
Hari ini Kaisar Yuan li sudah memutuskan akan menyerang kerajaan Yogdo, kerajaan yang terkenal begitu baik dari luar ternyata menyimpan sebuah kelamnya masa lalu. seorang wanita tua meratapi nasibnya ditipu oleh seorang pria yang menikahinya namun semuanya itu hanyalah kebohongan belaka. demi mendapatkan tahta Pangeran Arlan mencoba menjalankan semua rencananya, dengan segala cara dia terus berusaha untuk membunuh sang istri.
"Apakah kau sudah mengetahui informasi dari Paman, suamiku?" tanya Meilin.
"Sudah, kau harus bersiap-siap istriku karena kita akan menyerang kerajaan Yogdo dengan besar-besaran. ternyata kerajaan ini bekerjasama dengan beberapa kerajaan untuk membuat senjata dan berusaha untuk menghancurkan kerajaan kita." jawab Kaisar Yuan.
"Pria itu adalah pria hina yang telah aku tolong namun dia telah menyalahgunakan semua kepercayaanku." ucap permaisuri Huang mama.
"Permaisuri tidak usah mengingat masa lalu, kita akan memulai kembali untuk permaisuri mengambil alih kerajaan permaisuri." ucap Meilin.
Permaisuri Huang Mama menganggukkan kepalanya, wanita itu menatap wanita muda yang mungkin Jika dia mempunyai Putri akan seusia.
"Jika kita menang atau kalah tetaplah bersamaku." ucap Huang mama.
"Kalaupun kita kalah aku akan membawa Ibu ke tempatku, bolehkan Yang mulia?" tanya Meilin kepada sang suami.
Kaisar menganggukkan kepalanya, mungkin dengan keberadaan seorang ibu akan membuat istrinya menjadi lebih tenang.
"Kita harus yakin jika kita akan memenangkan peperangan ini, kemungkinan besar Para pasukanku sudah ada di perbatasan kerajaan Yogdo. karena mereka sudah melakukan perjalanan selama dua hari." jawab Kaisar Yuan.
Malam itu terlihat di tempat Meilin dan kaisar Yuan begitu banyak tamu yang sudah berada di sana, mereka makan dan bermain judi di tempat itu. para penduduk kerajaan Yogdo nampak bersikap tidak ada sesuatu yang akan terjadi, tidak ada penjagaan di kerajaan itu bahkan tidak ada lalu lalang para prajurit.
Kerajaan itu seperti kerajaan yang tidak mempunyai musuh sama sekali, bahkan para prajuritnya terlihat bersenang-senang di rumah pelacuran ataupun rumah perjudian.
"Kaisarnya saja seperti itu tentu saja prajuritnya akan seperti itu." ucap Meilin.
"Kau benar istriku, mereka tidak akan mengira Kalau sebentar lagi para pasukanku akan datang kemari. saat mereka bersenang-senang di saat itulah kerajaan mereka akan hancur." ucap Kaisar Yuan yang membuat Meilin tersenyum.
"Tentu saja suamiku, kita akan menghancurkan Pangeran Arlan hingga ke akarnya, jangan sampai pria itu hidup dengan semua siksaan kepada rakyatnya, dengan begitu santainya dia merusak para gadis muda dan orang-orang yang ada di kerajaannya. Bahkan dia dengan begitu santainya bersenang-senang ke sana kemari dan juga selalu meniduri para istri pejabatnya." ucap Meilin.
Saat Meilin mengatakan hal itu seketika kenangan masa lalu Fasui muncul, dia mengingat sesuatu yang terjadi kepada istrinya semua kebejatan dari pangeran Arlan sedikit demi sedikit terungkap.
"Hitam tidak akan terlihat hitam jika kita tidak mendatanginya, hitam akan terlihat putih saat sinar matahari menyinarinya. hitam akan terlihat gelap jika siang sudah kehilangan sinarnya." ucap permaisuri Huang Mama yang diangguki oleh kaisar Yuan.
"Permaisuri benar, kegelapan akan selalu nampak di setiap terangnya. kehidupan siapapun yang berada di sinar mentari mereka harus bersiap-siap saat malam sudah menghampiri." ucap Kaisar Yuan yang diangguki oleh Huang mama.
purnama malam itu menjadi saksi bisu langkah kaki kuda para pejabat kerajaan Guang yang sudah memasuki perbatasan kerajaan Yogdo, langkah kaki kuda itu seolah menjadi pertanda bagi Kaisar Yuan untuk memberikan isyarat kepada Fasui dan Goblin Untuk mengerahkan tenaga mereka.
"Kita tidak boleh kalah dengan semuanya ini, para pasukan kita sudah memasuki perbatasan." ucap kaisar yang memerintahkan Fasui dan Goblin untuk segera mempersiapkan segalanya. Kaisar Yuan dan Meilin juga sudah bersiap-siap dengan semua perlengkapan mereka.
__ADS_1
Malam itu akan menjadi saksi bisu kehancuran kerajaan Yogdo, kehancuran dari semua kebejatan yang ada di tempat itu.
"Yang mulia kita harus bersiap-siap ke tempat itu, kita akan menyerang kerajaan ini." ucap Goblin.
"Baiklah, perintahkan salah satu prajurit untuk menyembunyikan permaisuri Huang mama. jangan sampai ada orang yang menemukannya." ucap Kaisar Yuan yang membuat Goblin dan Fasui menganggukkan kepalanya.
Akhirnya hari itu keempat orang itu menyambut kedatangan Paman menteri dan yang lain, malam yang begitu lenggang, para prajurit yang sedang bersenang-senang bersama kaisarnya. langkah kaki kuda dari para pasukan kerajaan Guang sudah mulai memasuki pintu gerbang kerajaan Yogdo.
"Serang!" seru Kaisar Yuan yang sudah memerintahkan para pasukannya.
Seketika para pasukan kerajaan Guang langsung menyerang gerbang kerajaan Yogdo, di tempat itu para prajurit yang sedang bersenang-senang seketika mendapatkan kejutan yang sangat luar biasa. mereka didatangi oleh ribuan prajurit kerajaan Guang. kocar-kacir porak-poranda dan kebingungan itulah yang sekarang dialami oleh para prajurit kerajaan Yogdo, mereka semuanya tidak akan pernah mengira Kalau hari ini mereka akan diserang secara tiba-tiba oleh kerajaan Guang.
"Ada apa?!" seru Pangeran Arlan.
"Pangeran kita mendapatkan serangan dari kerajaan Guang." jawab para prajurit.
"Bagaimana mungkin mereka menyerang kita?" tanya Pangeran Arlan.
"Mereka sudah memasuki gerbang kerajaan kita yang mulia." jawab para prajurit.
Terkejut dan tidak akan bisa dipercaya itulah yang sekarang dirasakan oleh pangeran Arlan.
"Tidak mungkin pria itu kemari." ucap Pangeran Arlan.
Dengan segera Pangeran Arlan membawa seluruh persiapannya, memakai jubah perangnya dan berlari keluar istananya. pria itu harus mencari keberadaan dari Kaisar Yuan, seorang pria yang begitu dia benci.
"Serang!" seru para prajurit kerajaan Guang. suara peperangan sudah terdengar begitu riuh di telinga.
TRANGGG...
TRANGGG...
TRANGGG...
ZLEPP...
ZLEPP...
suara pedang bersahutan, suara teriakan dan kesakitan sudah bersahutan. seluruh prajurit kerajaan Yogdo benar-benar tidak mampu melawan pasukan dari kerajaan Guang. ribuan pasukan sudah menyerang mereka, bahkan kerajaan itu tidak ada persiapan sama sekali. mereka tidak akan pernah mengira kalau kerajaan Guang akan menyerang mereka secara tiba-tiba, tidak ada perlawanan yang begitu berarti dari para prajurit kerajaan Yogdo.
__ADS_1
Kaisar Yuan dan Meilin juga turun di arena peperangan, wanita itu terlihat begitu lincah memainkan pedangnya.
"Jangan sampai kalian menyerah, kita akan memberikan mereka pelajaran!!" seru Meilin.
Teriakan dari para prajurit membuat semangat Meilin semakin berkobar, wanita itu akan memberikan keadilan bagi orang-orang yang sudah ditindas oleh pangeran Arlan. Untung saja dirinya diselamatkan oleh sang suami jika tidak pasti dia akan terjebak dalam permainan Pangeran Arlan hingga dia tidak akan bisa keluar.
TRANGGG...
TRANGGG...
ZLEPP...
KRESSS..
BRAKKK..
begitu banyak pasukan kerajaan Yugdo yang sudah tergeletak di tanah, Pangeran Arlan yang baru keluar dari kerajaannya nampak dia mencari keberadaan pimpinan pasukan itu. tentu saja Pangeran Arlan mencari keberadaan Kaisar Yuan.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
__ADS_1
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife