PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR

PERMAISURI KESAYANGAN KAISAR
Permaisuri kerajaan Guang


__ADS_3

** Dua hari kemudian **


"Hormat kami yang mulia Permaisuri!" seru para dayang.


"Lilan." panggil Meilin.


"Hamba yang mulia." jawab Lilan.


"Dayang Choi, mulai sekarang Aku ingin Lilan menemanimu untuk mengurusku, apakah boleh?" tanya Meilin yang membuat dayang Choi tersenyum karena memang dari dulu Lilan adalah sahabat yang sangat baik yang selalu menjaga Meilin.


"Tentu saja boleh Yang mulia, sesuai perintah yang mulia kaisar yang mulia permaisuri boleh mengambil dayang pribadi bersama hamba." jawab dayang Choi.


"Terima kasih ya dayang." ucap Meilin yang kemudian memanggil Lilan bersamanya. tiga wanita yang berbeda usia itu saling menatap satu sama lain.


"Aku tidak akan pernah mengira kalau kau akan menjadi permaisuri kerajaan ini." ucap Lilan sembari tersenyum.


Meilin tersenyum, sesaat kemudian wanita itu memegang tangan Lilan dan dayang coy. "Kalian berdua ini adalah orang-orang yang selalu baik padaku, Aku berharap kalian akan menjadi temanku menjadi kekuatanku dan menjadi orang yang selalu mendukung ku setelah yang mulia Kaisar." ucap Meilin yang membuat dayang Choi dan Lilan tersenyum.


"Oya dayang Choi, kemarin aku mendapat pesan dari Paman menteri katanya akhir-akhir ini dayang Choi tidak pernah ke kediaman Paman menteri, Apakah benar?" tanya Meilin yang membuat dayang Choi langsung terdiam.


"Maafkan aku permaisuri, karena hamba banyak pekerjaan di tempat ini jadi hamba tidak bisa ke kediaman menteri Guan. jawab dayang Choi.


"Apakah ada sesuatu yang membuat dayang Choi tidak ingin menemui Paman? Apakah Paman melakukan sesuatu kepada dayang Choi?" tanya Meilin yang sedikit menelisik. Paman menteri memang selalu menatap dayang Choi dengan tatapan mata yang begitu penuh perhatian.


"Dayang, Apakah aku boleh bertanya sesuatu?" tanya Meilin yang membuat dayang Choi menganggukkan kepalanya.


"Aku ingin menanyakan sesuatu kepada dayang Choi, tapi dayang Choi tidak boleh marah ya." ucap Meilin


"Memangnya ada apa Yang mulia?" tanya dayang Choi kepada Meilin.


"Aku pernah mendengar rumor dari kerajaan ini kalau dayang Choi dulu adalah kekasih dari Paman menteri?" tanya Meilin yang membuat raut wajah dayang Choi seketika berubah. wanita tua itu tidak berani mengatakan apapun, dia nampak menundukkan kepalanya dia tidak ingin mengingat masa lalu yang membuatnya terluka.


"Kenapa dayang Choi terdiam, bukankah kau bilang kalau kau sudah menganggapku seperti putrimu. Bolehkah putrimu ini bertanya." ucap Meilin yang membuat dayang Choi menatap Meilin.


"Huff..," hembusan nafas dayang Choi membuat wanita itu mulai mengingat masa lalunya, Lilan nampak menatap dayang Choi, ada sesuatu yang begitu membuatnya penasaran.

__ADS_1


"Sebenarnya dahulu saya dan menteri Guan adalah sepasang kekasih, menteri Guan adalah sepupu dari yang mulia Kaisar sebelumnya. kami menjalin cinta selama satu tahun menteri Guan berjanji untuk menikahi hamba namun karena hamba hanyalah dari kasta rakyat jelata membuat keluarga dari menteri tidak mau menerima saya. saya tidak bisa melakukan apapun ketika menteri harus menerima pernikahan dengan istrinya. Saya hanya bisa meratapi nasib menunggu seseorang yang tidak mungkin saya dapatkan." ucap dayang Choi sembari menatap langit cerah di luar kediaman permaisuri Meilin.


"Lalu apa yang terjadi dayang?" tanya Meilin.


"Setelah itu beberapa tahun kemudian saya menjadi dayang pribadi dari permaisuri kerajaan ini, saya masih terlalu muda Saya berharap kehidupan ini tidak terlalu kejam. aku menjadi dayang dan melupakan semua keinginan yang ada di hati ini, melupakan cinta dan juga keinginanku bersama kekasihku, seandainya menteri Guan seperti yang mulia Kaisar mungkin kami bisa mempertahankan cinta kami. karena paksaan dan ancaman dari keluarga menteri saya harus melupakan cinta itu, fokus pada melayani permaisuri atau Ibu dari yang mulia Kaisar." jawab dayang Choi.


"Hidup ini memang penuh dengan kenyataan yang harus kita hadapi, dayang. kita tidak bisa memilih kita hanyalah makhluk yang hanya bisa menginginkan sesuatu tanpa bisa melakukan apapun. apa yang bisa kita inginkan Apa yang bisa kita lakukan jika semua yang harus kita hadapi tidak sesuai kenyataan." ucap Meilin.


"Anda patut bersyukur Yang mulia, karena Yang mulia Kaisar mempertahankan Yang mulia permaisuri dengan semua keinginannya bersama orang yang kita cintai adalah sebuah Anugerah." jawab dayang Choi yang kemudian memeluk Meilin.


Ketiga orang itu nampak semakin terenyuh dengan posisi mereka, perjuangan demi perjuangan dan cobaan yang harus mereka hadapi. sesaat kemudian terdengar suara gaduh, Siapa lagi kalau bukan Fasui yang sudah mendatangi Meilin.


"Hormat saya permaisuri Meilin!" seru Fasui.


"Ada apa Fasui?" tanya Meilin yang membuat Fasui menatap permaisuri kerajaan itu. sesaat kemudian tiba-tiba tatapan mata Fasui terfokus pada gadis muda yang bersama Meilin.


"Ada apa Fasui?" tanya Meilin kembali.


Tidak ada jawaban dari Fasui, pria itu nampak menatap Lilan yang sedang menyulam untuk Meilin.


"Ada apa Fasui!" seru Meilin dengan suara yang agak keras. Hal itu membuat Fasui langsung terjingkat.


Meilin melihat tatapan mata Fasui, tentu saja pria itu tahu wanita itu tahu kalau Fasui sedang menatap Lilan.


"Apakah ada pemandangan yang membuatmu mengalihkan pandanganmu dariku Fasui?" tanya Meilin yang membuat Fasui tersenyum.


"Perkenalkan ini adalah Fasui, orang yang aku ajak kemarin dari kerajaan Yogdo." ucap Meilin.


Lilan menatap Fasui, pria cantik yang berdandan seperti seorang wanita.


"Dia pria atau wanita Yang mulia?" tanya Lilan.


"Dia ini sebenarnya seorang pria, karena tekanan kerajaan Yogdo dia jadi seperti ini. kau Tenang saja dia adalah pria sejati kok buktinya dia pernah menyukaiku." canda Meilin yang membuat Fasui terdiam dan tertawa terbahak-bahak.


"Kenapa Yang mulia mengatakan hal itu, kalau yang mulia mengatakan hal itu bisa-bisa aku dipancung oleh kaisar kerajaan ini." ucap Fasui yang membuat Meilin ikut tertawa. perbincangan keempat orang itu terdengar oleh salah satu mata-mata menteri Tenmong.

__ADS_1


"Keempat orang itu kelihatannya akrab sekali." ucap salah satu pengawal bayangan milik menteri Tenmong. di belakang pengawal bayangan sang menteri ada salah satu pengawal bayangan yang dikhususkan oleh kaisar Yuan li untuk selalu menjaga sang istri. sesaat kemudian pengawal bayangan milik Kaisar sudah berada di salah satu ruangan pribadi sang Kaisar.


"Ada apa?" tanya Kaisar Yuan. kelihatannya salah satu mata-mata dari menteri Tenmong terus memantau yang mulia permaisuri." jawab pengawal bayangan Kaisar.


"Lalu apa yang terjadi lagi?" tanya Kaisar Yuan li.


"Pria itu hanya memantau permaisuri saja yang mulia." jawab pengawal bayangan Kaisar.


"Dengarkan Aku Goblin, kau harus selalu memantau istriku tidak ada yang boleh menyakitinya. jika sampai ada satu orang yang menyakitinya kau harus bertanggung." perintah kaisar Yuan li yang membuat Goblin menganggukkan kepalanya.


"Apakah Tuan percaya dengan pria cantik itu?" tanya Goblin kepada kaisar Yuan li.


"Tentu saja aku percaya jangan khawatir, dia bukan musuh kita." jawab kaisar yang kemudian memerintahkan Goblin untuk segera pergi dari ruangannya.


** bersambung **


mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.


- Black Rose


- Mommy


- Mantan terindah


- Suami keduaku cinta pertamaku


- Dewa perang dan Ratu sihir


- Permaisuri sang kaisar


- ijinkan aku bahagia bersamamu


- jangan sakiti aku


- pembalasan dendam Dahlia

__ADS_1


- Permaisuri kesayangan kaisar


- my little wife


__ADS_2