
Wina menghela nafas mengingat semua yang terjadi.
"Brayen sebenarnya mempunyai kekasih yang sangat dicintainya. Bahkan mereka sudah tunangan saat kita baru baru berpacaran. Hanya saja, kekasihnya tiba tiba saja menemuinya dan langsung mengatakan bahwa dia ingin memutuskan hubungan dengan Brayen, padahal disitu situasinya mereka sudah bertunangan. Brayen sangat terluka. Dan aku bisa melihat bahwa dia belum bisa move on dari wanita itu. Dia sangat mencintainya, tapi entah kenapa kekasihnya itu tega sekali meninggalkan Brayen. Itulah sebabnya mengapa dia sampai sekarang belum menikah atau mempunyai kekasih, dia masih terbayang-bayang dengan wanita itu." jelas Wina melanjutkan. Dia juga menjelaskan dengan penuh perasaan. Dia sangat membenci wanita yang telah membuat Brayen seperti itu. Menurutnya, wanita itu sangat jahat sekali. Dia juga ikut merasa sangat sedih mengingat bagaimana keadaan Brayen saat baru putus hubungan dengan wanita itu. Brayen sempat depresi berat! Asal kalian tau!
Virgo hanya diam sambil terus mendengarkan penjelasan Wina. Dia jadi paham seperti apa Brayen itu dan masa lalunya. Pantes saja sewaktu di pesta pernikahannya, senyum Brayen terlihat menyiratkan sesuatu hal.
"Sampai sekarang dia tidak mau mencari wanita lain?" tanya Virgo menatap Wina tenang.
Plak..
"Aduh." ringis Virgo memegang keningnya saat Wina memukulnya cukup kuat.
"Kan sudah dikatakan tadi dia belum bisa move on, dia masih terbayang-bayang dengan wanita sialan itu!" ketusnya kesal.
"Galak!" gumam Virgo namun masih nyaris terdengar Wina. Wina melotot menatap Virgo.
"Apa tadi yang kau katakan?" tanya Wina menatap tajam Virgo.
Virgo menatap gugup Wina sambil tersenyum cengengesan. Wina membuang muka kesal.
"Enggak ada sayang." ujar Virgo menampilkan senyum manisnya sambil mengelus lengan Wina lembut.
Wina tiba tiba teringat jika tadi Virgo ingin membahas tentang Elena tapi belum jadi jadi, padahal mereka sempat ribut karena hal itu.
__ADS_1
"Tadi kau bilang ingin membahas tentang Elena, ada apa dengannya? Dan apa yang aneh dengan Brayen?" tanya Wina menatap Virgo penuh tanda tanya.
Virgo menghela nafas pelan dan menatap Wina dengan tenang.
"Kemarin aku tidak sengaja melihat dia beberapa kali melirik Elena dan mereka juga cukup dekat, aku hanya takut saja." ujar Virgo mengingat dia yang beberapa kali melihat Brayen melirik Elena dan mereka yang bersama malam itu.
Wina tersenyum mendengarnya.
"Bagus dong kalau begitu. Emangnya apa yang kau takutkan sayang?" tanya Wina terheran.
"Sebelumnya kau suka melihat Elena dan Brayen dekat?" tanya Virgo menatap dalam Wina. Wina mengangguk semangat.
"Iya, aku suka melihatnya. Mereka kelihatannya cocok." ujar Wina tersenyum mengingat Brayen dan Elena jika bersama.
Wina tersenyum tipis dengan mencoba mengerti perasaan Virgo. Dia tau Virgo ini sangat menyayangi adik adiknya terutama Elena sebagai adik perempuan satu-satunya.
"Percayalah, Brayen itu laki laki yang baik dan bertanggung jawab." ujar Wina meyakinkan Virgo sambil mendekatkan tubuhnya ke tubuh Virgo.
Virgo terdiam dengan mengangguk pelan namun tatapannya kembali menjadi kosong.
"Ada apa sayang? Apa masih ada yang ingin kau katakan?" tanya Wina lembut.
"Tidak apa apa jika aku mengatakannya lagi?" tanya Virgo masih saja ragu.
__ADS_1
"Aku sudah menjadi istrimu, jadi aku akan selalu siap mendengarkan dan menemanimu." balas Wina lagi lembut.
"Thank you, aku benar benar beruntung memiliki istri yang pengertian sepertimu." puji Virgo lagi bersyukur. Dia benar benar sangat bersyukur mendapatkan wanita seperti Wina. Ini sebuah pemberian yang luar biasa dari tuhan kepadanya. Dia berjanji akan terus menjaganya. Tolong ingatkan dia akan janjinya ya!
"Yasudah katakanlah." ucap Wina lagi menunggu.
"Aku hanya merasa Elena ada menyembunyikan sesuatu dari semua orang." ujarnya pelan.
"Menyembunyikan apa?" tanya Wina.
"Pikirkan saja sayang. Elena dan bosku tidak saling mengenal, bahkan mereka pertama kali bertemu saat Elena datang mengantarkan bekal kepadaku. Namun mulai dari saat itu, aku merasa Elena benar benar berubah. Dia tidak lagi manja, banyak bicara, tengil seperti dulu, dia sekarang lebih banyak diam bahkan mama juga merasa Elena sudah sangat berubah. Aku berulang kali bertanya apa masalahnya, namun dia tidak menjawabnya. Bos ku juga semakin lama ada yang aneh dengannya, dia semakin lama semakin banyak diam dan seperti memikirkan sesuatu, lalu pada hari pernikahan kita, kau lihat sendiri kan mereka berbincang berdua seperti itu, padahal aku kenal baik bossku tidak mau dekat dekat dengan seseorang yang tidak terlalu dikenalnya. Aku benar benar merasa ada yang aneh." jelas Virgo mengungkapkan semua keraguannya. Ingatlah, Virgo ini sangat handal dalam sebuah hal pengamatan, itulah mengapa Zeyn sangat mengandalkannya dalam hal mencari informasi. Dan akhir akhir ini, dia mengamati banyak hal yang membuatnya benar benar bingung.
Wina terdiam mendengarnya. Sebenarnya dia juga merasa Elena sudah cukup berubah dibandingkan dulu namun dia tidak mau berpikiran negatif.
"Aku mengerti perasaanmu sayang. Tapi kita tidak boleh terus berpikiran negatif tentang Elena. Dia sudah besar, jadi jikapun dia mempunyai masalah, kita harus yakin bahwa dia mampu mengatasinya. Dia sudah dewasa, kita tidak perlu lagi ikut campur mengenai kehidupannya. Dia tentu tau apa yang terbaik buatnya kan? Bukannya dia gadis yang pandai? Jadi kita harus tetap berpikiran positif ya sayang." ujar lembut Wina menenangkan Virgo. Dia tau Virgo pasti sangat gelisah. Dia tau Virgo ini orang yang sangat mudah kepikiran akan suatu hal. Dia akan terus-menerus memikirkan hal yang masuk kedalam pikirannya.
Wina mengelus lembut tangan kekar milik Virgo sambil tersenyum hangat menatapnya. Virgo yang merasakannya menjadi jauh lebih tenang. Ini benar benar sangat berpengaruh kepadanya. Hatinya jauh lebih tenang dan hangat melihat sentuhan dan senyuman lembut orang yang dicintainya.
"Kau benar sayang, dia tau apa yang terbaik buatnya." sahut Virgo setuju dengan kata kata Wina.
"Yaudah kalau begitu, kita akan melanjutkan lagi hm?" ujar Virgo mendorong tubuh Wina yang polos ke kasur. Wina tersenyum mengangguk malu. Akhirnya mereka kembali melanjutkan kegiatan panas mereka itu. Dicampur rasa cinta, kasih sayang, dan kehangatan. Itulah bedanya rasanya, kita bisa sangat menikmati **** saat kita sudah benar benar terikat dengan sah atau maksudnya menikah dengan sah, dibandingkan dengan **** yang bebas tanpa ada ikatan, mereka pasti tidak bisa merasakan perasaan seperti ini, hanya sejenak namun setelahnya, perasaan takut, bersalah, dan tidak berharga akan menghantui mereka.
...****************...
__ADS_1
Hari sudah mulai gelap. Elena baru saja siap melakukan pekerjaan tugasnya. Dia berjalan dengan santainya kearah parkiran. Dia membawa motornya hari ini. Elena naik dan mulai memakai helmnya. Namun saat hendak pergi tiba tiba mobil mewah berwarna silver datang dan tepat berhenti didepannya. Elena menyipitkan matanya karena cahaya dari mobil itu sendiri dan mulai melihat dengan jelas siapa yang menghalangi jalannya.