Pernikahan Karena Satu Malam

Pernikahan Karena Satu Malam
OM ZEYN


__ADS_3

"Apa yang ingin kau katakan?" tanya Zeyn melirik Virgo yang sedari tadi diam dan seperti tengah memikirkan sesuatu.


Virgo memang sudah berada di kantor, setelah menghantarkan Wina ke rumah dan memberitahukan kabar baik kepada semua keluarga, Virgo langsung pergi menuju ke kantornya.


Bagaimana reaksi keluarganya? Tentu saja mereka sangat-sangat senang dan itu juga sangat berpengaruh besar yang positif kepada keluarga Virgo yang sedang diliputi banyak masalah dan kekhawatiran.


"Aku bingung Zeyn." jawab Virgo pelan.


"Bingung kenapa?" tanya lagi Zeyn.


"Kami baru saja dari rumah sakit seperti yang aku katakan tadi di telpon dan kami mendapat kabar baik bahwa istriku Wina sedang hamil." jelas Virgo tanpa tersenyum.


"Istrimu hamil? Bagus kalau begitu. Lalu, apa yang kau bingungkan?" tanya Zeyn heran. Istrinya sedang hamil lalu mengapa wajahnya cemberut? pikir Zeyn.


"Aku bingung, sesuai dengan kesepakatan kita bahwa kita akan pergi besok ke London, aku tidak tega meninggalkan istriku yang sedang hamil di kota ini selama beberapa waktu." jelas Virgo mengungkapkan semua kekhawatirannya.


Zeyn terdiam dan sadar akan hal itu. Apa yang dikatakan oleh Virgo memang sangat masuk akal. Tidak mungkin dia meninggalkan istrinya yang sedang hamil dan kebetulan dia baru tahu istrinya sedang hamil, lalu apakah Virgo langsung meninggalkan istrinya? Mungkin bagi yang tidak cinta istri atau kurang peka dengan istri mereka, mereka terlihat biasa saja meninggalkan istri mereka dalam keadaan seperti itu.


"Kau benar juga." sahut Zeyn pelan mulai memikirkan hal yang sama.


Tidak mungkin di tunda kan? Ini terlalu lama!


"Bagaimana ini?" tanya Virgo bingung.


Zeyn berpikir keras untuk mencari jalan keluarnya.


"Aku punya satu jalan keluar, tapi ini mungkin berat bagimu." ujar Zeyn mendapatkan satu ide jalan keluar.


"Apa?" tanya Virgo buru buru ingin tahu.


"Ini bukan soal kau memilih adikmu atau istrimu, kau hanya dituntut untuk bersikap seimbang." ujar Zeyn lebih dulu sebelum memberitahu idenya.


"Iya apa Zeyn?! Kesal Virgo karena Zeyn terlalu lama memberi tahu.


"Kau harus tetap tinggal disini menemani istrimu yang sedang hamil. Dan untuk kepergian itu, aku yang akan pergi bersama semua bawahanku." jelas Zeyn tegas.


Virgo terdiam mencernanya. Apa?!

__ADS_1


"Aku tidak ikut bersamamu untuk mencari adikku sendiri?" tanya Virgo kaget.


"Begitulah. Seperti yang aku katakan tadi, ini bukan soal memilih, tapi ini soal bersikap seimbang. Kau baru saja tau istrimu sedang hamil, apa kau akan langsung meninggalkannya dalam waktu yang cukup lama? Kau tau sendiri orang hamil itu sangat sensitif. Dan untuk kepergian itu, kau tidak percaya kepadaku? Aku bahkan lebih hebat darimu." ujar Zeyn tersenyum devil di akhir katanya.


Virgo memutar bola mata malas mendengar Zeyn yang masih sempat sempatnya menyombongkan diri.


"Bagaimana?" tanya Zeyn karena Virgo tidak menjawab.


"Iya aku mengerti maksudmu tapi tetap ini terasa sangat berat. Di satu sisi aku tidak tega meninggalkan istriku yang sedang hamil namun di sisi lain aku juga ingin ikut bersamamu untuk mencari adikku sendiri. Tidak mungkin adikku yang hilang tapi kau yang mencari, kau pasti sibuk kan?" jelas Virgo sadar diri. Bagaimanapun dia tetap sadar diri akan hal itu. Siapa dirinya dan siapa Zeyn.


"Sekali lagi, kau tidak yakin kepadaku?" tanya Zeyn menekan kata katanya.


"Bukan tidak yakin, hanya takut merepotkanmu saja." jawab Virgo jujur.


"Sudahlah jangan pikirkan itu, aku akan tetap pergi besok dan kau disini menemani dan menjaga istrimu. Lagian, aku juga sangat ingin ke kota itu. Aku sudah lama tidak berjumpa dengan keluarga di sana, terutama keponakanku." ujar Zeyn tersenyum tipis mengingat dia mempunyai keluarga di kota London.


"Kau mempunyai keluarga disana?" tanya kaget Virgo. Dia baru tau kalau Zeyn mempunyai keluarga dekat di kota itu, kenapa Zeyn tidak memberitahu dari awal ya?


Zeyn mengangguk santai sembari menyesap kopi miliknya yang berada di depannya, tepatnya di meja depannya.


"Kenapa kau tidak memberitahuku?" tanya Virgo kesal.


Virgo hanya mengelus dada dibuat oleh sikap Zeyn ini. Bukan tidak berani, hanya saja dia tau Zeyn memang seperti ini.


...****************...


Di beda kota, tepatnya di kota London, hari sudah gelap, dimana para insan akan bersiap untuk mengistirahatkan diri setelah seharian melakukan banyak aktivitas.


"Mas mau sampaikan sesuatu buat kita semua." ujar seorang pria bersama keluarganya yang berkumpul bersama di meja makan. Lebih tepatnya adalah Xior.


"Mau sampaikan apa sayang?" tanya wanita yang merupakan istrinya, Yuki.


Reno sebagai anak mereka dengan Arihta hanya diam saja menikmati makanan yang ada sembari menatap Xior. Mereka juga menunggu apa yang akan disampaikan oleh Xior.


"Mau bilang apa papa?" tanya Reno.


Reno ini berumur seusia dengan Tania, kalian masih ingatkan siapa Tania?

__ADS_1


"Ha khususnya buat kamu Reno." ujar xior menatap anaknya dengan senyuman manis.


"Iya langsung dibilang loh sayang, gak perlu banyak basa basi." ujar Yuki mendadak kesal.


Xior memudarkan senyumnya seketika dan menatap istrinya dengan pandangan takut.


Kok ngamuk?


"Loh kok marah sayang?" tanya xior kaget.


"Ya makanya kamu langsung bilang, ini banyak basa basi! Aku udah penasaran sayang!" jawab Yuki kesal.


Arihta yang melihat itu hanya tersenyum kecil, mereka ini lucu sekali dimatanya. Hmm, Arihta ingat dengan momen momen seperti ini bersama almarhum suaminya.


"Jadi papa mau sampaikan sesuatu, yaitu... Om Zeyn akan datang berkunjung ke sini." ujar Xior semangat.


"Om Zeyn?!" tanya Reno tidak percaya. Dia tentu tau siapa itu om Zeyn, dia pernah bertemu dengannya beberapa tahun lalu. Reno sangat menyukai Zeyn karena Zeyn pengertian dan akan memanjakan dirinya.


"Iya sayang, om Zeyn akan datang." jelas lagi xior.


"Kamu gak bohong sayang? Dia akan datang kesini?" tanya juga Yuki tidak percaya. Dia merasa tidak percaya karena dia tau Zeyn itu orangnya seperti apa, dia baik tapi sangat dingin dan sibuk.


"Iya sayang, Zeyn sepupu aku, masa kamu lupa?" tanya Xior kesal karena berfikir istrinya tidak mengingat saudaranya sendiri.


"Aku ingat sayang! Aku masih muda ya, gak pikun!" kesal Yuki.


Ngamuk lagi hadeh...


"Siapa nak?" tanya Arihta mulai berbicara.


"Jadi yang datang itu sepupu jauh aku ma. Dia akan datang berkunjung kesini, katanya juga dia ada pekerjaan di kota ini ma." jelas Xior. Tentu saja Arihta tidak banyak tau tentang keluarga Xior.


Arihta hanya mengangguk mendengarnya. Dia memang tidak banyak tau tentang keluarga menantunya ini.


"Kapan dia datang sayang? Biar aku bisa mempersiapkan semuanya. Dia kan jarang jarang kesini." tanya Yuki dengan senyumannya.


"Katanya dia berangkatnya besok sayang, tapi karena dia menggunakan jet pribadi, mungkin dia akan sampai hari itu juga." jawab xior.

__ADS_1


"Yeyy...om Zeyn datang pasti bawa banyak hadiah, om Zeyn kan emang yang terbaik!" seru Reno semangatnya.


Xior, Yuki, dan Arihta hanya tersenyum lebar melihat Reno yang semangat menyambut kedatangan Zeyn, dan Arihta juga penasaran seperti apa Zeyn itu.


__ADS_2