PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Kaisar pergi berperang


__ADS_3

** beberapa hari kemudian **


"Aku tidak perduli!" seru putri Dayou.


Putri Dayou dan salah satu utusan kerajaan Sang langsung di seret ke alun-alun kerajaan Guang. suara teriakan Putri Dayou terus menggema, wanita itu tidak henti-hentinya meneriakkan nama sang Kaisar.


"Pergi dari sini pergi dari sini!!" seru Putri Dayou yang mengusir para prajurit.


Kaisar Yuan li dan Meilin sudah berada di alun-alun kerajaan, begitu pula dengan para pejabat kerajaan Guang yang sudah berada di tempat itu.


"Anda tidak bisa melakukan hal ini Yang mulia!" seru utusan kerajaan Sang.


"Jika aku tidak bisa melakukan hal ini maka aku bisa langsung membunuh kalian." jawab sang Kaisar.


Tatapan mata putri Dayou dan utusan kerajaan sang saling menatap satu sama lain, sudah berulang kali mereka diperingatkan oleh Meilin namun tetap saja mereka melakukan kesalahan lagi.


"Kau adalah orang luar yang tiba-tiba memasuki kerajaanku tanpa permisi, kau menyerobot ke dalam istanaku mengaku sebagai calon istriku dan menghina istriku di tempatku sendiri. aku tidak akan tinggal diam Aku akan memberikanmu sesuatu yang pantas Kau dapatkan!" seru sang kaisar yang kemudian memerintahkan para algojo bagian pemberi hukuman untuk memukul Putri Dayou sebanyak 100 kali dan menampar mulut wanita itu sebanyak 50 kali.


"Mulutmu yang benar-benar beracun kedua tangan dan kakimu yang tidak bisa berhenti untuk memasuki tempat orang lain!!" seru sang Kaisar.


"Jika anda melakukan hal ini sama saja anda menentang kerajaan kami, Yang mulia!" seru utusan kerajaan Sang.


"Jika hal itu benar maka akan ku terima tantangan kalian, akan kukerahkan seluruh pasukanku untuk menghancurkan kerajaan Sang. tanpa tersisa sama sekali." jawab sang kaisar yang kemudian memerintahkan menteri pertahanan negara untuk segera mengumpulkan seluruh prajurit agar mereka segera menyerang kerajaan Sang.


Seketika kedua bola mata utusan kerajaan Sang dan para menteri kerajaan Sang langsung melotot, mereka tidak percaya dengan apa yang telah mereka lihat hari ini. perkataan utusan kerajaan Sang seolah menyulut api emosi Kaisar Yuan li.


"Yang mulia, Yang mulia!!" seru Putri Dayou.


"Hukum utusan kerajaan Sang dengan hukuman cambuk 500 kali, aku ingin lihat apakah dia masih mampu untuk mendengar berita mengenai kehancuran kerajaan Sang!!" seru sang kaisar yang sudah murka.


Terlihat Meilin mencoba untuk menghentikan suaminya, wanita itu nampak memegang tangan sang suami sembari menenangkan pria itu.


"Yang mulia, pikirkan untuk kedua kalinya. yang mulia tidak haruskan melakukan hal itu." ucap Meilin kepada sang suami.


"Tentu saja aku harus melakukan hal itu, Aku tidak akan membiarkan mereka terus menerus menginjak-injak harga diriku." jawab sang Kaisar.

__ADS_1


Setelah mendengar jawaban dari sang suami mau tidak mau Meilin mengikuti apa yang dikatakan oleh suaminya itu.


Para pejabat kerajaan Guang dengan segera mempersiapkan diri mereka untuk pergi berperang. tak ada yang bisa menghentikan sang kaisar, karena Putri Dayou terus menerus melanggar peraturan kerajaan Guang.


"Ampun!!" seru putri Dayou ketika dia mendapatkan hukuman pukul berulang kali.


Para penduduk kerajaan Guang sangat senang ketika mereka mendapatkan berita mengenai sang kaisar yang akan menyerang kerajaan Sang. kerajaan yang selalu menindas kerajaan-kerajaan kecil di sekitar wilayah tempat itu. para menteri kerajaan Sang yang berada di kerajaan Guang tidak bisa melakukan apapun jika mereka berusaha melawan maka mereka akan mati mengenaskan di kerajaan itu.


Para menteri kerajaan Sang yang berada di kerajaan Guang pasrah dengan keadaan mereka, melawan pun mereka tidak akan bisa karena kerajaan sang yang sekarang adalah kerajaan yang benar-benar sangat luar biasa Bahkan sang Kaisar sekarang semakin kejam dan semakin adil kepada siapapun.


Ketika malam sudah menjelang Kaisar Yuan li bersama para menteri dan jenderal kerajaan menyerang kerajaan Sang, mereka tidak akan membiarkan kerajaan itu terus berdiri dengan keangkuhan seolah mereka adalah kerajaan yang paling hebat. langkah kaki kuda sudah terdengar di setiap jalan yang mereka lalui. Paman menteri yang keluar bersama sang Kaisar nampak dia menatap keponakannya yang sekarang benar-benar sudah berubah total. dia begitu berwibawa dan begitu luar biasa.


Di kerajaan Guang terlihat Meilin mendapatkan titah dari sang suami untuk menjaga kerajaannya tidak boleh ada satu penghianat pun yang lolos dari kerajaan itu.


"Apakah Yang mulia baik-baik saja?" tanya dayang Choi.


"Apakah dayang Choi juga baik-baik saja?" tanya Meilin balik kepada dayang Choi.


"Memangnya saya kenapa Yang mulia?" tanya dayang Choi.


Terlihat Lilan juga sangat khawatir ketika Fasui mendapatkan tugas dari sang Kaisar untuk mempertahankan benteng kerajaan sebagai jenderal besar di tempat itu.


"Kita bertiga sama-sama sangat khawatir, kita bertiga benar-benar tidak tahu apa yang akan terjadi Kita bertiga adalah para wanita yang menunggu orang yang mereka cintai dengan penuh kekhawatiran." ucap Meilin.


Lilan dan dayang Choi menatap Meilin. apa yang dikatakan oleh istri sang Kaisar itu benar sekali, dayang Choi mengkhawatirkan Paman menteri sedangkan Lilan terlihat Gadis itu memikirkan mengenai Fasui yang menjaga benteng kerajaan.


"Kita akan baik-baik saja kan Yang mulia?" tanya Lilan.


Meilin menganggukkan kepalanya. "Kita berdoa kepada para dewa agar orang-orang yang kita cintai kembali dengan selamat. Aku tidak akan tinggal diam saja aku pasti akan mempertahankan tempat ini juga." jawab Meilin.


Hanya hembusan angin yang menerpa kebisuan ketiga wanita itu, terlihat Meilin dan dayang Choi serta Lilan pergi ke kuil yang ada di kerajaan, mereka mendoakan orang-orang yang mereka cintai dengan begitu tulus.


"Yang mulia." Panggil tabib Jang yang berada di tempat itu.


"Tabib, apa sedang kau lakukan di sini?" tanya Meilin.

__ADS_1


"Hamba baru tahu kalau yang mulia Kaisar bersama Tuan menteri pergi menyerang kerajaan Sang." jawab tabib.


"Mereka sedang mempertahankan kerajaan ini, mereka sedang mengemban tugas dari para rakyat." jawab Meilin. kekhawatiran selalu menyelimuti hati ketiga orang itu, terlihat Meilin, dayang Choi dan Lilan berada di kuil kerajaan hingga pagi menyambut mereka.


"Yang mulia, lebih baik kita kembali ke kediaman Yang mulia." ucap dayang Choi kepada Meilin.


"Tidak apa-apa dayang, aku baik-baik saja kau jangan khawatir." jawab Meilin.


Terlihat kedua mata Lilan sudah memerah Gadis itu nampak mengantuk karena bergadang semalaman.


"Ayo kita tidur sebentar nanti aku akan melihat penjara kerajaan, aku harus melihat para pengkhianat kerajaan yang sudah mendapatkan hukuman dari Yang mulia." ucap Meilin yang kemudian mengajak dayang Choi dan Lilan untuk segera beristirahat.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


- my little wife


__ADS_2