
Di sebuah kamar yang sudah dihias dengan sangat indahnya, cocok sekali untuk pasutri yang baru saja menikah, terlihat pasutri itu tersenyum dengan saling berpelukan. Hari sudah sore menampilkan indahnya langit langit ditambah pemandangan pantai yang sangat memukau. Indah sekali.
"I love you." bisik pria itu serak. Memandang wanita yang baru dia nikahi dengan penuh cinta sambil terus memeluknya dari belakang. Mereka memang berpangkuan di kasur empuk itu.
Wanita itu tersenyum dan meletakkan kepalanya di dada bidang kekar suami yang baru menikah dengannya.
"I love you way more." bisiknya membalas dengan senyum manisnya.
Mereka sudah menghabiskan malam panasnya mereka sehabis sah menjadi sepasang suami istri. Mereka akan menetap di tempat itu sampai beberapa hari kedepan. Ingin menghabiskan bulan madu dengan mesranya.
Kalian tau siapa itu? Mereka adalah Virgo dan Wina. Mereka sudah melakukan malam panas mereka sekali namun tentu itu masih berlanjut. Mereka akan menikmati waktu bersama mereka sampai akhirnya mereka pulang dan kembali memikirkan kesibukan sehari-hari.
"Coba lihat itu!" seru Virgo menunjuk pemandangan langit dan pantai yang sangat indah. Wina menoleh menatap kearah yang ditunjuk oleh Virgo.
"Indahkan?" tanya pelan Virgo dan Wina mengangguk mengiyakan.
"Tapi ada juga yang jauh lebih indah, kamu tau apa itu sayang?" tanya Virgo sambil memeluk lebih erat Wina. Wina menaiki alisnya menunggu jawaban Virgo.
"Itu adalah....kamu sayang." jawab Virgo tersenyum sambil mengecup punggung polos Wina. Wina diam menikmati itu sambil tersenyum haru. Dia sangat mencintai Virgo begitupun sebaliknya.
"Kamu bisa aja." bisik malu Wina sambil kembali bersandar di dada bidang Virgo.
"Sayang." seru Virgo mulai melonggarkan pelukannya. Wina menatap mata indah Virgo sambil berdehem lembut.
"Aku bisa bertanya?" tanya pelan Virgo ragu.
Wina mengerutkan keningnya heran.
"Tentu, bertanya saja." sahutnya pelan.
Virgo berdehem pelan menatap Wina ragu.
"Tetapi ini diluar dari kisah kita." ujar Virgo lagi. Wina menatap Virgo dengan tatapan bertanya.
Mau bahas apa? Pikirnya.
__ADS_1
"Tentang apa?" tanyanya. Perasaannya jadi sedikit tidak enak.
"Tentang sahabat priamu itu dan juga tentang Elena, tidak apa apa?" tanya Virgo ragu. Dia takut Wina kesal karena dia yang membahas tentang adiknya lagi dan membahas tentang orang lain. Virgo benar benar takut, itu terlihat dari ekspresi wajahnya
"Hahahah." tawa Wina terdengar. Dia tiba tiba saja tertawa membuat Virgo terheran menatapnya.
"Kenapa tertawa?" tanya Virgo Bingung. Wina mulai memberhentikan tawanya setelah puas tertawa.
"Ekspresi wajahmu sangat lucu sayang." ujar Wina manja sambil mengelus wajah Virgo dengan tangan lentiknya.
"Lucu kenapa?" tanya Virgo dengan polosnya. Wina berupaya mati matian untuk menahan tawanya yang ingin meledak keras namun akhirnya tidak tertahankan lagi. Dia kembali tertawa. Virgo semakin bingung dibuatnya.
"Aku serius sayang." ucap pelan Virgo menatap Wina yang masih tertawa.
Wina mulai kembali memberhentikan tawanya dan menatap Virgo dengan lembutnya.
"Iya tidak apa apa. Mau menanyakan apa?" tanya Wina lembut.
"Tapi kau tidak marah kan?" tanya Virgo lagi mengulang. Wina menggeleng dengan tersenyum.
"Kau bisa saja sama seperti mantan mantanku. Mereka tidak suka karena aku terus membahas tentang adikku." jawab Virgo mengingat mantan mantannya. Memang rata rata mantan Virgo putus hubungan dengannya karena Virgo sering sekali membahas tentang adiknya. Itu membuat mereka kesal dan tidak tahan.
Wina melunturkan senyumnya dan memanyunkan bibirnya.
"Kau menyamakanku dengan mantan mantanmu itu." ketusnya sambil membuang muka. Virgo yang melihatnya menjadi gelagapan.
"Enggak gitu maksudnya sayang." ujar Virgo cepat dan Wina masih saja kesal.
Virgo menghela nafas pelan karena Wina yang kesal kepadanya.
"Aku hanya takut saja. Dulu mantan mantanku tidak suka karena aku yang sering membahas soal Elena. Mereka sangat tidak menyukainya. Itu membuat mereka tidak menyukaiku. Aku takut kau juga seperti itu. Karna di saat saat indah seperti ini, aku malah membahas yang lain." ujar Virgo menunduk takut. Dia mengungkapkan semua rasa takutnya. Dia hanya takut Wina kembali meninggalkannya seperti yang lain.
"Sttt." Wina tiba tiba berbalik dan menutup bibir Virgo dengan jari telunjuknya.
"Tidak ada yang lain, dia itu adikmu dan dia juga adikku. Kau sangat menyayanginya dan aku juga begitu. Aku menyayangi Elena dengan tulus, aku benar benar menyayanginya." ujar Wina tersenyum hangat menatap Virgo yang diam menatapnya kosong.
__ADS_1
Virgo menatap Wina berbinar dengan senyum senyum senangnya.
"Kau tidak marah kan karena aku yang membahas Elena disaat seperti ini?" tanya Virgo dengan senyum senangnya.
"Kenapa harus marah? Kan sudah kukatakan aku menyayanginya seperti kau juga menyayanginya." jelas Wina tersenyum sembari mengangguk pelan.
Virgo yang melihatnya langsung memeluk Wina. Wina juga membalas pelukan Virgo dengan senyumnya.
"Kau benar benar wanita yang selama ini aku impikan sayang. Yang bisa mengerti seperti apa aku, perasaanku, dan bisa menyayangi keluargaku dengan tulus." bisik Virgo tepat ditelinga Wina. Wina diam tersenyum sambil masih dalam keadaan berpelukan.
Wina memang kenyataannya seperti itu. Orang tuanya saja sangat menyayangi keluarga Elena dan termasuk Elena, apalagi dirinya yang sebagai kakak iparnya. Mereka juga sering bersama semasa masa pacarannya dengan Virgo. Tentu dia benar benar tulus menyayangi Elena, dan Wina juga tau bahwa Virgo sangat sangat menyayangi Elena, dan dia tidak masalah akan hal itu, wajar bukan?
Setelah pelukan terlepas, Wina menatap Virgo yang terdiam.
"Kau ingin bertanya apa tentang Elena? Dan apa tadi maksudmu, sahabat pria?" tanya Wina mengingat perkataan Virgo yang mengatakan tentang sahabat prianya.
Virgo mengangguk membenarkan.
"Maksudmu Brayen?" tanya Wina memastikan. Hanya dia sahabat prianya, tidak ada yang lain. Berarti maksudnya Brayen kan?
"Iya, itu dia." ujar Virgo mengangguk pelan.
"Kenapa dengan dia?" tanya Wina mengerutkan keningnya. Kenapa tiba tiba membahas tentang Brayen? Dan lagian juga Virgo suaminya tidak terlalu kenal dengan Brayen.
"Apa ada masalah?" tanya lagi Wina menyambung.
Virgo menggeleng pelan. Memposisikan duduk mereka dengan lebih nyaman sembari menggenggam tangan Wina hangat.
"Aku hanya merasa ada yang aneh. Sejauh kalian bersahabatan, Brayen itu seperti apa?" tanya pelan Virgo menatap Wina dengan tenang.
Wina tersenyum tipis sambil menatap kedepan yang terlihat kaca transparan menampilkan pemandangan indah dari langit dan pantai itu.
"Brayen itu sahabat aku dari kecil. Bisa dikatakan kami sangat dekat. Dia tau banyak tentang aku dan begitupun aku tau banyak tentang dia. Brayen orang yang baik dan lembut, dia juga sangat penyayang. Dan sebenarnya, dia yang harusnya lebih dulu menikah daripada kita." jelas Wina memberhentikan sebentar penjelasan nya.
Virgo melirik Wina dengan menaikkan alisnya bingung.
__ADS_1
"Tapi aku tidak pernah melihat istrinya." ucap Virgo menatap bingung Wina.