PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Memberi pelajaran kepada para putri menteri


__ADS_3

** keesokan hari **


"Ada apa?" tanya Meilin kepada Fasui.


"Para menteri sudah berkumpul di barat kerajaan." Fasui yang memberitahukan Meilin mengenai para menteri yang sudah berkumpul.


"Baiklah kalau begitu, keluar sebentar Aku akan bersiap-siap." pinta Meilin kepada Lilan.


"Baik Yang mulia.' jawab Lilan.


Sekitar 1 jam kemudian Meilin sudah keluar dengan menggunakan pakaian seperti seorang prajurit, wanita itu keluar dari kamarnya hingga membuat Fasui dan Lilan sangat terkejut. apalagi dayang Choi yang baru datang tersebut wanita tua itu sangat kaget saat melihat penampilan Meilin.


"Yang mulia, Apa yang kau kenakan?" tanya dayang Choi kepada Meilin.


"Oh ya dayang, aku akan melakukan sesuatu kau tunggulah di sini dan persiapkan barang-barang yang aku tulis di dalam." pinta Meilin yang membuat dayang Choi langsung menganggukkan kepalanya.


Meilin mengajak Fasui dan Lilan ke barak pelatihan para pasukan, saat mereka sudah sampai di sana tatapan mata Meilin menatap para menteri yang sudah membawa Putri Mereka. terlihat para putri dari menteri semua memakai riasan yang begitu luar biasa seolah mereka akan melakukan upacara pernikahan.


"Mereka ini sedang melakukan apa?" tanya Meilin yang membuat Lilan menggelengkan kepalanya.


"Mereka seperti mau menikah saja." Jawab Fasui sambil cengengesan.


"Kau benar sekali Fasui, Mereka berpenampilan seperti itu agar yang mulia Kaisar memilih mereka." ucap Meilin.


Para menteri sayap kanan melihat Meilin yang sudah datang dengan menggunakan pakaian para prajurit, wanita itu berjalan begitu santai dia melalui para menteri sayap kiri yang sudah membawa Putri mereka.


"Hormat kami Yang mulia?!" seru para menteri sudah berada di tempat barak para pasukan. dia menatap sang istri yang sudah datang.


"Apakah kau yakin, isteriku?" tanya sang Kaisar.


"Tentu saja." jawab Meilin.


"Baiklah kalau begitu menteri, Apakah kalian sudah siap melepaskan Putri kalian?" tanya Meilin kepada para menteri.


Senyum yang begitu lebar wajah yang begitu sumringah ditunjukkan oleh para menteri ketika Meilin mengatakan hal itu. mereka berpikir Meilin akan mengadakan sayembara untuk memilih isteri sang Kaisar.


TRINGGGGG...


Saat berada di arena pelatihan para prajurit tiba-tiba Meilin langsung mengambil salah satu pedang. dia tersenyum sesaat kemudian wanita itu meminta salah satu Putri para menteri untuk melawannya.

__ADS_1


"Kompetisi ini aku buka, siapapun yang bisa mengalahkanku maka dia akan menjadi selir kehormatan Yang mulia Kaisar. hanya ada dua wanita yang akan menjadi istri sang Kaisar setelah aku dan wanita yang akan mengalahkanku, jika kalian tidak bisa mengalahkanku Jangan pernah berharap menjadi istri dari yang mulia Kaisar!!" seru Meilin yang membuat para menteri sayap kanan begitu terkejut.


Mereka sangat keheranan, mereka tidak akan pernah mengira kalau Meilin akan mengatakan hal itu.


"Apa yang dikatakan yang mulia permaisuri." bisik para menteri sayap kanan.


"Kalian Diamlah, Yang mulia permaisuri tahu apa yang akan dia lakukan." jawab Paman menteri.


Bisik-bisik dari menteri sayap kiri mulai bermunculan, mereka mengira kalau permaisuri kerajaan itu hanyalah menggertak saja.


"Tenanglah putriku, kau jangan khawatir yang mulia permaisuri hanya menggertak. aku yakin kalau wanita itu tidak bisa melakukan apapun jadi Serang lah dia lawanlah dia dan buat dia tidak bisa melakukan apapun." ucap menteri Tenmong.


Shira tersenyum, wanita itu menatap ayahnya dengan seribu senyum yang sudah menghiasi wajahnya.


"Ayah benar aku akan membuat wanita itu dipermalukan di atas arena pelatihan ini." jawab Shira.


Satu persatu putri dari para menteri sayap kiri mulai menantang Meilin.


"Saya adalah Putri fun putri dari menteri Dong!" seru salah satu Putri yang sudah melawan Meilin. wanita itu tersenyum dia menganggap Meilin hanyalah menggertak mereka semua.


Satu pedang diambil oleh satu salah satu Putri menteri, dia menantang Meilin dengan perkataan yang sangat dibenci satu ayunan langsung diarahkan Meilin hingga membuat rambut dari menteri Dong langsung terpotong.


Sebenarnya ini semuanya adalah berkat Pangeran Arlan yang selalu meminta Meilin untuk melatih dirinya, pria itu berharap Meilin akan memberontak dan membuat sang Kaisar kehilangan segalanya. malah sekarang semuanya sudah berbalik arah.


"Apa-apaan wanita itu, bagaimana dia bisa melawan mereka." ucap salah satu menteri sayap kiri.


"Majulah Aku akan menunggu kalian!" seru Meilin.


Satu persatu para putri sudah dikalahkan Meilin, yang terakhir adalah Sira seorang wanita yang hanya suka berdandan dan bersolek saja. senyum Meilin mulai terpampang begitu lebar saat Shira menaiki arena pelatihan itu, Wanita itu sudah menunggu kedatangan dari wanita yang sudah menjadi titik targetnya.


"Saya akan mengalahkanmu Yang mulia!!" seru Shira kepada Meilin. Tak Ada jawaban dari Meilin, wanita itu hanya tersenyum sembari menatap Shira.


"Kita lihat saja." jawab Meilin.


Shira baru mengangkat pedangnya namun Meilin sudah membuat Shira terdiam ketika pedang itu sudah berada diantara kedua matanya.


"Satu gerakan saja pedang ini akan menembus kepalamu, Apakah kau mau coba?" tanya Meilin yang membuat orang-orang yang ada di tempat itu.


Para menteri sangat terkejut, pergerakan Meilin sangat luar biasa, begitu cepat hingga membuat satu hembusan nafas yang keluar dari hidung Shira membuat pedang itu langsung berada di depan wajahnya.

__ADS_1


"Yang mulia curang, aku belum melakukan apapun!" seru Shira.


"Benarkah?" tanya Meilin.


"Yang mulia anda tidak boleh melakukan hal itu, putriku belum bersiap-siap!!" seru menteri Tenmong tersenyum Sedangkan para menteri sayap kanan terlihat mereka begitu geram dengan kata-kata yang diucapkan oleh sang menteri.


"Silahkan." jawab Meilin yang membiarkan Shira mengambil pedangnya. sesaat kemudian Shira langsung menggerakkan tubuhnya sedangkan Meilin langsung menggores tangan Shira dengan goresan indah.


"Aaaa!!!" suara teriakan Shira saat dia mendapatkan serangan dari Meilin. satu goresan yang tidak terlalu dalam itu membuat Shira menjerit seperti orang yang kesakitan luar biasa.


"Kenapa kau berteriak seperti itu, Nona Sira. apakah sesakit itu kelihatannya kau benar-benar merasakan sesuatu yang membuatmu begitu terluka, dengarkan Aku baik-baik kau memilih menyerah atau aku melemparmu dari area arena pelatihan ini?" tanya Meilin.


Shira masih tetap bersihkuku, mau tidak mau Meilin langsung memberikan tendangan yang begitu keras hingga membuat Shira terpental lumayan jauh.


"Dengarkan aku baik-baik wahai para putri menteri, Yang mulia Kaisar tidak akan memiliki isteri lagi, siapapun yang berusaha untuk mendekati suamiku maka aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi. mimpi Kalian hanyalah mimpi siang yang tidak akan terwujud dengan semua kenangan yang ingin kalian dapatkan!!" seru Meilin.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


- my little wife


__ADS_2