PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Rahasia gelap pangeran Arlan


__ADS_3

HIK...


HIK..


Suara tangisan mulai terdengar dari ruang bawah tanah kerajaan Yogdo permaisuri Huang mama menangisi kehidupannya yang begitu memilukan.


"Aku yakin kematian Kaisar adalah rencana dari pria itu." ucap Huang Mama yang terlihat memikirkan semua yang terjadi di kehidupannya.


Langkah kaki seorang pria terlihat mendekati Huang mama yang sedang terduduk di sebuah ruangan yang dikelilingi oleh pagar besi yang berdiri begitu tegaknya.


"Halo istriku tersayang." Panggil Pangeran Arlan kepada Huang mama.


"Mau apa kau kemari, dasar pria jahat!" seru Huang mama.


"Hahaha...,kelihatannya kau begitu tidak senang Saat melihatku!" seru Pangeran Arlan yang kemudian duduk di depan penjara Huang mama.


"Apa salahku kepadamu, pangeran. Kenapa kau begitu jahat padaku?" tanya Huang Mama kepada Pangeran Arlan.


"Memangnya Kenapa aku tidak boleh jahat padamu, sedangkan kau tidak bisa menjadikanku kaisar. Kau adalah seorang permaisuri namun gelar ku masih tetap saja Pangeran, seharusnya kau menjadikanku pengganti dari suamimu bergelar Sang kaisar, bukan hanya mempunyai gelar Pangeran." jawab Pangeran Arlan.


"Dasar kau pria tidak tahu diri, aku sudah memberikanmu kedudukan memberikanmu istana ini tapi kau tidak pernah sekalipun memberikan kebaikan kepada kerajaanku." jawab Huang mama.


"Dasar wanita tidak tahu diri, aku sudah berbaik hati menikah denganmu aku menolongmu aku mengangkat kesedihanmu lalu Mengapa tidak pernah sekalipun kau berusaha untuk memberikan aku tempat di kerajaan ini?" tanya Pangeran Arlan


"Coba kau tanya sendiri, Apakah kau pantas mendapatkan kedudukan itu." jawab Huang Mama.


"Tentu saja aku sangat pantas, karena aku adalah suamimu." ucap Pangeran Arlan.


"Hahaha.., aku tidak akan pernah mau mengatakan di mana stempel kerajaan itu!" seru Huang Mama.


"Kalau begitu akan kubuat kau mati mengenaskan di tempat ini, setelah mengatakan hal itu seketika Pangeran Arlan pergi dari penjara bawah tanah. pria itu benar-benar sangat kesal 5 tahun menikah dengan permaisuri kerajaan Yogdo tidak pernah sekalipun dia mendapatkan gelar Kaisar. dirinya yang hanya bergelar pangeran dari kerajaan Langxi putra dari salah satu selir di kerajaan itu.


Hanya air mata yang menetes dari kelopak mata permaisuri Huang mama, rasa cintanya kepada Pangeran Arlan membuatnya buta segalanya. Untung saja permaisuri Huang Mama tidak pernah sekalipun memberikan jabatan kaisar kerajaan Yogya kepada Pangeran Arlan.


Langkah kaki Pangeran Arlan sudah meninggalkan penjara bawah tanah, di sebuah tempat terlihat Pangeran Arlan menatap para dayang yang sedang berseliweran.


"Begitu banyak wanita di kerajaan ini tidak ada satu wanita pun yang membuatku merasakan kebahagiaan." ucap Pangeran Arlan.

__ADS_1


Langkah kaki gemulai dari seorang dayang terlihat mendekati Pangeran Arlan, pakaian yang dia pakai benar-benar begitu seksi memperlihatkan sedikit auratnya bahkan di bagian dadanya itu sengaja di buka tidak dia tutupi dengan sapu tangan.


"Hormat hamba Yang mulia!" seru salah satu wanita.


Tatapan nakal dari pangeran Arlan nampak menatap wanita itu.


"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Pangeran Arlan.


"Aku ke sini karena aku ingin menemui yang mulia Kaisar." jawab seorang dayang sekaligus penari yang ada di kerajaan Yogdo.


"Pergilah, Aku tidak ingin bersenang-senang hari ini." ucap Pangeran Arlan.


"Memangnya kenapa Yang mulia, Apakah kau tidak ingin merasakan sentuhan ku?" tanya si wanita.


"Aku sudah bilang, aku tidak ingin bersenang-senang hari ini pergilah bentak!!" pangeran Arlan.


Tak Ada jawaban dari si wanita, namun pergerakan tubuh dan tangan wanita itu membuat Pangeran Arlan mengerti kalau wanita itu terus berusaha untuk menggodanya.


"Dengarkan aku Yang mulia, aku akan selalu memintamu untuk selalu bersamaku. aku akan menjadi pelayan setia mu yang akan selalu memberikanmu kepuasan." ucap si wanita.


Pangeran Arlan tidak menghiraukan Perkataan wanita itu, tatapan matanya menatap seorang wanita yang terlihat dari tadi menggodanya.


"Buat apa aku harus menggodamu, aku tidak akan mau melakukan hal itu. aku hanyalah seorang wanita yang patuh padamu seorang wanita yang akan selalu patuh padamu." ucap dayang Wan.


"Pergilah sekarang karena aku tidak ingin Bersama siapapun." ucap Pangeran Arlan.


"Kenapa Pangeran tidak mau bersamaku, aku akan melayanimu dengan segenap hatiku. Aku tidak akan pernah membiarkanmu lepas dariku." ucap dayang Wan.


"Apakah kau ingin bersenang-senang?" tanya Pangeran Arlan kepada dayang Wan. wanita itu menganggukkan kepalanya, menatap Pangeran Arlan yang kemudian menarik tangannya dan dimasukkan ke kamar Pangeran Arlan.


Tentu saja dengan begitu ganasnya Pangeran Arlan langsung melakukan adegan ranjang dengan Dayang Wan, pria itu benar-benar seperti binatang buas Pangeran Arlan memberikan serangan demi serangan yang sangat kasar, membuat wanita itu benar-benar mengerang kesakitan juga kenikmatan.


Sebenarnya dayang Wan adalah adik dari permaisuri Huang mama, wanita itu merasakan keanehan dia harus mencari tahu mengenai kakaknya yang tiba-tiba meninggal.


"Apakah Kau puas?!" seru Pangeran Arlan yang terus melakukan pergulatan dengan dayang Wan di ranjang. air mata dayang Wan menetes namun dia harus membuat Pangeran Arlan percaya sepenuhnya kepada dirinya, dia harus mendapatkan kebenaran mengenai kematian dari saudarinya itu. dayang Wan belum mendapatkan informasi.


"Apakah dayang sudah bertemu dengan kaisar kerajaan itu atau belum." guman dayang Wan. di sela pertempurannya dengan pangeran Arlan.

__ADS_1


"Aku akan memberikanmu sesuatu yang sangat kau inginkan, aku akan memberikanmu kenikmatan hingga membuatmu menjerit kenikmatan dengan begitu keras!" seru Pangeran Arlan. tak berselang lama akhirnya pergulatan itu sudah terhenti, Pangeran Arlan nampak tertidur dengan begitu pulas Setelah dia meniduri dayang Wan.


dayang Wan terlihat memakai pakaiannya, dia harus mencari informasi mengenai saudarinya itu. "Aku tidak percaya kalau saudaraku itu sudah meninggal, aku harus mencari informasi mengenai hal ini kematian kakakku tidak akan aku sia-siakan, aku harus mencari istrinya Jika dia benar-benar sudah meninggal maka aku rela, Jika dia masih hidup dan disembunyikan oleh pria brengsek ini aku harus mencarinya." ucap dayang Wan yang kemudian keluar dari kediaman Pangeran Arlan.


Tubuhnya benar-benar begitu remuk redam, seperti dia habis dipukuli dengan ribuan batu. "Pria ini adalah pria binatang, jika kakakku menikah dengannya apa yang terjadi dengannya? Apa yang terjadi padanya setiap hari?" tanya dayang Wan dalam hati. langkah kaki yang begitu kesakitan dialami oleh dayang Wan. tak ada satu orang pun yang dapat dipercayai di kerajaan Yogdo, dia harus mencari teman untuk membantunya hanya dayang kepercayaannya dan Permaisuri Huang mama dulu.


Tak berselang lama terlihat seorang pria tua mendekati dayang Wan.


"Apa yang kau lakukan di sini, bantu aku!" seru Seorang prajurit kepada dayang Wan


"Ada apa?" tanya dayang Wan.


"Kemari, aku harus mengatakan sesuatu padamu." jawab prajurit.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia


- Permaisuri kesayangan kaisar

__ADS_1


- my little wife


__ADS_2