
Ditempat lain, sebuah kediaman rumah tengah terdengar tertawa akan kebersamaan keluarga mereka. Mereka terlihat sangat bahagia.
"Masakan mama sedari dulu tidak pernah berubah!" puji seorang wanita yang tidak lain adalah Yuki.
"Iya ma, Yuki benar." sambung seorang pria disampingnya Yuki. Tentu saja dia adalah suami Yuki, Xior.
Kalian ingat siapa itu Xior???
"Makanannya enak banget, Reno suka nenek." ujar seorang anak laki laki.
"Kalian ini terlalu berlebihan. Sudah sudah nikmati saja." jawab seseorang yang dimaksud. Dia seorang wanita paru baya yang masih terlihat sangat cantik.
"Nenek kamu ini terakhir masakin kamu waktu bayi Reno, sekarang kamu sudah bisa merasakan masakannya. Enak kan!" ujar lagi xior memuji. Reno mengangguk semangat mendengarnya sembari memberikan jempol dengan kedua tangannya.
Tapi, siapa wanita paruh baya itu? Dia adalah Arihta. Kalian masih ingat??? Silahkan mengingat kembali tokoh tokohnya.
"Kamu berbelanja sebanyak ini sendirian Yuki?" tanya Arihta menatap Yuki yang makan dengan nikmat.
"Tidak mama. Yuki ditemani oleh seseorang." jawab Yuki tenang masih makan dengan nikmat.
"Laki laki?" tanya xior tegas menatap Yuki.
"Papa cemburu ya." ledek Reno menatap papanya xior. Xior hanya membuang muka malu. Arihta dan Yuki mengulum senyum melihatnya.
"Enggak sayang, dia seorang wanita. Kalian tau? Dia wanita yang sangat baik sekali. Dia baru bekerja di rumah sakit sekiranya satu bulan lebih, namun aku sudah bisa menebak karakternya. Dia rajin, dia ramah, dia baik, dan bisa diandalkan. Aku senang mengenalnya." jelas Yuki menceritakan isi hatinya mengenai Elena.
"Kalau begitu, kenapa tidak diajak saja makan bersama? Lagian dia juga sudah menemanimu berbelanja sebanyak ini." ujar Arihta.
"Iya sayang, kenapa tidak diajak?" tanya lagi xior.
__ADS_1
"Dia tidak mau. Aku sudah mengajaknya, namun dia menolak. Katanya, dia sangat lelah dan masih punya banyak kerjaan." jawab Yuki. Tentu saja dia sudah mengajak Elena untuk makan bersama namun Elena menolak. Kalian tau kenapa? Karena dia merasa sangat lelah namun dia beralasan lain juga.
"Kalian sudah sangat dekat?" tanya Arihta menatap Yuki.
"Tidak terlalu sih ma, hanya saja baru baru ini kami memang cukup dekat. Aku yang mendekatinya. Dia sedikit pendiam dan cukup tertutup sekali. Aku tidak tau jalan hidupnya seperti apa karena dia tidak mau menceritakannya. Hanya saja sewaktu kami bersama tadi, dia menceritakan sedikit mengenai kehidupannya. Aku sedikit penasaran namun aku tidak bisa memaksanya bercerita semua." jelas lagi Yuki.
Xior dan Arihta mengangguk mendengarnya dengan seksama.
"Dia sudah menikah?" tanya xior.
"Belum, dia belum menikah. Dia bukan orang sini, dia hanya datang kesini untuk bekerja. Dia orang yang pandai ketika aku memeriksa riwayat pendidikannya. Dan dia memilih bekerja disini karena dia menyukainya namun alasan lain dia masih belum mau menceritakannya." jelas lagi Yuki lebih dalam.
"Dia tinggal sendiri jadinya?" tanya Arihta lagi.
"Iya ma, dia tinggal sendiri disini." jawab Yuki.
"Seseorang siapa ma?" tanya Yuki mendengarnya.
"Tidak tidak, lupakan saja. Yasudah kalau begitu, kau dekati saja dia. Dia tinggal sendiri di kota ini, kemungkinan besar dia sering merasa kesepian. Kalau kau memang merasa dia wanita baik baik, bertemanlah dengannya nak." ujar Arihta lembut. Yuki mengangguk semangat mendengarnya.
"Iya sayang, sekali sekali ajak saja dia kesini." sambung xior.
"Itu benar." sambung lagi Arihta. Yuki semakin semangat untuk dekat dengan Elena.
Orang yang dibicarakan tengah duduk dengan tenang di balkon kamarnya. Dia dengan tenang menatap langit malam yang indah.
"Elena rindu kalian." gumam Elena.
"Mama apa kabar? Papa, kak Virgo, kak Wina, dan kak Edward juga apa kabar? Aku rindu kalian semua. Kalian juga rindu Elena kan? Aku juga rindu Tante elora dan om Aris, trus keluarga Tante bita, apalagi Tania. Tubuhnya pasti bertambah besar. Teman temanku juga apa kabar ya? Apa putra dan Anira sudah pacaran? Gina juga apa kabar? Viktor pasti menjaga mereka dengan baik, karena aku sudah meminta itu kepadanya. Aku rindu kalian semua. Semoga suatu hari nanti kita bisa bertemu lagi ya." gumam Elena panjang kepada dirinya sendiri. Jujur, dia juga merasa sangat kesepian. Saat saat seperti ini, dia pasti menangis mengingat semua orang yang dia sayangi.
__ADS_1
"Bagaimana kabar Brayen juga ya? Apa dia sudah berhasil melupakan mantannya yang telah meninggalkannya itu? Dan pria bajingan itu pasti sudah menikah dengan wanita itu. Mereka cocok sekali karena sama sama manusia tidak punya hati. Wanita tua itu juga, aku sangat membencinya!" gumam lagi Elena dengan kesal mengingat Zeyn, Mila dan Vania. Dia pasti tidak lupa dengan wajah dan perkataan tidak punya hati dari mereka. Elena tidak akan melupakan itu!
"Sudahlah, semuanya sudah terjadi. Sekarang tinggal ada aku dan anak anakku, benarkan sayang. Kalian sehat sehat ya diperut mama. Mama pasti jaga kalian dengan hidup mama. Mama menyayangi kalian." gumam Elena mengusap perutnya yang mulai lebih berisi. Kehamilannya sudah jalan dua bulan.
Apa Elena tidak memikirkan nasibnya saat semuanya terbongkar? Tentu saja dia memikirkannya. Elena sudah memutuskan agar dia bekerja untuk mendapatkan gaji yang akan dia pakai untuk membuka usaha atau bahkan klinik jika uangnya cukup jika sewaktu waktu Yuki malah memecatnya jika dia sudah mengetahui bahwa dirinya hamil tanpa suami
Elena sudah memikirkan itu!
"Bulan depan, jadwal pemeriksaan mama. Mama pasti akan periksa keadaan kalian di dalam ya!" gumamnya lagi mengingat jika dia perlu memeriksa kandungannya sekali dalam sebulan saja.
Setelah setelah dari kegiatan kesendirian itu, Elena memilih masuk karena angin malam juga sudah semakin dingin. Dia mau menjaga kandungannya untuk tetap baik baik saja. Hanya anaknya yang masih berada di kandungan yang menjadi hartanya paling berharga sekarang.
...****************...
Tok...tok..tok...
"Masuk!" sahut Zeyn karena pintu kamarnya terketok.
"Malam sayang." ujar wanita yang datang ke kamar Zeyn. Dia adalah Mila!
"Ada apa ma?" tanya Zeyn to the poin. Tidak biasanya Mila menghampirinya seperti ini, apalagi langsung ke kamarnya. Pasti ada maunya ini!
Mila tertegun karena Zeyn tidak membalas sapaan malamnya dan malah langsung bertanya tujuannya datang. Mila lagi lagi lupa siapa itu Zeyn!
Mila tersenyum menghampiri Zeyn yang sedang duduk di sofa tidurnya. Zeyn hanya diam menatapi Mila yang mendekatinya.
"Kamu lagi apa?" tanya Mila basa basi tanpa menjawab pertanyaan Zeyn.
"Seperti yang mama lihat. Ada apa datang ke kamar Zeyn?" jawab singkat Zeyn dan kembali bertanya karena tidak mendapatkan jawaban. Zeyn sudah paham seperti apa Mila ini.
__ADS_1