
Sampai hari mulai gelap, Virgo dan Edward tak kunjung pulang. Nita, Wilson dan Wina menunggu dengan harapan kabar baik dari mereka. Wina sudah mengurus Nita lebih baik. Membuatkan makanan untuk rumah, membantu Wina, dan mengerjakan pekerjaan rumah. Wilson benar benar sangat bersyukur dengan adanya Wina dirumah ini.
Suara sepatu mulai terdengar membuat mereka langsung melihat kearah pintu. Mereka melihat Virgo dan Edward yang datang dengan wajah lelah mereka. Bahkan Virgo yang tadinya rapi sudah berantakan dengan jas yang telah dibuka dan dipegangnya.
Nita dengan yang lain dengan cepat mendekati mereka.
"Bagaimana nak? Dimana Elena? Kalian sudah menemukannya kan? Apa dia baik baik saja?" tanya Nita terburu buru dengan pertanyaannya yang berturut turut. Wajahnya menyiratkan rasa khawatir yang mendalam.
Virgo dan Edward menghela nafas panjang. Menunduk sebentar dan langsung menatap dalam mamanya.
"Maaf ma, kami tidak menemukan Elena. Tapi mama tenang ya, Elena pasti kita temukan." ujar Virgo disana sambil mengelus tangan Nita lembut. Dia merasa sangat bersalah dan tidak berguna.
Nita yang mendengarnya menjadi lemas, nyaris jatuh namun ditahan oleh Virgo. Virgo membantu mamanya duduk di sofa terdekat. Edward dan yang lainnya menjadi khawatir.
"Kenapa kamu tidak menemukan Elena Virgo? Apa yang terjadi padanya?" tanya Nita lemah. Air mata kembali keluar dari kedua sudut matanya.
"Mama tenang ya, Virgo pasti menemukan Elena." ujar Virgo lagi. Dia semakin merasa bersalah dengan keadaan mamanya yang seperti ini. Virgo menatap Wilson lagi yang diam dengan pandangan kosong. Virgo dengan cepat mendekati Wilson.
"Bagaimana kabar Elena nak? Apa dia baik baik saja?" tanya Wilson tanpa menatap Virgo. Dia hanya menatap kosong kedepan.
"Papa tenang ya, Virgo akan cari Elena sampai ketemu." ujar Virgo dengan yakin namun dia tidak tau apakah dia bisa menepati janjinya itu.
Tadinya, Virgo dan Edward pergi keruangan pribadi milik Virgo. Tempat dimana dia biasa mencari informasi. Namun, dia sama sekali tidak menemukan jejak apapun. Dia hanya menemukan satu informasi saja, bahwa ponsel Elena terakhir aktif di pagi hari tadi. Bahkan pelacakannya tidak bisa dia temukan.
"Apa kalian memang tidak menemukan apapun tentang Elena?" tanya Wina disana pelan menatap Virgo dan Edward.
Wina tentu saja ikut sangat khawatir dan cemas. Dia sangat menyayangi Elena juga, jadi dia pasti merasa kehilangan.
__ADS_1
Edward menatap kakak iparnya dengan wajah lelahnya. Semenjak kepergian Elena, dia sangat sangat lelah dan stres, termasuk karena mengurus mamanya sebelum Wina dan Virgo pulang.
"Kami tidak menemukan apa apa kak. Kami hanya bisa tau bahwa ponsel Elena terakhir aktif di pagi hari. Namun, kami tidak bisa melacak keberadaannya. Dugaan kami, Elena tidak berada di kota ini. Kak Virgo punya semua situs di kota ini, namun memang tidak ada yang berkaitan dengan Elena. Dia sepertinya berada di kota lain." jelas Edward menjelaskan dengan jujur. Mereka hanya bisa menemukan itu saja.
Wina diam mendengarnya dan melirik Virgo. Virgo yang sadar hanya mengangguk pelan saja.
"Kalian tenang saja. Aku akan meminta bantuan bos ku, dia pasti bisa membantu menemukan Elena." ujar Virgo teringat akan Zeyn. Dia sadar bahwa dia membutuhkan bantuan, dan dia tau siapa orang yang paling cocok untuk membantunya, yaitu Zeyn sendiri.
Semuanya hanya diam saja. Sibuk dengan pikiran dan kekhawatirannya. Mungkin hari hari yang mereka jalani kedepannya akan terasa sangat berat, penuh dengan kegelisahan dan kekhawatiran.
Hari esok telah tiba. Virgo berangkat lebih cepat ke kantornya. Hanya Wina yang melihat kepergian Virgo.
"Sayang, aku minta maaf jika masalah keluargaku membuatmu tidak nyaman, tapi aku tau kamu pasti mau mengerti." ujar Virgo pelan menatap Wina dengan perasaan bersalah juga. Mereka baru saja menikah, tapi hari hari setelah pernikahan mereka tidak baik. Virgo sadar itu!
"Apa yang kamu katakan sayang. Keluargamu sudah menjadi keluargaku juga, dan masalahmu dan keluargamu juga sudah menjadi masalahku. Kita hadapi semuanya bersama sama ya. Kau tidak sendiri lagi. Aku sudah ikut mendukungmu bersama keluargamu." ujar Wina tersenyum hangat. Virgo menjadi lebih tenang melihat kelembutan dan senyum manis orang yang dicintainya.
"Aku pergi ya. Tolong jaga keluarga kita sayang." ujar Virgo dan Wina mengangguk. Dia tentu akan menjaga keluarga ini dengan sebaik-baiknya. Wina sudah sangat menyayangi semuanya.
Setelah mengecup kening Wina, Virgo langsung pergi berangkat ke kantornya. Dia merasa sangat kehilangan. Sampai sekarang Virgo masih bertanya-tanya, apakah Elena memang sengaja melakukan semua ini atau ada campur tangan orang lain yang ingin jahat kepada keluarga mereka? Pikirnya.
Sesampainya di kantor, Virgo langsung masuk ke ruangannya. Dia sadar bahwa Zeyn belum datang karena mobilnya tidak ada di parkiran tempat biasa. Virgo diam saja menunggu di ruangan Zeyn.
"Bagaimana kabarmu Elena? Kakak sangat khawatir." gumam Virgo pelan. Dia memejamkan matanya dengan helaan nafas berat.
Ceklek...
Suara pintu terbuka membuat Virgo membuka matanya dan menatap ke arah pintu. Dia mengerutkan keningnya heran karena melihat Zeyn datang dengan wanita yang tidak asing di matanya. Itu Vania.
__ADS_1
Ngapain dia datang bersama Zeyn pagi pagi seperti ini? Pikirnya.
"Kau sudah pulang. Bagaimana honeymoon mu?" tanya Virgo disana datar sambil berjalan untuk duduk di kursi putarnya.
Virgo masih diam dan melirik ke arah Vania yang juga sudah duduk di sofa. Zeyn yang mengerti maksud lirikan Virgo langsung menjelaskannya.
"Dia semalam datang untuk menemani mama sampai hari gelap. Mama akhirnya meminta dia untuk menginap saja. Dan dia ikut bersamaku karena dia juga akan ada jadwal pemotretan dengan perusahaan sebelah." jelas Zeyn santai.
Virgo mengangguk pelan mendengarnya. Menatap sebentar Vania yang juga menatapnya dengan senyuman yang entah dia tidak tau apa artinya.
Tumben sekali dia tersenyum kepadaku, pikir Virgo.
"Kenapa kau datang lebih awal?" tanya Zeyn heran karena Virgo yang datang sangat cepat ke kantornya. Padahal dia baru saja pulang honeymoon kan? Dia pasti lelah dan mungkin akan sedikit terlambat datang, namun kenyataannya berbeda sekali dengan pemikiran Zeyn.
"Aku ingin meminta bantuanmu." ujar Virgo to the poin.
Zeyn menaiki alisnya heran karena perkataan Virgo yang terdengar aneh di telinganya. Tidak biasanya Virgo meminta bantuan kepada dirinya, namun ini apa?
"Tumben sekali hm. Apa ada masalah?" tanya Zeyn disana sambil melipat kedua tangannya di dada dengan tenang.
Virgo mengangguk.
"Ini mungkin kedengarannya aneh, tapi aku benar benar sangat membutuhkan bantuanmu. Adikku menghilang entah kemana, dan aku tidak bisa menemukannya. Tolong bantu aku!" ujar Virgo disana sambil menatap berharap ke arah Zeyn. Zeyn dan Vania yang mendengar tersentak kaget dan langsung menatap Virgo dengan cepat.
Apa katanya tadi? Adiknya hilang?
"Maksudmu?" tanya Virgo disana dingin. Degup jantung Zeyn serasa bertambah lebih cepat. Apa ini ada hubungannya dengan dirinya? Pikirnya.
__ADS_1