
"Dia orang yang dingin?" tanya Elena dan Yuki mengangguk setuju.
"Tapi kakak mengatakan dia pergi pagi dan pulang menjelang malam, dia sesibuk itu ya kak? Dan emangnya dia sudah kenal kota ini?" tanya Elena sembari mulai duduk.
"Ya begitulah Elena. Kan kakak sudah pernah bilang, dia itu orang yang paling beda dari semua keluarga. Dia dingin, dia sibuk, tapi kakak kagum juga sama dia. Dia orang yang sangat disiplin, dia tegas, dia bertanggung jawab, dia benar benar pria sejati, hanya saja dia orang yang tidak tersentuh, itulah sebabnya sampai sekarang dia tidak menikah, bahkan memiliki kekasih mungkin tidak, dia sangat pemilih, tapi kami tau dia sebenarnya orang yang penyayang." ujar Yuki jujur menurut pendapatnya.
Elena hanya mengangguk saja sembari tersenyum tipis. Dia teringat akan impiannya dulu. Sewaktu SMA, dia ingin memilik suami ala novel novel begitu, dan kriterianya hampir sama persis seperti yang dikatakan oleh Yuki. Dia suka orang yang seperti itu!
"Kamu kenapa senyum begitu?" tanya Yuki yang tidak sengaja melihat Elena tersenyum.
"Kakak tau, dulu Elena pengen banget punya suami yang seperti kakak bilang tadi. Tapi kan sekarang gak mungkin lagi." ujar Elena tersenyum masam.
Yuki mendekati Elena dan mengelus pundaknya.
"Sudah tidak apa apa, yang terpenting kamu sebentar lagi akan memiliki dua buah hati yang akan memberimu kebahagiaan yang luar biasa." Ujar Yuki tersenyum.
Tidak mungkin kan dia menjodohkan Elena dan Zeyn, nyali Yuki tidak seberani itu!
"Astaga!" kaget Yuki mengingat sesuatu.
"Kenapa kak?" tanya Elena panik karena melihat Yuki yang tiba tiba kaget seperti ini.
"Kakak lupa anak kakak!" jawab Yuki.
"Kakak lupa sama anak kakak sendiri?" tanya Elena tidak percaya.
Di pikirannya, maksud dari omongan Yuki adalah dia melupakan bagaimana anaknya sendiri.
"Bukan begitu Elena! Hari ini, mama kakak sedang pergi mengurus perpindahannya, dan dia menitip pesan untuk menghantarkan bekal kepada Reno dan menjemputnya, tapi kakak lupa Elena!" jelas Yuki.
"Astaga kakak, yasudah ayo kita antar bekal Reno dan jemput dia, dia pasti sudah menunggu kakak." ujar Elena.
Yuki melebarkan matanya lebih kaget mendengar perkataan Elena.
__ADS_1
"Kamu mau ikut Elena?" tanya Yuki menganga.
"Iya kakak, aku akan menemani kakak, yasudah ayo, Reno sudah menunggu loh!" ujar Elena bersiap mengambil tasnya yang berada di atas meja.
"Kita ke rumah dulu ya Elena, kakak harus menyiapkan bekal Reno dulu, setelah itu kita akan menemuinya di sekolahnya." ujar Yuki sembari menyetir mobilnya dengan kecepatan biasa.
"Tapi waktunya masih cukup kak? Nanti Reno sudah menunggu di sekolahnya." ujar Elena.
"Masih ada waktu Elena, mereka belum keluar." ujar Yuki melihat jam tangannya. Masih ada waktu untuk dirinya mempersiapkan bekal.
"Apa tidak kita beli saja kak?" tanya Elena.
"Tidak bisa Elena, Reno tidak akan mau memakannya. Sedari kecil, kami selalu menyiapkan makanan sendiri untuknya dan dia tidak akan mau memakan makanan yang diluar dari itu saat berada di sekolah." jelas Yuki.
Memang begitulah kenyataannya, Yuki selalu menegaskan bahwa dia akan menyiapkan Reno bekal sendiri yang dia masak dari rumah dibandingkan membeli makanan dari luar yang belum terjamin kebersihan dan kesehatannya.
"Oh begitu." kagum Elena.
Sesampainya di kediaman Yuki, mereka langsung turun dari mobil dan langsung memasuki rumah.
"Iya Elena, semuanya pada pergi mengurus urusannya masing masing." ujar Yuki dan Elena hanya mengangguk.
"Kamu boleh lihat lihat dulu, kakak ke dapur dulu mempersiapkan bekal untuk Reno dulu ya." ujar Yuki.
"Baik kak." sahut Elena dan Yuki langsung pergi meninggalkannya di ruang tengah.
Elena melihat ke sekeliling rumah Yuki. Ini baru pertama kalinya dia datang berkunjung dan langsung memasuki rumah Yuki.
Rumah yang bernuansa gaya eropa yang sangat elegan. Cat rumah yang masih rapi dan susunan barang yang sangat pas. Elena menyukai gaya rumah Yuki.
Elena berjalan pelan mulai mengelilingi rumah Yuki. Dia memasuki taman yang berada di dekat ruang tengah. Elena tersenyum melihat kebun bunga dan kebun buah yang berdekatan. Segala macam buah dan bunga bunga manis ada di taman rumah Yuki. Elena suka sekali!
"Waw!" kagum Elena dan mulai mendekati bunga jasmine yang berada di dekatnya. Elena mencium bunga itu dan senyumnya semakin lebar.
__ADS_1
"Harum." gumamnya senang.
Elena kembali berjalan mengelilingi kebun buah dan bunga itu dengan bunga jasmine yang masih berada di tangannya.
Elena tak sengaja melihat lorong kecil yang dihiasi bunga di sepanjang lorong itu. Karena penasaran, Elena berjalan memasuki lorong itu dan..
"Ahhh!" kagetnya.
Elena terkejut sekaligus benar benar sangat kagum melihat indahnya pemandangan disitu. Elena seperti melihat danau kecil yang berisi ikan berwarna warni, benar benar sangat mengagumkan!
"Aku tidak percaya melihat ini." gumamnya lagi.
Selesai puas dengan daerah di situ, Elena mulai keluar dari lorong itu dan keluar dari taman itu. Dia mulai mengelilingi ruang tengah. Elena melihat ruangan kecil yang khusus berisi foto foto. Elena melirik ke arah dapur dan sadar belum ada tanda tanda Yuki akan keluar. Karena penasaran, Elena mulai memasuki ruangan foto foto itu.
Tidak salah kan melihat foto foto? Pikirnya.
Elena tersenyum kecil melihat foto foto yang menurutnya sangat lengkap. Disitu ada foto foto Yuki dari kecil, foto foto Reno dari kecil, dan foto foto suami Yuki dari kecil juga.
Elena juga melihat foto pernikahan Yuki dan suaminya. Menurutnya, suami Yuki sangat tampan, sangat cocok dengan Yuki yang cantik dan anggun. Reno sebagai anak mereka juga sangat tampan. Elena kagum dengan keluarga mereka. Mereka terlihat sangat rukun dan bahagia. Ada banyak sekali foto foto yang berisi momen momen kebersamaan Yuki dan keluarganya.
Sttt...
Elena mengerutkan keningnya heran melihat sebuah foto yang menurutnya tidak asing, maksudnya gambar wajah yang berada di foto itu. Dia dengan pelan mulai mengambil dan mengamatinya baik baik .
"Wanita ini?" gumam Elena melihat wajah wanita yang berada di foto itu. Menurutnya, wajah wanita ini sangat tidak asing di mata dan di pikirannya. Dia merasa dia mengenal wanita ini.
Kalian tau gambar wajah siapa di foto itu? Itu adalah gambar foto Arihta, mama Yuki.
"Aku seperti mengenal wanita ini. Tapi, dimana ya aku pernah berjumpa dengan wanita ini." gumam Elena mencoba mengingat. Dia benar benar merasa tidak asing dengan wajah wanita ini. Dia seperti pernah bertemu atau bahkan lebih dekat?
Karena tidak mau sakit kepala dengan terus memaksa otaknya mengingat, Elena memilih untuk mengabaikannya saja. Dia meletakkan kembali foto itu.
Elena berjalan pelan lagi untuk melihat foto foto itu yang sangat banyak. Ya, ruangan kecil itu memang benar benar di isi banyak foto.
__ADS_1
"Sangat sangat lengkap." gumamnya lagi. Semua foto disini benar benar sangat lengkap. Bahkan, foto kakek nenek mereka ada semua di ruangan ini.