yang tiba-tiba datang itu ia bersifat begitu kurang ajar kepada permaisuri kerajaan mereka.
"Jaga sikapmu!" seru sang Kaisar.
"Wanita itu berani sekali menyekapku di tempat tertutup!!" seru Putri Dayou.
Meilin tidak menjawab, wanita itu masih diam tanpa membalas perkataan Putri Dayou, para menteri kerajaan Sang menatap Meilin. tatapan mata yang penuh dengan pertanyaan yang sangat luar biasa.
"Di kerajaan kalian apakah ada tata krama dan kesopanan?" tanya Meilin kepada para Menteri kerajaan Sang.
"Tentu Yang mulia, kerajaan kami menjunjung kesopanan dan menghargai siapa saja." jawab Salah satu menteri.
"Baiklah kalau begitu, memang putri kerajaan kalian sudah aku masukkan ke dalam salah satu ruangan tertutup di kerajaan ini." jawab Meilin.
"Kenapa anda melakukan hal itu, Yang mulia. itu namanya anda tidak menghormati kami!!" seru para menteri kerajaan Sang.
__ADS_1
Meilin nampak tersenyum kembali, wanita itu menatap para pejabat kerajaan Sang.
"Kalau begitu aku harus memberikan hukuman kepada putri kerajaan kalian." jawab Meilin.
"Memangnya apa yang dilakukan oleh putri Dayou?" tanya salah satu menteri.
"Putri Dayou melanggar batas kesopanan, dia memasuki area sensitif kediaman sang kaisar dan aku. lalu, apakah aku harus diam saja?" tanya Meilin yang membuat para mentari kerajaan Sang terdiam.
"Memangnya kenapa aku tidak boleh melakukannya?!" seru Putri Dayou Yang seolah menentang Meilin.
Seketika Meilin berdiri, Dia turun dari singgasana kebesaran yang sudah menjadi miliknya.
"Apakah ini pendidikan yang diberikan oleh kaisar kerajaan Sang?" tanya Meilin yang membuat para menteri kerajaan itu juga terdiam.
"Di seluruh kerajaan mempunyai peraturan, area sensitif dari kerajaan tidak boleh dimasuki oleh orang lain. nyatanya dengan begitu lancangnya putri kerajaan kalian sudah memasuki area pribadiku dan sang kaisar, Apakah salah jika aku menghukumnya?" tanya Meilin yang membuat putri kerajaan Sang diam.
"Maafkan atas kelancaran putri kerajaan kami, Yang mulia permaisuri." ucap salah satu menteri kerajaan Sang.
"Masih baik aku hanya memasukkannya ke tempat tertutup, jika aku tidak terima aku bisa menegosiasikan hal ini kepada kaisar kerajaan Sang. Apakah benar menteri?" tanya Meilin.
Para menteri sayap kiri yang dari tadi menertawakan Meilin, nampak mereka langsung terdiam, tentu saja semua perkataan Meilin seperti tusukan jarum yang langsung menancap dan menembus tubuh mereka. Paman menteri dan sang kaisar hanya tersenyum, Mereka takut jika para menteri kerajaan sang akan murka, nyatanya malah mereka nampak terdiam dengan semua kata-kata yang diucapkan oleh permaisuri kerajaan Guang.
"Sekarang aku minta kepada kalian untuk mendidik putri kerajaan kalian!" seru Meilin dengan nada suara yang begitu keras.
"Baiklah kalau begitu para menteri kerajaan Sang para pelayan akan membawa kalian ke kediaman tamu kerajaan, silahkan kalian ke sana dan juga Putri Dayou. silahkan kau mengikuti para pelayan jika sampai kau berani memasuki area sensitif kediamanku maka jangan salahkan aku jika sampai aku memerintahkan seluruh pasukanku untuk melakukan negosiasi dengan kaisar kerajaan Sang." jawab sang Kaisar.
Begitu luar biasanya Meilin hingga membuat para menteri kerajaannya begitu terpukau, wanita yang dicibir menjadi permaisuri sesaat itu ternyata memperlihatkan Siapa dirinya. setelah itu terlihat para menteri kerajaan Sang tidak ada yang berani membantah perkataan Kaisar Yuan li, Mereka pergi ke kediaman tamu di kerajaan Guang.
** kediaman Phoenix **
Terdengar suara helaan nafas yang begitu panjang, sang kaisar terus meratapi kebodohan yang selalu dia lakukan. Dia tidak ingin menyakiti Meilin namun ketidak sengajaan nya malah selalu membuat Meilin terluka.
"Kau boleh melakukan apapun, menyiksaku melukaiku, memukul ku namun kamu jangan tinggalkan aku." ucap sang kaisar.
Meilin menghela nafasnya, nampak wanita itu sedikit mengontrol emosinya karena terlalu marah kepada sang suami.
"Kalau kau tahu, lalu Mengapa kau terus melakukan kesalahan seperti itu. Aku sudah terlalu banyak kau sakiti dan aku sudah terlalu banyak tersakiti, apakah kau ingin menambah luka pada hatiku ini." ucap Meilin kepada kaisar. pria itu hanya bisa menundukkan kepalanya di punggung sang istri. karena dia tidak mampu untuk menjawab semua kata-kata yang diucapkan istrinya itu, memang semua kesalahannya karena orang lain masih bisa membuat perasaannya goyah.
"Apakah kita harus berpisah dahulu hingga kau bisa mengerti bagaimana perasaanku ini." ucap Meilin kembali.
__ADS_1
"Jangan lakukan itu padaku." jawab kaisar yang kemudian menatap wajah sang istri.
"Kalau kau mengerti bagaimana penderitaanku lalu mengapa kau harus menambah lagi penderitaan di dalam hidupku, Apakah masih kurang penderitaan yang aku alami." ucap Meilin.
Remuk redam hati kaisar saat sang istri mengatakan hal itu, sebuah kata yang begitu menyayat hatinya saat dia mulai mengulas masa lalu yang telah dia lakukan. hingga perlakuan yang dilakukan oleh pangeran Arlan kepada istrinya itu.
"Aku berjanji aku tidak akan melakukannya lagi, aku tidak akan pernah membuatmu terluka lagi." ucap kaisar kepada Meilin.
"Haruskah aku mempercayai kata-katamu itu, ataukah kau mempunyai rencana lain untuk memasukkan wanita ke dalam pernikahan kita?" tanya Meilin.
"Aku tahu kalau aku bersalah, namun berikanlah aku kesempatan kembali untuk menunjukkan cintaku padamu." sang kaisar yang mengatakan semua isi hatinya. pria itu menatap wajah sang istri dan menempelkan dahinya itu ke dahi sang istri. sang kaisar berharap istrinya itu bisa mengerti bagai Bagaimana besar cintanya kepada wanita itu.
"Aku mohon jangan pernah menyakiti aku lagi, jika kau melakukan hal itu maka kau tidak akan pernah melihatku untuk seumur hidupmu." ucap Meilin. terasa panas dan retak hati kaisar saat mendengar perkataan sang istri.
"Jangan mengatakan hal itu, Aku tidak akan membiarkan dirimu meninggalkanku." ucap kaisar.
Terlihat Meilin membelai wajah sang suami, sedangkan sang kaisar pria itu langsung mendaratkan beberapa ciuman di bibir sang istri. memang cinta sulit sekali untuk diungkapkan, terkadang menyakitkan namun hasilnya membahagiakan.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
__ADS_1
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife