PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Hari yang menyebalkan


__ADS_3

"Sayangku...," manja si wanita kepada kaisar Yuan.


"Minggir, aku mau kembali!" seru Meilin yang menyingkirkan tubuh kaisar Yuan. terlihat wanita itu tidak membayar, karena dia menunjukkan kaisar untuk membayar makanan dan minuman yang telah dihabiskan.


"Kau mau ke mana, nona jutek!" seru kaisar.


"Mau minggat!" jawab Meilin.


"Kenapa kau selalu jahat padaku?" tanya kaisar yang berakting begitu menyebalkan dan begitu menyedihkan di hadapan seorang wanita yang mengira Kalau pria yang bersamanya itu hanyalah rakyat jelata.


"Hallo....,kau salah bicara, pengawal. jangan pernah kau berusaha untuk mendekatiku, lagi pula Lihatlah wanita itu menempel erat padamu kan, seperti cicak Di dinding. jadi urus dia jangan sampai dia mendatangiku dan mencakar wajahku ini" jawab Meilin.


"Kau memang Nona jutek yang ****!" seru kaisar Yuan yang kemudian meminum segelas teh.


"Benar-benar, kau seperti seorang pria tak waras." ucap Meilin.


"Ini semua karena mu." jawab kaisar.


"Itu karena kau terkena karma." sindir Meilin.


"Kalau karma nya seperti dirimu, bakal ku terima dengan kedua tanganku yang aku renggang kan." jawab kaisar.


"Memangnya kau mau apa?" tanya Meilin.


"Ya buat Nerima kamu." jawab kaisar Yuan sambil tersenyum kepada Meilin.


"Otakmu sudah tidak waras." ucap Meilin.


"Ini karena mu." jawab kaisar.


"Hei, aku di sini!" seru Yanyan.


"Pergi, aku tidak mengenalmu." jawab kaisar.


Terlihat dari tempat itu, pangeran Aslan melihat Meilin bersama seorang pria. terlihat tatapan mata pangeran Arlan terkunci pada pria yang bersama Meilin. sang pangeran tidak dapat melihat wajah pria itu, dia melihat pria itu hanya dari belakang, namun sang pangeran merasa mengenal orang yang duduk bersama Meilin.


Sesaat kemudian, langkah kaki pangeran Arlan berlari dengan cepat. karena yang terlintas di pikirannya pria yang bersama Meilin adalah kaisar Yuan.


"Ke mana saja kau, Meilin!" seru pangeran Arlan yang tiba-tiba datang.


Seketika Meilin menoleh menatap sang pangeran yang sudah berada di kedai makan itu. "Tentu saja aku disini, Memangnya mau kemana?" jawab Meilin.


Meilin masih kesal dengan sang pangeran yang tidak memperbolehkannya masuk ke dalam lingkungan kediamannya. sedangkan sang Kaisar langsung memutar badannya dan menatap pangeran Arlan.


"Apa yang kau lakukan di sini!" seru pangeran Arlan kepada kaisar yang sedang menyamar.

__ADS_1


"Tentu saja hamba sedang bersama Nona Meilin, pangeran. Karena sesuai perintah Pangeran saya harus selalu mengikuti Nona Meilin ke mana pun dia pergi." jawab si pengawal yang tidak lain adalah kaisar Yuan li.


Pangeran Arlan masih belum mengetahui kalau pengawal yang dia suruh untuk selalu menjaga Meilin adalah Kaisar Yuan li. dia tenang saja, dia tidak merasa kalau saat ini dia bersama dengan musuh bebuyutannya.


Sedangkan Meilin sangat kesal jika pangeran Arlan bertemu dengan kaisar, mereka akan saling beradu argumen hingga membuat telinga Meilin menjadi panas.


Akhirnya Meilin lebih memilih untuk meninggalkan dua pria itu, berjalan meninggalkan mereka menuju ke pasar.


Siang itu Meilin terus dibuat pusing oleh beberapa orang, saat dia sedang berjalan-jalan di kawasan pasar. Seorang Pria muda datang menghampiri Meilin. seorang pemilik restoran yang memiliki pesona dan sukanya memberikan rayuan-rayuan maut nya.


"Apa yang sedang kau lakukan disini?" tanya seorang pria yang bernama Fasui. nampak Meilin menoleh ke asal suara yang yang memanggilnya.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Meilin balik saat dia ditanya oleh Fasui.


"Kau belum menjawabnya malah kau bertanya padaku." ucap Fasui sambil tersenyum kepada Meilin.


"Mau cari udara segar." jawab Meilin.


"Memangnya di dalam kerajaan udaranya tidak segar ucap?" tanya Fasui yang membuat Meilin menghela nafasnya.


Entah Kenapa hari ini orang-orang serasa membuatnya sangat kesal. Tak lama kemudian seorang gadis muda datang langsung merangkul tubuh Fasui yang sedang berbicara dengan Meilin. Meilin menatap seorang wanita yang berusia dengan sama dengannya.


"Hai tampan." ucap Yanyan kepada Fasui.


"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Fasui kepada Yanyan.


"Ya ampun, Ini wanita Kenapa nggak punya malu sama sekali ya. tadi dia merayu Kaisar Yuan li. sekarang dia malah langsung berlari mengikuti pria pesolek yang suka menjahit pakaian ini." guman Meilin dalam hati.


Fasui terus menghindar dari Yanyan, karena pria itu sudah berapa kali menolak Yanyan. Yanyan menatap Meilin yang sedang berbicara dengan Fasui, tatapan matanya mengisyaratkan ketidaksukaan yang sangat besar kepada Meilin.


"Mengapa kau sedang bersama wanita itu?" tanya Yanyan sambil menunjuk Meilin.


"Memangnya kenapa aku tidak boleh bersama dengannya." jawab Meilin yang menggunakan suara keras dan sangat kasar.


Hal itu membuat Yanyan sedikit tersentak dengan teriakan yang dikeluarkan oleh Meilin.


"Kau juga tinggal di kerajaan kan?" tanya Yan Yan yang benar-benar tidak suka dengan kehadiran Meilin. seolah wanita itu terus mengganggu para pria yang dia incar.


"Entah mengapa Hari ini aku selalu bertemu orang yang menyebalkan." ucap Meilin yang kemudian berbalik hendak meninggalkan Fasui dan Yanyan.


Seketika Fasui langsung berdiri dan langsung memegang tangan Meilin.


"Kau mau ke mana?" tanya Fasui kepada Meilin.


"Tentu saja mau meninggalkan kalian." jawab Meilin yang terlihat begitu kesal dengan sikap manja dari Yanyan, wanita itu benar-benar membuat melin ingin sekali menonjok wajah Yanyan.

__ADS_1


"Aku ikut!!" seru Fasui yang kemudian mengikuti kemana arah Meilin pergi.


Yanyan sangat kesal saat melihat Arthur terus mengikuti Meilin, seorang wanita yang membuatnya benar-benar begitu kesal, benar-benar ingin membuat Yan Yan melempar melin dari kerajaan..


"Ngapain kau terus mengikutiku, sana pergi!" seru Meilin yang mengusir Fasui Darinya.


Terlihat Fasui malah tersenyum dengan semua kata-kata yang dikeluarkan oleh Meilin.


"Aku lebih baik bersamamu daripada bersama wanita itu. dia sangat menjengkelkan, Bahkan dia seperti seorang wanita yang tidak tahu malu!!" seru Fasui yang kemudian terus mengekor pada Meilin.


Bahkan pria itu seperti seorang pria yang tidak tahu malu saat mengikuti Meilin kemana Gadis itu pergi.


"Fasui, Kenapa kau mengikuti wanita tidak tahu diri itu!" seru Yanyan yang terlihat terus mengikuti Fasui. sedangkan Meilin yang melihat hal itu nampak dia sangat tidak suka dua perusuh dua penyakit yang harus diasingkan.


"Pergi dari sini!!" seru Meilin.


"Aku tidak mau." jawab Fasui.


"Kau yang harusnya pergi dari sini,:jangan mengikuti kekasihku!" seru Yanyan yang membuat Meilin menggelengkan kepalanya.


"Memangnya siapa yang mengikuti kekasihmu, minta kekasihmu untuk tidak mengikuti ku terus. kepalaku pusing, kalian tambah membuat aku pusing!!" seru Meilin yang kemudian berlari sekencang mungkin untuk menghindari dan Yanyan. dua orang yang sangat menyebalkan, apalagi dia juga belum mengetahui apa yang terjadi dengan kaisar Yuan li yang bersama dengan pangeran Arlan.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


- my little wife


__ADS_2