
Mei Sha menempelkan pipinya pada meja belajarnya.Mei Sha memejamkan matanya.
Hukumannnya baru berjalan satu hari.Namun rasanya seperti satu tahun.
Mei Sha bangkit dan menuju ke lemari nya.Ia mengambil satu cup mie cup instan.Untunglah kakaknya tidak tahu bahwa Mei Sha diam diam menyetok makanan dan camilan instan di kamar nya.
"Aku pengin makan ini tapi gimana cara mengambil air panasnya agar tidak ketahuan?"Mei Sha mencoba mencari ide.
"Aha aku tahu!!"
...
Mei Sha melongokkan kepalanya.Memastikan tidak ada orang.
Sepertinya semuanya sudah tidur pikir Mei Sha.
Mei Sha turun ke bawah dengan hati hati agar suara langkah kakinya tidak terdengar.Ia segera menuju ke dapur dan mengambil sebuah mangkuk lalu mengisinya dengan air panas.Dengan hati hati Mei Sha membawa mangkuk yang berisi air panas itu ke kamarnya.
Mei Sha menghela nafas lega begitu menutup pintu kamarnya.Ia segera mengunci pintunya.
Mei Sha menuangkan air panas itu ke atas mie yang masih didalam cup dengan bumbu yang sudah ditaburkan oleh Mei Sha.
Mei Sha tersenyum senang.Mei Sha mengangkat cup itu dan mengendus aromanya.
"Uhh harumnya..."ucap Mei Sha pelan
Mei Sha segera mengambil sumpitnya dan memakan makanannya.
Suara ketukan pintu membuat Mei Sha tersedak karena terkejut.
"Uhuk...uhuk...siapa?"
"Ini kakak.Mei'r apakah kamu baik baik saja."tanya Vion cemas mendengar Mei Sha adiknya batuk.
"Mei Sha baik baik saja Kak Vi."Mei Sha segera bangkit dan mencari tempat untuk menyembunyikan mie instan miliknya.Kenapa ia sangat sial sedang enak enak ia makan mie instan kakaknya datang tanpa peringatan.
"Mei'r buka pintunya kenapa harus dikunci?Kakak bertiga ingin memastikan keadaanmu."tanya Alvaro
"Sebentar Kak."
Sepertinya disini aman pikir Mei Sha.
Ia segera meletakkan mie instannya itu didalam lemari nya dan menutupnya dengan rapat.
Mei Sha segera membuka pintu kamarnya.Didepannya sudah berdiri ketiga kakaknya.
"Eh Kakak bertiga ada apa?"meskipun gugup Mei Sha berusaha terlihat santai.
Tanpa aba aba mereka masuk ke kamar Mei Sha.Melewati Mei Sha begitu saja.Membuat Mei Sha terpaksa ikut masuk ke dalam.
"Mei'r untuk apa air panas ini?"tanya Dion
Dalam hati Mei Sha menyumpah serapah karena kelalaiannya hingga ia lupa untuk menyembunyikannya.
Mei Sha mengambil mangkuk itu dan membuang airnya dari jendela kamarnya.
__ADS_1
"Ini tadi cuma lagi eksperimen kok Kak Di hehe"Mei Sha tertawa kaku.
"Mei'r kenapa dikamarmu bisa ada mie instan."suara itu membuat Mei Sha refleks membalikkan badannya.
Tubuh Mei Sha terasa seperti batu saat melihat Vion memegang mie cup instan miliknya.
Mei Sha mengalihkan pandangannya kesamping.
Jemari telunjuknya sedikit ia gigit.
"Eh itu aku hanya makan sekali ini aja kok Kak Vi."
"Mei'r jika sekali kali makan boleh tapi apa ini?"Mei Sha menengokkan kepalanya.
Tubuhnya menegang melihat Varo berdiri didekat meja dengan laci yang sudah terbuka.Menampilkan berbagai makanan dan camilan instan.
Lacinya sudah dibuka oleh Kak Varo.Kapan ia menemukan dan membukanya?.****** lah Mei Sha kali ini.
Mei Sha menangis dalam hati
Sampai jumpa makanan kesayanganku...
..
Dan disinilah dirinya berakhir.Diruang keluarga dengan Mei Sha duduk didepan Ayahnya.Sementara kakaknya dan Mamanya duduk disebrang.Semua makanan yang telah Mei Sha beli memenuhi meja itu.
"Apa ini Mei Sha?"
"Makanan Papi."jawab Mei Sha lirih.
****** lah Mei Sha.Kali ini Papinya benar benar marah.
"Apa kata dokter kemarin?"
"Tidak boleh terlalu banyak makan makanan instan."jawab Mei Sha lirih sambil menundukkan kepalanya.
Mei Sha merasa dirinya seperti ada di pengadilan internasional.Sangat menakutkan.
Tidak ada satupun yang membantunya.Ketiga kakaknya hanya diam memandangnya sambil memakan popcorn.Mamanya juga lebih memilih menonton sambil meminum teh.Mei Sha menyumpah serapahi kakaknya dalam hati.
"Kamu tahu kami sangat khawatir saat kamu sakit karena kebanyakan makan makanan instan.Dan sekarang kamu mau mengulang kejadian itu?jawab Mei Sha!!"
"Enggak papi..."ucap Mei Sha dengan lirih.
"Hukuman kamu bertambah menjadi dua bulan.Dan mulai saat ini uang jajan kamu papi kurangi."
Mei Sha segera melesat duduk disamping ayahnya.Dan memeluknya sambil menangis.
"Huaaaa......Papi jangan begini jangan kurangi uang jajan Mei Sha.Mei Sha butuh uang itu buat beli album terbaru Oppa.Mei Sha janji gak akan ulangi lagi..Kali Mei Sha mohon..."
"Varo Vino bawa Mei Sha ke dalam kamarnya dan kurung dia.Tanpa seijin ku dia tidak boleh keluar."
"Baik Pa."
Mereka berdua segera menyeret Mei Sha.
__ADS_1
"Huuuaaa Papi jangan kurung Mei.."
Ayahnya hanya diam melihat putrinya diseret oleh kedua putranya.
...
Hari kedua hukuman...
"Huff kalau kaya gini mending ke zaman kuno itu.Tapi disana juga gak terlalu baik.".Mei Sha meletakkan ujung bolpoinnnya ke dagunya.
"Tapi disini sangat membosankan.Setidaknya jika disana bisa bebas sedikit.."
"Kalau dipikir pikir yang bernama Yuan itu ganteng juga.Mirip dengan Lee Min Ho versi kerajaan China yang punya rambut panjang.Sangat tampan."
"Kalau ke sana lagi.Aku harus bertemu dengan banyak pria dari kerajaan lain.Siapa tahu bisa ketemu Oppa lainnya dalam versi kerajaan China.Hihihi..."Mei Sha terkikik geli membayangkan Oppa yang diidolakannya ada didunia game kerajaan China dan dengan rambut panjang khas kerajaan China.
Jika dipikir pikir game nya sangat terlihat nyata.Siapapun yang menciptakannya pasti orang yang memiliki otak jenius.
...
Hari ke 29 hukuman..
"Huhu aku udag gak kuat jalanin hukuman..."Mei Sha mengeluh.Hukuman ini sangat mengerikan dibandingkan hukuman dari gurunya.Mei Sha lebih suka dihukum lari dibandingkan dengan hukuman yang saat ini diterimanya.
"Mei'r kakak bertiga akan pergi ke pesta teman Papa dan Mama sedang makan malam apakah kamu tidak apa apa dirumah sendirian?"tanya Kak Vion dari luar kamarnya.
Wah kesempatan ambil hpnya pikir Mei Sha senang.
"Ya kak Mei Sha berani kok dirumah sendirian."sahut Mei Sha semangat.
"Tapi..."
"Tenang kan ada bodyguard."
"Baiklah kakak pergi dulu."
"Ya.."
Mei Sha yang mendengar suara langkah kaki pergi tersenyum licik.
Bersenang senanglah di pesta itu kakak ucap Mei Sha dalam batinnya
...
Sementara itu diluar.
"Yakin meninggalkan Mei'r dirumah sendirian?"tanya Varo.
"Tenang saja ada bodyguard tyang menjaga dia."ucap Vion
"Baiklah ayo pergi pesta akan segera dimulai."ucap Dion.
Mereka pergi menggunakan mobil hitam.
...
__ADS_1
vote like dan komennya jangan lupa ya guys btw ada sedikit perubahn