Pernikahan Karena Satu Malam

Pernikahan Karena Satu Malam
BERCERITA


__ADS_3

Elena dan Yuki membeli cukup banyak barang. Mereka juga sudah berkeliling lama.


Yuki melirik ke wajah Elena yang terlihat lelah.


"Kamu capek ya Elena?" tanya Yuki sebab dia tidak merasa lelah. Itulah kalau kita bersemangat, rasa lelah jadinya tidak terasa.


Elena mengangguk ragu sambil tersenyum. Yuki melihatnya juga tersenyum sembari memegang tangan kanan Elena.


"Kita makan dulu yuk." ujar Yuki menariknya lembut dan mereka berjalan ke arah sebuah cafe di dalam mall itu.


Yuki dan Elena memakan dengan nikmat makanan mereka. Mereka berdua memilih memakan makanan khas London sendiri. Yuki memesan Roast Meat dan Elena memesan Lancashire Hotpot.



Roast Meat



Lancashire Hotpot


"Kamu sudah pernah memakannya?" tanya Yuki disana sembari menguyah lembut makanan miliknya.


Elena menggeleng tersenyum sembari terus menguyah makanan miliknya juga.


"Bagaimana rasanya?" tanya Yuki.


"Ini sangat enak kakak dan enaknya dua kali lipat, kakak tau kenapa?" jawab Elena disana tak berhenti menguyah. Yuki menatap Elena dengan penuh tanda tanya.


"Karena ini makanan ditraktir oleh kakak haha." ujar Elena disana tertawa. Yuki yang mendengarnya juga ikut tertawa sembari memukul lengan Elena pelan.

__ADS_1


"Kamu ini." ujar Yuki.


Yuki yang masih tertawa tidak sengaja melirik ke arah toko baju anak perempuan yang berada tepat di depan cafe. Yuki yang melihatnya memberhentikan tawanya. Wajah Yuki terlihat sedih dan matanya berkaca kaca.


Elena yang sadar menatap kearah tatapan mata Yuki. Elena bertanya tanya mengapa Yuki sedih melihat toko baju anak perempuan itu.


"Kakak kenapa?" tanya Elena berhenti dari makannya dan memegang tangan Yuki lembut.


"Enggak, kakak ga apa apa kok." ujar Yuki pelan membuang muka.


"Kakak gak bisa bohong sama Elena. Kakak sebenarnya kenapa?" ujar lagi Elena menatap Yuki dalam. Yuki yang mendengarnya menghela nafas. Dia mengusap satu air mata yang jatuh ke pipinya.


"Kamu lihat toko baju anak perempuan itu?" tanya Yuki menunjuk toko baju anak perempuan itu menggunakan matanya. Elena menatap sebentar toko itu lalu mengangguk kembali menatap Yuki.


"Kakak sedih setiap melihat toko toko seperti itu...." ujar Yuki memberhentikan sebentar ucapannya karena tidak sanggup melanjutkan.


"Tapi kenapa kak?" tanya Elena.


"Aku baru tau kak. Kakak yang sabar ya." bisik Elena pelan.


Setelah merasa lebih baik dan tidak menangis lagi, Yuki kembali duduk dengan posisi seperti tadi. Mereka tidak berpelukan lagi.


"Kenapa dia jahat banget ya kak. Bisa bisanya dia tega membunuh anak kakak yang bahkan belum lahir." gumam Elena masih didengar oleh Yuki.


"Karena dia dendam sama keluarga kakak Elena. Dia suka sama mama kakak yang bahkan udah nikah sama papa kakak, hingga karena tak bisa mendapatkan mama kakak, pria itu mencelakai keluarga kami, hingga akhirnya kakak yang kena." jelas Yuki dengan penuh kebencian. Matanya memerah mengingat semua itu.


Elena benar benar tidak menyangka mendengar cerita Yuki. Dia heran kenapa ada manusia sejahat itu, tapi sebenarnya hal itu sudah banyak terjadi kan di belahan dunia ini? Bahkan lebih kejam dan jahat dari itu juga sangat banyak.


"Tapi dia sudah mendapatkan hukuman yang pantas kan kakak?" tanya Elena dengan penuh kebencian juga. Dia yang mendengarnya juga emosi dan rasanya ingin membunuh pria yang dimaksud Yuki.

__ADS_1


Yuki menggeleng.


"Dia lari Elena. Pria itu bukan orang sembarangan. Kejadian itu sudah bertahun tahun terjadi tapi sampai sekarang dia tidak ada kabar. Dia pergi entah kemana. Kami sudah melapor bahkan suami kakak sudah berusaha sebisa mungkin mencarinya namun tetap saja tidak bisa mendapatkan dia. Kakak rasanya ingin sekali membunuhnya namun sayangnya tidak bisa. Dendam kakak ini sampai sekarang tidak terbalaskan." jelas Yuki disana. Tangannya terkepal dan wajah putihnya memerah mengingat semua itu.


Ini adalah dendam seorang ibu. Menurut kalian, ini bisa terbalaskan atau tidak?


Elena menjadi pendengar yang baik disitu. Dia tidak bisa berkata apapun karena dia tidak tau apa apa. Dia hanya bisa menjadi pendengar. Namun dia berdoa didalam hati semoga suatu hari nanti orang itu bisa ditemukan dan mendapatkan hukuman yang setimpal.


Keheningan sempat terjadi hingga akhirnya terpecah karena Yuki mulai bertanya mengenai kehidupan Elena.


"Apa kamu tidak mau bercerita apapun kepada kakak mengenai kehidupanmu Elena?" tanya Yuki menatap lamban Elena. Elena menelan ludahnya kasar mendengar pertanyaan Yuki.


"Kakak sudah terbuka kepadamu karena kakak sudah menganggap mu adik kakak Elena. Apa kamu tidak seperti itu juga?" tanya lagi Yuki karena Elena yang diam saja.


Elena merasa bimbang. Dia senang karena akhirnya dia mempunyai seseorang yang dekat dengannya. Dia tau ini sebenarnya rahasia Yuki namun dia tetap mau menceritakannya kepada dirinya. Berarti, Yuki memang menganggapnya seseorang yang dekat kan? Namun, haruskah dia juga menceritakan rahasia terbesarnya? Elena tau Yuki orang yang baik, tapi dia masih merasa berat menceritakan semua rahasia besarnya.


Elena juga takut dia akan dipecat karena keadaan dirinya yang seperti ini. Padahal cepat atau lembat, semuanya juga akan terbongkarkan? Elena harus bagaimana?


"Elena!" seru Yuki lagi.


"Maaf kak, aku belum bisa menceritakan apapun." jawab Elena pelan sembari menunduk.


Yuki yang mendengarnya menghela nafas. Dia sama sekali tidak menyesal karena bercerita, hanya saja dia sedikit kecewa karena Elena yang tidak mau bercerita juga seperti dirinya. Namun dia tidak mungkin memaksa kan?


"Sedikit saja Elena?" tanya Yuki lagi menatap Elena. Elena membalas tatapan Yuki dan hatinya rasanya tergerak ingin bercerita. Haruskah dia bercerita sedikit saja?


"Sedikit saja ya?" tanya Elena dan Yuki mendengarnya cepat cepat mengangguk semangat. Walaupun sedikit, dia senang karena Elena mau bercerita.


"Kakak tentu sudah tau asal kota Elena kan?" tanya Elena lebih dulu. Yuki mengangguk karena dia memang sudah tau asal Elena sewaktu konfirmasi pekerjaan.

__ADS_1


"Disana, Elena mempunyai dua kakak laki laki. Pekerjaan orang tua Elena adalah membuka usaha bunga. Kakak pertama Elena sudah bekerja bahkan sudah menikah. Kakak kedua Elena belum menikah namun sudah bekerja. Keluarga kami sangat bahagia. Seperti yang aku katakan kepada kakak, aku memilih ke kota ini karena aku suka berada disini dan ingin bekerja disini. Namun bukan itu saja alasannya. Saat aku pergi kesini, aku membuat sebuah kebohongan besar kepada keluargaku. Aku pergi jauh dari mereka dan tidak mau memberikan kabar lagi. Ada sesuatu hal yang membuatku terpaksa melakukan semua ini." jelas Elena bergetar. Tubuh dan suaranya benar benar bergetar walau hanya menceritakan itu saja.


"Iya tapi kenapa Elena? Bukankah kamu mengatakan keluarga kalian bahagia? Lalu buat apa kamu harus melakukan semua itu?" tanya Yuki terheran.


__ADS_2