Pernikahan Karena Satu Malam

Pernikahan Karena Satu Malam
SEAN MENGUNGKAPKAN PERASAANNYA


__ADS_3

"Aku ingin mengatakan sesuatu yang sudah sedari lama aku menahannya. Waktu terus berlalu dengan kedekatan kita yang semakin lama semakin dekat. Apa yang aku rasakan juga semakin dalam. Aku menyukaimu Elena. Sejak kita masih belajar di kampus, aku sudah menyukaimu. Kita bersama sama koas membuat rasa sukaku semakin dalam. Aku tidak berani mengatakannya karena rasa gengsiku selama ini. Namun dihari ini, adalah hari terakhir kita bersama sama seperti ini, aku akan mengatakannya kepadamu. Kau mengatakan bahwa kau akan pergi. Oleh karenanya, selagi kita masih bisa bertemu, aku akan mengatakannya langsung kepadamu. Elena, apa kau mempunyai perasaan yang sama seperti perasaan ku kepadamu?" jelas Sean panjang mengungkapkan semua isi hatinya. Dia sudah lama menyukai Elena namun dia baru berani mengatakannya sekarang. Hari ini adalah hari terakhir mereka bisa bersama sama seperti ini, karena besok sudah pelantikan dan bisa jadi setelahnya mereka tidak akan bertemu lagi. Dia tidak mau menyiakan waktu yang masih ada.


Elena terkejut mendengar penjelasan Sean. Dulu dia memang sempat menyukai Sean namun itu dulu. Dia tidak menyangka Sean akan mengungkapkan perasaannya sedalam ini kepada dirinya. Dia tidak tau ingin mengatakan apa lagi. Dia tidak ada perasaan apapun selain menganggap Sean itu sahabat. Dan jikapun dia benar benar mempunyai perasaan yang sama seperti Sean rasakan, semuanya juga akan sia sia. Karena Sean bisa saja menolak dirinya jika dia sudah tau semua rahasia besar Elena kan? Tentu laki laki manapun akan menolak perempuan seperti Elena sekarang kan? Semuanya sia sia.


Elena menggeleng pelan. Sean tersenyum masam melihatnya. Elena menggeleng saja dia sudah tau apa jawaban Elena.


"Sean, aku tidak menyangka kau akan berkata seperti ini. Dulu aku memang sempat menyukaimu namun itu dulu Sean. Dan aku juga tidak menyangka kau bisa menyukaiku seperti yang kau rasakan. Aku hanya menganggap mu sahabat dekat Sean tidak lebih. Jikapun aku bilang aku menyukaimu percuma saja, karena kau akan menolakku jika sudah tau kekurangan terbesarku Sean, jadi maaf kita tidak akan bisa bersama." balas Elena dengan tersenyum masam juga. Dia tau semuanya akan sama sama terluka.


Sean mengangguk pelan dengan senyum palsunya.


"Iya tidak apa apa Elena. Aku mengerti jika kau memang tidak ada perasaan apapun kepadaku. Aku tidak akan memaksamu. Setidaknya hatiku jauh lebih lega karena sudah memberitahukan semua hal yang kupendam selama ini sebelum akhirnya kita akan berpisah. Masalah kau menerima atau tidak itu adalah hak mu kan? Dan kau tidak menerimaku, aku mengerti itu hehe." ujar Sean berpura pura biasa saja. Sebenarnya hatinya sangat kecewa dan hancur karena penolakan Elena.


"Maafkan aku Sean." ujar Elena pelan.


"Tidak apa apa Elena. Mungkin kita memang tidak ditakdirkan bersama. Semoga di hari kedepannya, kau bisa menemukan laki laki yang paling terbaik untukmu." ujarnya lagi dengan mencoba tenang.

__ADS_1


Elena diam merasa bersalah namun mau bagaimana lagi kan?


"Aku pergi dulu ya, masih banyak yang perlu diurus. Kau juga kan?" tanya Sean lagi tidak tahan terus terusan di dekat Elena. Dia harus berupaya untuk tidak lagi dekat dekat dengan Elena agar perasaannya yang tidak terbalas ini bisa segera hilang.


Elena mengangguk mendengar pertanyaan Sean tanpa berbicara apapun lagi.


"Yaudah kalau begitu. Kau pergilah untuk mengurus dan aku juga akan pergi mengurus semua berkas ku. Aku pergi ya, sampai jumpa!" ujar lagi Sean dan langsung pergi dengan senyuman palsu yang masih dia tampilkan.


Elena diam saja melihat kepergian Sean. Dia cukup merasa bersalah namun dia juga harus jujur.


"Kalau kau tau kekurangan terbesarku, kau akan menyesal mengatakan hal seperti tadi Sean." gumam Elena pelan meneteskan lagi air matanya.


Jangan lupakan siapa Fani! Dia akan menghampiri Sean untuk mencari muka dan berupaya dekat kepadanya ya!


Hari sudah sore. Elena pulang dengan senangnya karena dia tau bahwa abangnya Virgo akan datang karena besok adalah hari yang membahagiakan. Sebenarnya Virgo belum genap seminggu berbulan madu bersama Wina namun agar bisa mereka bisa datang ke acara wisuda Elena, mereka harus pulang. Mereka tidak mungkin tidak datang.

__ADS_1


Elena memasuki rumah dengan cepat. Dia heran melihat keadaan rumah yang terlihat sepi. Biasanya kan kalau Virgo dan Wina dirumah, keadaan rumah akan sangat ramai karena keluarga Wina juga pasti datang, dan bisa jadi juga keluarga Bita ada dirumahnya, namun ini terlihat sangat sepi.


Setelah benar benar masuk ke rumah, Elena melihat keluarganya yang duduk di kursi tamu dengan kediaman mereka. Mereka yang melihat Elena pulang langsung berdiri dan segera menghampiri Elena.


"Kenapa ma pa Abang?" tanya Elena yang melihat Nita, Wilson, dan Edward yang terlihat sedih dan suram.


"Abang kok belum pulang?" tanyanya lagi menimpal walaupun pertanyaan tadi belum dijawab.


"Mereka tidak jadi pulang." jawab Edward disana pelan. Elena kaget dan menatap mereka penuh tanda tanya.


"Kenapa? Gak mungkin kan Abang dengan kak Wina gak datang dihari esok?" tanyanya lagi Elena. Namun mereka tetap diam. Elena merasa perasaannya tidak enak.


"Apa yang terjadi kepada mereka? Apa ada masalah?" tanya lagi Elena serius dengan menatap mereka bergantian.


"Tidak ada yang terjadi kepada mereka nak. Hanya saja mereka tidak bisa datang hari ini karena disana cuaca benar benar sangat buruk. Mereka sudah memesan tiket mereka namun keberangkatan harus batal dan ditunda. Dan keberangkatan mereka ditunda selama dua hari nak. Mereka tidak bisa datang ke acaramu." jelas Wilson sedih menatap Elena. Dia tau Elena pasti sangat sangat sedih mendengar ini. Dan tidak mungkin wisudanya ditunda kan? Elena pasti sangat sedih karena kakak kesayangannya tidak datang di hari pentingnya padahal Virgo dan Wina sudah berjanji kepadanya bahwa mereka akan datang. Namun itu tidak menjadi kenyataan.

__ADS_1


Elena diam mendengarnya. Hatinya sangat kecewa mendengarnya. Dia tidak tau lagi harus mengatakan apa. Nita dan Wilson hanya bisa diam mengelus lembut Elena. Edward juga ikut sedih.


"Memang benar benar tidak bisa datang ya ma?" tanya Elena pelan. Dia tadi sudah cepat cepat pulang agar bisa berjumpa dengan abang dan kakaknya namun ternyata itu tidak terjadi. Elena seketika kehabisan tenaga.


__ADS_2