
Sang Kaisar benar-benar tidak akan pernah menyangka kalau Pangeran Arlan akan menemukannya, bahkan dengan terang-terangan pria itu mendekati sang istri menyentuhnya bahkan tersenyum kepada Meilin.
"Lepaskan dia!" seru kaisar saat melihat pangeran Arlan membelai pipi Meilin.
Pangeran Arlan tidak menghiraukan kata-kata dari pria yang mempunyai sifat arogan itu.
"Aku akan menjemput Meilin dan membawanya keluar dari tempatmu ini!" seru pangeran Arlan.
"Dia adalah istriku, jadi jangan pernah kau berpikir untuk mengambilnya dariku!" seru kaisar.
Terlihat Paman menteri hanya diam saja dan melihat pertengkaran 2 pria yang sedang memperebutkan Meilin. Paman menteri nampak tersenyum saat pangeran Arlan akan mengambil Meilin dari tangan kaisar, pria tua itu ingin melihat Bagaimana cara kaisar untuk merebut kembali Meilin dari tangan pangeran Arlan. apalagi pria tua itu berfikir untuk membuat sifat jelek dari keponakannya itu hilang secara permanen, dengan begitu Jika dia mencintai Meilin Gadis itu tidak akan pernah tersakiti lagi karena sikap-sikap kaisar.
"Kalau Yang mulia terus menerus bersikap seperti ini, aku tidak akan segan-segan untuk melawan yang mulia." ucap Pangeran Arlan.
"Benarkah?" tanya kaisar.
"Kenapa yang mulia harus melakukan hal itu?" tanya Pangeran Arlan kembali.
"Ini bukan urusanmu, lebih baik sekarang kau pergi dari kediamanku!!" seru Kaisar.
"Aku tidak akan membiarkan Meilin tetap bersama dirimu." ucap Pangeran Arlan yang sudah terang-terangan menantang Kaisar.
"Kau kira aku takut, dia ini adalah istri kontrak ku. jadi aku masih punya hak untuk menahan nya bersamaku." jawab kaisar.
"Apa kau lupa, aku telah membayar seluruh hutang-hutang yang dimiliki oleh Meilin. jadi jangan pernah kau berfikir untuk membuat Meilin tetap berada di sisimu!!" seru pangeran Arlan yang menyerang balik kaisar.
Sang kaisar tidak bisa mengatakan apapun, karena pangeran Arlan telah memaksa kaisar untuk menandatangani sebuah perjanjian yang ternyata itu adalah perjanjian penghapusan dan pembatalan kontrak pernikahan dengan kaisar.
"Kau telah menjebakku, Arlan!!" seru sang kasar yang benar-benar begitu murka saat dirinya mengetahui kalau Pangeran Arlan sudah menjebaknya. menjebak pria itu untuk menandatangani surat pembatalan pernikahan dengan Meilin.
"Sama halnya kau telah menjebak Meilin" jawab pangeran Arlan.
Sang kaisar tidak bisa menjawab kata-kata yang keluar dari mulut pangeran Arlan, terlihat pria itu begitu pandai memutar balik semua kata-kata yang dikeluarkan oleh kaisar.
"Tak akan kubiarkan gadis sebaik Meilin jatuh ke pelukanmu!" seru pangeran Arlan.
"Jangan bilang kalau kau mencintai istriku!" seru kaisar. yang membuat Meilin hanya melihat pertengkaran 2 pria yang berada di depannya.
__ADS_1
Kedua pria itu saling melempar kata-kata yang membuat Meilin langsung mundur dan mendekati Paman menteri.
"Adegan ini seperti di Opera teater ya, Paman." ucap Meilin kepada Paman menteri. Paman menteri sangat terkejut dengan kata-kata yang keluar dari mulut Meilin, karena Gadis itu terlihat seperti seorang gadis tanpa dosa yang sedang yang memasuki area peperangan.
"Kau tidak ingin melerai salah satu dari mereka, Meilin?" tanya Paman menteri kepada Meilin.
"Buat apa, mereka yang punya mulut mau bertengkar sampai pagi pun kira biarkan saja." jawab Meilin.
"Lalu Apakah kau tidak pusing mendengar pertengkaran mereka yang tidak ada hentinya?" tanya Paman menteri.
"Anggap saja mereka tidak ada paman, lebih baik lebih baik Paman Carikan aku tempat untuk tidur. dengan begitu aku bisa keluar dari tempat ini." jawab Meilin. terlihat gadis itu memperlihatkan senyumnya yang begitu cantik, tentu saja Paman menteri hanya bisa menggelengkan kepalanya saat melihat Meilin menggunakan situasi yang aneh dan sedikit membingungkan itu.
Tentu saja Paman menteri setuju dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh Meilin, namun saat Gadis itu akan keluar dari kediaman kaisar. nampak para pengawal pribadi pangeran Arlan langsung menghentikan Meilin.
"Sebaiknya Nona Meilin ikut bersama kami!" seru para pengawal pangeran Arlan.
"Untuk apa?" tanya Meilin kepada para pengawal pangeran Arlan.
"Karena pangeran Arlan meminta kami untuk mengantar Anda ke suatu tempat." jawab para pengawal pangeran Arlan.
"Ikut lah dengan mereka." jawab paman menteri.
Setelah mendengarkan kata-kata dari Paman menteri, nampak Meilin langsung mengikuti para pengawal pangeran Arlan. Gadis itu sudah memutuskan akan meninggalkan kaisar, karena sikapnya yang sangat jelek kepadanya. bahkan pria itu selalu menganggapnya sebagai wanita yang tidak tahu diri ataupun wanita yang sukanya menggoda para pria.
"Kalian bawa aku pergi dari rumah ini, karena aku sudah sangat muak dengan kelakuan pria itu." ucap Meilin yang kemudian mengikuti para pengawal pangeran Arlan. terlihat Gadis itu sudah mengikuti para pengawal pangeran Arlan, bahkan para pengawal pangeran Arlan telah membawanya keluar dari kediaman kaisar. kerajaan Guang adalah kerajaan besar, kerajaan Indah yang penuh dengan pemandangan cantik.
pangeran Arlan melirik kepergian Meilin yang dibawa pergi oleh para pengawalnya, terlihat pria itu tersenyum sembari menatap wajah kaisar. tak berselang lama.. 30 menit kemudian. nampak pangeran Arlan menghentikan pertengkarannya dengan Kaisar, karena jelas Meilin sudah pergi jauh dari tempat kaisar.
"Baiklah kalau begitu, Aku akan pergi dari sini. selamat melakukan kehidupanmu yang lebih baik." ucap pangeran Arlan kepada kaisar.
Kaisar Yuan li sangat geram dengan kata-kata yang dikeluarkan oleh pangeran Arlan, sesaat kemudian tatapan matanya mencari keberadaan Meilin.
"Di mana Meilin?" tanya kaisar kepada pangeran Arlan.
"Mana kutahu." jawab Pangeran Arlan yang kemudian meninggalkan kaisar. terlihat pria itu berteriak tidak karuan saat melihat Meilin telah pergi dari tempatnya dan dibawa oleh pangeran Arlan secara diam-diam.
"Aku tidak akan membiarkan Kau mengambil istriku!!" seru Kaisar kepada Pangeran Arlan.
__ADS_1
"Aku tidak peduli, yang jelas aku akan membawa Meilin pergi dari sini." jawab Pangeran Arlan.
"Berarti kau sudah siap-siap dengan semua yang harus Kau dapatkan!" seru Kaisar.
"Aku tidak peduli." jawab Pangeran Arlan yang kemudian pergi meninggalkan kediaman sang kaisar yang ada di sebuah pegunungan. emosi sang kasar nampak begitu menggebu, Paman menteri yang hal yang melihat hal itu dia tidak bisa melakukan apapun. sang Kaisar harus belajar mengerti bagaimana perasaan seorang wanita, menghargai wanita yang dia cintai bukan malah membuatnya semakin membenci dirinya.
"Tenanglah yang mulia." Paman menteri yang berusaha untuk menenangkan Kaisar.
"Aku tidak bisa membiarkan hal ini paman. aku tidak akan membiarkan pria itu mengambil istriku." jawab Kaisar dengan nada suara yang begitu tinggi.
"Apa yang akan kau lakukan?" tanya Paman menteri.
"Aku akan merebut kembali istriku." jawab kaisar yang terlihat begitu antusias untuk mendapatkan istrinya kembali.
** bersambung **
mohon dukungannya di novel baruku, dan jangan lupa dukung novelku yang lain.
- Black Rose
- Mommy
- Mantan terindah
- Suami keduaku cinta pertamaku
- Dewa perang dan Ratu sihir
- Permaisuri sang kaisar
- ijinkan aku bahagia bersamamu
- jangan sakiti aku
- pembalasan dendam Dahlia
- Permaisuri kesayangan kaisar
__ADS_1