
Akhirnya pangeran Arlan lebih memilih untuk mengikuti apa yang diinginkan oleh pengawalnya, pria itu tahu telah melakukan kesalahan yang membuat hati Meilin merasa tersakiti lagi. kediaman tempat dia tinggal selama sudah dua bulan benaung di bawah perlindungan pangeran Arlan.
"Apa yang kau lakukan di sini?" tanya Meilin kepada kaisar yang sedang menyamar menjadi pengawal.
"Pangeran Arlan memerintahkan ku untuk selalu menjagamu." jawab Kaisar Yuan li.
"Pergi saja dari sini, kau membuatku kesal." jawab Meilin.
"Aku tidak akan membiarkanmu tinggal di sini jika aku tidak boleh tinggal di sini, itu perintah pangeran." ucap kaisar kepada Meilin sambil tersenyum.
Seketika Meilin hanya pasrah karena tidak mungkin baginya untuk melarikan diri dari pangeran Arlan, karena selama ini toh pria itu yang selalu memberikan pertolongan padanya.
Para pelayan yang ada di tempat Meilin nampak mengemasi seluruh pakaian gadis itu, memang karena Meilin bukan tipe seorang wanita yang suka hidup glamor.
Sang pangeran hanya tersenyum, pria itu sedikit tersenyum karena dia akan tahu di mana keberadaan Meilin.
"Kau akan tinggal di mana?" tanya kaisar kepada Meilin.
"Katanya di sini adalah salah satu tempat pekerja yang sudah lama kosong." jawab Meilin.
"Siapa yang memberikanmu tempat ini?" tanya kaisar.
"Tuh." jawab Meilin sambil menunjuk wajah Fasui.
"Tempat itu sangat kecil, Kenapa kau berikan padanya!!" seru kaisar kepada Fasui.
"Aku yakin Meilin tidak akan menyukai tempat yang besar karena dia hanya tinggal sendiri, apa kau tidak kasihan kalau dia tinggal sendiri di rumah yang sangat besar. bisa-bisa dia jadi pembantu dirinya sendiri." ucap Fasui yang membuat Kaisar menghela nafasnya.
Karena benar apa yang dikatakan oleh Fasui, di kerajaan Guang dia menjadi pelayan dari sang Kaisar. di kerajaan Yogdo dia juga menjadi pelayan dari pangeran Arlan. terlihat sang Kaisar menatap istrinya dengan tatapan mata yang benar-benar merasa ibah, dia tidak pernah bermaksud seperti itu, nyatanya sekarang dia selalu menyatakan perasaannya secara terang-terangan walaupun begitu Meilin selalu tidak menggubris kata-kata yang diucapkan oleh sang Kaisar.
Benar juga apa yang dikatakan oleh Fasui, kalau Meilin tinggal di tempat yang besar maka kasihan juga gadis itu.
Sang Kaisar terlihat terus menampakan senyumnya, dengan begini dia akan bebas Bersama sang istri. tidak akan ada orang yang melarangnya, tidak akan ada orang yang mengenalnya, demi wanita yang dia cintai dia rela menyamar menjadi pengawal di kerajaan lain. sebenarnya Kaisar Yuan li mempunyai satu tugas lagi, Dia harus menyelidiki mengenai kerajaan Yogdo, Sebuah kerajaan yang begitu misterius dengan beberapa kerjasama yang mereka lakukan dengan para pedagang yang datang dari kerajaan mana.
Sore itu Meilin mulai menata rumah kecil yang diberikan Fasui kepadanya, rumah yang menjadi bagian kediaman keluarga Fasui. rumah minimalis dengan 2 kamar terlihat mungil namun menawan.
"Aku akan mencari pembantu untuk membantumu menata tempat ini?" tanya Fasui.
"Tidak usah, aku masih bisa mengerjakannya sendiri!!" jawab Meilin.
__ADS_1
"Tidak usah, aku akan membantu Nona Meilin untuk menata tempat ini, lagi pula Pangeran memerintahkan aku untuk menjaga Nona Meilin di tempat ini." ucap Kaisar.
"Kenapa kau harus tinggal di sini, Kau kan bisa menjaganya dari luar!!" seru Fasui.
"Kau kira aku ini anjing apa, menjaga rumah dari luar. Apa kau kira aku tidak butuh tidur." jawab kaisar yang membuat Fasui terus mengeluarkan kata-kata yang harus bisa menyerang pria yang ada di depannya.
"Kalau kau tidak percaya tanya saja pada Pangeran, pasti dia akan menjawab seperti yang aku katakan. lagi pula Kenapa sih kau tidak memperbolehkan aku untuk menjaga Nona Meilin, lagi pula aku kan cuma pengawal. tugasku untuk menjaga dia mengawal dia setelah itu aku beristirahat." jawab Kaisar sambil tersenyum.
"Cepat bantu aku!" seru Meilin.
"Kalau begitu aku akan membantumu!!" seru kaisar.
Fasui yang melihat hal itu tentu saja dia tidak mau kalah, pria itu langsung membantu mengemasi barang-barang Meilin dan membersihkan seluruh perabotan yang kotor.
Di tempat lain seorang wanita yang bernama Yanyan sangat jengkel saat mendengar Fasui membantu Meilin. Karena Wanita itu sangat menyukai Fasui, dia bersama dengan Silwa, seorang wanita Jepang Cina yang menyukai pangeran Arlan. kedua wanita itu sedang merencanakan sesuatu agar Meilin pergi dari kehidupan kedua pria itu.
"Aku sangat tidak menyukai wanita itu, karena dia seperti parasit yang selalu menempel pada pria-pria tampan." ucap Silwa kepada Yanyan.
"Kau benar, bahkan di depan mataku Fasui terang-terangan membelanya." jawab Yanyan.
"Apa tidak lebih baik kita membunuhnya saja!" seru silwa kepada Yanyan.
"Kita tidak boleh membunuhnya, nanti kita masuk penjara." jawab Yanyan.
"Kita celakai saja atau kita ancam dia." ucap Yanyan yang sudah mulai merencanakan sesuatu untuk mencelakai Meilin.
Kedua wanita itu sedang merencanakan suatu kejahatan untuk membuat Meilin pergi dari kehidupan pangeran Arlan dan Fasui, Entah mengapa tiga pria yang hendak mendekati Meilin semua mempunyai kekuasaan.
3 hari kemudian...
"Kau ikut aku ke tempat pangeran Arlan?" tanya Fasui kepada Meilin.
"Memangnya Apa yang akan kita lakukan di sana?" tanya Meilin.
"Pangeran akan mengadakan pertemuan di kerajaan, karena beberapa hari ini kerajaan melakukan kerjasama dengan beberapa kerajaan tetangga. Entahlah, Tapi yang aku ketahui kalau beberapa kerajaan itu mempunyai militer yang lumayan bagus." jawab Fasui yang membuat kaisar Yuan li yang mendengar perkataan Fasui. Terlihat pria itu menyaring semua kata-kata Fasui, Mungkin dia akan mendapatkan informasi mengenai Pangeran Arlan. Entah mengapa Kaisar benar-benar merasa ada sesuatu yang begitu misterius dari pangeran Arlan.
Meilin menganggukkan kepalanya, terlihat suasana hatinya sudah semakin membaik Setelah dia pindah dari kediaman pangeran.
"Apakah kau sudah makan?" tanya kaisar kepada Meilin.
__ADS_1
"Belum, Tadi aku tidak sempat untuk masak. soalnya kemarin aku ketiduran malam." jawab Meilin.
Kaisar tersenyum kemudian mengelus pucuk rambut Bella.
"Sebaiknya kita makan dulu, karena aku tidak ingin kau sakit. kalau kau sakit.. Lalu siapa yang akan membantuku." ucap kaisar kepada Meilin.
Sedangkan Fasui pergi, sesaat kemudian dia membawa sesuai, pria itu langsung mendekati Meilin kembali sambil membawa beberapa makanan.
"Oh ya Meilin, Lebih baik kau makan dahulu setelah itu kita akan pergi ke kerajaan." ucap Fasui kepada Meilin.
"Memangnya Apa yang harus kita lakukan di kerajaan?" tanya Meilin kembali.
"Aku kan sudah bilang aku akan mengajakmu ke kerajaan untuk menemaniku merancang beberapa pakaian yang diinginkan oleh para putri yang ada di sana." jawab Fasui.
"Apa tidak sebaiknya kita di sini saja?" tanya Kaisar.
"Buat apa kita di sini, lebih baik kita ke kerajaan melihat para tamu kerajaan yang baru datang di tempat itu." jawab Fasui yang kemudian meminta Meilin dan sang pengawal untuk memakan masakan yang dia bawa.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
__ADS_1
- Permaisuri kesayangan kaisar
- my little wife