
"Bagaimana kondisi Kaisar, menteri Guan dan yang lain?" tanya dayang Choi kepada pengawal.
"Semuanya baik-baik saja dayang, semuanya dalam kondisi sehat." jawab si pengawal l.
Terlihat dayang Choi begitu lega setelah mendengar informasi kalau menteri Guan baik-baik saja.
"Apakah mereka hari ini sudah akan kembali?" tanya Meilin kepada si pengawal.
"Benar Yang mulia, hari ini kemungkinan Yang mulia Kaisar akan kembali beberapa hari lagi akan sudah sampai di sini." jawab si prajurit.
"Baiklah kalau begitu, kau beristirahatlah karena aku yakin tenagamu sudah terkuras dengan peperangan yang kalian lakukan dengan kerajaan sang." ucap Meilin yang diangguki oleh si prajurit.
"Yang mulia." Panggil salah satu Kasim.
"Iya ada apa Kasim?" tanya Meilin.
"Yang mulia ada beberapa rakyat yang ingin bertemu dengan Yang mulia." ucap Kasim.
"Memangnya ada apa Kasim?" tanya Meilin kembali.
Terlihat Kasim enggan untuk mengatakannya.
"Coba katakan ada apa." jawab Meilin.
"Yang mulia ada beberapa rakyat yang ingin meminta keadilan kepada Yang mulia Kaisar. mereka sudah tahu kalau Yang mulia tidak ada di kerajaan Jadi mereka ingin menemui Yang mulia permaisuri." jawab Kasim.
"Apakah kau tahu mengenai hal apa Kasim?" tanya Meilin.
"Hamba tidak tahu Yang mulia." jawab Kasim yang terlihat menundukkan kepalanya.
"Mereka ada di mana Kasim?" tanya Meilin.
"Mereka ada di aula kerajaan Yang mulia, para menteri dan beberapa prajurit mencoba untuk menghentikan mereka." jawab Kasim.
"Jangan pernah mencoba untuk melukai mereka, Baiklah kalau begitu aku akan ke sana Ayo dayang Lilan." ucap Meilin yang kemudian mengajak dayang Choi, Lilan dan Kasim untuk segera ke Aula kerajaan. ada sesuatu yang membuat para rakyat memasuki Aula kerajaan.
Tak berselang lama akhirnya Meilin sudah sampai di aula kerajaan. "Hormat kami yang mulia permaisuri!!" seru beberapa penduduk.
"Ada apa ini?" tanya Meilin yang sudah berada di depan aula kerajaan. beberapa penduduk langsung bersujud dihadapan Meilin sembari menangis.
"Permaisuri tolonglah kami!!" seru para penduduk.
"Ada apa, apa yang terjadi dengan kalian?" tanya Meilin.
"Tolonglah kami, desa kami mengalami kelaparan Yang mulia. tidak ada orang yang mau memberikan kami bantuan." jawab seorang wanita.
__ADS_1
"Bagaimana bisa hal itu terjadi, Kalian berada di desa mana?" tanya Meilin yang kemudian mendekati para warga.
"Yang mulia anda tidak boleh terlalu dekat dengan para rakyat!" seru seorang menteri.
Terlihat Meilin menatap seorang menteri yang mengatakan hal itu padanya. "Kenapa aku tidak boleh dekat dengan para rakyatku, Apakah ada yang salah? Apakah ada sesuatu yang membuat kalian tidak boleh melakukan hal itu?" tanya Meilin.
Seorang rakyat tampak menatap Meilin, dia membawa dua anak kecilnya yang terlihat begitu mengenaskan.
"Yang mulia, tolonglah kami. kami kelaparan tempat kami mengalami wabah penyakit, kami tidak tahu harus kemana pergi ke tempat pemimpin desa pun kami ditolak, kami tidak tahu Yang mulia, kami tidak tahu apa yang harus kami lakukan." ucap si wanita dan anaknya yang kondisinya begitu mengenaskan.
Langkah kaki Meilin berjalan mendekati beberapa rakyat yang sudah memasuki kerajaan. Meilin begitu tersentak di dalam kerajaan kondisinya begitu luar biasa sedangkan di luar kondisi para penduduk tidak bisa dikatakan lagi.
"Baiklah kalau begitu, aku akan pergi dengan kalian aku akan melihat bagaimana kondisi kalian." ucap permaisuri Meilin.
"Anda tidak boleh melakukan hal itu, Yang mulia. biar kami yang akan melakukannya Kami tidak akan membiarkan mereka berusaha untuk mendekati Yang mulia permaisuri!!" seru seorang menteri.
"Apakah ada yang kalian tutupi, menteri. sehingga kalian tidak akan membiarkan aku melihat para penduduk ku, Memangnya Apa yang terjadi hingga membuat beberapa desa yang ada di kerajaan ini mengalami nasib yang mengenaskan seperti itu?" tanya Meilin yang membuat beberapa menteri terdiam.
"Kalian harus ingat beberapa menteri sudah dihukum dengan hukuman yang sangat kejam, jika kalian terus menutupi kondisi beberapa desa yang mengalami kelaparan juga penderitaan maka kalian akan mendapatkan hukuman." ucap Meilin yang membuat para menteri terdiam.
"Yang mulia, yang mulia akan pergi dengan siapa? hamba akan ikut dengan uang mulia." ucap salah satu menteri sayap kanan.
"Terima kasih menteri, aku akan keluar bersama dengan Goblin dan Fasui." jawab Meilin. setelah melakukan beberapa pembicaraan itu akhirnya para menteri sayap kiri tidak bisa menghentikan Meilin, wanita itu segera pergi ke sebuah desa yang kondisinya benar-benar sangat mengenaskan bahkan kondisi mereka bisa dibilang begitu buruk.
"Terima kasih Yang mulia, Terima kasih!" seru beberapa warga. setelah mendapat jawaban dari melin terlihat para penduduk desa begitu bahagia, akan ada jalan keluar untuk mereka yang mengalami penderitaan.
"Diamlah, nanti Yang mulia permaisuri mendengar mu." jawab menteri yang lain.
Akhirnya para menteri sayap kanan mengantar Meilin, terlihat wanita itu tidak memakai pakaian formal kerajaan. Dia memakai pakaian biasa seperti rakyat biasa.
"Segera kita ke desa yang dikatakan oleh mereka." ucap Meilin.
"Baik Yang mulia." jawab Goblin.
Terlihat Fasui menatap orang-orang itu juga, tatapan matanya tertuju pada kulit Mereka yang mengalami penyakit karena sesuatu.
"Ada apa Fasui?" tanya Meilin.
"Yang mulia ada sesuatu yang membuat kulit mereka seperti itu." jawab Fasui.
"Maksudmu?" tanya Meilin.
"Kelihatannya mereka mengalami keracunan karena air." jawab Fasui.
Sesaat kemudian Meilin meminta salah satu pejabat untuk menanyakan hal itu kepada tabib Jang.
__ADS_1
"Apakah nanti siang sudah sampai di tempat itu?" tanya Meilin kepada dayang Choi.
"Kemungkinan besar siang nanti kita sudah sampai Yang mulia, karena desa itu ada di perbatasan timur." jawab dayang Choi.
Meilin tidak mengeluarkan suara sama sekali, wanita itu terus memikirkan apa yang terjadi kepada para penduduk desa yang ada di perbatasan timur. beberapa jam kemudian Meilin sudah sampai di sebuah tempat, mungkin kalau dalam hitungan jam memakan waktu sekitar 6 jam.
Siang itu Meilin sudah sampai di desa tersebut, sebuah desa yang benar-benar kondisinya sangat mengenaskan.
"Bau apa ini?" tanya Meilin.
Untungnya sewaktu mereka akan pergi meninggalkan kerajaan, Meilin meminta para tabib mempersiapkan peralatan kesehatan. sebuah sapu tangan langsung diikat di hidung Meilin.
"Ini seperti bau bangkai." jawab Fasui.
"Goblin bawa beberapa prajurit untuk memasuki tempat ini, lihat apa yang terjadi!" perintah Meilin.
"Yang mulia, bau ini adalah bau mayat dari teman-teman kami." ucap salah satu warga yang sudah ikut Meilin.
"Maksudmu apa, jika ini bau mayat Kenapa mereka tidak dimakamkan?" tanya Meilin.
"Maafkan kami Yang mulia, kami tidak mampu untuk memakamkan mereka, kondisi kami saja seperti ini kami bertahan dalam kondisi seperti ini untuk ke kerajaan agar kami mendapatkan bantuan." jawab wanita tua yang datang ke kerajaan.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
__ADS_1
- my little wife
** beberapa hari kemudian **