Pernikahan Karena Satu Malam

Pernikahan Karena Satu Malam
ZEYN DI LONDON


__ADS_3

"Emang kakak mau pergi?" tanya Elena heran.


"Kamu lupa ya?" tanya balik Yuki.


"Maksudnya kak?" tanya Elena bingung. Sepertinya dia benar benar melupakan hal ini.


"Keluarga kakak kan ada yang datang, dan kami harus menyambutnya. Kamu lupa ya soal ini? Padahal kemarin kakak mengajak kamu loh, hanya saja kamu menolaknya Elena." jelas Yuki mengingatkan.


Elena terdiam mengingat hal ini. Ah ya.. dia ingat sekarang.


"Oh iya, Elena lupa kak." ujar Elena menepuk pelan dahinya.


"Iya tidak apa apa, yasudah kakak pergi dulu ya." ujar Yuki sebelum menjauh pergi.


"Iya kak, hati hati!"


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


Di kediaman Xior dan Yuki


"Reno kangen sama om Zeyn." ujar Reno memeluk Zeyn yang sudah sampai di rumah mereka.


"Om juga kangen sama kamu Reno, kamu sudah besar saja ya!" ujar Zeyn mengelus kepala Reno setelah selesai berpelukan.


"Sudah sudah, biarkan om nya makan dulu, dia pasti sudah lapar. Mama dan Yuki sudah menyiapkan semuanya, ayo makan nak." jelas Arihta menatap Zeyn.


Zeyn mengerutkan keningnya heran menatap Arihta, wajahnya terlihat asing.


"Perkenalkan, dia adalah mama kakak Zeyn." ujar Yuki memperkenalkan Arihta. Zeyn tentu saja belum terlalu mengenal Arihta.


Zeyn mendengarnya mengangguk dan segera menyalam Arihta.


"Saya Zeyn, sepupu dari Xior Tante." ujar Zeyn sopan.


"Saya sudah tau, sudah ayo makan, kamu lapar kan?" tanya Arihta tersenyum. Zeyn hanya mengangguk pelan saja. Memang kenyataannya dia sedang lapar.


"Tumben sekali kamu datang Zeyn, ada apa?" tanya Xior sembari menguyah makanannya.

__ADS_1


"Tidak bolehkah aku datang berkunjung?" tanya Zeyn malas.


"Ya tentu saja boleh, tapi kau pasti punya tujuan tersendiri kan?" tanya Xior menatap Zeyn mengintimidasi.


"Ya memang aku punya pekerjaan disini, tapi aku juga ingin datang ke sini karena merindukan Reno dan kak Yuki." jawab Zeyn.


"Kau tidak merindukan aku?" tanya Xior tidak percaya. Zeyn tidak merindukan dirinya selaku sepupunya?


"Tidak terlalu." jawab Zeyn malas.


Mereka hanya tertawa mendengar jawaban Zeyn.


Sehari dua hari telah berlalu. Malam ini, di kediaman Yuki, Xior, Yuki, dan Zeyn terlihat berkumpul bersama.


"Zeyn!" panggil Xior.


"Ada apa kak?" tanya Zeyn. Xior dan Yuki yang mengajak dirinya ikut berkumpul bersama mereka berdua.


Zeyn dan Xior memang sepupu. Namun Xior tentu lebih tua dari Zeyn, itulah sebabnya Xior dan Yuki dia panggil dengan sebutan kakak saja.


"Sebenarnya apa tujuan utamamu datang ke sini, kemarin kau mengatakan ada urusan, urusan apa Zeyn? Kau juga mengatakan bahwa kau akan berada disini cukup lama dari biasanya, dan kau selalu pulang menjelang malam. Apa urusanmu sangat penting disini?" tanya Xior meluapkan rasa penasarannya.


Memang benar, Zeyn mengatakan dirinya akan berada di sini cukup lama dari biasanya, dan dirinya juga selalu pulang menjelang malam, Yuki dan Xior dibuat penasaran dengan itu. Mereka sama sekali belum tau urusan utama Zeyn datang ke sini, mereka tentu saja penasaran.


Zeyn membuang muka bingung. Apa dia harus jujur? Zeyn tau Xior pasti kenal dengan Virgo. Karena Virgo sudah menjadi bagian dari keluarganya mereka dan Xior pasti kenal itu. Karena semenjak dirintisnya usaha utama mereka, nama Virgo sudah dikenal.


"Zeyn." panggil lagi Yuki karena Zeyn yang diam saja.


"Ah ya, ada urusan kantor saja kak. Disini ada proyek yang masih direncanakan." jawab Zeyn sedikit gugup. Dia berbohong! Kenapa? Karena jika Zeyn jujur, urusannya akan semakin panjang. Xior bisa saja meminta dirinya untuk ikut membantu dan mendalami semuanya, bahkan dia bisa ikut curiga. Zeyn tidak mau itu terjadi.


"Oh begitu yasudah." jawab Yuki.


Xior hanya diam saja. Dia rasanya tidak yakin dengan jawaban Zeyn. Jika tentang urusan proyek, Zeyn pasti langsung memberitahu dirinya atau bahkan meminta bantuannya. Dan papanya juga pasti tau akan hal ini, namun ini? Ada yang tidak beres!


"Yasudah, Zeyn istirahat dulu ya kak, selamat malam." ujar Zeyn berdiri dan langsung menjauh pergi ke arah kamarnya.


"Sayang!" panggil Yuki kepada Xior yang diam saja.

__ADS_1


"Ada apa denganmu?" tanya Yuki.


"Em tidak ada apa apa, aku hanya merasa tidak yakin dengan jawaban Zeyn." jawab xior jujur.


"Kenapa sayang? Apa yang perlu dicurigai? Zeyn tidak mungkin berbohong. Buat apa dia berbohong kepada kita kan?" ujar Yuki meyakinkan Xior yang merasa curiga dan tidak yakin. Yuki merasa Zeyn tidak berbohong. Buat apa dia berbohong? Pikirnya.


"Yasudah, tidak perlu dipikirkan, ayo tidur." ujar Yuki menarik tangan Xior yang masih diam saja.


\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*


"Elena!" seru Yuki memasuki ruangan Elena.


"Astaga, kakak mengejutkanku saja." gerutu Elena kesal karena kaget.


"Iya maaf ya adikku sayang." ujar Yuki cengengesan.


"Ayo berbaring, kakak akan memeriksa kandunganmu!" ujar Yuki.


"Huh..kakak tidak pernah melupakan itu." ujar Elena malas. Yuki selalu rutin memeriksa kandungannya. Bahkan saat Elena lupa, Yuki selalu mengingatkan. Tapi bagaimana dia bisa lupa? Ini sudah hal yang biasa baginya.


"Kamu berbicara apa sih Elena, ya tentu saja kakak tidak akan pernah melupakan itu. Kakak harus memastikan bahwa kesayangan kakak aman di perut kamu." ujar Yuki dengan gayanya.


"Kakak terlihat sangat senang, ada apa kak?" tanya Elena sadar. Yuki terlihat sangat gembira.


"Ya tidak apa apa, kakak tidak bisa gembira seperti ini?" tanya Yuki tidak percaya.


"Bukan begitu kakak. Oh Elena tau, kakak pasti senang karena keluarga kakak yang datang itu kan?" tanya Yuki sembari berbaring.


"Ya gimana ya Elena, kakak merasa dia tidak datang juga kesini, ya seperti biasa begitu." jelas Yuki acuh mendekati Elena dan langsung memeriksanya.


"Ahh, kesayangannya ku aman diperutmu, itu hal bagus!" ujar Yuki senang selesai memeriksa kandungannya Elena.


"Baguslah. Tapi kak, maksud omongan kakak tadi apa?" tanya Elena bingung. Dia tidak mengerti dengan maksud omongan Yuki yang tadi.


"Dia itu datang ya seperti datang saja Elena. Dia datang karena urusan utamanya ada di sini, tapi dia juga ingin bertemu kami juga. Tapi, dia selalu berangkat pagi dan pulang menjelang malam, selesai pulang kami jarang berkomunikasi, ya walaupun kami sudah tau dia memang seperti itu sedari dulu." jelas Yuki mengingat kepribadian Zeyn.


"Dia orang yang dingin?" tanya Elena dan Yuki mengangguk setuju.

__ADS_1


__ADS_2