
Plakkk...
"Aduh." ringis Gina karena Anira memukul kepalanya kuat. Lebih kuat dari Viktor yang menepuk pundaknya tadi.
"Sadar Gina astaga." ujar Anira menggeleng menatap Gina. Gina menatap Anira tersentak kaget dan hanya tersenyum cengengesan. Wina hanya mengulum senyumnya disana.
"Sama saya udah kenal kan?" tanya Virgo disana.
"Aduh." ringis Virgo karena Wina mencubit perutnya.
"Ya udah kenal lah, kan kamu suami aku, aku sahabatan sama dia, ya gak mungkin dia gak tau kan siapa suami aku." ketus Wina disana kesal. Virgo hanya diam saja dengan tersenyum terpaksa. Dia memang tidak kenal karena Wina tidak pernah bercerita. Ini tidak adil! Makanya bilang bilang kalau punya sahabatan cowo! Pikirnya
"Udah kebelet malam pertama itu kak." sambung Putra bercanda namun yang lainnya kembali tertawa. Wina hanya tersenyum malu membuang muka, tetapi Virgo tersenyum lebar menandakan bisa jadi wkwk...
Semua orang tertawa. Elena hanya terkekeh saja disana ikut tertawa kecil.
"Selamat ya atas pernikahan kalian." ujar Brayen disana tersenyum tulus menjabat tangan Virgo dan Wina.
"Makasih ya." balas Virgo tersenyum tulus juga sambil kembali membalas tangan Brayen. Brayen juga menjabat tangan Wina tapi Wina memeluk Brayen.
Virgo yang melihat itu memudarkan senyumnya. Elena dan teman temannya mengulum senyum berusaha agar tidak tertawa lagi melihat ekspresi cemburu milik Virgo.
"Makasih ya Bray. Dan makasih karena selama ini kamu udah baik, pengertian, dan selalu menjaga aku. Sekarang aku udah nikah dan udah punya suami. Dia yang akan selalu menjaga dan selalu bersamaku. Aku mendoakan agar kamu bisa melupakan dia dan bisa menyusul seperti aku." ujar Wina disana tersenyum tulus. Matanya berkaca kaca melihat mata Brayen yang masih menggambarkan rasa luka. Dia tau masa lalu dan luka dalam Brayen yang gagal menikah karena ditinggal kekasihnya. Brayen pasti masih sangat terluka dan membayangkan bagaimana jika dia benar benar menikah, beginilah rasanya dan tentu saja Brayen yang lebih dulu menikah. Namun semua harapan itu harus sirna begitu saja karena pria lain yang paling disukai oleh kekasihnya.
Mereka yang sedari tadi mengulum senyum menjadi kembali terdiam dengan ekspresi penasaran karena mencerna kata kata Wina. Virgo juga begitu. Dia menjadi penasaran melihat Wina dan sahabatnya Brayen yang tiba tiba menjadi sedih. Apa yang terjadi?
Brayen mengangguk tersenyum paksa setelah pelukannya terlepas. Dia sejenak membuang muka untuk menarik nafas. Rasanya masih sangat sesak setiap kali mengingat nasibnya.
__ADS_1
"Yaudah aku pulang ya." ujar Brayen pelan namun masih terdengar.
"Kami antar ya kedepan, iyakan sayang?" ujar Wina sambil melirik Virgo untuk mengiyakan.
Virgo yang mengerti segera mengangguk menyetujui.
"Iya, biar kami antar saja." sambung Virgo langsung berdiri. Brayen hanya mengangguk pelan saja. Lalu setelahnya mereka semua pergi kedepan gedung untuk menghantarkan Brayen sehingga meninggalkan Elena dan teman temannya.
"Ada apa? Kok tiba tiba suasananya kaya sedih dan penuh luka gitu?" tanya Anira penasaran karena peka akan situasi.
"Iya, aku juga merasa gitu. Kemungkinan pak dosen yang ganteng punya masa lalu yang menyakitkan deh." sambung Gina yang juga peka.
"Entahlah, itu bukan urusan kita." ujar Elena mengangkat bahu acuh. Bukan tidak peduli, cuman memang kan itu bukan urusan mereka yang harus dipikirkan? Jadi tidak perlu ikut campur urusan orang lain.
"Eh btw temen koas loe mana Elena? Tumben gak kelihatan dari tadi?" tanya Viktor mengalihkan pembicaraan.
"Sean memang tidak datang. Katanya dia tidak bisa datang karena kebetulan malam ini adalah pertunangan sepupunya. Dan tentu saja dia harus datang. Dia hanya menitipkan salam saja." jelas Elena disana tenang. Teman temannya hanya mengangguk saja.
"Yaudah, malam sudah semakin larut, kami pulang ya Elena." ujar Anira mulai berdiri diikuti oleh yang lain.
"Iya Elena, makasih ya buat makanan enaknya." ujar putra disana cengengesan.
"Hehe iya Elena." sambung Gina juga.
"Kami pulang ya Elena, biar kami saja nanti yang pamit kepada kak Virgo dan kak Wina di depan." ujar Viktor tenang. Diantara keempat sahabat Elena, Viktor adalah orang yang paling tenang dan kalem walau tidak terlalu kalem, setidaknya dia tidak sereceh Gina, Anira, dan putra.
Elene mengangguk tersenyum.
__ADS_1
"Iya, makasih ya udah dateng. Ayo, aku antarkan saja kedepan." sahut Elena dan segera menjauh pergi bersama teman temannya.
Malam pernikahan Virgo dan Wina berjalan dengan lancar. Malam semakin larut dan para tamu undangan sudah kembali pulang ke kediamannya masing masing. Keluarga Genda dan Zeyn juga sudah pulang. Dan keluarga Wina ternyata pulang kembali ke kediamannya namun berbeda dengan Wina yang sekarang sudah tinggal bersama Virgo dan mereka masih tinggal di kediaman Wilson. Besoknya mereka akan merencanakan kepergian mereka untuk honeymoon.
**************
Hari baru telah menyambut. Walaupun pernikahan sudah selesai, ternyata kesibukan tetap saja masih banyak. Pasutri yang baru saja menikah akan pergi honeymoon. Namun mereka semua terlebih dahulu akan malam bersama dulu sebelum besok kepergian Wina dan Virgo untuk berbulan madu.
"Wina, nanti keluarga kamu datangkan?" tanya Nita kepada Wina saat sarapan bersama di meja makan. Wina mengangguk mengiyakan.
Memang, nanti malam, mereka akan makan malam bersama sebelum besok kepergian Wina dan Virgo untuk honeymoon.
"Iya ma, mama dan papa akan datang nanti malem, cuman mereka bilang mereka bawa keluarga kerabat dekat mereka ma, bolehkah?" tanya Wina ragu. Wina takut keluarga Wilson risih karena keluarganya membawa keluarga orang lain untuk makan bersama.
"Keluarga Tania ya?" tanya Elena menyambung.
"Yang kemarin di pesta pernikahan?" sambung lagi Virgo.
Nita, Wilson, dan Edward saling melirik karena tidak tau dan tidak mengerti. Bagaimana bisa mereka sepertinya tau tetapi mereka tidak? Dan apa katanya tadi? Pesta? Kita sama sama berpesta, tapi kenapa mereka tidak tau....
"Loh kok kalian tau, tapi kami tidak tau?" tanya Nita terheran dan diangguki pelan oleh Edward dan Wilson.
"Yaudah makanya lihat saja nanti ma. Orangnya baik, gaul lagi. Anaknya juga lucu banget loh ma pah." ujar Virgo antusias mengingat Bita, Aditya, dan Tania yang sangat menggemaskan.
"Yaudah, bilang kita disini menunggu ya." ujar Nita tersenyum penasaran melirik Wina yang juga tersenyum.
"Iya ma, nanti Wina bilangin." balas Wina tersenyum senang.
__ADS_1
Dia pikir, keluarga suaminya akan kesal dan risih mengetahui keluarganya mengundang orang baru, tapi ternyata dia melupakan satu hal, kalau keluarga suaminya sangat baik dan welcome!