
Lagi dan lagi, sebuah keluarga kembali makan bersama dengan tenang dan damai.
"Kamu kenapa sih Reno, nenek lihat senyum senyum terus dari tadi." ujar arihta terheran. Dia sangat heran melihat tingkat Reno yang tidak biasanya. Sejak dia pulang dan melihat reno, Reno terlihat gembira sekali dan sering tersenyum. Bahkan, makan dalam situasi sekarang pun wajahnya terlihat sangat riang. Apa dia ketinggalan berita menyenangkan?
Reno menoleh menatap neneknya dan keluarganya yang lain yang juga menatapinya, bahkan zeyn pun terheran.
"Kamu kenapa Reno?" tanya Zeyn juga. Dia juga sudah memperhatikan Reno sedari tadi, dan dia heran melihat Reno yang sangat gembira.
"Tanya saja mama, dia pasti tau kok." jawab Reno acuh kembali makan dengan tenang tanpa memudarkan senyumnya.
Yuki kaget namanya dibawa bawa. Dia melirik semua keluarganya yang berbalik menatapinya.
"Kamu senang karena bertemu Tante cantik Reno?" tanya Yuki memastikan. Dia saja tidak tau kalau Reno bisa sesenang ini walaupun hanya pertama kali bertemu dengan Elena.
"Iya dong mama." jawab Reno cuek.
"Aku sudah selesai makan, aku mau ke kamar dulu ya. Selamat malam mama, papa, nenek, dan om ganteng." ujar Reno tersenyum lebih lebar dan langsung menjauh pergi ke arah kamarnya.
"Ada apa dengan anak itu, apa ada yang terjadi sayang?" tanya Xior mulai berbicara.
"Siapa maksudnya Tante cantik?" tanya Arihta masih mengingat kata kata Reno.
Yuki diam mendengar pertanyaan penasaran mereka. Yuki mengambil nafas singkat dan tersenyum tipis.
"Jadi, tadi itu waktu aku jemput Reno, aku bersama wanita yang sering aku ceritakan itu kepada kalian. Reno sangat senang bertemu dengan dia, Reno sebut dia dengan panggilan Tante cantik. Mungkin, itu yang membuat Reno seperti ini." jelas Yuki jujur.
"Reno ketemu dengan wanita yang kamu sering ceritain itu?" tanya Arihta tidak percaya. Yuki mengangguk sebagai jawaban.
"Bukankah kemarin kamu mengatakan dia belum siap bertemu dengan kita?" tanya Arihta mengingat kata kata Yuki yang mengatakan Elena belum siap bertemu dengan keluarga Yuki.
"Iya sayang." sambung Xior.
"Ya, aku juga mikirnya gitu mama, sayang, tapi entah mengapa tadi saat aku bilang aku hampir kelupaan menjemput Reno, dia ingin menemani, bahkan dia sempat datang ke rumah ini dan lihat lihat foto kita." jelas lagi Yuki memberitahu dengan jujur.
"Benarkah? Wah, mama jadi semakin ingin bertemu dengannya, dia sudah mau bertemu dengan Reno dan datang ke rumah, dia pasti mau bertemu kita juga. Kamu bisa kan ajak dia besok kesini?" tanya Arihta semangat.
"Aku coba besok ya ma." jawab Yuki ragu. Dia takut Elena belum siap juga.
Zeyn hanya diam mendengarkan pembicaraan mereka. Dia sama sekali tidak mengerti arti dari pembicaraan mereka karena dia tidak tau siapa orang yang dimaksud, bahkan Zeyn saja rasanya tidak berminat untuk bertanya.
__ADS_1
"Coba saja sayang, dia hebat sekali bisa buat Reno seperti ini ya." ujar Xior menyambung.
"Kan aku sudah bilang." sahut Yuki memutar bola mata malas.
"Sudahlah, disini ada Zeyn, dia tidak mengerti pembicaraan kita." ujar Yuki teringat akan Zeyn yang ada bersama mereka. Dia pasti tidak mengerti, untuk itulah dia hanya diam saja.
"Ada yang ingin aku bicarakan dengan kalian." ujar Zeyn. Suasana seketika berubah. Entah mengapa setiap kali Zeyn berbicara dan auranya yang terpancar, suasana seperti berubah seketika. Zeyn terlihat sangat dingin dan cuek. Arihta yang belum terbiasa akan hal itu hanya diam saja.
"Ada apa zeyn?" tanya Xior.
"Aku mungkin akan pulang esok hari." ujar Zeyn tanpa ekspresi apapun. Mereka semua kaget mendengar ujaran Zeyn yang tiba tiba ingin pulang.
"Loh kenapa tiba tiba gini Zeyn? Memangnya urusan kamu sudah selesai Zeyn?" tanya Yuki.
"Urusannya sebenarnya belum selesai kak, yang selesai hanya mengerjakannya di kota ini. Aku akan kembali ke rumah dan menyelesaikan urusannya di sana saja." jawab Zeyn.
"Tapi kenapa harus tiba tiba besok nak? Kenapa tidak lusa saja?" tanya arihta.
"Tidak bisa tante, saya harus kembali besok hari." jawab zeyn.
"Baiklah, terserahmu saja." ujar Xior.
Selesai makan, Zeyn berjalan kearah kamar Reno. Awalnya, Zeyn berpikir Reno pasti sudah tertidur tapi melihat pintu kamarnya yang masih terbuka sedikit membuat Zeyn tau bahwa Reno pasti belum tidur.
Zeyn mengintip sebentar lalu mengetok pintu Reno.
Tok..tok..tok..
"Siapa? tanya Reno dari dalam kamar.
"Ini om Zeyn ganteng." jawab zeyn dengan suara yang sedikit diubah ubah.
"Masuk saja om." ujar Reno.
Zeyn masuk setelah diperbolehkan masuk dan mendapati Reno yang sedang asik menggambar.
"Om boleh duduk?" tanya Zeyn.
"Duduk saja om." jawab Reno.
__ADS_1
"Terimakasih."
"Kamu sedang apa Reno?" tanya Zeyn yang melihat Reno yang sangat asik menggambar dengan senyuman yang tidak pudar dari wajahnya.
"Ini om, Reno lagi menggambar Tante cantik. Cantik kan om?" ujar reno menunjukkan gambar yang dia buat.
Zeyn tercengang, Reno masih membicarakan tentang seseorang yang dibicarakan oleh keluarganya yang lain juga? Mengapa sampai segitunya? Segitu terkenal kah dia di keluarga Reno ini? Seperti apa dirinya itu? Zeyn jadi penasaran seperti apa orang yang dimaksud oleh Reno dan keluarganya ini.
Zeyn terdiam mengamati gambar yang dibuat oleh Reno. Zeyn bisa mengakui Reno sangat pandai dalam menggambar atau melukis semacam itu, sehingga gambar yang dibuat oleh Reno pun terlihat sangat menarik.
"Cantik kan om?" tanya lagi Reno karena Zeyn yang tidak menyahut pertanyaannya yang pertama.
"Bagus sekali reno, reno sangat cantik menggambarnya." ujar Zeyn.
"Memang Tante cantik sangat cantik om, dia sangat cocok dengan om, Om ganteng dan dia Tante cantik." ujar Reno tanpa sadar.
Zeyn diam saja mendengarnya dan kembali mengamati gambar yang dibuat oleh Reno.
"Tapi kenapa Reno gambar Tante cantik itu perutnya besar?" tanya zeyn heran. Dia bisa melihat perut seseorang yang digambar oleh Reno lebih besar dari normalnya.
"Itu karena Tante cantik sedang hamil om, tapi dia tetap sangat cantik dan muda." jawab Reno. Zeyn terdiam dengan pikirannya.
Berarti dia sudah menikah kan?
Sudahlah, kenapa membahas orang lain?
"Yasudah jika begitu, om ingin mengatakan sesuatu kepada kamu Reno." ujar Zeyn.
"Apa om?" tanya Reno sejenak memberhentikan aktivitasnya.
"Om akan pulang besok, kamu mau minta apa dari om sebelum om pulang? jelas Zeyn.
Reno membulatkan mata tidak percaya.
"Om akan pulang besok?" tanya Reno kaget.
"Iya Reno." jawab zeyn.
"Kenapa secepat ini om, Reno pikir om akan lama disini." ujar Reno lemas. Dia sangat tidak ingin Zeyn pulang lebih cepat.
__ADS_1