Pernikahan Karena Satu Malam

Pernikahan Karena Satu Malam
WINA SAKIT?


__ADS_3

"Kamu mau pergi mencarinya ke London Zeyn?" tanya Mila tidak percaya.


"Emangnya kenapa ma?" tanya Genda menatap Mila heran. Dia saja setuju akan hal itu namun ada apa dengan Mila?


Mila yang mendengarnya gelagapan dan mencoba berdehem pelan.


"Enggak, mama cuman kaget aja. Tapi, bukankah itu terlalu berlebihan?" tanya Mila dengan tenang palsunya.


Zeyn dan Genda mengerutkan kening heran menatap Mila. Kenapa dia tidak mengerti mengerti?


"Mama, kan papa sudah pernah bilang, Virgo itu orang yang penting di keluarga kita, dia sudah seperti keluarga kita, lalu apa masalahnya? Papa saja setuju kok." jelas Genda tenang.


"Iya tapi pa...." ucapan Mila terpotong karena Zeyn yang tiba tiba pergi meninggalkan mereka. Zeyn malas ikut ikutan berdebat tentang hal seperti ini.


"Tuh lihat, Zeyn jadi marah, mama ini tidak mengerti terus." kesal Genda dan ikut meninggalkan Mila yang terdiam.


"Kepergian wanita itu tetap saja menjadi sial." gumam Mila membayangkan Elena yang menurutnya benar benar musuh terbesar.


Jam sudah menunjukkan pukul 03:00 pagi, Wina sudah terbangun di jam segitu. Dia memang sangat sangat cepat bangun karena memastikan semua pekerjaan itu harus dimulai dan selesai. Dia harus bertanggung jawab sebagai menantu keluarga ini satu satunya.


Wina hendak ingin duduk untuk memoles sedikit wajahnya dengan krim yang rutin dia pakai. Sekalipun dalam keadaan seperti ini, bukankah kita juga perlu mengurus diri dan orang lain? Kita harus bersikap seimbang.


Wina yang hendak ingin duduk merasa perutnya kram sehingga membuat Wina meringis sendiri. Dia merasa mual sekali hingga akhirnya berlari dengan cepat ke arah kamar mandi kamar mereka.


Virgo yang mendengar langkah lari Wina yang sangat terdengar membuat dirinya bangun dari tidurnya dan menghampiri Wina ke arah kamar mandi.


"Huek..huek.."


"Ada apa sayang? Kamu sakit?" tanya Virgo khawatir mengelus punggung Wina.

__ADS_1


Wina memuntahkan sedikit isi perutnya dan terlihat pucat, tentu itu membuat Virgo khawatir.


"Entahlah sayang, aku tidak tau." jawab Wina pelan. Wajahnya terlihat pucat.


"Jawab mas, apa yang kamu rasakan akhir akhir ini? Kamu sakit karena terlalu lelah mengurus semuanya hm?" tanya lagi Virgo tegas. Dia sangat khawatir. Jika benar Wina sakit karena terlalu lelah mengurus keluarganya maka Virgo akan merasa sangat bersalah.


"Enggak mas, aku gak sakit. Aku hanya merasa akhir akhir ini aku sering mual dan sakit kepala." jelas Wina pelan.


"Apa kamu hamil?" tanya Virgo reflek.


Wina terdiam mendengarnya, dia masih kurang percaya.


"Aku gak yakin mas, mungkin aku masuk angin aja." jawab Wina tidak yakin. Virgo yang mendengarnya menghela nafas pelan pasrah, padahal jika Wina memang hamil, dia dan keluarganya pasti akan sangat senang.


"Yasudah saat hari sudah terang, kita periksa ke dokter, mas gak mau kamu kenapa kenapa." ujar Virgo tegas.


"Tapi kan kamu kerja?" tanya Wina heran.


Dalam situasi seperti ini, Virgo ternyata tetap selalu memperhatikannya. Wina senang sekali!


"Wina." panggil Virgo serak.


Wina mengangkat kepalanya menatap dalam Virgo yang tidak menggunakan pakaian baju itu. Dia hanya memakai celana panjangnya saja.


"Mas mau minta maaf." ujar Virgo langsung memeluk Wina.


"Loh, minta maaf buat apa mas?" tanya Wina heran dengan pelukan yang belum terlepas.


"Kamu jadi lelah mengurus semuanya, semua keluarga mas, kita juga jadi tidak punya banyak waktu untuk bersama, mas sadar itu kok, mas minta maaf ya." bisik Virgo tepat ditelinga Wina.

__ADS_1


Wina yang mendengarnya menghela nafas pelan, dia lama lam bosan kalau Virgo terus terusan meminta maaf kepadanya. Virgo sudah sering mengatakan ini!


Wina melepaskan pelukan dengan lembut lalu menatap manik mata coklat milik Virgo sembari tersenyum manis.


"Aku udah beberapa kali bilang kan mas, aku enggak keberatan sama sekali, aku ngerti mas, keluarga kamu sudah menjadi keluarga aku juga, jadi masalah apapun akan menjadi masalah bersama, jika kamu masih saja terus terusan meminta maaf, maka aku tidak akan berbicara denganmu lagi." jelas Wina cemberut.


"Iya iya, ayo tidur saja sampai hari terang, kita akan periksa ke dokter mengenai kesehatanmu." ujar Virgo mengacak acak rambut Wina lalu menggendongnya ke kasur dengan lembut.


Pagi tetaplah pagi namun harinya menjadi semakin terang. Virgo dan Wina tentu sudah bangun dan bersiap untuk berangkat ke rumah sakit. Virgo mungkin akan datang ke kantor lebih terlambat karena dia ingin memperhatikan istrinya dulu. Tidak ada yang boleh menghalanginya ya! Walaupun sebenarnya ini hari yang penting karena besok mereka sudah akan pergi ke London, dia dan Zeyn harus membahas apa yang akan mereka lakukan disana saat sampai nanti pada hari ini, tapi demi istrinya, Virgo mau seimbang, dia tidak mungkin meninggalkan istrinya dalam keadaan yang tidak baik baik saja. Wina bagian dari hidupnya, sama seperti Elena! Jadi bayangkan saja bagaimana perasaan kalian saat kalian kehilangan sesuatu yang berharga dalam hidup, entah itu separuh atau setengah, pasti rasanya sangat tidak nyaman dan sulit dilewati kan?


"Sudah siap sayang?" tanya Virgo yang melihat Wina keluar dari ruang ganti. Wina mengangguk tersenyum. Dia merasa sedikit bersalah karena membuat suaminya terlambat berangkat bekerja, padahal dia tau hari ini pasti hari yang penting. Wina berdoa semoga dia tidak bermasalah secara medis agar tidak menambah beban pikiran suaminya.


Mereka menuruni anak tangga dan saat melewati ruangan tamu, mereka melihat Nita dan Wilson sudah terduduk menghadap pintu utama. Mereka memang sering sekali seperti ini, duduk didepan pintu utama, saat ditanya kenapa seperti itu terus? Maka jawabannya adalah mereka berharap saat mereka melihat pintu utama, mereka bisa melihat Elena pulang dan langsung melihat mereka. Menyedihkan sekali...


Wina dan wilson melirik Virgo dan Wina yang yang juga melihati mereka. Namun perbedaannya, mereka melihat sepasang suami istri ini terlihat sangat rapi dan wangi, Nita dan Wilson sangat heran. Mau kemana? Tumben sekali?


"Kalian mau kemana?" tanya Wilson pelan. Wilson dan Nita mulai berjalan mendekati Virgo dan Wina.


"Mau kemana Wina?" tanya Nita lembut.


Wina melirik Virgo ragu. Dia takut jika dia mengatakan ingin ke rumah sakit, maka Nita dan Wilson akan khawatir dan kepikiran, itu bisa memperburuk keadaan mereka.


"Kami mau ke rumah sakit ma pa." jawab Virgo.


"Loh, ngapain ke rumah sakit? Siapa yang sakit?" tanya Nita terkejut. Wilson juga sama halnya.


"Wina ma." jawab Virgo pelan.


Wilson dan Nita langsung sontak melihat Wina dengan tatapan khawatir.

__ADS_1


"Kenapa Wina? Kamu sakit apa nak? Kasih tau mama dan papa. Kamu kelelahan ya mengurus kami?" tanya Nita panjang. Dia sangat khawatir sehingga melontarkan banyak pertanyaan.


__ADS_2