Pernikahan Karena Satu Malam

Pernikahan Karena Satu Malam
MENGUNGKAPKAN


__ADS_3

Kejadian di pesta. Dimana Vania datang bersama kedua orangtuanya. Dan pesta itu menjadi saksi perkenalan Vania dengan Zeyn. Sebenarnya saat itu Vania sudah bertunangan, hanya saja ketika melihat Zeyn, dia langsung sangat menyukainya dan bertekad untuk mendapatkannya sampai sampai dia memutuskan pertunangannya dengan pria yang akan menjadi suami.


Vani tidak peduli itu. Baginya, dia akan lebih bahagia dan beruntung jika mendapatkan Zeyn. Tapi itu harus butuh pengorbanan. Biasanya, jika dia ingin meminta sesuatu, orang tua dan Tante kesayangannya akan langsung menurutinya karena mereka kaya dan punya banyak uang, tapi kali ini tidak, mereka masih tidak berdaya jika dibandingkan dengan kekuasaan Zeyn. Vania bahkan semakin senang ketika tau bahwa Zeyn masih single.


"Aku juga merasa seperti itu. Mereka seperti sudah saling kenal sejak lama. Aku juga beberapa kali melihat mereka bersama dengan kedekatan yang seperti kau katakan." ujar Virgo disana mengangguk pelan. Dia beberapa kali melihat Vania dan Mila bersama. Sewaktu makan, berbelanja, dan beberapa kegiatan lain, dia pernah melihat Vania dan Mila melakukannya bersama-sama.


"Mungkin ini menjadi tugas baru untukmu." ujar Zeyn tersenyum miring menatap Virgo.


Virgo menatap Zeyn jengah dan malas.


"Aku sudah mau menikah, tapi tugas tetap saja berjalan. Bagaimana jika nanti kami honeymoon? Dasar bos tidak punya hati!" ketus Virgo. Zeyn mengulum senyum dibuatnya dan berdehem pelan


"Tidak perlu ditahan, aku muak melihatnya." ujar Virgo lagi masih dengan kekesalan nya.


Zeyn hanya tersenyum kecil sambil menggeleng menatap Virgo.


"Kau boleh melanjutkan tugas tugasmu setelah kau menikah dan pulang honeymoon." ujar Zeyn disana kembali dengan wajah datarnya. Virgo langsung tersenyum lebar menatap Zeyn.


"Kau akan pergi honeymoon kemana?" tanya Zeyn.


"Kami sudah berencana akan pergi ke Paris." jawab Virgo tersenyum senang. Dia membayangkan saat saat dia menghabiskan waktu bersama wanita yang dia cintai.

__ADS_1


"Ingat, hanya satu Minggu!" sambung Zeyn tegas. Virgo yang mendengarnya menjadi lemas menatap Zeyn.


"Cepat sekali huh!" gumam Virgo lemas tapi Zeyn malah membuang muka malas.


"Kau kapan menyusul?" tanya Virgo menatap Zeyn tengil. Zeyn menatap tajam Virgo.


"Berhenti bertanya seperti itu!" tegas Zeyn tak suka. Dia sangat tidak menyukai ketika ditanya dengan pertanyaan seperti itu.


"Om Genda sangat berharap loh." goda Virgo tersenyum tengil.


Bugh...


"Aduh." ringis Virgo mengusap lengannya yang sedikit sakit karena dilempar oleh buku tebal karena ulah Zeyn.


"Lalu kau kenapa?" tanya Zeyn kembali bertanya kepada Virgo. Zeyn ingat Virgo juga mengatakan bahwa ada hal hal yang membuatnya kepikiran akhir akhir ini.


"Apanya?" tanya Virgo belum mengerti maksud Zeyn.


"Kau tadi mengatakan bahwa ada hal yang membuatmu kepikiran akhir akhir ini. Apa itu?" tanya Zeyn. Virgo yang mendengarnya menjadi sendu.


"Aku hanya kepikiran soal adik perempuanku. Aku sangat menyayanginya. Tapi dia sekarang sudah berubah. Dia dulu sangat ceria dan manja, tapi sekarang berbeda sekali. Dia tidak banyak bicara lagi. Selain itu juga, dia tidak suka tersenyum lebar lagi. Aku tidak tau apa yang membuatnya seperti itu. Tapi aku merasa, perubahannya terjadi semenjak dari aku yang menyuruhnya menginap di hotel sewaktu kita ada tugas." jelas Virgo disana menceritakan semua isi hatinya.

__ADS_1


Zeyn terdiam kaku mendengarnya. Kadang dia berpikir, bagaimana jika Virgo tau semua kelakuan bejatnya kepada adik kesayangannya? Virgo sudah menjadi seseorang yang berharga bagi Zeyn. Mereka sudah banyak melewati hal dengan bersama-sama, tapi saat Virgo tau semuanya, Zeyn yakin bahwa dia pasti akan sangat kecewa. Atau bahkan dia menjadi sangat membencinya. Zeyn tidak rela tapi mau bagaimana? Zeyn tau bahwa ini pasti akan terbongkar cepat atau lambat. Dia hanya perlu belajar untuk mempersiapkan diri.


"Putus cinta?" tanya Zeyn pelan. Dia tidak mau terlihat kikuk didepan Virgo. Virgo menggeleng tak percaya.


"Tidak mungkin. Kami sangat dekat. Aku tau bagaimana Elena. Dia pernah mengatakan bahwa dia tidak mau memikirkan laki laki sebelum dia sukses dan bisa membahagiakan kami semua. Aku juga merasa begitu. Teman temannya juga mengatakan hal yang sama." jelas Virgo membantah.


Zeyn terdiam. Dia sekarang tau bahwa Elena tidak mempunyai kekasih. Jika saja Elena mempunyai kekasih dan dia sangat mencintai kekasihnya, dia pasti akan semakin tambah terluka karena kekasihnya bisa saja menolak dirinya yang sudah tidak suci.


"Yasudahlah, lupakan saja!" ujar Virgo mengalihkan pembicaraan.


Malam telah tiba. Vania sudah bersiap untuk dinnernya bersama laki laki yang sangat dicintainya. Vania menggunakan sebuah gaun panjang berwarna cokelat keemasan dengan manik manik yang berkilau dengan belahan panjang di pahanya. Dia terlihat sangat cantik dan seksi. Apalagi menggunakan makeup yang cukup dewasa layaknya artis bollywood. Dia benar benar cocok menjadi model.


Vania sudah memberi tahu alamat dinner kepada Zeyn. Vania memesan sebuah ruangan yang mewah di sebuah cafe yang sangat terkenal. Mila juga tau akan hal ini. Hanya saja dia tidak bisa mendampingi Vania untuk bersiap karena tidak mungkin dia keluar malam malam begini, bisa bisa Genda suaminya bisa curiga.


"Aku siap." gumam Vania menatap dirinya yang sangat cantik di cermin. Dia percaya bahwa Zeyn pasti akan terpesona oleh penampilan dirinya. Kalian tau apa tujuan Vania mengajak Zeyn dinner? Dia akan mengungkapkan perasaannya kepada Zeyn. Sebenarnya dia sudah beberapa kali mengungkapkan perasaannya kepada Zeyn, tapi Zeyn menolaknya, tapi untuk kali ini, Vania percaya Zeyn akan menerimanya. Kenapa? Karena selama ini, dia sering menemani Zeyn walaupun sikap Zeyn yang acuh tak acuh kepadanya. Dia tau bahwa hanya dia wanita yang paling dekat dengan Zeyn. Dia percaya Zeyn akan menerimanya!


Bagaimana dengan orang tua Vania? Orang tua Vania masih hidup keduanya. Hanya saja mereka tidak terlalu peduli kepada Vania. Mereka sibuk dengan pekerjaan mereka masing-masing dan kepada pasangan mereka masing-masing. Iya, kehidupan keluarga Vania memang seperti itu. Vania juga merupakan anak tunggal. Jadi dia merasa sering kesepian. Tapi untungnya, dia bersyukur karena masih ada orang yang mendukungnya, yaitu Mila tantenya.


Setelah selesai bersiap, Vania langsung bergegas pergi ketempat yang dituju. Menggunakan mobil miliknya dan menempuh perjalanan sekitar 15 menit, akhirnya dia sampai ketempat dia akan menghabiskan banyak waktu bersama pria pujaan hatinya.


Vania langsung memasuki cafe itu dengan banyak pasang mata melihat dirinya, tapi Vania tidak peduli itu. Dia tetap fokus berjalan kearah ruangan yang telah dipesannya.

__ADS_1


Sesampainya di ruangan yang telah dipesannya, Vania langsung bisa melihat jika Zeyn sedang duduk sambil memainkan hp nya. Dia terlihat sangat tampan dengan jas hitam yang dikenakannya.


__ADS_2