Pernikahan Karena Satu Malam

Pernikahan Karena Satu Malam
AKU MENCINTAIMU PAK DOSEN


__ADS_3

Gina melirik Virgo malas.


"Makanya bang, uang itu dikasih loh biar bisa beli makanan yang sehat sehat." ujarnya menguap pelan.


"Benar itu." ujar Anira dan putra kompak. Mereka saling menatap jijik karena kekompakan mereka.


"Kalian cocok banget. Sama sama banyak ngomong, kompak lagi." ujar Virgo mengejek.


"Idih najis!" jawab mereka kompak membuang muka malas.


"Gue dikacangin ye!" ujar Gina kesal karena omongannya tidak disahut.


"Loe SIAPE!" ujar mereka semua kompak membuat Gina terkejut. Dia yang awalnya sudah mengantuk menatap mereka semua melotot.


"Jahat banget kalian." gumamnya dengan dramatis menggeleng tidak percaya.


Mereka semua tertawa dengan senangnya. Elena memang bukan tipe orang yang banyak bicara, tergantung keadaan saja. Perilakunya yang mengesankan orang lain memang benar benar alami dan tidak dibuat-buat hanya supaya orang terkesan dan mau berteman dengannya. Teman teman Elena sangat menyukai teman seperti Elena. Menurut mereka dia baik, pengertian, tidak pelit, humorisnya alami dan banyak hal yang bisa mereka banggakan dari Elena. Sekalipun kelihatannya sekarang dia seperti tidak banyak ngomong.

__ADS_1


"Wina." ujar seseorang yang datang. Suara itu cukup berat yang menandakan bahwa seseorang itu adalah seorang pria. Semuanya menoleh kearah suara.


"Loh Brayen!" sahut Wina kaget. Itu memang Brayen. Dia pikir Brayen sudah pulang bersama keluarganya yang lain, tetapi ternyata tidak. Brayen masih ada disini. Oh iya kenapa mereka kenal? Brayen ini merupakan seorang dosen dan dia adalah teman dekat Wina. Sekalipun teman dekat, Wina memang tidak ada perasaan apapun kepada Brayen dan Brayen juga begitu. Kalian mau tau rahasia Brayen? Brayen adalah seorang pria yang sangat mencintai kekasihnya yang lain dan mereka sudah berencana akan menikah, namun dia harus mengalami kejadian pahit dimana kekasih yang dicintainya meninggalkan dia secara terang terangan demi seorang pria lain yang dia tidak tau itu siapa. Masih banyak luka dihatinya karena kekasihnya, namun dia sudah belajar untuk ikhlas.


Buat apa memaksa orang lain bersama kita tetapi dia sendiri menolak kita? Apalagi secara terang terangan? Kalaupun mereka menikah, namun dengan sikap seperti itu, tentu kita sudah tau bagaimana nanti kehidupan keluarga mereka kan? Brayen bukan tipe orang yang bodoh karena cinta. Dia masih sangat waras. Dia tau dia memang akan merasakan rasa sakit yang sangat sulit hilang dan itu dalam waktu yang cukup lama. Tetapi lambat laun, perasaannya akan berubah. Dia tidak sepenuhnya percaya kepada kata kata yang ada yang mengatakan bahwa cinta habis di orang lama. Menurutnya, itu tidak sepenuhnya benar. Bisa saja mencoba untuk berpisah dari seseorang yang sangat dicintai, mungkin karena memang sudah sangat dikecewakan atau ditinggal dalam kematian. Dan itu juga akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa dan cukup sulit hilang. Namun percayalah, kita diciptakan dengan punya rasa cinta dan suka kepada lawan jenis, namun kita juga diciptakan dengan punya kesanggupan untuk pulih. Lambat laun perasaan mu akan berubah sekalipun dalam waktu itu, kamu tidak berminat untuk melirik yang lain. Namun intinya, tanpa kamu sadari rasa sakitmu dan perasaanmu akan berubah sewaktu kamu mencoba untuk berpisah dan menjauh darinya.


Oh iya, Brayen ini juga anak yatim piatu. Dia tinggal bersama Bita dan Aditya sedari sekolah dasar karena orang tuanya telah meninggal dalam sebuah kecelakaan. Dia juga tidak mempunyai saudaranya lain. Dan Tania itu sebenarnya bukan anak kandung dari Bita dan Aditya. Tania adalah anak adopsi mereka karena memang bita tidak bisa memiliki anak karena penyakitnya. Itu juga yang menjadi alasan kenapa mereka mau mengurus Brayen agar rumah mereka tidak sepi dan mereka sudah menganggap Brayen dan Tania sebagai anak mereka. Bayangkan saja, Bita dan Elora mama Wina seumuran dan Aris juga Aditya beda tipis, namun Elora dan Aris sudah memiliki anak yang sudah menikah sementara Bita dan Aditya masih kecil seperti Tania. Memang mungkin mungkin saja, kalau sebenarnya memang mereka dikasih anak lama. Tetapi kenyataannya tidak begitu, Tania adalah anak adopsi.


Tetapi Aditya menjadi suami idaman loh....


Dia baik dan pengertian, juga mau menerima kekurangan Bita yang seperti itu. Walaupun dia tidak bisa memiliki anak, dia tetap mencintai dan mendukung Bita. Dia tidak meninggalkannya karena kekurangannya. Hmm pacar atau suami idaman kan hehehhehe.....


Dan Brayen tidak ikut pulang bersama keluarganya karena memang dia tadi keasikan berbicara dengan teman temannya yang ada disini. Mulai dari teman kerja, teman lama yang berjumpa lagi dan banyak temannya yang lain. Sehingga dia memilih untuk menunda saja pulangnya. Dan berakhirlah dengan Bita dan keluarga kecilnya pulang duluan dan nanti akan disusul oleh Brayen. Dia juga berencana untuk pamit langsung kepada Wina.


"Kenapa belum pulang? Padahal aku tadi mikirnya kamu sudah pulang bersama Tante bita, Tania dan om Adit." ujarnya jujur. Dia pikir Brayen ikut pulang bersama yang lain.


"Oh enggak kok. Tadi aku keasikan berbincang dengan yang lain sehingga memilih untuk menyusul saja pulangnya. Dan ini aku ingin pulang dan pamit langsung kepada kalian." ucap Brayen tersenyum.

__ADS_1


"Mimpi apa aku ya Allah." sambung Gina tiba tiba yang sedari tadi melihati Brayen. Apalagi melihat senyum manis milik Brayen membuat Gina serasa ingin menari bersamanya.


Semua menatap kearah Gina yang tidak sadar dengan ucapan dan sikapnya. Viktor menepuk pundak Gina agar dia sadar.


"Gina sadar." ucap Viktor sembari masih menepuk pundaknya.


Gina tersadar. Astaga, dia terbawa perasaan. Rasanya dia ingin berlari sejauh mungkin untuk bersembunyi. Malu sekali rasanya. Gina memang seperti itu, saat ada yang menggunggah perasaannya, dia sejenak akan terus memikirkan itu sehingga tidak sadar akan sekelilingnya. Kenapa ya?


Gina berdehem tersenyum cengengesan.


"Maaf, pulaknya abangnya ganteng hehe, apalagi senyumnya, beuhh." ujarnya mencoba berani. Manatau ada kesempatan dia bisa dekat yakan wkwk.


"Heeee!" seru mereka semua kompak. Gina memang sudah seperti itu sejak dulu. Banyak berbicara saat ada yang menarik untuknya atau saat ada maunya.


Brayen tersenyum tipis melihat keasikan mereka. Namun dia juga melirik kearah Elena yang juga melihatnya. Namun tanpa disadari, Virgo melihat itu semua.


"Oh yaudah, tapi biar aku kenalin dulu ya sama mereka." ujar Wina disana.

__ADS_1


"Dia ini teman dekat aku, sudah seperti sahabat sih karena kami berteman sudah sangat lama. Dia bekerja sebagai dosen..." ujar Wina namun belum sepenuhnya karena dipotong oleh Gina.


"Sudah menjadi dosen tapi masih sangat muda dan tampan, emm aku mencintaimu pak dosen." ujar Gina lagi menggila disana. Semua orang menatapnya terheran. Gina ini tidak sadar karena mabuk, gila, atau memang hanya bercanda? Heran sekali.


__ADS_2