Pernikahan Karena Satu Malam

Pernikahan Karena Satu Malam
PESTA ll


__ADS_3

Tak lama kemudian, sepasang suami istri juga mendatangi mereka yang tengah berkumpul.


"Halo jeng!" seru Elora yang datang bersama Aris disampingnya. Elora langsung cipika cipiki dengan Bita.


"Loh Elena juga ada disini ya." ujar Aris kaget yang melihat keberadaan Elena bersama sahabat dekat mereka.


"Iya om. Ini kakak cantik Tania. Om kok kenal si." sambung Tania ikut ikutan. Aris dan semuanya menatap tania.


"Kakak ini adik dari suami kak Wina." ujar Nita lembut dan gemas melihat Tania.


Tania mengangguk dengan mulut bulat sekarang mengerti. Dari tadi dia sudah mendengar kata kata seperti ini tapi belum juga mengerti, tetapi kata kata Bita membuatnya cepat mengerti.


Virgo dan Wina yang melihat sebagian keluarga mereka berkumpul segera menghampiri mereka. Sementara Nita dan Wilson tidak bergabung karena mereka masih berbincang dengan para tamu.


"Halo kak Wina." ujar Tania semangat memeluk Wina yang baru saja bergabung.


"Halo Tania, kamu cantik sekali sayang." balas Wina membalasnya pelan pelukan Tania agar riasannya tidak hancur.


"Kakak juga cantik sekali." ujar Tania lagi melihat Wina yang memang sangat cantik. Dia sangat cantik dengan riasannya yang terlihat dewasa dan gaunnya yang indah. Sejenak Tania melirik Virgo yang disamping Wina.


"Ini suami kakak?" tanya polos Tania menatap Virgo yang menatapnya tersenyum.


"Iya, ini suami kakak sayang. Ayo salam." jawab Wina dengan suruhannya dan Tania yang langsung menyalam sopan Virgo. Virgo membalasnya juga dengan gemas.


"Kakak cantik, ini Abang kakak?" tanya polos Tania menatap Elena yang sedari tadi diam.


"Iya tania, itu Abang kakak." jawab Elena tersenyum.


Virgo dan Wina serta Aris dan Elora menatapnya kaget. Sudah kenal toh...


"Loh, kok bisa kalian sudah kenal?" tanya heran Wina mewakili pertanyaan yang ingin ditanyakan yang lain.

__ADS_1


"Jadi Tania dan Brayen tidak sengaja bertemu sewaktu di taman dan akhirnya kenalan. Tania suka sekali katanya dengan Elena. Rupanya mereka bertemu lagi disini." jawab bita yang menjawab pertanyaan Wina. Semuanya mengangguk tahu.


"Berarti kita jadi keluarga kan?" tanya senang Tania.


"Enggak Tania, kita bukan siapa siapa." sambung Aditya menjawab pertanyaan sang anak. Dari mana jalannya keluarga? Mereka saja hanya berteman dengan keluarga Wina, dan mereka juga tidak terlalu kenal dengan keluarga Virgo.


Tania yang mendengarnya menjadi murung.


"Om." sambung Wina menatap Aditya sambil mengedipkan satu matanya seperti memberi kode.


"Kita semua keluarga kok Tania." ujar Wina mengusap kepala Tania tersenyum.


"Iyakan sayang?" tanya Wina menatap Virgo. Virgo gelagapan hanya mengangguk saja menatap Tania.


Tania yang melihat itu tersenyum girang. Dan langsung menghampiri Elena dengan rasa senangnya.


"Tania keluarga sama kakak cantik, hore!" seru Tania senang memeluk Elena. Elena dengan sigap membalas agar Tania tidak jatuh. Semuanya hanya menggeleng menatap mereka, dan Brayen yang juga disitu tersenyum di dalam hati. Ada rasa senang dihatinya setelah sekian lama dia tidak merasakan rasa ini lagi karena ditinggal oleh orang yang dia sayang.


Namun kemudian dia tersadar dengan perbuatannya.


"Aku sangat jahat menghancurkan hidup wanita seperti dia." gumamnya pelan dengan terus menatapi Elena. Dia adalah Zeyn yang sedari tadi melihat Elena. Tak sadar juga, Mila yang juga menatap kearah tatapan matanya Zeyn dan matanya terfokus pada Elena.


Mila tersenyum miring melihatnya.


"Sudah kutebak." gumamnya tersenyum devil.


Sekarang disinilah Elena. Setelah duduk bertiga dengan Nita dan Wilson, Elena harus menyambut teman temanya yang baru saja datang. Ya, tidak mungkin mereka tidak diundang dan tidak mungkin juga mereka tidak datang. Ini juga termasuk acara sahabat mereka.


"Maaf ya Elena, kita lama datengnya. Ini semua karena putra! Bersiap aja melebihi cewek!" seru Anira mendengus kesal menatap putra yang menampilkan wajah polosnya.


"Iya gapapa kok." Elena hanya tersenyum saja melihat mereka. Walaupun masa masa koas mereka membuat mereka jarang komunikasi, mereka ternyata bisa kembali dekat.

__ADS_1


"Sorry ya Elena hehe, gue emang lama tadi bersiapnya, yakan mana tau ada cewek cantik yang naksir." ujar putra cengengesan. Elena hanya menggeleng.


"Gak ada yang mau sama loe, muka loe aja burik!" sambung Anira dengan pedasnya. Putra menatap Anira melotot.


"Udah deh ya. Kalian ini ribut aja. Baru berkumpul juga, tetap aja suka ribut. Sekarang itu kita nyalam kak Virgo aja, nah habis itu kita makan, lihat tuh, enak enak banget makanan nya ya Allah." ujar Gina menengahi sambil menunjuk kearah makanan yang tersusun rapi dan banyak sekali. Semua menatap Gina dengan malas. Tubuh gina memang kurus, tetapi dia sebenarnya sangat suka makan, apapun masuk kedalam perutnya, tapi dipastikan enak ya.


Viktor yang sedari tadi diam saja memukul pelan kepala Gina. Gina menatap horor Viktor.


"Loe tau malu dikit deh, udah telat dateng, eh pas dateng yang dicari makanan." ketus Viktor dengan lantamnya kepada Gina.


"Eh loe diem aja ya. Mana tuh cewek loe si Kayla itu, gak pernah nampak lagi, uda putus ya? Kasihan, makanya jangan bebal kalau dibilangin." balas Gina dengan kesalnya sembari menyindir. Viktor dan Kayla memang sudah putus dan itu sudah cukup lama.


"Eh kalian gak tau? Si Viktor diselingkuhin cuy." sambung Putra ikut ikutan membuat yang lain menatap kasihan Viktor. Putra memang tau karena mereka satu jurusan dan tempat koas yang sama. Jadinya, Putra dan Viktor masih sangat dekat.


"Diem loe put. Loe juga udah putus kan sama cewe ldr loe itu!" ketus Viktor tidak terima.


"Sama aja." ujar Anira menatap Putra mengejek.


"Udah udah kalian ini. Lihat kita diliatin. Pergi sana, salam kakak gue, habis itu kalian makan trus pulang." ujar Elena sedikit pening melihat tingkah teman temannya ini.


"Hee kok gitu sih! Mentang mentang mau pelantikan, loe songong ya Elena." ujar Putra dan diangguki yang lain. Elena memang akan pelantikan wisuda sebentar lagi.


Elena terkekeh menatap mereka.


"Apa sih kalian! udah sana sana!" ujar Elena malas memperpanjang dan mendorong pelan mereka agar segera pergi menghampiri pengantin. Kalau tidak seperti itu, perdebatan tidak akan selesai wkwkw....


Elena menghela nafas lelah. Cepat sekali rasanya dia merasa lelah padahal apa yang dia kerjakan tidak terlalu berat. Elena bingung. Mungkin saat ada waktu, dia akan memeriksanya.


"Elena!" panggil Nita yang datang menghampiri Elena. Elena menoleh melihat mamanya.


"Ada apa ma?" tanya Elena.

__ADS_1


"Mama mau minta tolong. Tolong ambilkan kotak merah yang berpita di ruangan khusus pengantin. Cepat ya." ujar Nita disana lembut.


__ADS_2