Pernikahan Karena Satu Malam

Pernikahan Karena Satu Malam
TIDAK DIJAWAB


__ADS_3

Beberapa hari berlalu. Semua persiapan untuk pernikahan besok sudah selesai dilakukan. Pernikahan umum yang mengundang banyak sekali orang. Keluarga Virgo dan keluarga Wina termasuk cukup berada dan terkenal. Maka tak heran tamu undangannya juga pasti banyak.


Virgo yang baru saja mandi hendak ke dapur untuk mengambil minum, namun matanya terhenti melihat Elena yang sedang santai sambil membaca sebuah buku. Elena duduk santai sambil membaca tepat didepan kolam, dan Virgo bisa melihat itu karena kaca yang transparan.


Melihat sejenak Elena, Virgo mulai berjalan menghampiri Elena. Sesampainya di samping Elena, Virgo berdehem membuat Elena yang asik membaca menoleh mendengar suara. Elena melihat Virgo yang berada disampingnya tenang.


"Kakak boleh duduk?" tanya Virgo melirik kursi disamping Elena. Virgo memang masih berdiri.


Elena yang mendengarnya mengangguk dengan tersenyum tipis.


"Ada apa kak?" tanya pelan Elena menatap Virgo.


"Enggak ada apa apa. Kakak hanya rindu duduk berdua bersama adik kesayangan kakak." jawab Virgo tersenyum manis menatap Elena.


Elena tersenyum lebih lebar mendengarnya. Elena tidak menyalahkan Virgo atas masalah buruk yang menimpa dirinya. Hanya saja rasanya canggung sekali. Elena tau bahwa Virgo sangat menyayangi dirinya, dan dia tidak bisa membayangkan bagaimana reaksi Virgo saat dia tau semua kebenarannya. Masalahnya juga adalah pelaku utama atas masalah buruk yang menimpa dirinya adalah bos sekaligus sahabat kakaknya sendiri. Elena tau bahwa Virgo dekat dengan Zeyn karena saat saat dulu, Virgo sering bercerita tentang dirinya bersama Zeyn.


"Elena juga rindu kak." balas Elena tersenyum.


"Kakak ingin bertanya, tapi kalau kamu gamau jawab juga gak apa apa kok." ujar Virgo mulai serius. Elena diam menatap Virgo lamban.


"Apa kak?" tanya Elena.

__ADS_1


"Kamu semakin lama kakak lihat semakin berubah. Dulu kamu adik kakak yang paling ceria, jahil, nakal tapi sekarang sudah mulai dingin, datar, cuek lagi. Elena, kamu punya masalah apa? Kamu kan punya kakak. Kakak selalu siap dengarkan kamu dan bantu kamu." jelas Virgo lembut mengusap kepala Elena.


Elena menghela nafas menunduk. Mendongak dan menatap Virgo dengan pandangan kosong. Elena rasanya tidak sanggup mengatakan apapun lagi. Suaranya seperti tidak mau keluar dan tercekat. Matanya mulai berkaca-kaca. Saat bersama Virgo, kakak terbaiknya dan juga Edward, Elena seperti anak bayi yang lemah. Saat ingin menangis, dia langsung menangis dan tidak bisa menahannya.


Hingga gelengan kepala dan pelukan yang bisa menjawab pertanyaan Virgo. Elena menggeleng lalu langsung memeluk Virgo erat. Virgo membalas pelukan Elena sembari mengusap kepalanya lembut. Dia semakin yakin bahwa ada yang disembunyikan oleh Elena. Punggung Virgo rasanya basah dan dia tau bahwa Elena pasti menangis. Karena Elena tak kunjung melepaskan pelukannya, Virgo mulai melepas dan menaruh kepalanya Elena di dadanya. Elena tetap memeluk Virgo dan Virgo yang merangkul elena.


"Kakak tidak bisa memaksamu bercerita. Tetapi saat kamu sudah siap nanti, kamu bisa cerita sama kakak ya." ujar Virgo lembut namun Elena tak menyahut. Dia hanya diam saja.


"Kakak boleh bertanya sekali lagi?" bisik Virgo pelan. Dia tidak tenang kalau belum mendengar langsung dari Elena.


Elena mengangguk pelan tanpa melepaskan pelukannya.


"Kamu kenal sama bos kakak?" tanya Virgo menatap Elena yang tidak menatapnya.


Virgo menyadari itu namun tetap terdiam. Dia sangat menunggu jawaban dari Elena namun Elena tak kunjung menjawab. Virgo jadi sadar bahwa Elena juga tidak akan menjadi pertanyaan yang ini. Virgo merasa bingung harus bagaimana lagi. Dia hanya diam menikmati pelukan Elena begitupun Elena yang diam saja menikmati rasa nyaman memeluk kakaknya.


Disudut lain, terlihat Wilson dan Nita yang sedari tadi mengintip. Dan disudut lain juga, Edward mengintip. Mereka sama sama tidak sengaja melihat Elena dan Virgo yang berduaan dan seperti berbincang serius. Nita dan Wilson sangat berharap Virgo bisa menanyakan alasan dibalik perubahan Elena. Edward bukan tidak mau bertanya, tetapi dia merasa Virgo jauh lebih dekat dan lebih akrab dengan Elena. Jadi dia yakin bahwa Elena pasti mau bercerita kepada Virgo.


Virgo hanya diam saja sambil terus mengusap kepala Elena. Dia terlihat sibuk dengan pemikirannya. Sementara Elena yang merasa sangat nyaman dengan posisinya yang memeluk Virgo membuat dia tertidur dengan pulas. Virgo benar benar sangat berharap Elena mau menjawab pertanyaan yang tadi. Setidaknya dia mau menjawab apakah dia kenal atau tidak dengan Zeyn, itu juga sudah cukup memuaskannya. Virgo tidak sempat bertanya kepada Zeyn karena kesibukannya mengurus pernikahannya. Namun, dia pasti akan bertanya pada waktu yang cocok.


Virgo menghela nafas lelah seharian. Lalu merasakan nafas Elena yang teratur dan tenang. Dia jadi tau bahwa Elena pasti sudah tertidur. Melihat wajah Elena yang tertidur pulas, membuat Virgo tidak tega membangunkannya. Virgo langsung mengangkat tubuh Elena dan menggendongnya lembut. Virgo membawanya kedalam kamar elena dan memposisikan dengan sangat baik. Menyelimuti elena dan mengecup keningnya sebelum pergi.

__ADS_1


Keluarnya Virgo dari kamar Elena ternyata Wilson, Nita dan Edward sudah menunggu di luar. Virgo menatap mereka penuh tanda tanya.


"Bagaimana Virgo?" tanya Nita lembut dengan wajah berharap. Virgo mengerutkan keningnya tidak mengerti namun sejenak dia akhirnya paham maksud dari Nita.


Virgo menghela nafas dan menggeleng menatap Nita dan semuanya.


"Dia tidak bercerita ma." ujar Virgo sendu. Nita dan yang lainnya yang mendengarnya ikut merasa sendu dan murung. Nita menghela nafas khawatir. Sebenarnya apa yang terjadi dengan anak perempuannya? Dia tidak bisa ditebak.


Keesokkan harinya, terlihat semua orang sibuk dengan kegiatannya masing masing. Acara pernikahan Virgo dan Wina akan diadakan di sebuah gedung mewah dan acaranya akan dimulai saat menjelang malam nanti.


Tidak terasa waktu yang ditunggu tunggu telah tiba. Semua para tamu undangan mulai berdatangan dengan pakaian mereka yang rapi dan terlihat mahal.


"Selamat ya Virgo." ujar Genda yang datang bersama Mila disampingnya. Genda menyalami Virgo dan Wina diikuti oleh Mila.


"Terimakasih om." Balas Virgo tersenyum lebar.


"Zeyn ada kasih kamu cuti buat honeymoon kan?" tanya Genda tersenyum melirik Zeyn yang tidak jauh dari mereka. Sang empu yang sedang dibicarakan hanya melirik malas saja. Ya, Zeyn sedang duduk santai dengan minuman gelas ditangannya.


"Ada sih om, cuman ya sebentar banget." balas Virgo memelas menatap Genda.


"Loh, berapa minggu?" tanya Genda.

__ADS_1


"Cuman seminggu om, huh." jawab Virgo mendengus kesal menatap Zeyn.


"Astaga Zeyn! Gak Punya hati kamu ya! Makanya kamu kawin sana trus coba rasain dikasih cuti cuman seminggu buat honeymoon, gimana perasaan kamu ha?!" ujar Genda kesal menatap garang Zeyn. Zeyn hanya diam saja, dan melotot menatap Virgo. Virgo sialan!!


__ADS_2