Pernikahan Karena Satu Malam

Pernikahan Karena Satu Malam
DEKAT


__ADS_3

"Elena, kamu bisa kan menemani kakak untuk berbelanja. Mama kakak ingin memasak banyak dirumah dan dia mau kakak berbelanja. Kakak tidak punya kawan dan kakak akan mengajakmu. Kamu mau kan?" tanya Yuki semangat. Memang tujuan awalnya keruangan Elena adalah untuk mengajak Elena menemaninya berbelanja.


Elena sedikit linglung namun tersadar juga. Dia menatap Yuki dengan tersenyum sembari mengangguk. Yuki yang melihatnya berjingkrak senang. Dia suka sekali dekat dengan Elena karena Elena yang menurutnya sangat cocok dan sejalan dengannya. Dia suka sikap dan sifat Elena. Dan Elena juga tidak menyangka akan mempunyai boss seramah dan sebaik Yuki.


Yuki memang dikenal sebagai bos yang idaman. Dia pengertian, terbuka, tetapi dia juga tegas pada waktunya. Elena beruntung memiliki bos seperti Yuki begitupun sebaliknya.


"Nanti saat pulang nanti, kita langsung pergi ya." ujar Yuki.


"Naik mobil kakak saja, motormu biarkan saja tinggal di rumah sakit." ujar lagi Yuki dan Elena kembali mengangguk.


Sementara di tempat lain atau bisa dikatakan di kota lain, keadaannya cukup berbeda. Di kota ini sudah gelap atau dengan kata lain sudah malam. Terlihat sepasang suami istri yang sudah cukup tua duduk di depan rumah mereka dengan wajah sedihnya. Mereka saling berpelukan dengan wajah sendu mereka.


"Bagaimana keadaan putri kita ya pah? Apa dia baik baik saja? Apa dia sudah makan? Punya tempat tinggal? Bagaimana kabarnya pah? Mama rindu Elena." bisik Nita dengan keadaan yang memeluk Wilson. Dia menangis dengan terisak. Sebulan ini, hidup keluarga Wilson benar benar tidak tenang. Mereka dihantui perasaan gelisah, perasaan kekhawatiran dan rasa takut.


Wilson hanya terdiam. Hatinya sangat sangat hancur melihat keluarganya dan yang paling hancur adalah karena dia tidak bisa menjaga dan menemukan putrinya. Wilson sangat sangat merasa bersalah dan tidak berguna.


Tanpa terasa air mata Wilson jatuh tanpa diminta. Dia mengeratkan pelukannya dengan Nita. Mencium pelan kepala Nita sembari memejamkan matanya. Dia tidak tau harus bagaimana lagi.


Mereka rindu anak perempuan mereka, Elena!


Tak disangka tiga pasang mata melihat Wilson dan Nita. Wajah mereka satu per satu juga menyiratkan rasa sedih yang mendalam. Siapa itu? Tentu saja itu adalah Virgo, Wina dan Edward. Mereka memang sengaja mengintip apa yang dilakukan dan apa yang dibicarakan Wilson dan Nita.


"Bagaimana kabar Elena?" tanya pelan Wina memeluk Virgo. Virgo terdiam sembari menarik tubuh Wina untuk memeluknya.


Sudah sebulan ini, hari ke hari, dia terus mencari keberadaan Elena namun tidak ditemukan. Elena seperti hilang bak ditelan bumi tanpa ada jejak apapun lagi. Dia handal dalam hal mencari informasi namun entah kenapa dia tidak bisa mendapatkan banyak informasi tentang Elena. Virgo merasa dia lebih hebat dari Elena dalam hal seperti ini. Namun kenapa bisa dia tidak menemukan Elena? Virgo juga merasa bersalah. Sebagai kakak pertama, dia tidak bisa menjaga dan menemukan adik perempuan satu-satunya. Dia sudah meminta bantuan Zeyn dan Zeyn juga sudah membantunya, namun kenapa belum ketemu juga? Virgo tidak tau harus melakukan apa lagi.

__ADS_1


Edward terdiam sembari menatap bergantian Nita dan Wilson yang berpelukan dan Wina juga Virgo yang berpelukan. Edward teringat, biasanya jika seperti ini, dia dan Elena yang akan berpelukan. Saat semua orang berpelukan, mereka akan berpelukan walaupun mereka sering bertengkar. Namun sekarang, dia tidak bisa memeluk Elena lagi. Edward rindu Elena!


"Aku akan terus mencarinya." bisik Virgo lemah. Wina dan Edward menghela nafas panjang mendengarnya.


"Ayo kita menemui mereka." ujar Edward pelan melirik Nita dan Wilson yang masih berpelukan. Virgo dan Nita mengangguk dan mereka langsung menemui Nita dan Wilson.


Nita dan Wilson melirik ketiga anak anaknya yang datang. Nita melepaskan pelukannya dari Wilson dan langsung memeluk Wina. Wina membalas pelukan Nita. Mereka berdua menangis dengan sedihnya. Virgo dan Edward memilih duduk di dekat Wilson.


"Bagaimana kabar Elena, Wina?" tanya lagi Nita menangis.


"Mama yang sabar ya, Elena pasti ketemu." sahut Wina pelan mengusap tangan Nita lembut.


"Sudah sebulan Wina, dan Elena tidak ada kabarnya. Mama gak tau apakah dia masih hidup atau tidak, mama rindu Elena hiks." ujar lagi Nita terisak. Wina diam tidak tau harus menjawab apa lagi.


"Kalian benar benar tidak mendapatkan informasi apapun tentang Elena?" tanya Wilson dan Virgo juga Edward menggeleng menunduk. Mereka merasa tidak berguna.


Wilson menghela nafas melihatnya. Dia menatap lagi kosong kedepan. Malam kembali menjadi malam yang menyepikan bagi mereka.


Kembali ketempat Elena dan Yuki, mereka memasuki sebuah mall yang sangat besar dan terkenal di kota London ini. Iya, mereka sudah selesai bekerja dan langsung pergi seperti yang dikatakan oleh Yuki.


Elena diam saja dengan tersenyum menatapi Yuki yang terlihat sangat senang dan sesekali melihat isi mall besar ini. Dia sebenarnya sudah pernah ke mall ini namun itu sudah lama, sekarang dia bisa melihat perubahannya.


"Elena kamu tau tidak, kakak senang sekali akhirnya bisa datang kembali ke mall ini. Banyak banget deh perubahannya." ujar Yuki semangat dengan terus melirik ke kanan dan ke kiri sembari berjalan terus.


Elena mengerutkan keningnya heran menatap Yuki.

__ADS_1


"Emang kakak sudah lama gak datang ke mall ini?" tanya Elena menatap Yuki. Yuki mengangguk cepat.


"Iya, kakak udah lama banget gak kesini. Kakak sibuk banget, ngurus pekerjaan, ngurus suami, ngurus anak kakak juga, jadinya gak sempet deh ke mall." jelas Yuki jujur. Dia memang sudah lama tidak ke mall ini karena kesibukan sehari-harinya.


Elena mengangguk mengerti. Tentu kalian juga sudah tau kan jika Yuki sudah mempunyai anak satu? Pasti.


"Kalau kamu, udah pernah gak ke mall ini?" tanya Yuki. Mereka terus saja berjalan. Elena hanya mengikuti langkah Yuki.


"Udah kak, cuman itu udah lama banget. Elena bisa lihat banyak banget perubahannya." jawab Elena jujur.


"Kakak juga mikirnya gitu." sahut Yuki.


Sebenarnya Elena bingung. Tadi Yuki mengatakan bahwa dia ingin berbelanja karena mamanya ingin memasak banyak, namun kenapa ke mall? Bukannya harusnya ke pasar saja ya? Entahlah, Elena hanya mengikut saja.


"Mama kakak ingin memasak banyak, namun kenapa kita ke mall kak? Bukannya ke pasar saja ya?" tanya Elena ragu.


Yuki tertawa kecil mendengarnya. Pertanyaan Elena itu wajar dan dia tau Elena pasti merasa bingung.


"Kakak kesini sekalian mau berbelanja barang barang saja Elena. Kamu gak keberatan kan menemani kakak?" tanya Yuki menatap Elena.


"Tentu saja tidak kak. Elena pasti menemani kakak kemana saja." ujar Elena manis. Yuki semakin semangat mendengarnya.


"Ayo, nanti kakak akan belikan sesuatu juga untukmu." ujar Yuki dan Elena berbinar mendengarnya.


"Boleh deh." sahut Elena dan mereka tertawa bersama disela sela perjalanan mereka.

__ADS_1


__ADS_2