
Elena berjalan ke arah teman temannya. Dia menatap mereka dengan pandangan sedih dan sayang.
"Elena kau pembohong. Kau mengatakan kau akan pergi kira kira seminggu lagi tapi kau akan pergi hari ini." ujar gina menangis memukul Elena pelan. Elena tersenyum mengusap air matanya yang jatuh lagi.
"Aku tidak tau kalau keadaannya akan seperti ini. Ini terburu buru Gina. Kan aku juga akan pulang nanti." ujar Elena disana. Gina membuang muka kembali menangis. Elena berjalan menatap Anira, putra, dan Viktor. Mereka saling berpelukan.
"Elena, kau jaga diri baik baik ya. Sampai disana kau harus memberitahu kami. Kau harus pulang secepat mungkin, agar kita bisa bermain bersama sebelum akhirnya kau akan pergi lagi untuk waktu yang lebih lama." ujar Anira sedih.
Siapa yang tau bahwa malah kepergian sekarang adalah kepergian yang dalam waktu yang sangat lama. Bahkan dia tidak tau apakah dia masih bisa kembali atau tidak. Hanya Elena yang tau itu!
Elena mengangguk saja.
"Elena harus baik baik ya. Tidak ada lagi wanita dewasa untuk sementara di pertemanan kita." ujar putra. Elena tersenyum menatapnya.
"Kalau aku kembali, kau dan Anira harus sudah menjadi pasangan ya." tegas Elena tertawa kecil di sela kesedihannya. Putra dan Anira terdiam mendengarnya dan saling melirik.
Elena kemudian berjalan mendekati Viktor yang diam saja. Dia tidak menangis namun raut wajahnya memang menampilkan kesedihan.
"Viktor, kau adalah orang yang paling dewasa di pertemanan kita. Saat aku kembali, kalian harus tetap bersama. Kalian harus tetap saling menjaga dan dekat ya. Aku serahkan semuanya kepadamu!" tegas Elena menatap Viktor. Viktor terdiam sejenak lalu langsung memeluk Elena erat.
"Mereka aman bersamaku. Kau harus jaga diri baik baik ya Elena. Aku menyayangimu." bisik Viktor lemah.
Elena tentu sangat menyayangi teman temannya. Elena bahkan sempat berpikir apakah nanti di tempat yang baru, dia masih bisa mendapatkan teman teman seperti mereka ini? Dia memikirkan itu.
Acara pelukan mereka dan saling melepas kesedihan perpisahan telah selesai. Apakah kalian merasa bahwa perpisahan ini serasa bukan perpisahan selama seminggu? Seperti ingin pergi untuk waktu yang sangat lama saja kan? Bahkan Edward juga merasa seperti itu. Dia merasa seperti Elena akan pergi untuk waktu yang sangat lama, padahal dia mengatakan bahwa dia hanya akan pergi selama seminggu. Namun dia hanya bisa terdiam saja melihat apa yang terjadi.
__ADS_1
Elena lalu berjalan mendekat ke arah mobil yang akan membawanya ke bandara. Tidak akan ada yang mengantarnya. Elena meminta hal itu sendiri. Bahkan Edward memaksa untuk ikut mengantarkan Elena namun Elena menolaknya tegas. Jarak dari rumahnya ke bandara sangat jauh. Elena beralasan bahwa pekerjaan Edward bisa terganggu. Teman temannya juga ingin mengantarkan Elena namun Elena menolaknya lagi tegas. Dia meyakinkan mereka untuk tidak perlu mengantarkan dirinya.
"Elena, abang masih tidak setuju kau akan pergi sendiri. Biar abang antar ya." ujar Edward disana.
"Iya Elena, kami juga akan ikut mengantarmu." sambung Anira lagi.
"Tidak perlu, aku sendiri kok. Kalian tenang saja ya. Aku sudah memesan tiket pengantaran ku. Lagian pekerjaan kalian bisa terganggu kalau ikut mengantarku karena perjalanannya sangat jauh. Aku pergi sendiri saja ya." tegas Elena.
"Biarkan satu orang mengantarmu nak biar kami disini bisa tenang." ujar Nita lembut dan diangguki yang lain. Elena menghela nafas. Ini permintaan mamanya untuk terakhir kalinya sebelum dia pergi, dan Elena mau menuruti itu. Elena melirik semua orang. Dia bingung siapa yang bisa diajak untuk menemaninya.
"Biar aku saja." ujar Viktor tiba tiba. Semua orang meliriknya termasuk Elena.
"Apa kau mau nak?" tanya Nita.
Elena terdiam sebentar lalu mengangguk. Dia percaya kepada Viktor karena Viktor sebenarnya adalah orang yang dewasa dan lebih bijak.
"Tolong antar dia dengan baik ya, jaga dia!" tegas Edward menatap Viktor. Viktor mengangguk lagi dengan yakin. Edward sebenarnya agak kecewa karena yang mengantar adiknya adalah temannya, namun dia bisa tenang karena yang mengantar Elena bukan orang asing. Untuk kepergiannnya selanjutnya, Edward berencana bahwa dia yang akan mengantarkan Elena.
Elena dan Viktor masuk kedalam mobil dengan sopir yang membawa mobilnya. Elena dan Viktor memilih duduk di tengah saja. Mereka saling melambai. Elena meneteskan air matanya menatap satu per satu orang yang dia sayang sebelum akhirnya mobil melaju pergi.
Perjalanan ditempuh dengan waktu yang cukup lama. Elena memilih tidur saja di pangkuan Viktor. Dan Viktor yang diam saja menatap Elena dan sesekali menatap jalanan yang ramai. Tak terasa setelah menempuh perjalanan yang cukup jauh dan lama, akhirnya mereka sampai di bandara. Viktor membanguni Elena dengan lembut. Elena terbangun dan sadar bahwa ternyata dirinya sudah sampai. Ternyata dia sangat pulas, pikirnya.
Mereka masuk kedalam bandara. Elena merasa perutnya kram dan mereka terpaksa duduk sebentar. Elena lalu memilih ke toilet sebentar lalu langsung kembali.
Keberangkatan akan dimulai kira kira dua jam lagi. Elena menatap Viktor dengan dalam sebelum akhirnya dia akan turun ke bawah.
__ADS_1
"Viktor, aku sangat percaya kepadamu. Bolehkah aku meminta satu hal kepadamu?" tanya Elena menatap Viktor. Viktor mengerutkan keningnya karena kata kata Elena terlihat sangat serius dan dalam. Viktor mengangguk menatap Elena.
"Aku hanya meminta kepadamu, tolong jaga semua orang yang aku sayang selama kepergianku. Bisakah kau melakukan itu untukku?" tanya Elena dalam.
"Ada apa denganmu Elena? Kau akan pergi seminggu saja kan?" tanya Viktor balik bertanya karena kata kata Elena yang cukup terlihat aneh.
Elena tersenyum menatap Viktor lagi.
"Bisakah kau melakukan itu?" tanya lagi Elena serius. Viktor yang malah ditanya balik mengangguk meskipun hatinya sangat gelisah dengan kata kata Elena. Dia seakan ingin pergi jauh saja.
"Kau memang orang yang bisa diandalkan, aku percaya kepadamu. Sekarang, kau pulanglah, keberangkatan ku tinggal sebentar lagi dan kau sudah bisa pulang." ujar Elena namun Viktor menggeleng.
"Aku akan di dekatmu dan melihat sendiri kau akan pergi!" ujar Viktor tegas. Elena gugup mendengarnya.
"Tidak perlu Viktor. Tinggal sebentar lagi aku akan pergi jadi kau bisa pulang. Kau masih akan mengurus banyak hal buat wisudamu yang juga sebentar lagi kan? Kau bisa pulang sekarang dan bisa cepat sampai. Kau masih harus beristirahat. Aku tau koas di hari hari terakhir menjelang wisuda itu sangat melelahkan." jelas Elena meyakinkan.
Viktor menghela nafas. Dia sebenarnya setuju dengan kata kata Elena. Dia sebenarnya sangat lelah. Pulang dari wisuda Elena lalu berdiam diri tanpa tidur di mobil dengan waktu yang sangat lama. Tentu dia merasa lelah kan? Apalagi hari sudah malam, jika dia berangkat sekarang dia bisa sampai ditempat pagi hari namun jika terlalu lama pulang dia bisa saja sampai siang hari.
"Baik, aku akan pulang. Tapi kau harus menjaga diri selama perjalananmu dan selama kau di sana, mengerti!" tegas Viktor mengalah. Elena mengangguk semangat.
Setelah berpelukan kembali, Viktor pulang dengan diantar oleh sopir yang tadi. Elena yang melihat Viktor sudah berangkat cepat cepat berjalan ke arah yang dia tuju. Ternyata Elena berjalan kearah toko hp yang ada didekat situ.
Buat apa?
__ADS_1
Bandara Keberangkatan Elena