
Dari hari ke hari Meilin terus berada di kerajaan Yogdo Bersama sang Kaisar, seorang wanita mendatangi Fasui karena dia berusaha untuk mencelakai Meilin.
"Meilin, ayo kita kembali ke kerajaanku." pinta sang Kaisar.
"Buat apa aku kembali ke kerajaanmu, Apa kau ingin menjadikanku pembantumu, pelayanmu." ucap Meilin.
"Aku tidak akan melakukan hal itu, aku akan menjadikanmu permaisuriku." jawab Kaisar.
"Kau itu selalu membohongiku, Kau kira aku akan percaya?" tanya Meilin.
"Aku tidak akan membohongimu." ucap sang Kaisar.
"Kalau kau tidak akan membohongiku Kenapa yang mulia tidak mengakuiku sebagai istrimu saat kita masih di kerajaan Guang?" tanya Meilin yang membuat sang Kaisar terdiam.
"Aku sudah mengirimkan surat perintah kepada Paman menteri untuk menjemputmu, aku akan keluar dari kerajaan ini." ucap sang Kaisar.
"Aku tidak akan percaya dengan kata-katamu, karena kau selalu melukai hatiku." jawab Meilin.
"Aku tidak akan membohongimu, aku berjanji." jawab sang kaisar yang kemudian pergi dari kediaman Fasui.
"Aku akan kembali ke kerajaanmu jika kau menjemputku sebagai istrimu." ucap Meilin yang kemudian pergi. Hal itu membuat Kaisar Yuan li tersenyum dengan perkataan Meilin.
"Malam semakin larut, Meilin terlihat menatap bintang yang bertebaran di langit. sang Kaisar sudah pergi dari tempat itu, Meilin nampak merasakan kesepian karena Kaisar Yuan sudah pergi dari kerajaan Yogdo.
"Apa yang kau lihat?" tanya Fasui.
"Tidak ada." jawab Meilin sembari menatap Fasui.
"Meilin aku tanya sesuatu padamu, maukah kau menjawabnya dengan jujur?" tanya Fasui kepada Meilin.
"Memangnya ada apa." jawab Meilin yang kemudian menoleh menatap Fasui.
"Apakah kau tahu siapa Pangeran Arlan itu?" tanya Fasui.
Meilin menggelengkan kepalanya.
"Berapa lama kau mengenal pria itu?" tanya Fasui kembali.
Meilin mencoba mengingat pertama kali dia bertemu dengan pangeran Arlan, pertama kali dia menolong dari sifat kejam sang Kaisar.
"Mungkin sekitar 3 bulan." jawab Meilin yang tersenyum menatap gadis muda yang ada di depannya itu.
"Apakah kau tahu kalau Pangeran Arlan itu sudah mempunyai istri?" tanya Fasui yang membuat Meilin terdiam.
"Aku tidak tahu." jawab Meilin.
__ADS_1
"Kau tau Meilin, di kerajaan ini ada seribu pertanyaan yang tidak akan bisa terjawab. di kerajaan ini memiliki sesuatu yang tidak akan bisa dilihat orang orang dari luar." ucap Fasui.
"Maksudmu apa?" tanya Meilin.
"Jika kau tinggal di sini lebih lama maka kau akan mengerti." jawab Fasui.
Kata-kata yang diucapkan Fasui membuat Meilin sedikit kebingungan.
"Misteri kerajaan Yogdo." ucap Meilin yang kebingungan. wanita itu sedikit merasakan keanehan saat ada tamu dari kerajaan lain. Meilin selalu tidak diperbolehkan oleh pangeran Arlan memasuki sekitar kediamannya.
"Aku tidak tahu Fasui, tapi yang jelas aku sangat berterima kasih kepada Pangeran Arlan karena selalu membantuku." jawab Meilin.
Terlihat Fasui tersenyum, pria itu menggelengkan kepalanya yang membuat Meilin begitu kebingungan.
"Kau ada lah gadis baik, kau adalah wanita yang sangat luar biasa, aku berdoa kepada Dewa agar kau tidak terjebak pada permainan Pangeran Arlan." ucap Fasui yang kemudian meninggalkan Meilin. tentu saja Meilin benar-benar kebingungan dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh Fasui.
Di tempat lain ada seorang wanita yang terus menatap Meilin, tatapan mata yang penuh kebencian tatapan mata yang penuh dendam.
Yanyan yang berada di salah satu tempat yang ada di rumah Fasui wanita itu terus menatap Meilin, menatap Gadis itu dengan tatapan mata yang penuh kebencian.
"Aku akan membuatmu kehilangan nyawa di tempat ini, aku tidak rela Fasui atau pun Pangeran Arlan jatuh ke pelukanmu." ucap Yanyan.
Yanyan adalah seorang putri dari salah satu bangsawan yang ada di kerajaan Yogdo, seorang putri konglomerat di kerajaan itu. Ayah dari yang Yanyan adalah salah satu menteri yang ada di kerajaan Yogdo. orang yang berkuasa dan sekaligus orang kepercayaan dari pangeran Arlan.
Kita lihat Apa yang dilakukan oleh kaisar Yuan li yang sudah pergi dari kerajaan Yudho, di salah satu perbatasan kerajaan ternyata Kaisar yuanli sudah menunggu kedatangan Paman menteri.
"Sudah sesuai perintah darimu." jawab Paman menteri.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Paman menteri kepada kaisar Yuan li.
"Tentu saja aku akan mengambil istriku." jawab sang Kaisar.
Paman menteri nampak tersenyum, dia senang dengan perubahan dari keponakannya itu.
"Ada apa?" tanya Paman menteri.
"Hari ini aku akan mengambil isteriku, permaisuriku." jawab kaisar.
"Keputusan yang kau ambil sangat benar." ucap paman menteri.
"Aku tidak akan melepaskan Istriku lagi Apapun yang terjadi." ucap kaisar yang terlihat begitu yakin.
"Kau harus mengambil istrimu Apapun yang terjadi, Kau adalah seorang pria kau pantas mendapatkan sesuatu yang harus kau miliki." ucap Paman menteri yang membuat sang Kaisar begitu yakin.
Langkah kaki kuda sudah mulai berjalan memasuki kerajaan, iring-iringan dari para pasukan membuat sang Kaisar begitu yakin. begitu berbeda dengan yang terjadi di kerajaan Yogdo, terlihat pangeran Arlan sedang bersama dengan beberapa tamu dari kerajaan tetangga.
__ADS_1
"Dengarkan Aku baik-baik, Pangeran. aku sudah bilang Kan kalau kau harus melakukan apa yang kamu minta." ucap salah satu menteri pertahanan yang ada di kerajaan lain.
"Aku sudah bilang Kan kalau aku akan memasok persenjataan kalian untuk menyerang kerajaan Guang. Jadi kalian Tenanglah Kalian tidak usah melakukan sesuatu yang akan membuat aku marah." jawab pangeran Arlan.
"Apakah kau yakin kalau kerajaan Guang adalah kerajaan selemah itu?' tanya pangeran dari kerajaan Sung.
"Aku sudah berada di sana selama beberapa bulan, jadi aku sangat mengenal situasi yang ada di kerajaan itu." jawab Pangeran Arlan.
"Yang aku dengar kau sudah mengambil salah satu orang kepercayaan dari kerajaan itu?" tanya Pangeran Bionzi kepada pangeran Arlan.
"Dia bukanlah orang kepercayaan dari kerajaan itu, dia hanyalah seorang wanita biasa yang mungkin menjadi alat pertukaran di kerajaan itu." jawab Pangeran Arlan.
Betapa menyakitkan jika Meilin mendengar kata-kata yang diucapkan oleh sang pangeran, Meilin mengira kalau Pangeran Arlan adalah orang yang begitu baik, orang yang selalu menemaninya orang yang selalu akan memberikan dia kebaikan.
"Yang aku dengar dia adalah wanita yang sangat cantik?" tanya Pangeran Bionzi kepada Pangeran Arlan.
"Mungkin Wanita itu cantik, tapi masih banyak wanita cantik yang ada di kerajaanku." jawab Pangeran Arlan.
"Secantik apa wanita itu?" tanya Pangeran Bionzi kepada Pangeran Arlan.
"Mungkin lebih cantik adikmu daripada dia." jawab Pangeran Arlan sambil tersenyum menatap pangeran Bionzi.
Terlihat dua pria itu tertawa terbahak-bahak, mereka belum mengetahui kalau di luar kamar itu ada Fasui dan Meilin, terlihat Meilin langsung terdiam dia benar-benar tidak akan pernah mengira dia akan mendengar perkataan seperti itu yang keluar dari mulut pria yang begitu dia percaya.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
__ADS_1
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife