
Terus saja kaisar selalu berkelahi dengan Meilin, beradu mulut hingga saling sindir.
Setelah selesai dengan semua pekerjaan dari kaisar, terlihat Meilin menatap paman menteri.
"Capek ya, Meilin?" tanya Paman menteri kepada Meilin.
"Capek hati sama capek pikiran Paman." jawab Meilin yang kemudian tersenyum kepada Paman menteri.
"Jadi ikut Paman jalan-jalan lagi tidak?" tanya Paman menteri kepada Meilin.
"Mau, Ayo!" seru Meilin yang kemudian menarik Paman menteri keluar menuju kediaman bagian depan.
"Kau ke mana, Meilin?!" seru Paman menteri yang melihat Meilin berlari tidak tentu arah.
"Katanya kita mau keluar, paman!" seru Meilin kepada Paman menteri.
"Kita naik mobil, bukannya berjalan!" seru paman menteri yang membuat Meilin langsung menghentikan langkahnya.
"Apa kita naik kuda, paman?" tanya Meilin kepada Paman menteri.
"Apa kau bisa naik kuda?" tanya paman menteri.
"Tentu aku tidak bisa, Paman." jawab Meilin.
"Kalau begitu kita naik kereta kuda saja." jawab paman menteri Sambil tertawa melihat tingkah laku dari gadis yang selama hampir 2 tahun dia kenal.
Dalam fikiran Meilin, Gadis itu terus memikirkan cara untuk kabur dari tempat sang kaisar. namun saat dia mencari jalan untuk kabur malah jalan itu nampak terasa buntu.
"Apakah kau menyukai tempat ini, Meilin?" tanya Paman menteri kepada Meilin.
"Tentu Paman, tempat ini sangat indah, Bahkan aku tidak pernah bermimpi ke kota seperti ini." ucap Meilin kepada Paman menteri.
"Kalau kau menyukainya, Paman akan sering-sering mengajakmu jalan-jalan di pasar yang kemarin." ucap paman menteri.
"Paman sekali-kali ajak aku ke danau dong." pinta Meilin yang membuat Paman menteri tersenyum.
"Kalau aku mengajakmu ke danau atau tempat lain, mereka kira aku ini paman tua yang mencari isteri muda." canda Paman menteri yang membuat mata Meilin langsung melotot.
"Ih jangan berkata seperti itu dong Paman, memangnya aku ini wanita apaan." jawab Meilin yang yang merasa canggung dengan kata-kata dari Paman menteri.
"Ha-ha-ha kau jangan tersinggung, meilin. Paman hanya bercanda." ucap Paman menteri.
"Lagian.. Paman aja usianya sudah setengah abad, masa aku harus suka dengan orang yang sudah berbau tanah sih." ucap Meilin yang membuat Paman menteri langsung tertawa.
"Paman!" seru kaisar yang sudah mengikuti Paman menteri dan Meilin.
"Yang mulia, apa yang Yang mulia lakukan di sini?!" tanya Meilin yang terkejut dengan kedatangan kaisar.
"Tuh Paman, ngapain pria itu kemari?" ucap Meilin kepada Paman menteri.
"Memangnya aku tidak boleh kemari?" tanya Kaisar yang terlihat melirik Meilin.
__ADS_1
"Kau membuat kebahagiaan ku langsung hilang." gerutu Meilin.
"Memangnya kenapa, aku bisa kemana saja sesuai keinginanku." ucap Meilin.
"Kau ke mana?!" seru kaisar.
Nampak Meilin langsung menjauhkan diri dari kaisar.
"Kau mau kemana?!" seru kaisar dengan suara yang begitu keras.
"Yang mulia kira aku ini budek apa, sehingga yang mulia berbicara dengan sekeras itu. telingaku ini masih waras tahu!!" seru Meilin yang membentak kaisar di seberang sana.
"Hufff...," paman menteri yang melihat hal itu dia hanya menghembuskan nafasnya secara kasar. Dua insan itu jika bertemu selalu saja bertengkar seperti kucing dan tikus.
"Bisakah kita pergi sekarang?" tanya Paman menteri yang membuat Meilin langsung berjalan mendahului Paman menteri. Gadis itu terlihat memilih beberapa barang yang ada di pasar, dia membeli kue Bahkan dia menarik Paman menteri ke salah satu rumah makan.
Kaisar yang melihat hal itu seketika dia menarik tangan Paman menteri, dia memegang tangan Meilin dan membawa istrinya itu masuk ke rumah makan.
"Apa yang kau lakukan?!"seru Meilin yang berbicara dengan begitu keras.
"Kau mau ke rumah makan tidak?" tanya kaisar yang membuat Meilin menganggukkan kepalanya.
"Kalau kau mau makan Diam tanpa bertanya lagi." ucap kaisar yang membuat Meilin terdiam.
Akhirnya tiga orang itu masuk ke rumah makan dan memesan beberapa makanan. terlihat Meilin memang sangat menyukai tempat itu, sebuah tempat yang membuatnya sangat menyukai perjalanan itu.
"Kau mau ke mana lagi?" tanya Kaisar kepada Paman menteri.
Kaisar menganggukkan kepalanya, pria itu akan mengikuti kemana langkah kaki sang istri.
Di tempat lain terlihat ada seorang pria yang terus-menerus mencari tahu mengenai keberadaan sang Kaisar, dia adalah salah satu pengawal yang dikirim oleh Shira.
"Kemari!" seru kaisar yang melihat Meilin berlari.
"Ogah." jawab Meilin.
"Kembali!!" seru kaisar.
"Tidak mau." jawab Meilin lagi.
Akhirnya Meilin langsung berlari, Paman menteri Yang melihat kaisar mengejar Meilin, terlihat Paman menteri tersenyum dalam hati saat melihat kelakuan Meilin yang seperti preman pasar yang sangat berani.
"Aku tidak menyangka kalau gadis ini akan seperti macan betina yang sedang menggaung." ucap Paman menteri dalam hati.
Terlihat kaisar mengejar Meilin, pria itu merasa begitu bahagia. ada sesuatu yang membuatnya begitu menyukai saat bersama Meilin.
"Memangnya apa yang dilakukan oleh dua orang itu." gerutu Paman menteri.
Tak lama kemudian nampak Meilin datang bersama kaisar sambil tertawa.
"Apa yang sedang kalian lakukan!" seru paman menteri.
__ADS_1
"Apa urusanmu, paman." ucap Meilin.
Terlihat kaisar tersenyum saat dia di ledek oleh paman menteri.
"Apakah kalian sudah selesai main kejar-kejarannya?" tanya Paman menteri yang membuat Meilin terdiam.
Terlihat Meilin menatap Kaisar, dia melihat seng kasar dengan tatapan mata yang sedikit kesal karena pria itu membuat Paman menteri menegurnya.
"Aku tidak tahu Paman, Kenapa tiba-tiba pria ini mengejarku." jawab Meilin.
"Kau jangan berkata seperti itu, Meilin. ngapain juga kok tiba-tiba berlari, Hal itu membuat yang mulia Kaisar mengejarmu karena dia takut kau tiba-tiba menghilang." ucap Paman menteri yang membuat Meilin sedikit tersenyum.
"Sudahlah, Paman. lebih baik kita kembali ke kediaman." ucap Kaisar.
"Tidak bisa, aku ingin jalan-jalan ke danau. tadi Paman menteri sudah berjanji mau mengantarku ke sana." ucap Meilin yang membuat Paman menteri tersenyum.
"Apa paman berjanji kepadanya?" tanya kaisar yang membuat Paman menteri menganggukkan kepalanya.
"Memangnya kamu mau jalan-jalan ke mana, ke danau mana?" tanya Kaisar.
"Ya tidak tahu, aku mau jalan-jalan ke danau, ke sungai pokoknya yang ada airnya." jawab Meilin.
"Kenapa jauh-jauh, kenapa tidak bilang dari kemarin. di belakang kediaman kan ada sungai mengalir, kau bisa bermain di sana seharian." Jawab kaisar yang membuat Meilin terdiam.
"Benarkah, Apakah di belakang kerajaan ada tempat seperti itu?" tanya Meilin.
"Tentu saja, Bahkan Paman menteri juga tahu." jawab kaisar yang membuat Meilin menatap Paman menteri dengan tatapan mata yang sedikit kesal.
Akhirnya Kaisar dan yang lain kembali ke kediaman yang ada di bukit, terlihat di sana Meilin langsung berlari menuju tempat yang dimaksud oleh sang Kaisar. wanita itu tidak berlarian sendiri, dia langsung menarik tangan sang Kaisar sembari meminta pria itu untuk mengantarkan ke tempat yang dimaksud oleh kaisar.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
__ADS_1
- Permaisuri kesayangan kaisar