PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Chapter 5


__ADS_3

...


  Mei Sha terus mencari ponsel nya dikamar Vion.


"Laci terakhir.Semoga ada disini."doa Mei Sha.Ia menarik laci itu hingga terbuka.Mei Sha memekik kegirangan saat ia menemukan ponselnya.Ia segera mengambil dan membawanya ke dalam kamarnya.


  Mei Sha duduk ditepi tempat tidur nya dan mulai membuka ponselnya.Mei Sha membalas beberapa chat dari temannya.Setelah itu Mei Sha segera login ke game Permaisuri.


   Sambil menunggu loading Mei Sha tiduran.Tanpa terasa rasa kantuk menyerangnya.Mei Sha tertidur.


...


  Mei Sha terbangun di kamarnya.


"Kau sudah sadar."


   Suara dingin itu membuat Mei Sha terkejut hingga membuatnya terduduk ditempat tidurnya.


"Yuan."ucap Mei Sha lirih ketika melihat Yuan duduk ditepi ranjang dan menatapnya dengan tatapan dinginnya.


"Kamu membuatku khawatir Lie'r."


"Apa yang terjadi padaku?"pertanyaan Mei Sha sontak membuat suasana menjadi menyeramkan.Tampak raut marah sekaligus khawatir di wajah Yuan.


"Kamu kabur dan aku menemukanmu pingsan didekat tebing.Mei Sha jawab aku mengapa kamu pergi ke sana?"tanya Yuan dengan nada yang sangat dingin.


"Maaf Yuan.Aku hanya ingin berjalan jalan."


"Sebagai hukuman kau tidak boleh keluar dari kamar ini selama sebulan."


  Yang benar saja!Didunianya ia sudah dikurung selama 1 bulan lebih tanpa alat komunikasi dan sekarang ia dikurung kembali tanpa ada satupun barang yang bisa mengalihkan perhatiannya.


"Yuan kamu sangat baik jangan hukum aku."Mei Sha menatapnya dengan ekspresi menggemaskannya.


   Yuan yang melihat itu merasa tidak tega.


"Baiklah aku tidak akan menghukummu..."


  Dalam hati Mei Sha bersorak penuh kegirangan.


"Tapi kau harus memuaskanku."


   Dengan cepat Yuan mendorong Mei Sha.


...


   Mei Sha segera bangun dan mengganti pakaiannya.


"Yang Mulia anda sudah sadar.Bagaimana keadaan anda?"tanya Xiang Fei ketika melihat Mei Sha keluar dari kamarnya.


"Ya aku baik.Berapa lama aku pingsan."


"Anda hanya tidur selama 5 jam."


5 jam jika ia tidak salah sejak mereka menemukannya dan mereka mengira ia masih pingsan.Yuan menyuruh mereka untuk tidak menganggunya.Ia sudah didunia nya selama lebih dari sebulan dan didunia ini ia hanya hilang beberapa jam.Itu berarti jika Mei Sha berada disini maka waktu didunianya melambat dan jika ia didunianya maka waktu disini akan melambat.Dan itu tidak tentu berapa selisih jam nya.


  Bagus.Ia bisa disini dalam waktu lama.


  "Yang mulia tolong jangan berbuat hal itu kembali jika tidak hamba takut anda dan hamba akan dihukum cambuk 100 kali."


  Inilah yang Mei Sha tidak sukai dari dunia ini.Jika melanggar peraturan yang dibuat akan dihukum dengan berat.


   Semoga saja kedatangannya ke dunia ini tidak sia sia.Ia masih belum menemukan Yang Yang versi kerajaan China.


"Kau tenang saja soal itu.Lain kali aku akan berhati hati."


"Yang mulia tolong jangan buat hamba khawatir."


"Tenang saja kamu tidak usah khawatir.Sebelum jalan jalan ayo kita temui tabib dulu setelah itu meminta izin pada Yuan."


...


   Mei Sha dan pelayannya berjalan jalan dipasar tradisional setelah ia mendapatkan izin dari Yuan.

__ADS_1


"Doang Fei kamu membawa uangku kan?"


"Ya Yang Mulia."


"Kita punya uang berapa?"


"100 tael emas dan 200 tael perak Yang Mulia."


"Xiang Fei 1 tael emas sama dengan berapa tael perak?"


"Itu setara dengan 1000 tael perak Yang Mulia."


"Jadi kita punya banyak uang?"Mei Sha memandang Doang Fei dengan pandangan mata berbinar membuat Doang Fei menghela nafas melihat tingkah Nona nya.


"Ya Yang Mulia."


   Mei Sha memandang ke depan.


"Bagus kalau begitu ayo kita shopping..."ucap Mei Sha dengan semangat.


"Yang Mulia apa itu Shopping?"Xiang Fei menatap Mei Sha penuh tanya.


   Mei Sha memandang Xiang Fei dengan tatapan malasnya dan memutar kedua bola matanya.


"Lupakan."gumam Mei Sha pelan dan berjalan pergi meninggalkan Xiang Fei yang masih menatapnya penuh keheranan.


"Yang Mulia tunggu aku..."


...


 


....


Mei Sha melihat lihat semua barang yang dijual dipasar itu.


"Yang Mulia hari hampir gelap mari pulang hamba khawatir Yang Mulia Kaisar mencari Yang Mulia Permaisuri."


"Haish kamu tenang saja.Dia tidak akan mencari ku."


"Ini sangat bagus.Pak aku ingin ini berapa?"


"10 tael perak Yang Mulia ."


"Xiang Fei bayarkan ya."


"Ya Yang Mulia."


   Mei Sha segera berlalu dari toko itu.Xiang Fei segera menyusul setelah selesai membayarnya.


  Mei Sha pergi ke rumah makan.


"Xiang Fei pesankan aku makanan terenak di sini."


"Baik Yang Mulia."


   Xiang Fei memesankan beberapa makanan.


   Pelayan itu meletakkan pesanan Mei Sha dimeja depannya.


   Harum daging bercampur dengan bumbu dan rempah rempah membuat nafsu makan Mei Sha meningkat.


   Mei Sha segera mengambil semangkuk nasi ia menuangkan daging itu ke atas nya serta beberapa lauk.Dengan lahap Mei Sha memakannya menggunakan sumpit.


"Xiang Fei makanlah..."ucap Mei Sha.


"Tidak Yang Mulia."


"Ini perintah."


"Baik Yang Mulia."Xiang Fei mengambil nasi serta beberapa daging dan sayur lalu memakannya.


  Mei Sha tersenyum senang melihat Siang Fei mulai memakan makanannya.

__ADS_1


   Mei Sha sudah menganggap Xiang Fei seperti sahabatnya bukan pelayannya.Tapi meskipun begitu status nya belum berubah.Dan Mei Sha tidak tahu harus melakukan apa agar status Xiang Fei tidak lagi menjadi pelayan.


...


  Mei Sha keluar dari rumah makan itu diikuti Xiang Fei.


 


  Baru saja ia keluar Mei Sha sudah menabrak orang lain.Membuat Mei Sha meringis saat dahinya bertabrakan dengan dada bidang seseorang.


"Sudah puas jalan jalannya?"


  Suara ini...


  Refleks Mei Sha mendongakkan kepalanya ke atas.


"Yuan..."


"Salam Yang Mulia Kaisar..."Xiang Fei memberi hormat.


   Mei Sha yang mendengar itu sontak tersadar dan memberi hormat kepada Yuan.


"Salam Yang Mulia Kaisar."


"Hmm...sekarang ayo pulang.Hari sudah gelap."


"Tapi...."


"Pulang sekarang Mei Sha"ucap Yuan dengan dingin dan tatapan tajam membuat Mei Sha meneguk ludahnya.


"I-iya aku pulang."


   Mei Sha menaiki kereta bersama Xiang Fei sementara Yuan menaiki kuda miliknya.Mereka kembali ke istana.


...


"Aku akan pergi sebentar ada urusan kerajaan yang harus ku selesaikan.Wan Xi jaga isatana dan permaisuriku.."ucap Yuan kepada pengawal pribadinya.


"Tapi bagaimana dengan Yang Mulia?"


"Aku akan baik baik saja.Keselamatan permaisuri adalah prioritas utama."


"Baik Yang Mulia."


   Yuan pergi meninggalkan kerajaannya.


...


"Sie'r aku sangat merindukanmu..."Yuan memeluk Sie begitu ia memasuki kediamannya.


"Sie'r juga merindukanmu Yuan Yuan."ucap Sie'r dengan nada manjanya dan membalas pelukan Yuan.


"Yuan bagaimana rencana kita?"


"Bersabarlah.Tidak lama lagi aku yakin dia akan jatuh cinta kepadaku.Dan aku yakin kita bisa membalas kematian kakakmu.."


"Kamu jangan sampai jatuh cinta padanya ya.."


"Aku tidak akan.."


"Aku percaya padamu Yuan.Yuan jangan lupa manjakan dia seolah olah dia satu satunya wanita yang kamu sayangi buat dia merasa dia wanita kesayangan kaisar setelah itu campakkan dia.Dan setelah itu kita bisa menikah.."


"Sie'r kamu tenang saja.Aku tahu apa yang harus ku lakukan.Sie'r mengapa tidak sekarang kita menikah?Kamu bisa menjadi selirku terlebih dahulu sebelum kita mencampakkannya."


"Aku tidak mau.Aku tidak mau jadi selir meskipun sementara.Aku ingin ketika kita menikah aku jadi permaisuri."


"Baiklah calon permaisuriku.."


Hening.Hanya suara detak jantung yang mengisi keheningan.


"Sie'r aku menginginkanmu."


  Yuan menciumnya dan mendorongnya ke atas tempat tidurnya.

__ADS_1


...


__ADS_2